DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Makan Siang


__ADS_3

Tiara masih dengan keterkejutan nya setelah membaca pesan yang masuk, pesan dari Mommy yang mengatakan Alex akan datang ke sana untuk mengantarkan makan siang.


"Duh bagaimana ini!" gumamnya, sebenarnya Tiara takut bila harus bertemu dengan Alex karena sikapnya yang tak pernah baik padanya.


*


*


Saat siang hari tiba ternyata Tiara sedang tertidur di sofa ruang tengah depan televisi.


Klek.


Pintu apartemen terbuka menampilkan sosok Alex yang tampan dan masih terbalut jas mahalnya, dan membawa beberapa bungkus makanan di tangannya.


Semenjak Alex sudah pernah menerobos ke apartemen Tiara maka dia pikir untuk apa dia menekan bel, toh dia sudah tau pasword-nya.


Setelah mengedarkan pandangannya Alex tak menemui apa yang di carinya.


"Di mana Mommy?" gumamnya, dia meneruskan langkahnya hingga keruang tengah dan menemukan Tiara yang sedang tertidur pulas.


Alex tertegun melihat pemandangan indah di depannya, bagaimana tidak melihat Tiara hanya mengenakan kaos kebesaran yang panjangnya di bawah bokong, memperlihatkan paha putihnya dan rambut di cepol yang memperlihatkan leher jenjangnya yang mulus.


Gleg.


Alex menelan ludahnya kasar tapi dia segera mengembalikan kesadarannya, Alex dengan sengaja menaruh makanan yang ada di tangannya ke atas meja dengan keras.


Brak.


Seketika Tiara langsung bangun dari tidurnya. "Ya ampun Caca kenapa sih! Berisik tau nggak." ucapnya dengan mata yang masih setengah terpejam.


Alex segera menyentil dahi Tiara agar segera sadar.


Pletak.


"Ouch."


Pekik Tiara yang merasakan panas di keningnya. Kesadaran tadi yang hanya setengah kini sudah kembali sempurna.


"Di mana Mommy?" tanya Alex datar.


"Mommy!" gumam Tiara mengulangi pertanyaan Alex.


Flashback On


Saat hari menjelang siang Alex masih terngiang percakapannya dengan sang Mommy tadi pagi.


kring


Kring


Tiba-tiba ponsel yang ada di saku kemejanya berdering. Saat di lihatnya ternyata yang menghubunginya adalah Mommy.


"Halo Mom!" sapa Alex.


("")


"Kenapa tidak menyuruh supir saja!" jawabnya dengan nada yang sedikit kesal.


("")

__ADS_1


"Baiklah, baiklah akan aku belikan. Mommy tunggu saja di sana," akhirnya Alex mengalah dengan sang Mommy yang ingin di belikan masakan khas Jepang di sebelah perusahaanya, dan menyuruhnya mengantarkan ke apartemen Tiara karena Mommy sedang berada di sana.


Flashback Off


"Tapi Mommy tidak ada di sini," ucap Tiara.


Alex mengerutkan dahinya, "Benarkah?" Dengan sedikit tidak percaya.


"I-iya, tadi Mommy hanya kirim pesan kalau Om akan mengantarkan makan siang kemari." jelasnya.


"Ck," decak Alex, yang sekarang baru tersadar bahwa dirinya telah di kerjai oleh Mommy.


Alex kemudian menjatuhkan tubuhnya di sofa tempat Tiara tidur. "Ambilkan minum," perintahnya kepada Tiara yang masih berdiri di depannya. Bahkan Alex sekarang seperti majikan di apartemen Tiara.


Tiara yang takut dengan Alex hanya menuruti perintahnya. "Baik." jawabnya.


Tidak lama Tiara kembali dengan segelas air putih dingin di tangannya dan menyodorkannya kepada Alex. "Ini."


Alex yang melihat hanya segelas air putih, langsung menatap Tiara tajam. "Apakah tidak ada yang lain?" tanyanya.


"Ma--"


"Oh, Aku lupa. Kamu kan hanya gadis miskin yang kebetulan bisa tinggal di apartemen mewah," selah Alex dengan ejekannya.


Tiara hanya bisa meremas baju yang ada di pinggangnya, menyalurkan rasa kekesalannya terhadap pria yang bermulut pedas di depannya.


tidak lama kemudian.


Brak.


Suara pintu terbuka dengan keran menampilkan gadis Cantik dengan teriakannya yang cempreng.


"Ara ...."


"Ara ...."


"Huh," terkejut Caca mendapati Alex yang ada di situ.


"Om ada di sini?" tanya Caca kemudian.


Tapi bukanya menjawab Alex malah berdiri dan melenggang pergi begitu saja dari apartemen Tiara.


