DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Adopsi


__ADS_3

1 Bulan berlalu.


Hari Sabtu telah tiba, menandakan semua pekerja kantor telah libur, tidak terkecuali Alex.


Riko hari ini datang ke mansion untuk menemui bos-nya, ada sesuatu yang akan dia laporkan. Tentang apa yang di tugaskan Alex selama satu bulan terakhir, yaitu mencari asal usul Zio.


"Bagaimana?" tanya Alex.


Riko yang berdiri di depannya menarik nafasnya dalam-dalam sebelum menyampaikan informasi yang di dapat dari anak buahnya.


"Tuan, hasil-nya masih sama. Tidak menemukan apa-apa?" Riko menghembuskan nafasnya pelan setelah menyampaikannya.


"Lalu bagaimana tentang preman yang waktu itu sempat bersama Zio?"


"Mereka menghilang, Tuan. Anak buah saya sudah mencarinya, tapi juga tidak menemukanya."


Alex menghembuskan nafasnya kasar, pasalnya selama ini usahanya untuk mencari informasi tentang Zio tidak membuahkan hasil. "Baiklah, kau boleh pergi," titah Alex yang langsung di angguki Riko.


"Baik, kalau begitu saya permisi, Tuan." Riko segera meninggalkan ruang kerja Alex. Ketika sudah di luar, Riko terkejut melihat seorang wanita dengan perut buncit berdiri di depan ruang kerja bos-nya. "Nona," sapa Riko.


Wanita itu hanya tersenyum kaku, dengan tangan yang membawa secangkir teh hijau untuk suaminya. Siapa lagi wanita itu jika bukan Tiara.


"Sayang, masuklah! Apa kau akan terus berdiri di luar dengan Riko!" Teriak Alex dari dalam.


Tiara yang berdiri di luar tentu saja tersentak kaget dengan teriakan suaminya. Begitupun Riko yang juga tersentak, dengan cepat Riko segera pergi dari sana.


Dengan langkah perlahan, Tiara memasuki ruang kerja suaminya. Senyum secerah mentari menghiasi bibirnya. "Tumben Mas, Riko datang kemari?" tanya Tiara seraya meletakkan minuman yang tadi ia bawa di meja Alex.


Alex yang duduk di kursi kerjanya dengan menyenderkan punggungnya ke sandaran kursi seketika tangannya bersendekap. "Benarkah kau tidak tahu apa yang di bicarakan oleh Riko?" Alex menatap istrinya dengan curiga.


"S-sungguh, aku tidak tahu," elak Tiara dengan gugup. Sebenarnya Tiara memang sengaja membuatkan Alex teh hijau kembali untuk sebagai alasan dapat menguping pembicaraan suaminya. Padahal tadi suaminya itu sudah menghabiskan secangkir teh hijau sebelum Riko datang ke mansion. Entah kenapa, Tiara merasa ada sesuatu yang akan di sampaikan oleh Riko berhubungan tentang Zio.


Alex segera memutar layar laptop di hadapannya untuk di perlihatkan ke arah Tiara. Mata Tiara membulat saat melihat apa yang di tampilkan di laptop itu, cctv yang merekam ke segala sudut mansion.

__ADS_1


Ada seringai di wajah Alex. "Jadi sekarang apa kau ingin bertanya kembali? Hm!"


Gleg.


Tiara hanya bisa menelan saliva nya susah payah. Aksinya menguping ternyata sudah tertangkap basah oleh suaminya. Dengan cepat Tiara berjalan mendekat ke arah suaminya, dan tepat di samping Alex duduk sekarang. "Sayang, aku hanya mendengarnya sedikit," dengan menunjukkan jempol dan telunjuknya yang hampir berdempetan. Dan setelah itu tidak lupa senyum semanis mungkin untuk mengurangi rasa gugupnya.


Alex hanya menggelengkan kepala melihat istrinya yang pandai membuat seribu alasan itu. Alex sendiri juga memutar kursi kerjanya, hingga sekarang tepat berhadapan dengan perut buncit istrinya yang berusia enam bulan itu. Tangannya terulur untuk menyentuh perut Tiara. "Baby, nanti kau jangan seperti Mami yang suka menguping. Ok!" Dengan mengusap lembut dan memberikan satu kecupan.


"Sudah ku bilang, aku tidak menguping. Aku hanya tidak sengaja mendengarnya." Tiara yang masih pada pendiriannya tidak mau mengakui. Bahkan sekarang bibirnya mengerucut, seolah olah dialah yang tidak bersalah.


Alex yang gemas, langsung menarik tangan istrinya hingga membuat Tiara terduduk di pangkuan-nya. Tangannya kemudian merangkul pinggang Tiara hingga saling bertemu di tengah-tengah perut buncit istrinya. "Aku yakin kau sudah mendengarnya, terus aku harus bagaimana?" tanya Alex yang sekarang lebih serius, dan menyandarkan dagunya di bahu Tiara.


