Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 91


__ADS_3

Lucas membawa Zahra lagi ke perusahaan, dia tidak mengizinkan istri cantiknya itu pulang, alasannya biar semangat untuk bekerja dan cepat menyelesaikan semua tugasnya sebelum berangkat ke belanda.


"Duduk di sini dulu ya sayang, mas kerjain ini dulu" ucap Lucas menyuruh Zahra untuk duduk di sampingnya.


Zahra hanya patuh dan duduk di samping sang suami, sambil melihat suaminya memeriksa satu persatu file yang ada di atas meja.


"Aku bantu ya mas...?!" ujar Zahra yang kebosanan duduk diam tanpa melakukan apa apa.


"Kamu ngak capek" tanya Lucas sambil membelai kepala sang istri.


"Ngak kok, malah aku bosen klau ngak ngerjain apa apa" ujar Zahra.


"Baik lah, tapi klau capek berhenti ya...?!" titah Lucas yang tak mau sang istri kecapean.


"Ok..." Zahra lansung memeriksa satu persatu file tersebut dan melingkari apa yang dia rasa salah.


"Mas... ini kayanya salah deh, dan yang ini kok harganya ngak masuk akal, sepintas sih normal normal aja, tapi coba teliti lebih jeli bisa buntung perusahaan bukan untung" ujar Zahra memberikan dua file ke arah sang suami.


"Haaa.... serius!" ujar Lucas kaget, dia langsung mengambil file tersebut dan memeriksanya, ternyata benar apa yang di bilang oleh istrinya itu.


"Haaa..." untung kamu teliti sayang, klau ngak rugi perusahaan kita" ujar Lucas pengecup singkat pipi istrinya itu, dan menghubungi Adrian.


Tok....


Tok...


Tok....

__ADS_1


"Masuk...." ujar Lucas dari dalam, Adrian tau klau di dalam ada istri bossnya, dia tidak berani main selonong aja ke dalam ruangan Lucas seperti biasa, takut takut dia memergoki Lucas yang sedang bermesraan dengan sang istri, kan bisa iri dia yang masih menyandang predikat jomblo akut.


"Ada apa boss...?" tanya Adrian santai, biasa kalau hanya ada mereka di sana, Adrian dan Lucas akan bicara santai.


"Loe liat deh, ada yang ngak beres, mau main curang rupanya!" ujar Lucas dengan nada dingin.


"Masa sih, perasaan udah gue teliti deh, sebelum gue kasih ke loe" ujar Adrian penasaran, memang benar sebelum file file tersebut sampai ke meja Lucas, terlebih dahulu file tersebut Adrian lah yang memeriksanya.


"Itu menurut loe, gue klau bukan bini gue yang teliti meriksanya juga bakal kena tipu tadi, untuk belum gue tanda tanganin" dengus Lucas sedikit kesal.


"Haa... bu boss yang periksa file ini? udah jadiin bu boss asisten ke dua aja boss, biar kerjaan gue ada yang bantuin" usul Adrian mencari cela agar ada yang membantunya, apa lagi istri bossnya yang jadi asisten, sudah boss nya setuju.


"Itu sih mau loe" dengus Lucas.


"Loe apa lagi boss, bisa tiap menit berdekatan sama bu boss" kekeh Adrian.


Zahra melotot tidak percaya mendengar obrolan sang suami dan asistennya itu, tampa mengajak dia untuk berpendapat.


"Ok...." semangat Adrian.


"Eh... eh... tunggu! siapa yang mau jadi asisten? aku ngak mau! itu bukan bidang ku, tadi cuma bantuin aja, biar ngak bosen" omel Zahra.


"Ayo lah sayang, kamu mau ya ya...?! jadi asisten mas, bantuin mas dong, itu aja klau bukan karena kamu, bisa bisa perusahaan kita rugi loh sayang, nanti mas ngak kasih kamu kerja berat berat kok" ujar Lucas memelas.


"Iya bu boss mau ha bu boss... aku mau cari asisten satu lagi bu boss, aku belum memilih mereka soalnya cewek semua, mana pakaiannya **** semua, seperti ingin menggoda pak boss" kompor Adrian.


"Haa... baik lah aku mau!" ujar Zahra tegas, mana mau dia suaminya punya asisten cewek, bisa bisa para cewek itu malah menggoda suaminya, ohhh tidak bisa.

__ADS_1


Sedangkan Lucas dan Adrian sudah bersorak riang, karena rencana adrian berhasil menjadikan Zahra asisten Lucas, lagian mana mau Lucas mencari asisten cewek dari dulu pun tidak mau, dia geli melihat para wanita itu menatap lapar dirinya.


"Terimakasih sayang, kami baik sekali" ujar Lucas memeluk sang istri dan memandang Adrian seolah olah mereka sedang bicara dari sorot matanya.


"Bersahasil boss, jadi jangan lupa bonus gue" ujar Adrian arti tatapannya.


"Tenang aja loe, gue kasih bonus dua kali lipat" begitu pula arti tatapan Lucas itu.


"Ngap tau mas, di peluk kencang kayak gini" rengek Zahra dalam pelukan Lucas.


"Ehh... maaf sayang, maaf" ujar Lucas merasa bersalah sambil merenggangkan pelukannya.


"Ini gimana nih boss... sama file ini" ujar Adrian mengganggu Lucas yang ingin mengecup bibir manis sang istri.


"Cih.... kau mengganggu saja" kesal Lucas, karena aktifitasnya terganggu.


"Lagian loe mah, udah tau ada orang malah main sosor aja, loe bikin jiwa jomblo gue meronta aja" kesal Adrian, tentu saja ucapan Adrian itu membuat pipi Zahra merona karena malu.


"Ncek...." kesal Lucas.


"Jadi gimana ini?" ujar Adrian lagi.


"Loe tau apa yang harus loe lakuin kan, gue ngak suka ada penghianat" ujar Lucas seketika menjadi dingin dengan pandangan mata menusuk, siapa saja yang berada di sana lansung merinding dengan aksi Lucas tersebut, termasuk Zahra.


"Baik lah... gue keluar dulu" ujar Adrian mengakhiri pertemuan itu buru buru, dia juga takut klau Lucas sudah berwajah seperti itu, dia berharap Zahra si nyonya bossnya itu bisa meluluhkan hati bossnya itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2