DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Persiapan Acara Tujuh Bualanan


__ADS_3

Alex yang sedari tadi menemani Zio untuk memilih beberapa makanan ringan, sejenak teralihkan perhatiannya.


Hingga beberapa saat, pandangan Alex tidak sengaja melihat istrinya sedang berbicara dengan seorang wanita. Wanita yang mungkin seumuran dengannya. Ia penasaran dengan siapa istrinya berbicara, karena selama ini istrinya tidak mempunyai teman perempuan selain Caca.


"Deddy," panggil Zio. Karena sedari tadi ia memanggilnya namun Alex tidak menyahutinya.


Panggilan Zio seketika mengurungkan niat Alex yang tadi ingin menghampiri istrinya. Kemudian menoleh ke arah Zio yang sekarang sedang menatapnya dengan membawa beberapa snack di tangannya. "Ada apa?"


"Daddy, Zio boleh ambil ini semua?" Menunjukkan lima snack yang di tangannya, bahkan Zio kesulitan untuk membawa dengan tangan mungilnya hingga harus dia peluk.


"No," sahut Alex cepat. Karena itu terlalu banyak untuk Zio, apalagi yang di ambil Zio semuanya berukuran besar. "Dua, saja Zio. Nanti kamu akan sakit perut jika terlalu banyak memakannya." tegas Alex.


Zio seketika mengerucutkan bibirnya, karena tadi Zio berharap Daddy-nya akan membolehkannya. Apalagi semua yang di pilihnya adalah rasa yang sangat enak menurut Zio.


"Zio, dua atau tidak sama sekali." Alex memberikan pilihan pada putranya, karena masih saja memeluk cemilan yang diinginkannya.


Dengan berat hati Zio meletakkan kembali ke tempatnya semula, dan seperti yang di ucapkan Daddy-nya, Zio hanya membawa dua snack.


"Ya sudah, ayo kita taruh di troli." Alex berjalan di belakang Zio.


Pengunjung di supermarket itu tak sedikit yang mencuri pandang ke arah Alex. Apalagi kalau bukan karena ketampanannya, apalagi melihat si kecil Zio yang juga begitu tampan dan menggemaskan. Pasti itu karena menurun dari ayahnya, pikir mereka.


Saat Alex sudah berada di samping istrinya, ternyata wanita tadi yang sempat di lihatnya ternyata sudah tidak ada. "Sayang," panggilnya.


Tiara yang terlalu fokus dengan apa yang di lihatnya, sedikit terkejut saat mendengar suara suaminya. Dan membuatnya seketika menoleh. "Mas."


"Siapa wanita tadi?" Alex yang masih penasaran.


"Aku sendiri juga tidak tahu, tadi dia tidak sengaja menyenggol troli milikku," jelasnya.


"Oh ...."


Pandangan Tiara kemudian beralih pada putranya yang telah memasukkan cemilan pada trolinya. "Sayang, apa hanya itu?"


Baru saja Zio akan membuka suara untuk menjawab pertanyaan Maminya, tapi lebih dulu Alex menjawabnya.

__ADS_1


"Zio tidak boleh memakan makanan yang mengandung penyedap terlalu banyak, tidak sehat." Selanya, dengan ekor matanya melirik ke arah Zio yang lagi-lagi mengerucutkan bibirnya.


Zio sendiri tadi sempat merasa senang dengan pertanyaan Maminya, dan berniat mengambil beberapa lagi. Tapi mendengar perkataan Daddy-nya seketika mengurungkan niatnya.


Tiara sekarang tau mengapa putranya itu hanya mengambil dua bungkus cemilan. "Uhm ... sayang, bagaimana nanti Mami buatkan sendiri saja di panti." ucap Tiara mencoba mengurangi rasa kecewa putranya.


Zio yang tadinya cemberut sekarang ada senyuman manis yang menghiasi bibirnya. "Yang banyak, Mami!"


"Tentu, apalagi untuk anak Mami yang paling tampan." Senyum Zio semakin lebar setelah Tiara mengiyakan permintaanya.


Setelah di rasa apa yang di perlukan sudah masuk ke dalam troli, mereka segera melakukan pembayaran dan melanjutkan perjalanan menuju panti.


Di dalam mobil Zio tak berhenti berceloteh, membayangkan di sana dia akan mendapatkan teman sebayanya. Tapi tidak lama suara pria kecil itu semakin lama semakin menguap di udara, dan benar saja Zio mulai mengantuk. Padahal matahari belum berada di tengah.