"Ra kenapa Om ada di sini?" tanya Caca kepada Tiara yang tadi pertanyaannya tidak di jawab oleh Alex.


Tiara hanya mengedikkan bahu. "Entahlah, katanya tadi di suruh Mommy untuk nganterin makanan, tuh." Mengedikkan dagunya ke arah makanan yang tergeletak di atas meja.


Mata Caca sontak langsung berbinar melihat makanan khas Jepang itu. "Ayok makan," ajaknya semangat.


Sedangkan Tiara hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Caca.


Di sela-sela acara makan Tiara dan Caca.


"Ca tumben pulang siang?" tanya Tiara.


"Iya gurunya tadi ada rapat dadakan," jawabnya dengan mengunyah makan yang ada pada mulutnya.


Tiara hanya menganggukkan kepalanya. "Oh ya Ca, aku dah berhenti kerja." beritahunya.


"Kenapa?" tanya Caca heran.

__ADS_1


"Gak kenapa-kenapa, cuma lagi pengen nemenin kamu aja nonton drakor." kelakarnya.


Caca yang mendengar jawaban Tiara, sontak langsung berhambur memeluknya, rasa bahagia benar-benar terpancar di wajahnya.


*


*


Di mension terlihat Mommy yang antusias menceritakan kejadian kemarin kepada Papa Nathan yang baru saja tiba.


"Apa Mommy benar-benar senang jika rencana Mommy akan berhasil?" tanya Papa.


"Tentu saja, bahkan Mommy sudah jatuh hati kepadanya saat baru melihat fotonya dari Riko." ujarnya dengan semangat.


Deru suara mobil terdengar memasuki halaman mansion, Alex keluar dari Lamborgini kesayangannya.


Alex memutuskan untuk pulang, karena dia sudah tidak semangat lagi ke perusahaan setelah tadi dirinya di kerjai Mommy.


"Mom, Pa ...." sapa nya saat melihat orang tuanya berada di ruang tengah. Alex segera memeluk papa lelaki paruh baya yang masih terlihat tampan itu, bahkan masih pantas jika di sebut kakak Alex.


"Kapan Papa tiba?" tanya-nya.


Mommy yang berada di antara 2 lelaki tampan itu kesal karena terabaikan, Mommy hanya mencebikkan bibirnya.


"Ha, ha, ha, ha." Tawa Alex dan Papa bersamaan setelah melihat wajah merajuk Mommy.


Mommy yang kesal melihat tingkah kedua lelakinya yang menertawakannya langsung bergegas menuju kamarnya dan meninggalkan mereka.


Alex dan Papa hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Mommy, meskipun usianya yang tak lagi mudah tapi Mommy sering kali merajuk dengan hal-hal kecil.


Setelah puas menertawakan Mommy kini mereka duduk bersantai di halaman belakang mension di temani 2 cangkir teh hijau hangat.


"Kapan Papa datang?" tanya Alex ulang dengan menyesap teh hijau yang ada di tangannya.


"Baru saja," jawabnya.


"Tumben Mommy kemarin tidak ikut Papa?" tanya-nya lagi.


"Oh ... itu, entahlah katanya Mommy hanya ingin menginap di sini." jawab Papa. Papa sebenarnya sudah di beritahu Mommy kalau alasan Mommy menginap di mansion karena di tinggal Papa keluar dengan temanya.


"Hmm ...." Jawab Alex.


*


*


Di sore hari Andien bersiap untuk pulang dari kantor, yah, hari ini Papa menyuruhnya untuk masuk kerja karena ada mama Astrid yang masih bisa menjaganya. Sebenarnya Andien tidak mau tapi setelah di bujuk akhirnya dia mau.


Saat akan memasuki mobilnya ada yang menepuk lembut bahunya, sontak Andien menoleh dengan dada yang berdebar karena terkejut.


"Mas Anton kok ada di sini?" Heran Andien. Karena arah kantor Andien dan Anton berlawanan.


Anton hanya tersenyum tampan. "Mau jemput istri Mas pulang," jawabnya.


Andien yang mendengar kata istri dari bibir Anton, membuat kedua pipinya bersemu merah.


Anton yang melihat ekspresi Andien yang terlihat lucu, langsung mengusap kepala andien. "Kamu terlihat menggemaskan kalau begini," ucapnya kemudian.


Setelah mengucapkan itu Anton menggenggam tangan Andien untuk menuju ke mobilnya, dan mobil Andien akan di tinggal di kantor. Mereka akan menuju ke rumah sakit untuk menengok Pak Teguh sebelum memutuskan pulang ke rumah Anton. Sejak setelah menikah Andien memutuskan untuk tinggal di rumah Anton yang berlantai 2 itu.

__ADS_1


...----------------...


...Jangan lupa vote, like dan komen. Semoga sehat selalu. Amin......


__ADS_2