DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Rencana


__ADS_3

Sesaat Tiara mulai mengerjapkan matanya, di ruangan bercat putih dan aroma obat yang menyengat hidungnya. Seketika tangannya merasakan nyeri. Tiara kemudian melihat tangannya sudah terpasang jarum infus.


Tiara mengedarkan pandanganya ke seluruh ruangan, hanya Tiara sendiri yang yg berada di ruangan itu. Samar-samar Tiara mendengar suara seorang wanita, sepertinya wanita itu sedang menelfon seseorang di balik pintu.


Klek.


Pintu ruangan ruangan terbuka menampilkan sosok wanita paruh baya yang masih terlihat cantik.


"Sayang kamu sudah sadar?" tanya wanita itu dengan perasaan cemas, dan duduk di samping Tiara yang sedang berbaring.


Tiara yang masih bingung dengan kejadian yang sebenarnya hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Syukurlah kalau begitu," ucap wanita itu dengan tersenyum. "Apa ada yang sakit?" tanya wanita itu lagi.


"Tidak Nyonya, hanya sedikit pusing." jawab Tiara.


"Baguslah kalau begitu, sementara ini kamu istirahat di sini dulu ya. Saya takut nanti kamu kenapa-kenapa," ujar wanita itu.


"Terima kasih Nyonya, saya sudah merepotkan Nyonya." sahut Tiara yang merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa ... oh ya, apa ada keluarga yang bisa di hubungi? Mungkin mereka khawatir karena kamu belum pulang sekolah!" tanya wanita itu.


Tiara menggelengkan kepalanya. "Saya sudah tidak punya orang tua Nyonya, saya tinggal dengan teman saya." jawab Tiara dengan sendu.


Sontak saja wanita paruh baya itu memeluk Tiara, wanita itu juga bisa merasakan apa yang Tiara rasakan.


"Maaf saya tidak tahu." ucap wanita itu dengan memeluk Tiara.


Tiara hanya menggeleng. "Tidak apa-apa Nyonya," sahut Tiara.


Tidak lama pintu ruangan itu terbuka.


Klek.


Menampilkan sosok pria tampan dengan setelan jas navy. "Mom apa yang sebenarnya terjadi?" tanya pria itu.


Saat wanita itu melepaskan pelukannya dengan Tiara, Mata pria itu bertatap dengan Tiara.


"Kau!" tunjuk pria itu ke arah Tiara, dengan tatapan membunuh. Yang tak lain adalah Alex.


"Anda!" pekik Tiara dengan terkejut.


Ucap keduanya dengan bersamaan. Sedangkan wanita itu hanya menatap Alex dan Tiara dengan bingung. "Apa kalian saling kenal?" tanya pada keduanya.

__ADS_1


Tapi Alex dan Tiara hanya diam dengan pikirannya masing-masing.


Flashback On


"Nyonya Tuan Alex sepertinya ada masalah," lapor Riko. Riko memutuskan untuk menemui Nyonya Besar dan memberitahu keadaan Alex, karena sepertinya Alex mempunyai rencana untuk mencelakai Tiara.


Malam waktu Alex menghampiri Tiara di apartemen sebenarnya Riko mengikutinya, hanya saja dia tidak berani langsung ikut campur karena takut dengan Alex. Riko hanya tidak tega dengan Tiara yang akan menjadi imbas dari sakit hatinya Alex, untuk sebab itu Riko melaporkanya kepada Nyonya Besar. Riko bahkan rela langsung menuju Bogor.


"Masalah apa?" tanya Nyonya Besar.


"Nona Andien telah memutuskan hubungannya dengan Tuan Alex, karena Nona Andien telah di jodohkan oleh orang tuanya. Tapi tuan Alex menyalahkan seorang gadis yang bernama Tiara karena Tuan Alex rasa Nona Tiara ikut andil dalam hal putusnya hubungannya dengan Nona Andien." lapor Riko.


"Apa rencana Alex?" tanya Nyonya Besar lagi.


"Saya belum tau Nyonya, tapi saya di perintahkan oleh Tuan Alex untuk mencari informasi tentang suami Nona Andien dan tentang Nona Tiara. Dan tuan Alex selalu menyebut Nona Tiara dengan sebutan j*lang kecil, padahal selama anak buah saya mengikuti Nona Tiara tidak pernah sekalipun terlihat dengan seorang pria kecuali satu teman laki-laki di sekolahnya." jelas Riko


Riko pun menyerahkan data Tiara dan Anton.


Nyonya Besar hanya menghela nafasnya pelan, melihat anaknya yang selalu saja gegabah dalam menghadapi masalah dalam hidupnya.


