DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Seutuhnya


__ADS_3

Part ini sedikit agak anget-anget dikit ya. Jadi buat yang di bawah umur di skip dulu 😊.


...****************...


Flashback On


"Ya ampun ... badanku rasanya gak enak banget," keluh Tiara. Karena semalam Alex selalu saja mengganggunya saat tidur.


Tiara melangkahkan kakinya menuju kamar. "Mungkin berendam air hangat akan menyenangkan," gumamnya. Toh ... mungkin urusan Alex dan Riko akan lama selesai pikirnya.


Tiara mulai menyiapkan air hangat, menuangkan sabun cair dan menambah sedikit aroma terapi. Di saat semuanya sudah siap, Tiara mulai melepas apa yang melekat di tubuhnya dan mulai memasukkan kakinya ke dalam bathub, hingga dirinya duduk dan menyandarkan punggungnya pada dinding bathub. Menengadahkan kepalanya hingga pandanganya terarah pada atap kamar mandi.


Tiara mencoba memejamkan matanya, menikmati suasana yang membuatnya nyaman.


Sedangkan Alex yang masih sedikit emosi setelah pertemuan dengan orang tua Alan, memutuskan untuk menemui Tiara. Siapa tahu dengan melihat wajah istrinya, rasa kesal di hatinya akan sedikit menghilang.


"Tiara ...." Panggil Alex.


Tapi tidak ada sahutan dari istrinya, tujuan pertama Alex adalah mencari Tiara di kamar.


"Tiara ...." Panggilnya lagi. Mata Alex tidak melihat sosok Tiara berada di dalam kamar.


Tiba-tiba Alex mencium aroma harum stroberi yang menusuk hidungnya, aroma yang berasal dari kamar mandi.


Dengan langkah pelan Alex menuju kamar mandi, membuka perlahan pintu kamar mandi yang tak terkunci.


Glek.


Alex dapat melihat pemandangan indah di depanya, pemandangan yang belum ia lihat.



( Anggep aja ya ini Tiara 😊 )


Istrinya yang sedang berendam cantik dengan di penuhi busa. Meskipun Alex tidak bisa melihat secara keseluruhan, tapi Alex dapat melihat bahu putih Tiara dan leher jenjangnya yang mulus. Pasti sangat menyenangkan jika di sana bila di beri lukisan indah tanda kepemilikan Alex.


Alex melangkah semakin kedalam kamar mandi, bahkan Tiara yang tidak menyadarinya. Alex berjongkok untuk mensejajarkan dengan posisi istrinya.


Cup.


Alex dengan cepat memberi satu kecupan di bahu indah Tiara. Sontak saja itu membuat mata Tiara terbuka karena terkejut.


"M-mas," ucap Tiara gugup. Saat tau orang itu adalah suaminya, apalagi dalam situasi yang seperti ini. Tentunya yang menguntungkan Alex.


"Apa kau sengaja ingin menggodaku, hmm?" tanya Alex.


Tiara segera menggelengkan kepalanya, dan menutup dadanya dengan kedua tangannya. Meskipun tak terlihat karena tertutup banyaknya busa, tapi alarm di otak Tiara tiba-tiba mengirimkan akan ada hal yang akan terjadi.


"Hmm ... baiklah kalau kau ingin menggodaku, karena sebelumnya aku hanya ingin beristirahat denganmu. Badanku masih terasa sakit tapi karena kau yang menginginkannya maka akan aku penuhi, itu karena aku adalah suami yang baik," ucapnya percaya diri. Dan bibirnya yang tersenyum penuh arti.

__ADS_1


"Mas," pekik Tiara saat tiba-tiba Alex mengeluarkannya dari bathub dengan cara menggendongnya. Hingga tampaklah semua yang selama ini Tiara tutupi.


Bahkan Alex tak berkedip melihat ciptaan tuhan yang paling indah, yang berada di gendongannya.


Alex membawa Tiara di bawah guyuran shower, bahkan dirinya sendiri ikut basah terkena air.


"Sekarang kau sudah bersih, bagaimana jika kita bermain cara merawat bayi. Dan kau yang akan jadi bayinya, nanti aku akan membedaki mu dan memakaikan mu baju," ucapnya setelah badan Tiara bersih dari busa.


Mata Tiara membulat mendengar ucapan suaminya, Tiara tahu bukan itu maksud sesungguhnya.


Tiara menggelengkan kepala. "Tidak usah Mas, Tiara bisa sendiri," sergahnya.


Tapi Alex tidak mendengarkan ucapan Tiara, Alex membawa Tiara keluar dari kamar mandi dan menuju ranjang. Alex meletakkannya dengan perlahan, seperti barang yang mudah pecah.


Tiara segera menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya, sedangkan Alex matanya sudah sedikit memerah dan merasakan hawa panas yang mulai menjalar ke tubuhnya.


Perlahan Alex naik ke atas ranjang untuk mendekat ke arah Tiara, tidak peduli dengan bajunya yang basah. Tiara yang merasakan pergerakan ranjang semakin menggulung rapat tubuhnya dengan selimut.


Sekali sentak, Alex dapat membuang selimut itu. Tiara semakin gugup saat Alex memandangnya dengan tatapan lapar.


