
Mommy yang khawatir karena melihat menantunya berlari dengan wajah panik, segera mengejarnya keluar. Tapi sayang Mommy sudah tidak mendapati keberadaan Tiara di sana.
"Pak, di mana Tiara?" Tanya Mommy pada scurity.
"Itu, anu Nyoya ... Non Tiara keluar dengan buru-buru naik taksi." Jawab scurity yang juga iku panik.
"Tomy!" teriak Mommy.
"Iya Nyonya," yang menyahuti panggilan Mommy. Tomy keluar dengan sedikit berlari dari samping mension.
"Iya, Nyonya!" Saat Tomy berada di depan Mommy.
"Tomy! Cepat kejar taksi yang Tiara tumpangi," perintah Mommy.
"Baik Nyonya," jawab Tomy. Dengan segera Tomy keluar mension dengan mengendarai mobil yang biasa di gunakan mengantar Tiara sekolah.
Tomy memacu kendaraanya dengan cepat agar bisa mengejar taksi yang di tumpangi Tiara. Tapi sayang hingga beberapa saat Tomy tidak melihat taksi itu.
Tomy tidak kehilangan akal, Tomy menyusuri jalan yang kemungkinan akan di lewati oleh taksi itu. Tomy memperlambat laju mobilnya, saat dirinya melihat dari kejauhan ada 5 orang yang membopong tubuh seorang gadis yang tak sadarkan diri masuk ke dalam mobil.
Saat jarak semakin dekat, mata Tomy membulat mengetahui gadis itu adalah majikanya.
Dengan segera Tomy turun dari mobil. "Hei! Lepaskan dia!" Teriak Tomy.
Empat orang itu menoleh ke arah Tomy, sedangkan yang satunya memasukkan tubuh Tiara ke dalam mobil.
"Apa urusanmu? Hah ...." Teriak salah satu dari mereka.
Tomy tidak menjawabnya, tapi langsung menyerang 5 orang di depannya.
Bugh.
Tomy memberi bogem mentah pada salah satu dari mereka, dan tak beberapa lama ada seseorang yang muncul juga membantu Tomy menyerang mereka.
Awalnya Tomy dan orang yang membantunya sempat unggul, tapi lambat laun Tomy dan orang itu kehilangan banyak tenaga karena jumlah orang yang tak seimbang.
Akhirnya Perkelahian itu berakhir dengan terkaparnya Tomy dan orang yang membantunya. Tubuh Tomy dan orang yang membantunya babak belur di sekujur tubuh.
"Ayo kita pergi dari sini sebelum ada yang melihat," ucap salah satu dari mereka.
*
*
Pratama Group
"Rey lo masih gak mau nerusin usaha bokap lo?" Tanya Alex.
Rey memutuskan mengunjungi Alex di perusahaan, karena Leo juga sedang sibuk dengan pacarnya. Sedangkan tadi sempat mampir ke apartemen Caca juga tidak ada. Rey memutuskan ke apartemen Caca nanti malam, setelah tadi menghubunginya.
"Mungkin dalam waktu dekat ini," jawab Rey.
"Ck, lo itu--"
Drrt.
Drrt.
Ucapan Alex terpotong saat ponsel yang berada di atas meja berdering, di lihatnya Mommy yang menghubungi.
"Halo Mom!" Saat panggilan tersambung.
"Alex, Tiara tadi keluar dari mension dengan keadaan panik. Mommy sudah menyuruh Tomy mengejar taksi yang di tumpangi Tiara, tapi belum ada kabar." ucap Mommy panik.
Alex sendiri seketika juga ikut panik.
"Mom biar Alex yang mencari tahu keberadaan Tiara, Mommy tenang saja. Ok."
"Baiklah, cepat hubungi Mommy jika sudah ada kabar."
"Baik Mom."
Tut.
"Ada apa?" Tanya Rey yang melihat perubahan raut wajah pada Alex.
"Kata Mommy, Tiara pergi dari mension dengan keadaan panik." Jawab Alex
"Kenapa?"
Tapi Alex tak menjawabnya, Alex segera menghubungi Riko lewat interkom.
__ADS_1
Klek.
"Ya, Tuan!" Ucap Riko saat memasuki ruangan Alex.
"Riko, cepat hubungi Bayu. Cari tahu keberadaan Tiara," perintah Alex.
"Baik Tuan," dengan cepat Riko menghubungi Bayu.
Bayu adalah orang yang di tugaskan Alex mengawasi Tiara, selain Tomy.
Alex sendiri menghubungi Tomy. Hingga beberapa saat Alex masih belum bisa menghubungi Tomy.
"Bagaimana?" tanya Alex.
"Bayu tidak bisa di hubungi Tuan, dari gps ponsel Bayu. Bayu berada di jalan xxx, dan saya sudah menyuruh anak buah yang lainya untuk mengecek keberadaan Bayu. Dan beberapa mencari keberadaan Nona Tiara." Jelas Riko.
"Sebenarnya ada apa?" Sela Rey.
Drrt.
Drrt.
Rey melihat ponselnya berdering, panggilan dari Caca.
"Ha-halo Uncle!"
"Ada ap--"
"Uncle, tolong Tiara di culik Al-- Ummph."
Tut.
"Halo, halo ... Sipit!" panggil Rey saat panggilan tiba-tiba terputus.
"Ada apa Rey?" tanya Alex.
"Tadi Sipit, eh ... maksud gue Caca bicara kalau Tiara di culik. Tapi tiba-tiba terputus," jelas Rey yang juga iku khawatir.
"Pasti ada yang tidak beres! Siapa yang berani bermain-main denganku!" geram Alex.
"Riko bagaimana?" tanya Alex, saat baru saja Riko mengakhiri panggilan telepon dengan anak buahnya.