"Kalian baru tiba!!" Mommy dan Bunda Dilla menyambut kedatangan mereka.


"Tadi sempat mampir ke supermarket Mom, Bun." Jawab Tiara saat baru turun dari mobil, dan segera memeluk kedua wanita paruh baya itu. Dari belakang Alex menyusul dengan Zio yang berada di gendongannya sedang terlelap dalam tidurnya, kemudian mencium punggung tangan Bunda Dilla.


"Apa ini Zio?" Bunda Dilla mengusap kepala Zio dengan lembut.


"Iya, Bun. Ini Zio," sahut Alex.


"Zio tertidur?" Mommy melihat cucunya yang tidak bergerak di gendongan Alex.


"Iya, tadi di mobil Zio tertidur setelah kelelahan berceloteh." Tiara sedikit terkekeh mengingat kembali bagaimana Zio tiba-tiba begitu saja tertidur saat di mobil tadi.


"Ya sudah, ayo masuk. Tidurkan Zio di kamar, kasihan nanti dia tidak nyaman terlalu lama tidur dengan posisi seperti itu," ajak Bunda. Yang kemudian masuk ke dalam panti dan menunjukkan kamar untuk Zio.


Awal Tiara datang tadi sempat terkejut melihat keadaan panti yang sekarang bangunannya lebih besar dan tertata lebih rapi. Kata Alex, Mommy lah yang merenovasi panti asuhan itu. Karena tahu bahwa menantunya sangat menyayangi penghuni panti. Dan Tiara bersyukur akan hal itu, bahwa ia di kelilingi oleh orang-orang yang sangat menyayanginya.


Tak lama, para pengurus untuk acara tujuh bulanannya telah datang. Mereka semua di datangkan oleh Mommy untuk di percaya menyiapkan segalanya.


Karena semua orang melarang Tiara untuk membantu persiapan, akhirnya Tiara memilih untuk ke dapur membuat cemilan. Seperti apa yang di janjikan tadi kepada putranya, mumpung Zio masih tertidur.


***

__ADS_1


Di rumah Rey.


Caca sedari tadi terus saja menggerutu kepada suaminya, bagaimana tidak. Ternyata Rey tidak jauh beda dengan Alex yang terlambat bangun. Tapi Rey lebih parah di bandingkan Alex, karena mata Rey tidak mau terbuka. Ia sampai di rumah jam 04.30 dan langsung tertidur di kamarnya.


Karena sampai jam 08.00 Caca tidak melihat keberadaan suaminya di meja makan, ia memutuskan ke kamarnya. Dan benar saja, Rey masih nyaman memeluk guling nya itu.


Beberapakali Caca membangunkan, tetap saja Rey tidak membuka matanya. Bahkan saat Caca memaksanya ke kamar mandi, dan hasilnya tetap sama. Rey tertidur di bathub.


Hingga akhirnya Caca dan Rey berangkat ke panti asuhan pukul 15.00. Karena Rey baru bangun pukul 14.00. Sungguh menyebalkan Rey itu.


Sedangkan Mama Mona memutuskan baru besok menyusul mereka ke panti. Karena hari ini harus ke pabrik.


Tak lama mobil yang di kendarai Rey memasuki halaman panti. "Mommy, Bunda." Teriak Caca tatkala melihat keberadaan mereka yang sedang membawa makanan untuk para pekerja.


"Sayang, jangan berlari." Mommy sedikit ngeri ketika melihat Caca yang turun dari mobil kemudian berlari menghampirinya. Setelah meletakkan nampan Mommy kemudian memeluk putri cantiknya itu.


"Kamu ini. Apa kamu lupa kalau sedang hamil?" Mommy yang gemas mencubit pipi tembem Caca.


Caca hanya tersenyum. "Caca lupa Mom," karena kenyataanya Caca sering lupa kalau sekarang di dalam rahimnya sedang tumbuh buah cintanya dengan sang suami.


"Loh, kamu juga hamil?" Bunda yang terkejut setelah mendengar ucapan Mommy Jessy.


Caca segera beralih pada Bunda dan memeluknya. "Maaf, Bunda. Caca lupa memberitahu Bunda," ujar Caca merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa, Nak. Yang penting sekarang kamu harus menjaganya agar dia tumbuh sehat," nasehat Bunda dengan menepuk pelan punggung Caca.


"Tentu, Bunda.


*


*


*


Jangan lupa vote, like dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu. Aminnn.

__ADS_1


__ADS_2