"Baiklah aku akan bicarakan dengan suamiku, kau pulanglah." perintahnya.


"Baik Nyonya." sahut Riko dan langsung memutuskan kembali ke rumahnya.


Saat melihat suaminya keluar kamar mandi Nyonya Besar yang bernama Jessyca itu mengajak suaminya duduk di atas ranjang dan langsung menceritakan apa yang di laporkan oleh Riko.


"Terus apa yang akan Mommy lakukan kepada Alex?" tanya suaminya yang bernama Nathan.


"Pa ... bagaimana kalau Mommy datang ke mension Alex besok pagi, untuk mengetahui rencana Alex!" usul Mommy Jessy.


"Terus apa Mommy akan meninggalkan Papa sendirian di sini!" tanya Papa Nathan dengan tatapan memelas.


"Pa ... besoknya Papa juga bisa menyusul, kalau kita ke sana bersama nanti Alex akan curiga." jawab Mommy Jessy. "Meskipun Alex tidak berjodoh dengan Andien, tapi Mommy punya rencana untuk mendekatkan Alex dengan seseorang," imbuhnya dengan tersenyum penuh arti.


"Terserah Mommy saja," setelah itu tangan Papa Nathan yang sudah menjalar kemana mana.


"Pa ...." suara Mommy yang tertahan karena ulah suaminya.


"Ssttt ... sekarang jatah Papa dulu karena besok kan Papa libur, berarti sekarang harus double." ucapnya, setelah itu langsung menyerang sang istri yang sudah tidak bisa menolak keinginannya.


Meskipun usia yang tak lagi mudah, tapi Papa Nathan masih bisa untuk membuat Mommy Jessy mengerang nikmat di atas ranjang.


*

__ADS_1


*


Di sore hari Mommy jessy sudah ada di perjalanan untuk menuju mension Alex, di temani Pak Maman supirnya. Tapi matanya tidak sengaja melihat Tiara yang berjalan sempoyongan. Tepat saat Tiara pingsan di depan mobil Mommy Jessy.


Mommy Jessy langsung turun dari mobil dan melihat keadaan Tiara. "Pak maman cepat bawa ke rumah sakit." perintahnya dengan panik.


Di perusahaan Alex sedang menerima laporan dari Riko tentang suami Andien, tapi tiba-tiba ponsel yang ada di sebelahnya berdering. Setelah melihat siapa yang menghubunginya Alex langsung mengangkatnya.


"Halo Mom!" sapa Alex.


"Alex Mommy sekarang ada di rumah sakit xxx, cepat kamu kesini." Titah Mommy Jessy.


Alex yang mendengarnya langsung panik, kenapa Mommy-nya tiba-tiba ada di Jakarta dan sekarang berada di rumah sakit, Alex pikir Mommy Jessy kenapa-kenapa.


"Mom apa telah terjadi sesuatu?" tanya Alex khawatir.


"Sudahlah, cepat kesini. Mommy ada dikamar VIP no 3." Perintah Mommy dan langsung mematikan teleponnya.


Alex langsung bergegas ke rumah sakit sudah tidak peduli lagi dengan apa yang di serahkan Riko, yang di pikirannya sekarang hanya Mommy Jessy.


Flashback Off


Mommy Jessy yang tidak mendengar jawaban keduanya, bertanya kembali. "Apa kalian sudah saling mengenal?"


"Tidak."


"Tidak."


Jawab keduanya bersamaan, Mommy hanya mengulum senyum. "Pasti akan menarik." batin Mommy.


"Oh ya sayang, nama mu siapa? Tadi kita belum kenalan!" tanya Mommy Jessy, seakan akan dia tidak tau apapun.


"Saya Tiara Nyonya," jawab Tiara dengan sopan.


"Jangan panggil Nyonya Tiara sayang, panggil saja Mommy Jessy. Dan itu anak Mommy panggil saja Om Alex." Mommy Jessy sengaja menyuruh Tiara memanggil Alex dengan sebutan Om, karena ingin membuat Alex kesal. Padahal Alex masih terlihat tampan di umur 30th.


Alex yang mendengar Mommy Jessy menyuruh Tiara untuk memanggilnya Om hanya berdecak kesal.


"Ck, Mom Alex tidak setua itu." ujarnya sambil menatap kesal ke arah Tiara. "Mom kenapa bisa mengenal dengan gadis itu?" tanya Alex.


Tiara yang di tatap tidak suka oleh Alex hanya menundukkan kepalanya. Dan Mommy Jessy hanya tersenyum penuh arti.


...----------------...

__ADS_1


...Jangan lupa vote, like dan komen. semoga sehat selalu. Aminn....


__ADS_2