DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Siapa Nama papa calon Mertua?


__ADS_3

Setelah Rey selesai melakukan panggilan pada Alex, matanya langsung tertuju pada seseorang yang sedang tertidur di dalam pelukannya. Bibir Rey tak henti-hentinya tersenyum mengingat kejadian beberapa jam yang lalu.


Flashback On


Saat Rey sudah di samping Falisa, seketika Rey mencekal tangan Dj itu, dan membuat gadis cantik itu menoleh ke arah Rey. "Akhirnya, gue nemuin lo. Caca Falisa Anggara," ucap Rey dengan menatap tajam.


"Un-uncle."


Caca begitu terkejut saat Rey tiba-tiba berada di sampingnya. Padahal tadi sore Caca sudah berhasil menghindar dari Rey, tapi sekarang ....


Sontak semua orang berhenti dari hiburannya, ketika tangan Dj yang memainkan musiknya di cekal oleh seseorang.


Farhan juga ikut terkejut melihat apa yang di lakukan Rey pada Caca yang di kenalnya sebagai Falisa. "Rey, lo kenapa?" Tanya Farhan.


Tapi Rey tidak memperdulikan apa yang Farhan tanyakan, karena tatapannya sekarang hanya tertuju pada Caca seorang.


Caca sendiri sekarang sedikit takut saat Rey menatapnya sedikit tajam.


Dengan segera Rey menarik Caca agar ikut dengannya, Rey membawa Caca menuju pintu keluar club itu.


Farhan yang meneriaki Rey juga tidak di dengar oleh Rey.


"Uncle, lepas!" Ucap Caca saat Rey masih saja menariknya hingga keluar klub. Bahkan Caca sampai terseok-seok mengimbangi langkah kaki Rey yang lebar.


Rey menulikan pendengarannya saat Caca yang meminta agar dia lepaskan. Rey menuju mobilnya yang terparkir, membuka pintu di bagian pengemudi hingga terbuka lebar. Dengan sedikit memaksa akhirnya Rey berhasil mendorong tubuh Caca untuk masuk ke dalam mobil. Rey sendiri juga segera masuk.


Caca seketika menggeser tubuhnya ke arah kursi penumpang saat tahu Rey juga ikut masuk dari pintu pengemudi. Rey segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, apalagi jalanan yang mulai sepi membuatnya lebih leluasa.


"Uncle, stop!" Teriak Caca saat melihat Rey mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tapi Rey tidak memperdulikan itu.


"Uncle ....!" teriak Caca dengan suara cemprengnya yang menggelegar di kabin mobil.


Rey seketika menghentikan laju mobilnya. Dan Caca dapat bernafas lega, tapi itu tidak bertahan lama, saat tau Rey menghentikan mobilnya di tempat yang sepi.


"Uncle di sini sangat sepi," lirih Caca saat mengedarkan pandanganya ke arah luar mobil yang benar-benar sepi.


"Jadi apa lo takut?" tanya Rey dingin.


Caca seketika menoleh ke arah Rey yang sekarang menatapnya dengan tajam. Rasanya Rey akan menelan Caca bulat-bulat.


Caca menganggukkan kepalanya.


Rey menyeringai melihat itu. "Lo takut di tempat seperti ini sama gue, tapi lo nggak takut di klub itu saat semua pasang mata laki-laki ngelihat lo," ucap Rey dengan tersenyum sinis.


Caca menelan saliva-nya susah paya saat melihat Rey yang menakutkan seperti ini.


"Uncle, buka pintu mobilnya. Caca mau pulang," pinta Caca.


"Apa lo mau kabur lagi dari gue?" tanya Rey.


Caca membulatkan matanya saat Rey tau niatnya.


Rey yang tahu reaksi Caca semakin menyeringai. Rey segera melepas safety belt-nya dan mendekat ke arah Caca. "Jangan harap lo bisa kabur lagi dari gue," hardik Rey.


