
Saat sang surya sudah menampakkan sinarnya, menandakan bahwa aktifitas kembali akan di mulai.
Tiara yang masih terlelap dalam tidurnya tidak menyadari bahwa matahari sudah beranjak naik.
"Ugh," Tiara mencoba meregangkan tubuhnya yang terasa kaku. Matanya mulai mengerjab karena terkena sinar matahari yang masuk lewat sela-sela tirai.
"Hah, gawat aku kesiangan!" Paniknya setelah melihat jam yang berada di ponselnya, dengan segera Tiara turun dari ranjang.
Klek.
Alex keluar dari bathroom hanya menggunakan handuk yang terlilit di pinggangnya, sontak saja Tiara yang tadinya panik ingin segera ke bathroom jadi membeku seketika.
"Kamu sudah bangun?" Tanya Alex santai, bahkan Alex tidak merasa risih saat keadaan tubuhnya yang setengah telanj*ng terlihat.
"Su-sudah Om," jawab Tiara setengah gugup karena melihat pemandangan yang terlalu vulgar menurutnya, meskipun itu suaminya sendiri.
"Kamu hari ini libur dulu sekolah, tadi aku sudah menghubungi Pak Irwan untuk izin tidak masuk sekolah," ujar Alex. "Lagi pula seragam mu masih di apartemen kan!" Imbuhnya.
Alex segera mengambil pakaian ganti di lemari, dan tanpa malu langsung mengganti di depan Tiara.
Hal itu sontak saja membuat Tiara semakin salah tingkah, dengan cepat Tiara memutar tubuhnya dan membelakangi Alex.
"O-om, bagaimana bisa mengenal Pak Irwan?" tanyanya dengan posisi yang sama dan semakin gugup, Tiara masih bingung kenapa bisa kepala sekolahnya bisa hadir di acara pernikahannya.
Alex yang mendengar pertanyaan Tiara segera mengarahkan pandanganya, Alex hanya menyunggingkan senyum melihat istrinya yang ternyata membelakanginya.
"Sekolah Antar Bangsa masih salah satu milik keluarga Pratama," jawabnya.
"Huh," Tiara terkejut dengan pernyataan Alex barusan, segera Tiara membalikkan tubuhnya tapi lagi-lagi Tiara harus melihat roti sobek milik Alex yang begitu **** karena Alex masih belum selesai berganti pakaian dan hanya memakai celana jins selutut saja.
"Jadi waktu itu?" Tanya Tiara.
Alex hanya diam sudah tidak menjawab pertanyaan istrinya, apalagi kalau dia jujur apa alasan yang sebenarnya.
"Sudah, sekarang mandilah dan cepat sarapan ini sudah siang," ucap Alex mengalihkan perhatian.
Setelah itu Alex berjalan keluar dari kamar setelah memakai kaosnya.
Tiara sendiri berjalan ke arah bathroom, saat di dalam di sela-sela kegiatannya di baru tersadar bahwa Alex tadi makai baju santai. "Bukankah ini hari senin! Kenapa Om tidak ke kantor," gumamnya.
Padahal Alex memang sengaja berangkat nanti siang ke kantor karena ingin menemani istrinya, jujur saja entah kenapa hatinya merasa khawatir setelah kejadian kemarin.
*
*
Sekarang Tiara sudah berada di meja makan di temani Alex, Tiara heran kenapa Alex juga ikut duduk di meja makan.
"Om juga belum sarapan?" tanyanya polos.
__ADS_1
Alex mengangkat sebelah alisnya mendengar pertanyaan Tiara. "Aku sudah mempunyai istri, mana mungkin aku makan sendirian," sahutnya.
Deg.
Tiara tiba-tiba merasakan ada yang berdesir di hatinya, mendengar bahwa Alex mengakui dirinya sebagai Istri padahal memang nyatanya benar.
"Ayo cepat siapkan makananku aku sudah lapar," ucap Alex yang membuyarkan lamunan Tiara.
"I-iya Om," segera Tiara mengambilkan nasi dan beberapa lauk pauk ke dalam piring Alex.
"Terima kasih," ucap Alex saat Tiara meletakkan piring yang sudah penuh di hadapannya.
Tiara menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis membalas ucapan Alex.
Alex mencoba menerima keadaannya sekarang bahwa Tiara yang telah sah menjadi istrinya yang akan mendampingi di hidupnya.
Mereka sarapan pagi dalam diam, rasanya masih terasa canggung karena perubahan sikap Alex yang tiba-tiba.
"Sayang kamu dah bangun? Gimana keadaan tangan kamu apa masih sakit?" Tanya Mommy saat melihat Tiara dan Alex sarapan berdua.
Tiara segera menghentikan makannya saat mendengar pertanyaan Mommy. "Sudah tidak apa-apa Mom," jawab Tiara dengan tersenyum.
