DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Yes, I Will


__ADS_3

Tiara masih terdiam di ambang pintu, hanya air mata yang luruh. Melihat bagaimana semua orang begitu menyayanginya, bahkan menyiapkan kejutan untuk dirinya.


Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan untuk rasa bahagianya sekarang. Selama beberapa tahun dirinya hidup hanya berdua dengan Caca setelah kepergian ibunya. Tapi sekarang, Tuhan kembali memberinya sebuah keluarga.


Alex yang berada di sampingnya, juga merasakan kebahagiaan apa yang di rasakan Tiara.


"Apa kau bahagia?" tanya Alex dengan merangkul bahu Tiara.


Tiara yang mendengar pertanyaan Alex, seketika menoleh ke arah suaminya. "Hmm ... aku sangat bahagia, bahkan sangat-sangat bahagia," ucapnya dengan berderai air mata.


Alex segera merengkuh tubuh Tiara dalam pelukannya, menyalurkan rasa bahagia yang mereka berdua miliki.


Bunda Dilla berjalan menghampiri Tiara. "Selamat Tiara sayang, semoga kebahagiaanmu akan menggantikan rasa sedih yang pernah ada. Dan kebahagiaanmu akan terus ada hingga akhir di penghujung usia." Ucapnya dengan menepuk bahu Tiara.


Tiara yang masih berada di pelukan Alex, segera melepaskannya. Dan menatap Bunda Dilla yang selama ini sudah di anggapnya sebagai pengganti ibunya.


"Maaf Bunda, waktu Tiara menikah tidak memberi tahu Bunda," ujarnya dan segera memeluk Bunda.


"Tidak apa-apa, yang penting sekarang kan Bunda sudah mengetahuinya." Sahut Bunda dengan menepuk lembut punggung Tiara yang berada di pelukannya.


Semua yang berada di sana juga merasakan terharu karena bahagia.


"Uncle ... aku jadi terharu," ucap Caca yang berada di samping Rey.


"Hmm ... gue juga."


Rey juga segera menarik Caca ke dalam pelukannya. Begitupun Caca yag juga membalas pelukannya.


"Hei ... kenapa jadi kalian yang berpelukan?" teriak Mommy Jessy, yang melihat kelakuan mereka berdua.


Sontak saja semua yang berada di sana, mengalihkan perhatiannya pada Rey dan Caca.


Rey dan Caca yang baru menyadari perbuatanya menjadi pusat perhatian, segera melepaskan pelukannya. Mereka berdua hanya tersenyum kaku dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Kalian ini masih calon tunangan, jangan mesra-mesraan di tempat umum. Apalagi di depan anak-anak," oce Mommy.


"Ha ha ha ha." Semua tertawa melihat Mommy yang memarahi Caca dan Rey.


Hingga beberapa saat, semuanya makan bersama. Menyantap makanan dengan suka cita, canda dan tawa.


Setelah selesai acara makan bersama, semua membereskan piring-piring kotor bekas mereka makan. Kecuali Rey dan Alex yang bersantai di halaman belakang panti, sedangkan Mommy dan Papa langsung kembali ke mension setelah acara selesai.


"Rey ... lo beneran mau tunangan sama tuh anak nakal?" Tanya Alex.


"Hmm ... rencananya habis dia lulus sekolah."


"Sebenarnya apa yang terjadi? Gue tau, tuh anak bukan tipe lo." sahut Alex.


"Ceritanya panjang."


"Ya di pendekin lah," cetus Alex.


"Ck."


Alex menyunggingkan senyum, melihat wajah Rey yang mulai kusut.

__ADS_1


Hingga akhirnya Rey bercerita, awal mula bagaimana dia berencana akan bertunangan dengan Caca. Dan kesepakatan yang mereka buat.


"Ck." Alex berdecak mendengarkan penuturan Rey. "Awas lo jatuh cinta sama tuh anak, saat dia udah sama gebetannya." cibir Alex.


"Nggak mungkin."


*


*


"Uncle ... sebenarnya kita mau ngapain kesini?" Tanya Caca.


Tadi Rey mengajak Caca pulang terlebih dahulu, karena ada rencana yang akan di lakukan. Dan di sinilah mereka sekarang di pantai, yang letaknya tak jauh dari panti.


"Udah ... lo diem aja, bantuin gue buat persiapan." Ujarnya.


Caca menautkan kedua alisnya. "Persiapan? Persiapan apa maksudnya?" tanyanya yang masih belum paham.


"Ck, lo bawel."


Caca hanya mencebikkan bibirnya, karena Rey masih saja tidak memberi tahu rencananya.


Rey melihat jam tangan mahal yang melingkar di pergelangan tangannya, jam sudah menunjukkan pukul 14.00. "Masih keburu," gumamnya.


Hingga tak lama, ada beberapa orang laki-laki yang datang dengan beberapa peralatan dan membawa barang-barang.


Caca hanya diam saja duduk di kursi pantai yang sudah tersedia, dengan satu buah kelapa muda yang menemaninya. Sedangkan Rey mengarahkan para pekerja untuk mengerjakan apa yang di perintahkan nya.


Saat Rey sedang membantu persiapan, matanya tak sengaja melihat Caca yang tertidur di kursi pantai.