Caca semakin waspada melihat tindakan Rey yang semakin dekat padanya, hingga menghapus jarak di antara mereka. Bahkan punggung Caca sudah menempel pada pintu mobil.


"U-uncle," ucap Caca terbata. Tapi Rey semakin mendekatkan wajahnya.


Ketika Rey akan mendekatkan bibirnya tiba-tiba saja.


Dddduuuuutttttttt.


Bom atom Caca, keluar seketika. Sehingga membuat aksi Rey terhenti. Wajah Caca memerah seketika karena senjata beracun-nya keluar, tapi di sisi lain dirinya merasa lega karena Rey menghentikan niatnya.


Rey memandang lekat Caca yang sekarang wajahnya bersemu merah. "Apa lo malu?" Tanya Rey sedikit tersenyum.


Tapi Caca hanya diam saja. "Ya ampun, kenapa harus bertanya. Tentu saja aku malu, bahkan sangat malu," batin Caca.


Melihat sikap Caca yang seperti itu Rey semakin gemas melihatnya. Dengan cepat Rey menyambar bibir pink Caca. Caca membulatkan matanya dengan tindakan Rey, tapi Rey justru memejamkan matanya menikmati apa yang dia lakukan.


Caca berusaha mendorong tubuh Rey, tapi Rey justru mencekal tangannya. Rey menikmati bibir Caca yang terasa manis, yang sudah lama tak ia rasakan. Rey tak peduli dengan penolakan Caca yang ingin mendorongnya.


Rey seketika mendorong tubuh Caca pada jok kursi mobil yang sudah ia turunkan.


"Akh," pekik Caca terkejut tiba-tiba Rey mendorongnya, bahkan posisinya seperti setengah berbaring dan Rey yang sekarang berada di atasnya mengungkung Caca.

__ADS_1


Rey kembali menyatukan bibirnya kembali yang tadi sempat terlepas, dengan tangan kirinya masih mencekal tangan Caca ke atas. Ciuman itu semakin dalam, meskipun Caca tak membalasnya.


Rey menurunkan ciumannya pada leher putih Caca yang menggoda dirinya. "Unghh," lenguh Caca saat Rey sudah menghiasi lehernya dengan beberapa tanda kepemilikannya. Bahkan bahu Caca yang juga terbuka tidak luput dari mulut Rey.


Rey yang mendengar lenguhan Caca terdengar semakin ****, dan menambah memanas tubuhnya.


"Akh," pekik Caca ketika merasakan tangan Rey meremas salah satu aset dadanya. Rey sudah memposisikan tangannya masuk ke dalam baju Caca.


"U-uncle, stop," ucap Caca dengan suara tersengal. "Kita tidak boleh melakukan ini," imbuh Caca.


Rey seketika menghentikan aksinya saat mendengar ucapan Caca. "Kenapa?" Tanya Rey dengan suara berat karena mulai merasakan hawa panas dalam dirinya.


Rey menatap lekat Caca yang berada di kungkungan nya juga dengan nafas yang naik turun, matanya juga dapat melihat sekarang leher Caca sudah tak semulus tadi. Rey sudah menghiasi lehernya dengan beberapa tanda kepemilikannya sampai dengan bahunya yang terbuka.


"Karena ... karena, kita tidak mempunyai ikatan," cicit Caca yang langsung menundukkan kepalanya setelah mengatakan itu.


Rey seketika melepaskan cekalanya pada tangan Caca, ada sedikit amarah mendengar ucapan Caca meskipun itu adalah kenyataanya.


Rey beranjak dari atas Caca lalu duduk di kursi pengemudi. Caca segera membenarkan posisinya dan merapikan penampilannya yang berantakan oleh Rey.


Mata Caca sedikit melirik ke arah Rey yang diam saja.


Rey kemudian mengambil ponsel yang berada di saku celana jins-nya dan menghubungi seseorang, tapi kemudian Rey menutupnya kembali setelah memberikan perintah.


Hinggga beberapa saat ponsel Rey berdering kembali saat ada panggilan telfon masuk.