"Oh ya tadi Caca pagi-pagi sekali sudah pulang ke apartemen, karena tidak membawa seragam sekolahnya. Dan dia nitip salam buat kamu," ujar Mommy.
"Ya Mom," jawab Tiara.
"Uhuk, uhuk, uhuk." Ucapan Mommy sukses membuat Alex tersedak, dengan cepat Tiara memberi minum kepada Alex. "Ini."
Alex bahkan meminumnya dengan sekali teguk, sedangkan Tiara hanya menundukkan kepalanya rasanya malu sekali mendengar apa yang di ucapkan oleh Mommy.
Mommy hanya tersenyum melihat tingkah mereka berdua. "Yah sudah kalau begitu Mommy mau menemani Papa bersantai dulu di halaman belakang," setelah mengucapkan itu Mommy melenggang pergi menuju belakang mension.
Sedangkan di meja makan suasana semakin canggung setelah kepergian Mommy.
"Uhm, Om apakah boleh nanti aku ke apartemen?" Tanya Tiara untuk mencairkan suasana. "Untuk ambil seragam sekolah sama buku pelajaran," jelasnya.
"Kalau begitu nanti siang saja sekalian, aku juga mau ke kantor," ucap Alex.
"Apakah itu artinya Om akan mengantarku?" Batin Tiara, tapi Tiara hanya menganggukkan kepala sebagai persetujuannya.
*
*
Siang hari seperti ucapannya tadi Alex mengantar Tiara ke apartemen setelah tadi Riko juga datang ke mension, hari ini Alex dan Riko akan mengurus masalah Hendra di kantor polisi.
"Aku pergi ke kantor dulu, nanti sepulang dari kantor aku akan menjemputmu," ucap Alex saat sudah berada di depan pintu apartemen Tiara.
"Iya, hati-hati di jalan." Jawab Tiara, dengan ragu-ragu Tiara menggapai tangan kanan Alex dan mencium punggung tangan suaminya itu.
__ADS_1
Alex tertegun dengan apa yang di lakukan istrinya barusan.
"I-iya," jawab Alex.
Setelah mendengar jawaban Alex, Tiara segera masuk ke dalam apartemen dan menyandarkan punggungnya di balik pintu dengan memegang dadanya yang terasa mau meledak.
Begitupun Alex yang juga melihat punggung tangannya yang terdapat bekas kecupan dari istrinya, tanpa sadar sudut bibirnya terangkat ke atas.
"Ya ampun apa aku sudah gila," gumamnya saat menyadari kelakuannya, dan melenggang pergi ke tempat Riko yang menunggunya dalam mobil.
Di dalam apartemennya setelah Tiara mengirim chat pada Caca memberitahu kalau dirinya di apartemen, segera berkemas menyiapkan apa yang akan di bawahnya nanti.
"Beres," ucapnya setelah selesai merapikan baju dan bukunya, Tiara merebahkan dirinya di sofa depan televisi sambil menunggu Caca pulang sekolah.
Klek.
"Ahhhhh, Araaaaaa aku merindukanmu." Teriak Caca setelah membuka pintu apartemen Tiara.
Segera Caca menerjang tubuh Tiara yang sedang rebahan, sontak itu membuat Tiara melotot. Dengan segera Tiara mengangkat tangan kirinya ke atas sebelum Caca mendekat.
Dengan gemas Caca memeluk Tiara. "Aku merindukanmu," ucapnya setelah melepas pelukannya.
Tiara hanya tersenyum melihat kelakuan Caca yang seperti ini. "Ca baru kemarin malam kita ketemu," ucap Tiara.
Caca hanya mendengus mendengar jawaban Tiara. "Berarti kau tidak merindukan aku?" Merajuknya.
Dengan gemas Tiara mencubit pipi Caca yang tembem. "Baiklah, baiklah, aku sangat-sangat merindukanmu," ucap Tiara.
Caca hanya tersenyum lebar mendengar itu.
"Oh ya Ara ayo kita nonton drakor, tadi aku udah beli bergenre horor," ucap Caca, yang segera di angguki Tiara.
Setelah berjam-jam mereka menonton tapi drakor itu belum juga selesai, drakor yang di bintangi salah satu member 2pm.
Suasana semakin tegang apalagi hari sudah mulai menginjak malam, di dalam drakor itu ada adegan di mana ada hantu yang berpakaian seperti siswi sekolah. Dengan rambut acak-acakan, wajah pucat dan mata memerah, hantu itu mengejar lelaki tampan yang berada di situ.
Bahkan Tiara dan Caca hanya melihat dari sela jari mereka, karena kedua tangan mereka menutupi wajahnya.
Hantu itu semakin dekat, semakin dekat dan.
Blup.
Lampu apartemen tiba-tiba mati.
"Aaaaaaaahhhhhhhhhhhh," sontak saja itu membuat Tiara dan Caca teriak bersamaan.
...----------------...
Jangan lupa vote, like dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu. Aminnn .
__ADS_1