Hingga Rey juga memtuskan untuk duduk di kursi pantai sebelah Caca. Rey melihat wajah Caca yang tertidur pulas. "Lo cantik kalau lagi diem kayak gini, tapi saat lo bangun suara cempreng lo bikin berisik." Gumamnya, ada seulas senyuman yang hadir di bibir Rey.


Caca menggeliat, saat wajahnya terkena sinar matahari. Akibat payung besar yang melindunginya bergoyang di tepa angin.


Caca mengganti posisi tidurnya dengan membelakangi Rey, hingga tak lama.


Ddduuuuttttt.


Racun mematikan Caca keluar. Senyum yang tadinya menghiasi bibir Rey ambyar seketika. "Gue cabut kata-kata gue, ternyata saat lo bangun atau tidur ternyata nggak ada bagus-bagusnya." Gerutunya sambil berjalan meninggalkan Caca. Rey kembali melanjutkan pekerjaannya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00.


"Sipit ... ayo bangun." Rey membangunkan Caca yang sedari tadi tertidur pulas.


Caca mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya. Dan yang ia lihat adalah wajah Rey yang berada di depannya.


Rey terlihat tampan, dengan cahaya matahari yang mulai meredup kembali ke peraduannya membingkai wajahnya. "Tampan," tanpa sadar Caca mengucapkannya.


Setelah sadar, Caca segera menggelengkan kepalanya. Sedangkan Rey tersenyum miring. "Baru sadar lo? Gue emang tampan dari lahir." Sombongnya.


"Ck. Uncle tau! Bohong itu dosa ...." Setelah mengatakan itu Caca segera pergi menuju mobil.


*


*

__ADS_1


"Om, kita mau kemana? Ini bukan jalan pulang?" Heran Tiara, saat Tomy mengemudikan mobilnya bukan arah ke mension.


"Kita akan cari makan malam dulu," jawab Alex seraya melihat jam di pergelangan tangannya.


Tiara hanya menganggukkan kepalanya.


Saat mereka tiba di pantai, Tiara heran melihat Caca dan Rey yang juga berada di sana. "Loh ... Ca, bukanya tadi kamu udah pulang sejak siang tadi?" Tanya Tiara saat jarak mereka sudah dekat.


"Iya, tapi tadi Uncle ngajak jalan-jalan dulu. Katanya sebagai libur kecil-kecilan," elaknya dengan tersenyum manis.


"Ayo ... kalau begitu kita jalan-jalan sebentar," ajak Caca yang segera menggandeng tangan Tiara pergi dari sana.


Caca sudah mengetahui rencana yang Rey dan Alex rencanakan, setelah tadi Rey menceritakan semuanya.


Di saat Tiara di ajak pergi Caca, Alex dan Rey bersiap-siap untuk menyempurnakan rencananya.


Hingga beberapa saat, kaki Tiara berhenti melihat dekorasi yang indah di hadapannya. Dan melihat seseorang yang dia kenali berdiri di sana.


Dengan perlahan Caca pergi dari sana, membiarkan sepasang suami istri itu untuk menyelami perasaan mereka.


Tiara tau, itu adalah Alex suaminya. Tiara berjalan menghampiri suaminya yang telah menunggunya untuk datang.


Saat keduanya saling berhadapan, menatap lekat sepasang mata orang yang dicintainya.


Dengan perlahan Alex menggapai tangan Tiara untuk dia genggam. "Maaf ... maaf aku baru menyadari rasa yang terlambat ini, dan maaf untuk rasa kecewa yang pernah aku berikan. Aku tau mungkin ini seharusnya aku lakukan sebelum menikah, bukan setelah kita menikah seperti ini."


Alex menjeda kata-katanya, kemudian dia menekuk salah satu kakinya di hadapan Tiara, hingga kini posisinya setengah berlutut. Alex mengambil kotak beludru yang berada di saku celananya, dan membukanya. Sebuah cincin yang indah di persembahkan kepada Tiara. Alex mengarahkan pandanganya pada Tiara yang posisinya lebih tinggi darinya. "Will you merry me?"


Back Sound.


...🎶Dengarkanlah wanita pujaanku....


...Malam ini akan ku sampaikan....


...Hasrat suci kepadamu dewiku....


...Dengarkanlah kesungguhan ini....


...Aku ingin mempersuntingmu....


...Tuk yang pertama, dan terakhir....


^^^By: Yovie & Nuno^^^


^^^Janji Suci^^^


Tiara tidak tau harus menjawab apa, karena dia sebelumnya belum pernah merasakan jatuh cinta, tapi yang dia tau. Dia mulai merasa nyaman dengan suaminya. Dengan mata yang berkaca-kaca Tiara meraup udara sebanyak-banyaknya untuk melegakan dadanya.


Sejenak Tiara memejamkan matanya sebelum menjawab. "Yes, i will." Jawab Tiara dengan suara bergetar.


...----------------...


Maaf, beberapa hari ini up jam-nya tidak tentu karena kesibukan di dunia nyata. Tapi tetap di usahakan up tiap hari.


Jangan lupa vote, like dan komen. Semoga sehat selalu. Aminnnn

__ADS_1


__ADS_2