Alex segera meraih bibir mungil Tiara, dan memangutnya dengan lembut. Tiara hanya bisa memejamkan matanya saat merasakan cium*n itu semakin dalam.


Bahkan tangan Alex sudah menyusuri lekuk tubuh Tiara, Tiara sendiri mulai terbuai dengan apa yang di lakukan suaminya.


******* Tiara mulai keluar saat Alex menghiasi beberapa bagian tubuhnya dengan tanda kepemilikan.


Entah kapan Alex melakukanya, sekarang mereka berdua sama-sama polos. "Bolehkah aku mintanya sekarang?" tanya Alex, dengan mata berkabut.


Alex sendiri semakin gemas di buatnya, dengan perlahan phyton mulai memasuki rumah barunya. "Akh ... sakit Mas," pekik Tiara, saat Alex mulai memasukinya.


"Maaf, tapi aku tidak bisa mundur lagi," ucapnya. Alex memangut bibir Tiara untuk mengalihkan rasa sakit yang ia berikan.


Perlahan tapi pasti Alex berhasil mengantarkan phyton ke rumah barunya dengan selamat, meskipun tanpa tasyakuran 😀.


Hanya ada bulir air bening yang keluar dari mata Tiara, saat Alex menjadikan Tiara seutuhnya hanya untuknya.


Alex masih membiarkan phyton berdiam diri, saat di rasa Tiara sudah bisa menerima kehadirannya, phyton mulai aksinya menciptakan generasi penerusnya.


Pagi menjelang siang itu pun mereka lalui dengan rasa cinta yang begitu menggelora, hingga pada akhirnya mereka ambruk setelah mencapai apa yang mereka inginkan.


"Terima kasih," ucap Alex, dengan mencium kening Tiara yang di penuhi oleh peluh. Alex membawanya dalam pelukan yang terasa nyaman untuk mereka berdua.


Tiara hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dengan mata terpejam, rasa lelah bercampur sakit itu masih ia rasakan.


"Apakah nanti aku boleh memintanya lagi?" ucap Alex yang tidak berperasaan, dan menampilkan senyum tampannya.


Tiara seketika membuka matanya lebar-lebar mendengar ucapan suaminya. "Mas, tapi ini masih sakit!" Keluh Tiara.


"Nanti tidak akan sakit lagi."

__ADS_1


"Besok saja bagai mana?" Tiara mencoba negosiasi.


"Tapi hal baik itu harus di segerakan katanya."


"Mas, tapi itu beda lagi."


"Tapi itu sama-sama hal baik."


"Massss."


Tiara bahkan belum memberikan keputusan final, tapi Alex sudah melaksanakan keinginannya.


Sepasang suami istri itu akhirnya menikmati yang namanya pengantin baru tapi bukan malam pertama, karena tiap hari juga sudah tidur bersama.


Hari itu Gunung Bromo, Gunung Semeru, Gunung kawi, Gunung Kelud, dan gunung-gunung lainya meletus bergantian.


Hingga sore, aktivitas mereka baru selesai. Kata Alex yang menyuruh Tiara pulang dari rumah sakit untuk istirahat nyatanya adalah hoax.


"Mas sudah sore, ayo kita ke rumah sakit," ajak Tiara menoleh ke arah jam dinding, sudah menunjukkan pukul tiga.


Alex yang masih memeluk Tiara, langsung memberinya jarak agar bisa melihat wajah istrinya. "Apa kau tidak lelah?"


"Sedikit," bohong Tiara, bahkan rasanya tubuh Tiara rasanya remuk.


"Apa kau bisa jalan?"


"Memang apa susahnya tiap hari juga berjalan," ucap Tiara.


Tiara baru turun dari ranjang.


Bruk.


Terjatuh kelantai. Tiara merasa kakinya lemas tak bertulang, dan rasa nyeri yang juga timbul akibat ulah suaminya tadi.


Alex segera menghampiri Tiara dan menggendongnya. "Aku sudah mengatakannya tadi," ucap Alex dan membawa Tiara ke dalam kamar mandi. "Mungkin berendam air hangat akan membuatnya lebih baik," dengan mendudukkan Tiara di atas closed.


Alex segera membersihkan bathub yang tadi sempat di gunakan Tiara untuk berendam. "Lebih baik di apartemen saja dulu," ucap Alex seraya menunggu bathub terisi penuh dengan air hangat.


"Tapi tadi sudah janji sama Caca," ucap Tiara dengan menutupi beberapa bagian tubuhnya dengan tangan.


Alex yang melihatnya, seketika mempunyai ide cemerlang. "Baiklah kalau begitu," Alex menjeda kalimatnya.


Tiara tersenyum mendengar jawaban Alex.


"Tapi satu ronde lagi," imbuhnya. Senyum Tiara yang tadi mengembang luntur seketika.


Hingga tadi berendam yang di katakan Alex, hanya menjadi bualan nya saja. Mandi sore itu akhirnya baru selesai satu jam kemudian.


Flashback Off

__ADS_1


...----------------...


Maaf ya jika tidak sesuai keinginan kalian, aku takutnya nanti terlalu W.O.W adeganya. Padahal aku sebenarnya seneng-seneng aja kalau di suruh ngarang part bagian yang panas-panas 😀. Aku udah double up jangan lupa like, vote dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu.


__ADS_2