DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Sebelum Insiden Dapur


__ADS_3

Makan malam akhirnya terlaksana, meskipun ada sesuatu yang berbeda. Caca dan Rey hanya diam saja bahkan tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka.


Alex dan Tiara saling pandang, mata mereka mengisyaratkan 'ada apa?' tapi kemudian keduanya kompak mengedikkan bahu.


Flashback On.


Bella menatap geram pada anak buahnya yang ternyata tidak bisa melaksanakan perintahnya.


"Dasar kau bod*h, perintah seperti itu saja kau tidak bisa melakukanya. Percuma aku membayar mahal dirimu," bentak Bella pada anak buah yang hanya menundukkan kepalanya.


Bagaimana akan bisa anak buah Bella mencari informasi tentang istrinya Alex jika Tiara sudah menutupnya dengan rapat.


"Tapi Nona, kata anak buah yang lainya, yang mengawasi mansion Pratama ada dua seorang gadis berseragam SMA yang sering keluar masuk mansion," lapor-nya.


Bella menautkan kedua alisnya. "Bukankah Alex anak tunggal, keluarga Om Nathan juga semuanya berada di luar negri. Sedangkan Tante Jessy juga anak Tunggal," gumamnya.


"Ya sudah ... pergilah," usir Bella.


"Baik Nona, saya permisi," pamit anak buah Bella.


"Bima, keruangan ku segera," perintah Bella pada asistennya lewat sambungan interkom.


Tok.


Tok.


"Masuk," sahut Bella.


Klek.


Pria tampan yang merupakan asisten Bella itu memasuki ruangan Bella.


"Iya, Bu!"


"Ck, udah gue bilang Bim, jangan panggil gue Ibu. Panggil Bella saja," gerutu Bella.


"Maaf Bu, ini di lingkungan kerja. Dan ini juga masih jam kerja, jadi saya merasa tidak sopan jika hanya menyebut nama Ibu," jelas Bima.


Bella hanya mendengus mendengar penuturan Bima.


Bima memang teman Bella sejak kecil, bahkan Bima sudah lebih dulu menjadi asisten Pak Baskara sebelum akhirnya sekarang menjadi asisten Bella.


"Baiklah, baiklah terserah lo aja. Oh ya, hari ini ada janji bertemu tidak, dengan perusahaan Pratama?" Tanya Bella.


Bima hanya mengangkat sebelah Alisnya. "Tidak ada Bu, masih belum ada lanjutan lagi. Karena proyek kerjasama kita akan berlangsung masih tiga minggu lagi," jelas Bima yang sedikit merasa aneh.


Bella hanya mencebikkan bibirnya. "Cepat segera buat janji pertemuan hari ini jam tiga sore," perintahnya.


"Tapi belum ada yang akan di bahas Bu," sanggah Bima.


"Sudah lakukan saja," perintah Bella dengan suara yang sedikit meninggi.


"Baik Bu," akhirnya Bima hanya bisa mematuhi perintah Bella.


Dengan segera Bima keluar dari ruangan Bella untuk melaksanakan perintah Bella.


***


Di kantor Pratama, Riko melaporkan bahwa perusahaan Baskara ingin menemui Alex.


Brak.


Alex menggebrak mejanya setelah mendengar laporan dari Riko, bahkan Riko sampai terjingkat di buatnya.


"Sebenarnya apa yang dia mau?" gumam Alex.


Hingga beberapa Alex terdiam memikirkan bagaimana caranya agar dirinya tidak terlalu dekat dengan Bella, karena Alex merasa Bella mempunyai niat lain selain kerja sama.


"Riko, mulai sekarang kau saja yang mengurus kerja sama dengan Baskara Group. Dan aku hanya akan menerima laporan darimu saja," putus Alex dengan tegas.


Sedangkan Riko hanya menerima perintahnya dengan pasrah. "Baik Tuan."

__ADS_1


Riko segera kembali ke ruangannya, Alex melihat jam mahal yang melingkar di tangannya, masih menunjukkan pukul setengah dua siang.


"Kenapa jam lama sekali berputar," gerutunya.


*


*


15.00 wib


Bella dengan langkah anggunnya memasuki gedung Pratama Group. Bella masuk ke dalam lift untuk menuju ke ruang meeting yang sebelumnya pernah ke sana.


"Apa Tuan Alex ada?" Tanya Bella.


Sheryl melihat Bella dari atas sampai bawah 'dasar ondel-ondel, roman-romanya ada bau pelakor nih.' Batin Sheryl.


"Maaf Bu Bella, Bu Bella sedang di tunggu di ruang meeting," jawab Sheryl.


"Oh ... begitu," Bella melenggang pergi begitu saja.


"Dasar, sudah tau janjiannya mau meeting tapi mau nemplok ke sini," gerutu Sheryl.


Bella memang sengaja ingin menemui Alex di ruangannya, tapi sayang harus gagal.


Bella dengan semangat, berjalan menuju tempat meeting.


Klek.


Bella mengedarkan pandanganya ke seluruh ruangan, ternyata hanya ada Riko di sana.


Senyum yang sedari tadi menghiasi bibir Bella luntur seketika.


