
Hari berganti malam, Tiara masih terlelap dalam pelukan Alex. Setelah tadi Alex memaksanya untuk tidur.
Sedangkan Mommy dan Papa kembali ke mension, karena sudah seharian juga mereka berada di rumah sakit.
Begitupun Rey yang juga bolak balik pergi ke ruangan Caca, untuk melihat keadaanya. Karena sampai malam hari Caca belum membuka matanya.
Keadaan Rey sudah lebih baik, bisa pergi sendiri tanpa bantuan Mama Mona, sehingga Rey menyuruhnya untuk pulang dan datang lagi besok pagi.
"Riko bagaimana dengan si brengs*k itu dan orang tuanya?" Tanya Alex.
"Ta-tadi pagi setelah Tuan Leo menghajarnya, mereka semua di serahkan ke kantor polisi, dan untuk orang tuanya masih berada di apartemen," jelas Riko. Sebenarnya Riko sedikit risih dengan pemandangan yang ada di depannya, di mana posisi Alex saat bertanya padanya dengan setengah berbaring di ranjang. Punggungnya bersandar pada sandaran ranjang, dan Tiara yang tidur di pelukannya.
"Kenapa kau serahkan ke polisi, bahkan aku belum menghajarnya." Bentak Alex.
"Nghh," Tiara menggeliat saat mendengar suara Alex yang meninggi. Dengan cepat Alex mengeratkan pelukannya agar Tiara kembali terlelap.
"Ya sudah, pergilah ...." Perintah Alex, melihat tidur Tiara terusik karena suaranya yang meninggi. Melihat wajah Tiara sedikit membuat emosinya redah.
Riko segera keluar dari ruangan Alex.
Tiara perlahan mengerjabkan matanya. "Om ... ini jam berapa?" Dengan suara serak.
Alex bergeming, tangannya mencoba memejamkan mata Tiara agar tidur kembali. Tapi niatnya tak berhasil, Tiara tetap terbangun.
Tiara mendudukkan dirinya, matanya mengedarkan pandangan ke segala arah, hingga matanya tertuju pada jam dinding.
"Om, apa itu jam tujuh malam?" Tanya Tiara. Tiara kesulitan melihat karena tidak memakai kacamata, entah terjatuh kemana, Tiara sendiri tidak menyadarinya.
"Iya," sahut Alex.
"Ya ampun, aku belum mandi." Pekik Tiara yang baru menyadarinya. Dengan segera Tiara turun dari ranjang dan menuju bathroom.
Alex hanya tersenyum simpul melihat kelakuan istrinya. "Pasti sebentar lagi akan keluar lagi," gumamnya.
Dan benar saja, tidak lama Tiara keluar dari bathroom. "Om, Tiara tidak ada baju ganti." Ujarnya polos.
Alex hanya menjentikkan jarinya, isyarat agar Tiara mendekat. Tiara dengan segera mendekat ke arah suaminya.
"Apa kau ingin baju ganti?" Tanya Alex. Dan Tiara menganggukkan kepalanya.
Alex tersenyum penuh arti. "Panggil aku dengan mesra."
Tiara membulatkan matanya seketika, dengan permintaan suaminya yang tidak biasa.
"Ayo cepat," pinta Alex.
"Ehm," Tiara melegakan tenggorokannya yang tidak gatal. "Massss ... aku mau baju ganti," ucapnya dengan pipi yang bersemu merah karena malu.
Alex semakin gemas di buatnya, dengan cepat Alex menarik tangan Tiara hingga terduduk di sampingnya. "Bukankah lebih enak kalau tidak memakai baju," ucap Alex.
Tiara seketika berdiri dari duduknya menjauh dari Alex. Dalam kondisi seperti ini masih saja pikiran Alex tidak jauh dari kata mesum.
Tiara menatap sebal pada suaminya. "Ya sudah kalau begitu pakai baju yang sama saja." Ucapnya dan berlalu ke kamar mandi.
__ADS_1
"Hei ... jangan marah," teriak Alex. Tapi tidak ada sahutan dari Tiara.
*
*
Rey kembali mengunjungi Caca. Rasa bersalah mendera di dalam dirinya. "Sipit ... lo gak bangun-bangun dari tidur, emangnya lo mimpi apa? Apa sebegitu indahnya sehingga lo gak mau bangun?" ucap Rey, seolah olah Caca bisa membalas ucapannya.
Rey menggenggam tangan Caca, berharap cara seperti ini bisa membuatnya bangun. Tidak lama Rey bisa merasakan jari Caca yang berada di genggamannya.
"Sipit, lo sudah sadar?" Tanya Rey antusias.
