
Reno melihat kepergian Zahra Orang yang di cintanya itu di gandeng mesra oleh orang lain membuat dia sakit hati yang teramat dalam.
Dia fikir Zahra memutuskan hubungan dengannya karena semata mata di sebabkan oleh adik adik Zahra saja, namun fakta yang baru dia dapatkan itu adalah ulah orang tuanya.
"Aku tidak akan terima klau ini semua ulah kalian yang memisahkan aku dengan kekasihku, lihat lah apa yang akan aku lakukan kepada kalian" ujar Reno dengan wajah penuh amarah dan dendam
"Mas... Maaf..." ujar Zahra takut takut, karena dari tadi Lucas hanya diam merangkul pinggangnya.
"Huuffff.... Mas ngak ngerti aja ya sayang, kenapa kita punya para masalalu yang suka aktif kaya gini, bikin mood hancur aja" ujar Lucas, dia tidak bisa menyalahkan sang istri, dia melihat betul istrinya menolak keras perlakuan Reno tadi.
__ADS_1
Reno di belakang sana masih saja menatap sendu kepergian Zahra, dia menyesal tidak menyelidiki masalah ini, kanapa tiba tiba Zahra minta putus padahal hubungan mereka baik baik saja, Reno tidak bisa menerima semua ini, dia harus pulang dan bertanya kepada orang tuanya, klau memang ini ulah orang tuanya, Reno tidak akan terima semua ini, orang tuanya telah membuat dia terpisah dari wanita baik hati itu, wanita yang tidak neko neko, wanita penuh tanggung jawab, wanita impiannya sudah jatuh ketangan orang lain, ulah keluarganya sendiri.
"Masalalu kalian rupanya pada agresif semua ya, jadi mommy sarankan, agar kalian tidak salah paham melihat ini semua, mommy yakin masih banyak kejadian tak terduga dari masa lalu kalian, jadi bijak lah menyikapi semua masalah, dan saling terbuka klau ada hal sekecil apa pun, untuk menghindari pertengkaran, mommy tidak mau dengar kalian bertengkar gara gara orang yang ingin memisahkan kalian" ujar mommy memberi wejengan kepada sepasang suami istri itu.
"Benar kata mommy itu nak. kalian harus hati hati, jangan sampai di adu domba oleh pihak luar, tanyakan apa yang membuat kalian tidak nyaman, dan jangan sampai berandai andai sendiri, dan membuat hubungan kalian akan berantakan, apa lagi ini di dunia bisnis, banyak musuh yang mengharapkan kalian berpisah" sambung Daddy Lucas.
Zahra dan Lucas membenarkan itu semua, dan akan mengingat setiap wejangan orang tua mereka.
"Ohhh... Ya ampun, ayo sayang, gara gara si kadal buntung tadi mas lupa klau kamu belum makan" Sesal Lucas, makanan yang sudah dia pesan tadi hilang entah kemana, gara gara melihat istrinya di peluk peluk si kadal buntung Lucas sampai Lupa menarok makanannya di mana.
__ADS_1
"Makanan yang mas beli tadi mana?" tanya Zahra, kan suaminya izin mau beli makanan.
"Hehehe... Mas lupa narok dimana itu makanan, melihat kami di peluk sama kadal buntung itu mas jadi lupa semuanya" kekeh Lucas menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Zahra hanya mampu menggelengkan kepalanya, gara gara kelakuan sang suami.
"Ya sudah ayo cari makanan yang lain, itu kayanya enak" tunjuk Zahra ke sebuah stand makanan.
"Ayo kita beli klau kamu mau, tapi mas ngak mau kamu duduk sendirian lagi, kapok mas, tadi baru cuma di peluk, klau nanti tiba tiba ada yang main sosor aja bisa bisa mas bikin masuk rumah sakit nanti" kesal Lucas, dengan muka geregetannya.
__ADS_1
Zahra terkekeh dan mengangguk mengikuti suaminya itu.