"Brengs*k!" teriak Alex.
"Alex, kita cek saja cctv di jalan sekitar sana. Siapa tahu kita mendapatkan petunjuk." Sahut Rey.
"Lo bener," jawab Alex.
"Riko, cepat cari tahu." perintah Alex.
"Baik, Tuan." Riko segera pergi dari ruangan Alex.
"Alex, lo mau kemana?" tanya Rey saat melihat Alex akan pergi.
"Gue gak bisa cuma diem di sini," setelah mengatakan itu Alex pergi dari sana.
"Tunggu ... gue ikut."
*
*
Sore sudah berubah menjadi malam.
"Tunggu Lex, tadi Caca sempet bilang kalo Tiara di culik Al. Pikiran lo sama nggak sama gue?" Ucap Rey saat berada di dalam mobil dengan Alex.
Alex diam sejenak. "****," umpat Alex dengan memukul setir mobil yang di kemudikan nya. Dengan segera Alex menghubungi Riko.
"Halo, Riko!"
("")
"Cari tahu informasi tentang Alan, teman satu sekolah Tiara. Ku beri waktu 5 menit tidak lebih."
Tut.
Hingga 5 menit kemudian, Riko menghubungi Alex.
"Bagaimana?" Tanya Alex
"Namanya Alan Pradipta Nugraha, anak dari Setyo Adi Nugraha dan Cecilia Trisya Nugraha. seorang pengusaha property, tinggal di komplek perumahan elit di jalan xx."
__ADS_1
"Cepat bawa kedua orang tuanya ke apartemen Tiara, dan ingat jangan sampai Mommy dan Papa tahu dulu masalah ini." Perintah Alex.
"Baik Tuan."
Tut.
Alex segera mengendarai mobilnya menuju apartemen Tiara. Hanya butuh waktu 10 menit Rey dan Alex sampai di apartemen.
"Tadi gue juga sudah hubungi Leo, biar dia juga bantu cari. Tapi dia masih di perjalanan karena Leo keluar kota sama pacarnya," ujar Rey, saat sudah di dalam apartemen Tiara.
"Hmm," sahut Alex dengan mata fokus pada ponselnya. Alex masih mencoba menghubungi ponsel Tiara, berharap ada keajaiban. Tapi nihil, ponsel Tiara tetap tidak bisa di hubungi.
Tak lama pintu apartemen Tiara terbuka, menampilkan sosok Riko dan di belakangnya sepasang suami istri paruh baya dengan tangan di cekal oleh anak buah Riko.
"Tuan, ini adalah orang tua teman Nona Tiara yang bernama Alan.
Anak buah Riko membuat kedua orang tua Alan berlutut di depan Alex dan Rey yang duduk di sofa.
"Apa kalian tahu! Anak kalian yang bernama Alan. Dugaan kuat telah menculik istriku," ucap Alex dingin dan menatapnya tajam.
"**-tuan mungkin itu semua tidak benar," jawab Pak Setyo gemetar. Sedangkan istrinya hanya bisa menangis ketakutan. Mereka tau siapa yang mereka hadapi.
"Jika dugaan ku memang benar, maka akan ku hancurkan kalian sampai ke akar-akarnya." Ancam Alex dengan penuh amarah. "Sekarang cepat hubungi putra kalian," perintahnya.
Dengan segera Pak Setyo menghubungi Alan, tapi sudah di coba beberapa kali masih saja tidak bisa.
"Bagaimana?" Tanya Alex.
"Tti-tidak bisa di hubungi Tuan."
Brakk.
Alex menggebrak nakas yang berada di sampingnya, kesal dengan jawaban Pak Setyo.
Pak Setyo terjingkat kaget, tubuhnya semakin gemetar dan istrinya yang bertambah bercucuran air mata.
"Tuan, ternyata benar Nona Tiara di culik oleh seseorang. Tapi saat kami melacak no plat mobil tersebut, kami tidak bisa menemukanya karena no plat tersebut palsu. Kami masih memantau dari cctv, kemungkinan jalan yang di lalui oleh mobil itu." lapor Riko, setelah anak buahnya memberi kabar.
Drrt.
Drrt.
"Momy," gumam Alex, saat melihat layar ponsel tertera nama Momy menghubunginya.
"Halo Mom," jawab Alex setenang mungkin.
("")
"Tenanglah, Tiara tidak apa-apa. Besok akan ku pastikan menantu kesayangan Mommy akan pulang dengan selamat." Ujar Alex menenangkan Mommy di seberang sana.
Tut.
Alex segera memutus panggilannya, sebelum Mommy semakin khawatir.
"Riko, bawa mereka ke apartemen sebelah. Dan jangan lepaskan sampai Tiara ketemu."
"Baik, Tuan." Dengan segera Riko memerintahkan anak buahnya membawa orang tua Alan ke apartemen Caca.
Sedangkan Rey sendiri, dari tadi juga mencoba menghubungi Caca tapi juga tidak ada hasil.
"Lex, sepertinya Caca juga menghilang." Ujar Rey, yang mulai sedikit frustasi.
*
*
04.00 WIB
Hingga pagi menjelang, masih belum juga ada kabar. Alex dan juga Rey yang berada di apartemen Tiara juga tidak bisa tidur sama sekali.
Ting.
Pesan masuk di ponsel Alex. Alex menggertakkan giginya saat membuka pesan tersebut.
"Brengs*k." Umpatnya, dengan langkah lebar Alex pergi dari apartemen Tiara.
"Lex, tunggu ...." Teriak Rey yang juga mengikuti Alex.
...----------------...
Jangan lupa vote, like dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu. Aminnn
__ADS_1