"Halo," ucap Rey saat panggilan tersambung.


("")


"Gue ke sana sekarang."


Tut.


Rey segera melajukan mobilnya ke suatu tempat. Caca yang berada di sampingnya tidak berani bertanya pada Rey yang akan membawanya kemana.


***


Hingga sekarang Rey dan juga Caca sudah duduk di ruang tamu rumah seseorang. Di sana juga ada Dino dan sepasang suami istri.


"Pak, saya ingin bapak menikahkan saya dengan kekasih saya," ucap Rey tiba-tiba.


Semuanya yang berada di sana tersentak mendengar ucapan Rey. Begitupun Caca yang seketika menoleh ke arah Rey.


"Kenapa tiba-tiba, Nak?" tanya laki-laki paru baya itu yang berprofesi sebagai ustad


"Karena kita sudah melakukan hal yang di larang agama Pak," jawab Rey.


Semua yang di sana tidak menyangka apa yang di ucapkan Rey adalah hal yang terlalu intim.


Tapi semua orang di sana juga dapat melihat bagaimana leher Caca yang begitu banyak tanda kepemilikan Rey.


Saat Caca ingin membuka suara, Rey seketika menatapnya dengan tajam. Sehingga membuat Caca terdiam seketika.


Pak Ustad sedikit ragu untuk menentukan keputusan, dan Rey dapat melihat itu. "Sebelum kekasih saya hamil Pak," seru Rey.


Semua di sana semakin terkejut dengan ucapan Rey.


"Lalu di mana wali dari pihak perempuan?" Tanya Pak Ustad.


"Sedang berada di luar negri Pak Ustad, tidak bisa pulang karena lockdown," jelas Rey.


Padahal Caca sendiri juga tidak tau di mana keberadaan papanya.


Dengan menimbang-nimbang akhirnya Pak Ustad menyetujui permintaan Rey, setelah tadi Rey juga mengatakan mamanya juga tidak bisa hadir karena juga berada di luar negri.


Saat akan melaksanakan ijab kabul, Pak Ustad menanyakan nama papa Caca. "Maaf siapa nama ayah dari pihak perempuan?" Tanya Pak Ustad.


Rey seketika baru menyadari, jika dirinya belum mengetahui nama papa Caca. Rey menoleh ke arah Caca yang berada di sebelahnya. "Siapa nama calon papa mertua?"


"Huh."


***


Hingga beberapa saat, ijab qobul selesai di laksanakan, dengan Dino dan istri Pak Ustad yang menjadi saksi, dan Pak Ustad yang menjadi penghulu.

__ADS_1


(Maaf jika ada kesalahan dalam rukun menikah secara sirih)


Sekarang Rey dan Caca sudah berada di tempat hotel Rey menginap. Rey memaksa Caca untuk ikut dengannya, karena sedari tadi Caca merengek untuk pulang.


"Uncle, Caca mau pulang," ucap Caca lirih, saat Rey sekarang sudah menariknya kedalam kamar.


"Sekarang lo udah jadi istri gue, dan harus nurut. Dan jangan bisa berpikir lagi untuk kabur," ucap Rey, dan segera merebahkan Caca ke atas ranjang. "Dan sekarang gue minta hak gue," ucapnya menatap Caca yang sekarang berada dalam Kungkungan nya.


"Tap umph--" Bahkan Rey tidak membiarkan Caca untuk menjawabnya, dan langsung menyambar bibir Caca.


Caca sekarang merasakan Rey melakukanya lebih menuntut. Bahkan tangan Rey juga tidak tinggal diam, mengabsen semua lekuk tubuh Caca.


Caca melenguh ketika Rey memberikan jejak kepemilikannya lagi di lehernya. Bahakan kini tangan Rey sudah melesat ke dalam baju Caca mencari dua bulatan yang tadi sempat dia sentuh.


Caca yang awalnya tadi sempat menolak apa yang Rey lakukan, sekarang juga ikut terbawa arus gairah yang Rey ciptakan.


