
"Bang Lucas nanti anterin Wati jalan jalan ya, sudah lama kita ngak jalan jalan bareng." ucap Wati dengan nada manja di buat buat
"Aduhhh.... Om, ulat bulu mulai menebar bulunya." oceh Kenzo.
Membuat orang yanga ada di meja makan itu lansung melipat bibir ke dalam, takut menyemburkan tawanya.
"Astaga, anak ini." kekeh Adrian dalam hati.
"Anak gue paling the best emang." gumam Lucas dalam hati.
"Dari mana pula si bocil tau kata kata kaya gini." kekeh Filona.
"Ayo Ken. Ken harus waspada sama ulet bulu, jangan biarin ayah Ken di tempelin sama ulet bulu, mari kita basmi biar muna." gumam Emely, yang tidak menyukai Wati itu.
"Cucuku Oma padamu." gumam Mommy Lusi.
Sementara Daddy Bagus ingin sekali menyemburkan tawanya, kenapa bisa anak itu berfikir Wati ulat bulu.
Sementara Wati dan Bi Siti menatap kesal kepada Kenzo, bisa bisanya dia mengatai Wati ulat bulu.
"Kok nenek tua, sama tante ondel ondel lihatin Ken kaya gitu, iya. Ken tau kok klau Ken sangat tampan." ucap Kenzo dengan gaya coolnya.
Jangan tanya Bu Sandra terkaget kaget mendengar celotehan keponakan Filona itu, dia baru tau Zahra dan Filona punya tameng yang kuat, walau suka sekali usil namun di sini Bu Sandra tau, jiwa melindungi Kenzo sangat lah kuat untuk ke dua tantenya itu.
"Tampan apaan... Mulut kamu ngak di sekolahin ya, nyahut aja klau orang ngomong." omel Wati tidak terima di sebut ulat bulu, dan semakin kesal, karena dirinya di sebut ondel ondel, padahal sudah berdandan sangat cetar membahana.
__ADS_1
"Emang ada ya tante ondel ondel, sekolah mulut, klau ada kok tante ngak lebih dulu masuk sekolah itu." sahut Kenzo, bocah itu ngak akan pernah mau diam klau di serang orang, kecuali sang bunda yang sudah memanggilnya.
"Maksud kamu apa!" kesal Wati menatap Kenzo.
"Masa itu aja tante ngak tau, lemot sekali otak tante, maksudku, kenapa ngak tante duluan, yang masuk sekolah mulut, agar tante tau tata krama, ngak asal bicara, ngajak suami orang jalan jalan di dekat istrinya, padahal tuh orang lagi suap suapan, lah tante dengan lancang ngajak lakinya jalan jalan, ini bukan hanya mulut tante aja yang harus di sekolahin, tapi perasaan dan jiwa tante kudu ikut sekolah, sekalian di rukiah, aku yakin di tubuh tante kerasukan setan gatal." oceh Kenzo tanpa jeda.
"Astaga, anak ini semakin menjadi aja, tapi aku suka, kak Zahra tolong diam aja ya, aku ingin melihat si rubah ini mati kutu sama Kenzo." bisik Emely dalam hati.
"Yaaa... kau...!" marah Wati menunjuk kearah Kenzo dengan wajah garangnya, hilang sudah wajah sok lemah lembutnya tadi.
"Nah, kan, aku bilang juga apa, belum juga di rukiah, sudah keluar jinnya, tau aja mau makan enak, si jin ikutan lapar kali ya, jin lu mau ikut makan ya jin." oceh Kenzo tanpa takut sama sekali.
"Astaga, anak gue. Cinta nya Mas, jangan larang anak kita ya. Mas masih ingin lihat drama di meja makan ini." bisik Lucas dalam hati.
"Astaga, ini orang orang pada kenapa sih, kok Kenzo sudah keluar mode nyinyirnya ngak ada yang larang sih, malah makan dengan santainya, seperti mereka sedang nonton bioskop." gerutu Filio tak enak hati, tapi apa daya, dia ngak bisa larang Ken. yang bisa bikin Ken diam cuma Zahra, klau dia yang melarang, makin ngelantur ucapan Kenzo itu.
"Kau anak kecil kenapa ngak ada sopan sopanya jadi anak." omel Bi Siti ikut kesal melihat Kenzo yang ngak ada takut takutnya sama dia dan Wati. Di tambah semakin kesal melihat orang orang di sana ngak ada yang melarang anak itu berkata seperti itu, dia serasa tidak di hargai oleh orang orang di sana.
