Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 55


__ADS_3

"Wahhh... enak ya... yang dekat sama Bos... jadi bisa seenaknya ajak masuk kerja, telat juga ngak masalah" sindir teman Zahra saat Zahra baru masuk ke dalam perusahaan.


"Iri ya mbak.... Zahra bisa dekat sama Bos... coba klau loe dekat sama bos, pasti sikap loe lebih angkuh dari pada Zahra, loe ngak liat Zahra telat juga bareng sama bos, bearti bukan keinginan Zahra dong yang mau telat" bela Firda.


"Tau loe sirik aja, emang salahnya diman klau Zahra telat, lagian emang tadi loe ngak lihat, yang jemput Zahra bukan hanya Bos tapi juga orang tua bos mantan Ceo kita sama istri dan adik kandung bos sendiri" sahur yang lainya.


Zahra hanya bisa menghela nafas kesal, ini tu... semua gara gara Lucas yang membuat dia sampai telat di kantor.


"Iya... iya gue tau, se enggak enggak nya profesional dong, jangan mentang mentang dekat sama bos, bisa seenaknya masuk kantor" bela Rani, dia memang iri sama Zahra, karena Zahra cantik alami tampa polesan, pinta, dan banyak di sukai banyak orang, di tambah dia juga menyukai Lucas semenjak Lucas masuk di kantor ini, sudah susah susah mengambil simpati Lucas namun Lucas tak sedikit pun melihat ke arahnya malah Zahra yang selalu di tatap mesra oleh bosnya itu, membuat Rani meradang.


"Eh... mbak nya sirik ngak ke tulungan, telat pun wajar pasti mereka habis ada pertemuan penting, kalau ngak, ngak mungkin juga Zahra telat, noh... lihat bos aja biasa aja tuh, loe doang yang sewot, telat juga Zahra semua tugasnya sudah selesai kok" jawab Sari.


Akhirnya Rani hanya mendengus kesal karena Zahra banyak yang bela, dia pergi ke meja kerjanya dengan menghentak hentakan kakinya, karena kesal tak bisa menyudutkan Zahra.


"Ra... boleh minta tolong ngak? gue ngak ngerti cara ngerjain ini" tanya Ben.


"Mana coba gue liat" ucap Zahra.


"Cih... sok pinter" dumel Rani dengan sinis.


"Emang Zahra pintar, emang loe yang selalu minta bantuan orang mulu" sahut Firda, dia emang sedikit kesal sama Rani, umur kecil tapi ngak ada sopan sopanya sama yang lebih tua.

__ADS_1


"Nah... yang ini abang bikin dulu tabelnya dan baru masukan ini Zahra menerangka kepada Ben, tanpa memperduli kan ocehan Rani.


"Ok, gue udah ngerti makasih Ra... loe emang pintar" Ben mengacungkan dua jempolnya dan tersenyum manis ke arah Zahra.


"Iya sama sama, udah abang sana gue mau lanjutin kerjaan gue" tutur Zahra memang di sana bicara loe gue karena mereka sudah dekat satu sama lain.


"Eh... eh... ntar dulu... kok ada yang beda di jari loe Ra..." Ben menangkap tangan Zahra.


"Wuaahhh.... cincin bagus amat nih, harganya klau ngak salah sampai 250 juta ini" heboh Ben.


"Ada apa sih... ada apa loe teriak teriak Ben..." kepo Firda.


"Ini Loh.. mbak loe liat Zahra cincinnya bagus banget, cincin mahal ini" Ben mengangkat tangan Zahra.


"Wiiihhh... ada yang kita lewati nih... udah jadian ya sama bos" goda Firda, pasti lah semua orang tau siapa yang ngasih cincin mahal ke Zahra klau bukan bos mereka itu.


"Jangan lupa traktirannya dong Ra... masa bahagia ngak di rayain" tutur Sari.


"Nanti sepulang kerja saya traktir kalian, untuk merayakan hari bahagia saya dan tunangan saya ini" tiba tiba Lucas muncul dari pintu.


"T-tuan...." ucap Mereka kikuk, apa lagi Ben sudah sedikit berkeringat karena tadi dia memegang tangan Zahra.

__ADS_1


"Jadi.... Bos sama Zahra sudah tunangan...?" tanya Firda memastikan ucapan Lucas, dia takut salah dengar.


"Iya.... tepatnya saya memaksa dia, perempuan ini klau ngak di paksa ngak akan mau menerima saya, jadi sedikit di ancam baru mau menerima saya" tutur Lucas memang itu adanya.


"Waahhh... selamat ya... kami tunggu undangan nya" girang Firda.


"Saya harap Tuan tidak pernah menyakiti hati sahabat saya, saya tau perjalanan hidup dia" ucap Sari lirih.


"Iya... saya tidak akan menyakiti hatinya, mana mungkin itu, saya sangat mencintainya, dia wanita istimewa buat saya" ucap Lucas memandang mesra ke arah Zahra, Zahra hanya menunduk malu malu meong.


"Terimakasih... kamu sudah menemani kekasih saya di masa masa sulitnya dan tidak pernah pergi dari sisinya, kamu selalu mendukung dia dan adik adiknya, nanti saya akan kasih kamu hadiah, dan kamu juga Firda saya akan memberi kamu hadiah, karena selalu menjadi tameng buat kekasih saya, saat dia di bully oleh orang orang" ucap Lucas, tentu saja Lucas tau, karena dia selalu mencari tau orang orang terdekat kekasihnya itu.


" Terimakasih sebelumnya Tuan, tapi itu tidak perlu, karena saya sudah menganggap Zahra adik saya kok" ucap Firda.


"Tidak apa apa, saya akan memberi hadiah bukan hanya untuk kamu seorang tapi juga anakmu" ucap Lucas.


Firda hanya bisa pasrah dengan ucapan Lucas itu.


"Ya sudah... kalian lanjut kerja, sepulang kerja tunggu saya di sini, kita akan makan di restoran" tutur Lucas.


"Makasih Tuan...!" serempak anak anak di divisi Zahra itu mengucapkan terimakasih karena nanti sore mereka akan makan enak, kapan lagi ngerasain di traktir oleh bos mereka, mana mungkin mereka mau menyia nyiakan kesempatan itu.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa like komen dan vote...😘😘😘


__ADS_2