
Hari ini adalah hari yang di tunggu oleh Adrian, dimana dia akan mempersunting wanita pujaan hatinya Filona.
"Kamu cantik sekali sayang..." ujar Zahra melihat sang adik yang sudah selesai di rias,dia menatap sang adik dengan pandangan haru.
Gimana tidak, sebentar lagi tugasnya sebagai orang yang bertanggung jawab kepada sang adik akan terlepas darinya, dan di gantikan oleh suami sang adik. Lega memang Zahra karena dia bisa menjaga adiknya sampai saat ini, dan mendapatkan pendamping yang sangat baik, semoga mertuanya juga akan menyayangi sang adik seperti dia di sayang oleh keluarga suaminya. Sedih sudah pasti sedih, saat hari bahagia mereka, orang tua sudah tidak ada di samping mereka, dan ijab kabul akan kembali di wakilkan oleh sang adik laki lakinya, saudara kembar Filona itu, ada sesak yang tertahan di dalam hatinya, namun kembali lagi, semua sudah di atur oleh sang pencipta, umur tidak ada yang tau, semua akan kembali kepada sang pencipta.
"Kak, Terimakasih telah menjaga Lona selama ini, sudah menjadi pengganti ke dua orang tua kita, menjadi kakak terbaik untuk Lona maupun Lio. Kak semua yang kakak lakukan kepada Lona tidak akan bisa Lona ganti dengan apa pun hiks... hiks... kakak memberikan kasih sayang yang utuh untuk kami, kakak banting tulang membiayai hidup kami, tanpa peduli badan kakak lelah, kakak berjuang untuk kami, sampai sampai kakak lupa membahagiakan diri sendiri demi kami, kak, hiks... hiks..." Filona tidak mampu lagi untuk mengutarakan isi hatinya.
Sesak sungguh sesak dadanya, mengingat semua kebaikan sang kakak, andai kakaknya wanita egois, bisa saja kakaknya akan memilih hidup sendiri, membiarkan mereka yang boleh di katanya mulai masuk dewasa waktu itu, namun tidak, sang kakak merawat dan menjaga mereka dengan kasih sayang yang begitu dalam, tanpa mengeluh dengan ke adaan,membiayai biaya kuliah mereka yang boleh di katakan cukup mahal, walau mendapat bea siswa, namun masih ada buku buku dan biaya lain yang harus di keluarkan, di tambah mengurus bayi Kenzo saat itu, wanita lain mungkin akan memilih mengatasi Kenzo ke panti asuhan, namun kakaknya tidak, dia merawat Kenzo dengan baik, walau dengan bantuan pengasuh.
__ADS_1
"Hiks... hiks... Kakak juga minta maaf, kalau selama ini ada kata kata kakak yang menyakiti hati kamu, maafin kakak hanya bisa membahagiakan kamu dengan ke sederhana, jangan pernah benci kakak ya dek, kakak hanya punya kalian hiks... hiks..." pecah lah tangis dua saudara itu, bukan hanya ke duanya yang menangis ada banyak orang di sana yang ikut merasakan kesedihan dua adik beradik itu.
"Kakak adalah ibu ke dua untuk kami, bagaimana aku bisa membenci kakak, kakak adalah wanita tangguh yang selalu melindungi kami, apa pun kehidupan yang kakak berikan untuk kami, itu adalah kebahagian terbesar untuk kami kak." ujar Filona memeluk erat sang kakak.
Di kamar yang lain. Kenzo menemui laki laki yang sebentar berstatus iparnya.
"Kamu tenang saja bang. Aku tidak akan pernah menyakiti Lona, dia adalah istri ku. pujaan hati ku, belahan jiwaku, aku berjanji tidak akan melukai dan mengecewakan Filona. Aku menyakiti Filona, sama saja aku akan menyakiti Ibu ku, karena ke dua wanita itu adalah kesayangan ku, apa lagi Bunda lebih sayang Lona ketimbang abang sekarang." ujar Adrian memanggil Filio dengan sebutan abang juga, walau dia jauh lebih tua dari Filio, namun sang istri adalah adik dari laki laki itu.
"Aku harap memang begitu, tapi saat abang tak cinta lagi sama Lona, klau sudah hilang rasa sama adik ku, tolong pulangkan adikku kepadaku dengan baik baik, klau Lona berbuat salah, tolong tegur dia baik baik, jangan pernah berbuat kasar, atau main tangan kepada saudaraku." ujar Filio lagi.
__ADS_1
Adrian mengangguk mantab, agar laki laki muda di depannya ini tidak cemas dan khawatir, dia tau laki laki itu sebenarnya belum mampu berjauhan dengan kembarannya. Adrian pun tidak akan egois, memisahkan sepasang anak kembar itu, apa dengan memberikan rumah yang berdekatan dengan Lucas, bukan lagi berdekatan namun menempel dindingnya, agar adik beradik itu tidak terpisah, apakah masih di sangsikan ketulusan hatinya.
"Baiklah, klau begegitu aku lega mendengarnya, aku akan menyerahkan, wanita yang selama ini ada di sisiku ke tangan abang, agar mendampingi abang sampai ajal menjemput." tegas Filio.
"Terimakasih bang, kamu juga jangan sungkan kepadaku, kau, Kenzo sekarang juga adalah tanggung jawab abang, abang harap kamu juga mau berbagi kisah dengan abang, jangan hanya berbagi dengan Lucas saja, itu akan membuat abang cemburu." ujar Andrian, dia juga bertekat seperti Lucas, akan menjaga dan melindungi Filio, dan Kenzo, bukan hanya sang istri yang akan dia jaga, tapi saudara dia pun akan dia jaga.
Akhirnya, hilang sudah kegelisahan Filio, dia yakin Adrian bisa membahagiakan dan melindungi kembarannya itu.
Bersambung....
__ADS_1