"Emang nenek tua, sudah sopan bertamu di rumah orang." cibir Kenzo.
"Maksud kamu apa!" bentak Bi Siti.
"Kalem nenek tua, jangan marah marah, nanti darah tinggi naik, bisa struk loh, kan sayang datang ke jakarta ingin pamer malah masuk rumah sakit, pulang pulang bukan cetar membahana, malah bibir miring sebelah. duduk di kursi roda, kan ngak elit sekali." ucap Kenzo semakin memancing emosi jiwa.
Entah kenapa Zahra kali ini tidak ada niat untuk melarang anaknya untuk tidak menyahuti ucapan dua tamu yang tidak di ingin kan itu, dia malah semakin nikmat menyantap hidangan di depan mata, di tambah lagi di suapi oleh sang suami, dia malah fokus menonton drama anaknya dengan si tamu.
__ADS_1
"Kurang ajar sekali kau, apa ibu mu tidak bisa mendidik mu dengan benar, kenapa mulut kau itu berbisa sekali, padahal kau itu masih kecil, tidak di ajar sopan santun kau ya!!" bentak Bi Siti yang tidak terima di katai oleh Kenzo.
"Stop.... Siti. Ucapan Kenzo memang benar. kau datang bertamu kerumah orang, tapi ngak ada sopan sopanya, kau malam menghina yang punya rumah, sekarang kau malah marah di katai oleh cucu ku itu, klau kau tidak bisa menghormati orang di atas rumah ini silahkan tidur di hotel, kami tidak menerima tamu yang tidak ada sopan santunnya, dan kau Wati, jadi lah orang yang punya harga diri, jangan menggatal lagi kau sama Lucas, emang benar apa yang di bilang Kenzo, kau itu seperti ulat bulu, gatal sama laki orang, jaga lah harga diri kau itu, tidak pantas kau merayu suami orang." mak Jleb sekali ucapan Daddy Bagas itu membela cucu kesayangannya itu.
Seketika Bi Siti dan Wati lansung menundukan kepalanya, sakit sekali hatinya di omelin di depan orang banyak oleh Daddy Bagas, seharusnya Daddy Bagas memihak kepada mereka, ternyata tidak, malah dengan tega mengusir mereka dari rumah itu.
Sementara Kenzo makan dengan santainya, setelah berhasil membuat huru hara, Adrian sampai geleng geleng kepala melihat tingkah bocah itu.
"Maaf Ya, makan malam kita jadi berantakan gara gara maklum astral." ujar Mommy Lusi karena kesal dengan Wati dan Bi Siti.
"Ngak pa apa bu, santai aja." ucap Bu Sandra, dia semakin tau, seberapa berbahayanya Kenzo membela dua wanita kesayangannya itu.
"Hati hati kamu nak, jangan sekali kali bikin kesalahan sama Filona, bisa habis kamu di libas sama pawangnya." kekeh Bu Sandra.
"Mmmm... Bener Bun, tapi aku suka, se ngak ngak nya, aku ngak perlu turun tangan membasmi ulat bulu, ular keket, rubah licik, klau masih ada Kenzo." kekeh Adrian, dia sudah membayangkan bagaimana garangnya Kenzo sama orang yang ingin menggoda dia nantinya, dia sudah tidak sabar menunggu hari itu tiba.
Bunda Santi ikutan terkekeh mendengar ucapan sang anak.
"Yaaa... lauknya sudah habis semua, nenek tua, sama tante ondel ondel belum makan loh, dari tadi malah ajak Ken bercanda mulu, jadi ngak kebagian lauk kan jadinya, gimana dong, goreng telur mata gajah aja ya, atau ngak telur dadar onta, mau?" polos Kenzo, yang benar benar sengaja menghabiskan lauk di atas meja makan itu, tidak rela dia, makanan enak tersebut dimakan sama orang orang julid itu.
Bi Siti dan Wati melotot melihat meja makan tersebut benar benar sudah tidak ada sisa lauk pauk di atasnya, yang tersisa hanya sayur yang tidak mereka suka.
Yang lain hanya bisa menahan tawa mereka, meraka sangat tau ke usilan Kenzo tersebut.
Bersambung...
__ADS_1