Ketika Rey merasakan Caca yang sudah berada dalam kendalinya, Rey segera melepas apa yang menempel pada Caca dan pada dirinya. Hingga kini mereka berdua polos seperti bayi.


Caca menutup area pribadinya dengan kedua tangannya, saat Rey menatapnya penuh damba. Rey sendiri tidak berkedip saat melihat pemandangan di depannya, meskipun ini bukan yang yang pertama kali untuknya.


"Jangan menutupinya, karena semua ini adalah milikku sekarang," ucap Rey, dengan menyingkirkan kedua tangan Caca.


Caca memejamkan matanya saat Rey mulai mencium keningnya, kedua matanya, kedua pipinya dan bibir pink-nya. Rey sekarang melakukanya dengan lembut tidak seperti pertama tadi.


Rey terus menurunkan ciumannya mulai leher dan turun di dua bulatan kenyal milik Caca. Rey dengan lahap melahap apa yang di miliki istrinya itu.


Caca hanya menggelinjang saat merasakan sensasi geli, dan nikmat dalam waktu bersamaan.


Rey yang sudah tidak tahan segera memposisikan ular sawah miliknya ke dalam sarang baru-nya.


"Akh," pekik Caca saat merasakan benda asing mulai memasukinya.


"Tahanlah sedikit, mungkin ini akan sakit," ucap Rey lembut.


Rey harus berusaha beberapa kali karena ular sawa yang kesulitan memasuki sarang barunya.


"Sakit, Uncle," rintih Caca ketika Rey terus mendorong paksa ular sawa masuk kedalam sarang.


Rey kembali mencium bibir Caca, di saat Rey akan menghentak sedikit kuat untuk mengantar ular sawa sampai rumah barunya dengan selamat.


Tubuh Caca seketika menegang saat merasakan sakit di area bawahnya, yang di terobos paksa oleh Rey. Bahkan bahu Rey rasanya tertancap oleh kuku-kuku cantik Caca.


Rey mendiamkan-nya sebentar, agar ular sawah dapat melihat-lihat rumah barunya 😁.


Rey mengarahkan pandanganya pada Caca yang matanya terpejam, ada cairan bening yang menetes dari matanya dan kening yang di penuhi peluh.


Hingga beberapa saat, di saat ular sawa mulai terbiasa dengan rumahnya. Rey mulai menghentak nya dengan perlahan hingga di dalam kamar hotel itu hanya terdengar suara ******* pengantin baru.


Rey dapat merasakan rumah ular sawa yang sedikit mencengkeramnya, tanda Caca akan mencapai puncaknya. Dengan segera Rey juga mempercepat hentakannya. Hingga beberapa saat Rey ambruk di atas tubuh Caca saat ular sawa menyemburkan bisanya.


"Terima kasih," ucap Rey dan mencium kening Caca yang telah basah oleh keringat.


Caca tak lagi mampu menjawabnya rasa lelah dan mengantuk telah menjadi satu.


***


Sekarang Caca sudah tertidur lelap di pelukan Rey, setelah tadi Rey melakukanya sebanyak tiga ronde. Rey mengambil ponsel-nya ternyata sudah jam tiga pagi, terlihat dari layar atas ponselnya.


Rey dengan segera menghubungi Alex untuk memberitahunya bahwa telah menemukan Caca.


"Halo," ucap Rey saat telfon sudah tersambung.


("")


"Apa lo udah nemuin bini lo?"


("")


"Gue juga udah nemuin Caca, bahkan langsung gue nikahin plus kawinin," ucapnya dengan tergelak.


Flasback Off.


Rey melihat di mana ular sawahnya yang juga sudah tertidur pulas karena kelelahan setelah bekerja.


"Gimana rasanya dapat peraw*n?" tanya Rey pada ular sawah-nya, seolah-olah bisa mengerti pertanyaannya.

__ADS_1


...----------------...


...Jangan lupa vote, like dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu. Aminnn 😊🙏...


__ADS_2