Terlihat kelopak mata Caca yang terpejam sedikit berkedut, Caca mencoba mengerjapkan matanya. Tapi entah rasanya sangat sulit, yang bisa ia rasakan saat ini adalah 'sakit'.
"Sa-ki-t ...." Lirih Caca.
Rey segera menekan tombol yang berada di atas kepala ranjang Caca. Hingga beberapa saat Dokter dengan perawat datang.
Rey memutuskan pergi keruangan Alex, saat Dokter memeriksa Caca. Di depan ruangan Alex terdapat Riko yang duduk di kursi tunggu.
Rey tidak memperdulikan keberadaan Riko, dengan cepat Rey membuka pintu kamar rawat Alex.
Klek.
"Caca--"
"Tu--"
Rey tidak bisa meneruskan kata-katanya saat melihat adegan pasutri di depannya. Adegan di mana Alex yang menci*m Tiara dengan panas.
Tiara segera mendorong tubuh Alex yang berada di atasnya, dan segera merapikan dirinya.
"Ck," Alex hanya berdecak kesal, dan menatap tajam kedua orang yang menganggu kesenangannya.
Riko segera pergi dari sana, sedangkan Rey tak memperdulikannya.
"Caca sudah sadar," ucap Rey.
Tiara yang tadinya menunduk karena rasa malu, seketika menaikkan pandanganya.
"Benarkah?" sahut Tiara antusias.
Rey menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Dengan segera Tiara berlari keluar menuju ruang rawat Caca.
Rey hanya tersenyum miring melihat wajah kesal Alex terhadapnya.
"Awas lo," sembur Alex. Tapi Rey hanya mengedikkan kedua bahunya dan pergi dari sana.
Flashback On.
Tiara keluar dari kamar mandi setelah membersihkan dirinya, dan memakai baju yang sama.
"Kenapa pakai baju yang sama?" Tanya Alex.
__ADS_1
"Karena tidak ada baju lagi."
"Bagaimana mungkin tidak ada baju, itu di sana ada baju." Ujar Alex dengan mengarahkan dagunya ke arah sofa.
Tiara seketika menoleh ke arah sofa, dan melihat paper bag. Tiara segera membukanya, ternyata benar ada bajunya dan lengkap dengan **********. Kemudian mengarahkan pandanganya pada Alex. "Kenapa tidak bilang tadi."
"Aku lupa," elak Alex.
Tiara hanya mecebikkan bibirnya, dan berlalu ke kamar mandi untuk mengganti bajunya kembali.
"Om aku ke kamar Caca dulu ya?" Ucap Tiara setelah ganti baju.
"Tunggu," sergah Alex.
Tiara seketika menghentikan langkahnya. "Kesini," perintah Alex.
Bruk.
Seketika Tiara ambruk di pelukan Alex, saat Alex menarik tangannya. "Ke-kenapa," tanya Tiara gugup.
"Aku kemarin tidak bisa tidur," ucap Alex.
"Ke-kenapa?"
"Karena aku tidak menemukan mainanku!"
Tiara menaikkan satu alisnya, tidak paham apa yang di maksud Alex. Hingga matanya membulat saat mengetahui arah pandang Alex ke dadanya.
"Aku ingin di ganti sekarang," ujarnya.
Belum sempat Tiara menjawab Alex sudah membalik posisi Tiara hingga berada di kungkungan nya.
Alex menci*m Tiara dengan panas, tidak memperdulikan di mana dia sekarang. Tapi baru saja Alex ingin menyingkap baju Tiara, tiba-tiba pintu terbuka dari luar.
Flashback Off.
Setelah beberapa saat, Caca sudah di pindahkan ke ruang rawat. Yang letaknya berada di samping kamar Rey.
Dokter mengatakan keadaan Caca sudah lebih baik, dan tinggal menunggu pemulihan. Caca juga tidak merintih sakit seperti saat pertama sadar tadi, setelah Dokter memberinya suntikan obat pereda sakit.
Dan sekarang Rey, Alex dan Tiara berada di kamar rawat Caca.
"Gimana, apa masih ada yang sakit?" Tanya Tiara.
Caca menggelengkan kepalanya. "Cuma sedikit ...." Jawabnya lirih.
"Hei ... anak nakal, aku kira kau akan tidur sampai tiga tahun." Kelakar Alex.
Tiara yang mendengarnya seketika mencubit roti sobek suaminya.
Caca hanya memutar bola matanya malas. "Emangnya cicilan motor, tidur sampai tiga tahun," sahut Caca.
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komen. Semoga sehat selalu. Aminnn.