"Ehm ... maaf Pak Riko, di mana Tuan Alex?" Tanya Bella.


Riko yang menyadari kedatangan Bella segera bangun dari duduknya. "Maaf Bu Bella, Tuan Alex sedang tidak ada di kantor, karena bertepatan meeting dengan kolega yang lain," jawab Riko sopan.


"Silahkan duduk Bu Bella, bisa kita langsung saja! Apa yang mau di bahas dari pihak Baskara Group?" tanya Riko.


Sedangkan di ruangan Alex, Alex sedang tertidur nyenyak di kamarnya. Memang tadi Alex sudah merencanakan semuanya bersama Riko dan Sheryl.


Hingga tak terasa waktu menunjukkan pukul empat sore, Alex terbangun dari tidurnya saat mendengar ada ketukan di pintu kamarnya.


Alex menggeliat dalam tidurnya yang merasa terganggu. "Ck, mengganggu saja," gerutu Alex seraya turun dari ranjang dan berjalan menuju pintu.


Klek.


Alex memutar bola matanya malas saat mengetahui siapa yang mengganggu tidurnya. "Ngapain lo kesini?" Sembur Alex.


Sedangkan orang yang di sembur Alex hanya tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya.


"Gue cuma mampir, tadi habis dari pabrik," sahut Rey. Rey mulai hari ini tadi sudah mulai membantu Mama Mona mengurus pabrik.


Alex dan Rey berjalan ke arah sofa dan mendudukkan dirinya.


"Eh, gue tadi kalo gak salah lihat Bella keluar dari perusahaan lo," ucap Rey tiba-tiba.


"Jadi dia sudah pulang?" Tanya Alex.


"Jadi bener tuh Bella?"


Alex menganggukkan kepalanya. "Perusahaan Baskara ada kerjasama dengan Pratama Group."


"Terus, bini lo tahu tentang Bella?"


"Gue belum cerita, mungkin nunggu waktu yang tepat," jawab Alex.


Rey memang tahu kisah Alex dan Bella.


Hingga beberapa saat ponsel Alex yang berada di saku celananya berdering, menandakan panggilan masuk.


"Halo ...."

__ADS_1


("")


"Baiklah nanti aku akan ke sana sekalian makan malam, aku ingin kau yang memasaknya."


("")


Tut.


"Siapa?" Tanya Rey.


"Tiara sama Caca lagi di apartemen," jawab Alex.


"Lo mau ke sana?"


"Ya nanti, gue masih ada kerjaan yang belum kelar."


"Gue ikut."


Alex hanya menatap Rey jengah.


*


*


Jam enam sore, Alex baru tiba di apartemen setelah tadi menyelesaikan pekerjaannya.


"Lo ke apartemen Caca?" Tanya Alex, yang di angguki Rey.


"Awas lo jangan macem-macem," hardik Alex.


"Ya ela, paling gue cuma satu macem," sahut Rey, yang langsung mendapat tatapan tajam dari Alex.


Rey seketika menuju ke apartemen Caca, Rey menekan beberapa kali sampai pintu di hadapannya terbuka.


Klek.


"Uncle," ucap Caca dengan mengucek mata-nya. Caca tertidur setelah menghabiskan beberapa box ice cream.


Rey melihat tampilan Caca dengan rambut awut-awutan dan sisa ice cream yang masih tertinggal di sekitar bibirnya. Tapi masih terlihat begitu imut di mata Rey.


Caca segera masuk kembali setelah membukakan pintu untuk Rey. Caca menuju ke kamarnya untuk mencuci wajahnya.


Sedangkan Rey hanya menggelengkan kepalanya, melihat bekas ice cream yang masih berantakan di atas meja.


"Uncle, apa Uncle juga ikut makan malam?" Tanya Caca. Sebenarnya Caca sedikit canggung dengan Rey, karena pembicaraan terakhir mereka.


"Iya," sahut Rey.


"Ya sudah ayo," ajak Caca, yang segera keluar dari apartemen menuju apartemen Tiara.


Sedangkan Rey hanya mengikuti langkah Caca dari belakang.


Caca masuk begitu saja, sesaat setelah memasukkan password.


"Ra," panggil Caca. Tapi tidak ada sahutan.


Caca mencium aroma masakan Tiara, dengan perlahan Caca melangkahkan kakinya menuju dapur. Tapi telinga Caca samar-samar mendengar suara aneh menurutnya.


Hingga langkahnya semakin dekat dengan dapur, semakin terdengar jelas.


Kaki Caca tiba-tiba terhenti, saat otak-nya memproses sesuatu. Mulut Caca terbuka lebar saat otaknya menemukan jawaban.


Rey yang ada di belakang Caca awalnya heran, melihat Caca yang tiba-tiba berhenti. Tapi kemudian telinganya mendengar apa yang di dengar Caca.


"****," umpat Rey, seketika kedua tangannya menutup telinga Caca.


"Ya sudah kita pergi, nanti saja kita kembali lagi," Rey menarik tangan Caca untuk kembali ke apartemen Caca. Dan nanti baru kembali lagi.


Flashback Off.


...----------------...

__ADS_1


...Jangan lupa vote, like, dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu. Aminn 😊...


__ADS_2