DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Penyesalan


__ADS_3

Flashback On


1 Bulan yang lalu.


Sesudah Andrian mengantarkan Tiara pulang ke mansion, Andrian kembali ke perusahaan karena ada sesuatu yang tertinggal.


Setelah selesai, Andrian melajukan mobilnya menuju rumah. Tapi saat melintasi kawasan apartemen elit, dari kejauhan Andrian melihat dua gadis di pinggir jalan yang sepertinya ia kenal. Apalagi dia melihat jas yang di kenakan salah satu dari gadis itu. "Bukankah, itu jas milikku yang ku berikan pada Tiara tadi," gumam Andrian.


Mobil Alex menepi di dekat dua gadis itu berada, dan segerah turun dari mobil untuk menghampirinya. Ternyata benar, gadis yang di tolong Andrian tadi. "Ada apa?" Tanya Alex, yang melihat Tiara seperti menahan sakit.


Caca seketika menoleh ke arah Andrian. "T-tuan tolong bantu teman saya," ucap Caca gemetar dan menangis.


Caca begitu panik melihat Tiara yang kesakitan.


"Ayo kita ke rumah sakit kalau begitu," ucap Andrian dan langsung menggendong Tiara masuk dalam mobilnya.


Andrian yang mengemudikan mobil sedikit ikut panik, karena di kursi penumpang belakang Caca sedari tadi menangis tidak berhenti dan Tiara yang mengerang kesakitan.


Sesaat kemudian mobil Alex sudah sampai di rumah sakit, dan Tiara segera di tangani di IGD.


Caca dan Andrian menunggu di kursi tunggu dengan cemas, karena Dokter belum juga keluar dari IGD.


20 menit kemudian Dokter keluar dari IGD, dan langsung di hampiri Caca juga Andrian. "Dokter, bagaimana keadaan teman saya?" Tanya Caca.


"Untung teman kamu cepat di bawah kemari. Kalau tidak bisa berbahaya untuk kandungannya," jelas Dokter.


Caca seketika menutup mulutnya yang ternganga dengan kedua tangannya, rasanya tidak percaya kalau Tiara hamil.


Begitupun Andrian yang terkejut dengan penuturan Dokter.


"Usia kandungannya tiga minggu, masih sangat muda dan juga usia ibunya. Jadi di harapkan ibu-nya jangan terlalu banyak pikiran biar tidak terjadi kontraksi atau keram, kalau kontraksi itu tidak cepat di tangani bisa terjadi pendarahan dan itu sangat berbahaya bisa berakibat fatal pada janin dan nyawa ibunya," jelas Dokter.


Caca masih terdiam, dirinya memang benar-benar terkejut dengan kejadian yang di alaminya.


"Lalu harus bagaimana Dokter," Tanya Andrian.


Dokter seketika mengarahkan pandanganya pada Andrian. "Untuk malam ini pasien biar di rawat dulu di sini, untuk memantau kembali keadaanya. Kalau sudah tidak terjadi kontraksi lagi, besok pagi boleh pulang," jelas Dokter.


Andrian menganggukkan kepala mendengar penjelasan Dokter.


"Apa anda suaminya?" Tanya Dokter pada Andrian.


Andrian menggelengkan kepalanya dengan tersenyum kaku. "Saya teman suaminya," ujar Andrian.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, pasien sebentar lagi akan di pindahkan di ruang rawat. Kalau begitu saya permisi dulu," pamit Dokter dan berlalu dari sana.


***


Tiara sudah di pindahkan keruang rawat. Tiara terbaring lemah di ranjang rumah sakit dengan wajah yang pucat dan infus yang tertancap di tangan kirinya.


Sedari tadi Tiara masih terlelap, sejak di pindahkan ke ruang rawat.


"Ra, aku nggak nyangka kalau aku bakalan jadi aunty," ucap Caca yang duduk di kursi sebelah ranjang Tiara. Ada kebahagiaan saat mengetahui Tiara hamil, tapi juga ada kesedihan. Di mana beberapa jam yang lalu Tiara dan Alex yang bertengkar hebat, hingga akhirnya Tiara pergi meninggalkan mansion. Lalu bagaimana nasib ponakannya jika kedua orang tuanya berpisah.


Caca tidak bisa membayangkan itu, karena Caca sendiri sudah mengalaminya. Sungguh sakit rasanya sebagai anak, apalagi setelah berpisah orang tua-nya tidak ada yang peduli dengan dirinya.