Sebenarnya Tiara juga senang dengan kabar yang di berikan Riko, karena apa yang diinginkannya selama ini mungkin saja akan segera terjadi. Dengan menarik nafas dalam-dalam, kemudian menghembuskan nya secara perlahan. "Sayang, sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku katakan," ujar Tiara dengan tangannya yang membelai tangan Alex.


"Katakan."


"Ehm ... Zio kan sudah satu bulan bersama kita, dan selama itu pula tidak ada yang mencarinya." Tiara sejenak menjeda ucapannya. "Bagaimana kalau kita adopsi saja sebagai anak kita?" ujar Tiara dengan sesekali ekor matanya melirik ke arah suaminya.


Tiara dengan cepat menganggukkan kepalanya.


"Sayang, tapi kamu sendiri sekarang sedang hamil. Kamu tidak akan bisa mengurus Zio sekaligus," sergah Alex.


"Aku pasti bisa, percayalah padaku. Nanti kalau seandainya aku tidak mampu masih ada banyak bibi di mansion ini." Tiara yang terus membujuk suaminya agar menyetujui keinginannya.


Tapi Alex hanya diam, mencoba memikirkan jalan terbaik yang seharunya dia ambil. Sedangkan Tiara terus menatap wajah suaminya yang masih terdiam.


"Pasti ada cara kan! Tapi apa?" batin Tiara. Otaknya terus berfikir mencari celah agar rencananya berhasil, hingga dia menemukan sesuatu yang di yakini pasti Alex menyetujuinya.


Tiara segera mengalungkan tangan kananya ke leher Alex, dan kepalanya yang bersandar di bahu kokoh suaminya. "Sayang, aku sudah sangat menyayangi Zio. Aku rasa pasti sangat mudah kan untuk Mas mengadopsinya," pinta Tiara dengan nada manja. Dan tangan kirinya yang mulai menggambar abstrak di dada bidang suaminya yang terhalang kaos. Tiara mulai melancarkan aksinya.


Alex menaikkan sebelah alisnya melihat sikap istrinya sekarang. Ada senyuman yang terukir di sudut bibirnya.


"Mas, bagaiman? Hm ...." Saat Tiara tidak mendapati jawaban dari suaminya.

__ADS_1


Rencana kedua. Tiara mulai menyusupkan tangannya di balik kaos Alex mencari biji kacang kedelai bewarna coklat yang berada di dada. Dengan perlahan Tiara mengusapnya. "Mas, bagaimana? Bisa kan?" tanya Tiara lagi.


Alex yang merasakan sentuhan istrinya yang mulai nakal, membuat sesuatu di bawa sana terbangun. Apalagi nafas hangat Tiara yang berbau mint menerpa kulit lehernya, seketika meremang.


Tiara tersenyum melihat suaminya memejamkan mata yang mulai masuk dalam permainannya.


Alex dengan segera melahap bibir pink milik istrinya, yang sedari tadi terus saja menggodanya. Tiara sendiri juga membalas lum*tan suaminya, tapi ketika merasakan tangan Alex di posisi dadanya. Tiara segera melepas pangutannya, dan berdiri menjauh dari suaminya.


"Mas, jawab dulu?" Tiara yang meneruskan rencananya.


Alex menatap istrinya tidak percaya. Di saat dirinya sudah di selimuti kabut gairah, Tiara begitu saja menyudahinya. Dan sekarang masih membahas tentang Zio.


Alex menyunggar rambutnya frustasi. "Baiklah, baiklah. Zio akan menjadi milikmu, apa sekarang kau senang?" Alex yang akhirnya menuruti keinginan Tiara. Dan sekarang istrinya yang tersenyum bahagia setelah mendengar jawaban darinya. "Sekarang kita lanjutkan yang tadi," Alex dengan segera beranjak dari kursinya dan membaringkan Tiara di sofa yang berada di sana.


Dengan rakus Alex menikmati bibir manis milik istrinya, tapi ketika saat akan membuka daster yang di kenakan istrinya, tiba-tiba saja ponselnya berdering.


Alex tidak menghiraukan ponsel yang berada di sakunya itu, hingga beberapa saat ponsel itu terus berdering kembali.


"M-mas, angkat teleponnya. S-siapa tau penting," ucap Tiara tersengal ketika suaminya yang sedang menikmati dua bulatan pada dadanya.


Karena Alex tidak menghiraukan ucapannya, maka tangan Tiara segera mengambil ponsel yang masih berdering itu di saku celana suaminya.


"H-halo," jawab Tiara ketika sambungan telfon mulai tersambung.


( "" )


"Apa ... Caca masuk rumah sakit!" teriak Tiara ketika Rey yang menelfon mengabarinya. Dengan segera Tiara melepas paksa Alex yang masih berada nyaman di dadanya, dan merapikan pakaiannya. "Mas kita harus ke rumah sakit," ucap Tiara dan segera pergi dari sana.


Sedangkan Alex hanya menatap nanar kepergian istrinya. "Reyyyyyy ...." Geram Alex.


...----------------...


JANGAN LUPA VOTE, LIKE DAN KOMEN. TERIMA KASIH, SEMOGA SEHAT SELALU. AMINN

__ADS_1


__ADS_2