Caca mengusap cairan bening yang lolos begitu saja dari matanya.


Klek.


Pintu ruang rawat Tiara terbuka dari luar, Caca seketika menoleh pada seseorang yang baru masuk itu. Ternyata Andrian yang masuk setelah tadi menyelesaikan administrasinya.


"Apa dia belum sadar?" tanya Andrian.


Caca menggelengkan kepalanya. "Belum," lirih Caca dengan menatap ke arah Tiara yang masih terpejam.


Andrian menghembuskan nafasnya pelan. Andrian juga menatap ke arah Tiara yang masih terlelap, sebenarnya masih banyak pertanyaan di otaknya. Lalu menoleh ke arah Caca. "Apakah kita bisa bicara sebentar!" ujar Andrian.


Dan sekarang Caca dan Andrian sedang duduk di kursi tunggu depan ruang rawat Tiara.


"Sebenarnya hubungan Alex dan Tiara apa?" Tanya Andrian pada Caca. Pertanyaan itu yang sedari tadi mengganggu pikirannya.


Caca menghembuskan nafasnya pelan. "Om Alex dan Tiara itu, mereka suami istri," lirih Caca.


"Huh." Rasanya Andrian salah mendengarkan ucapan Caca, bagaimana mungkin. Tiara bahkan masih sekolah, pikirnya. Andrian bahkan awalnya menyangka Tiara hanya sepupu jauh Alex.


"Mereka sudah menikah sekitar lima bulan yang lalu," jelas Caca saat melihat raut wajah Andrian yang kebingungan. "Mereka di jodohkan Mommy Jessy," imbuh Caca.


Andrian mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar penuturan Caca. "Lalu kenapa kalian tadi ada di sana? Padahal aku tadi sudah mengantarkan temanmu ke mansion Alex," tanya Andrian.


Deg.


"Apa gara-gara ini, yang membuat Tiara dan Om Alex bertengkar tadi," batin Caca.


"Oh, tadi Tiara hanya ingin menginap di apartemenku. Tapi ketika turun dari taksi Tiara tiba-tiba mengeluh sakit," elak Caca. Meskipun sakit-nya Tiara adalah benar.


Hingga beberapa saat hanya ada keheningan di antara mereka.

__ADS_1


"Uhm ... saya mau masuk ke dalam dulu, dan mau mengabari Om Alex," ucap Caca. Seraya bangun dari duduknya.


Andrian juga ikut berdiri. "Ya sudah kalau begitu aku juga mau pulang," pamit Andrian. Andrian menyadari hubungannya dengan Alex tidak terlalu baik jadi dia tidak mau membuat keributan.


"Terima kasih," ucap Caca sebelum Andrian pergi.


"It's ok," kemudian berlalu dari sana.


***


Pagi harinya Andrian berniat mengunjungi Tiara di rumah sakit, untuk memastikan keadaan Tiara.


Meskipun di sana juga pasti sudah ada Alex yang menjaganya, pikir Andrian.


Klek.


Andrian masuk kamar yang di tempati Tiara kemarin malam. Andrian menautkan kedua alisnya saat melihat ruang rawat Tiara sudah kosong, dan ranjangnya sudah rapi.


Andrian mengedarkan pandangan-nya ke seluruh ruangan itu, tapi tetap tidak menemukan siapa-siapa.


"Kemana mereka, apa mereka sudah pulang?" Gumam Andrian.


Hingga Andrian memutuskan untuk bertanya pada perawat yang kebetulan lewat. "Maaf suster, apakah pasien yang berada di kamar ini sudah pulang?" tanya Andrian.


"Oh ... sudah, baru saja," sahut perawat itu.


"Terima kasih kalau begitu," ucap Andrian.


"Mungkin Alex yang membawanya pulang cepat-cepat, agar tidak bisa lagi bertemu denganku," gumam Andrian dengan tersenyum sinis.


Hingga akhirnya Andrian memutuskan pergi dari sana.


Flashback Off


Sekarang Alex dan Andrian berada di ruang vip restoran jepang yang tidak jauh dari kantor Alex.


Tubuh Alex melemas seketika setelah mendengar penjelasan Andrian.


"Sayang, sungguh maafkan aku!" lirih Alex dengan mata yang berkaca -kaca. "Sungguh aku adalah suami dan ayah yang buruk," ucap Alex dengan penuh penyesalan.


Sedangkan Andrian menatap Alex iba, tapi dirinya sendiri juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu. Aminn 😊


__ADS_2