DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Bercocok tanam


__ADS_3

Di dinginnya udara pada tengah malam itu, sepasang manusia yang sama-sama polos setelah aksi pergulatannya masih betah bergulung di bawah selimut.


"Sayang, tumben sekali jam segini El masih belum bangun?" Alex yang baru menyadarinya. Karena biasanya jam segini bayi tampan itu akan mengajaknya begadang.


"El sedang bersama pengasuhnya, Mas." jawab Tiara yang masih berada di pelukan suaminya. Ia merasakan tubuhnya sangat lelah, apalagi setelah mencapai pelepasannya sebanyak dua kali.


"Huh." Alex segera melepas pelukannya untuk memberi jarak. "Sejak kapan?"


"Sebelum Mas masuk ke kamar," jawabnya tanpa sadar. Bahkan matanya nyaris terpejam.


"Benarkah?" Alex yang masih tidak percaya.


"Hm." Tiara menganggukkan kepalanya tanpa melihat ke arah suaminya.


Hingga di detik berikutnya ada senyuman di bibir Alex. "Jadi kamu sudah merencanakannya?"


Lagi-lagi Tiara menganggukkan kepalanya tanpa sadar. Dan itu semakin membuat senyuman Alex semakin lebar.


Sesaat kemudian mata Tiara terbuka seketika, saat menyadari kebodohannya. Dan ia melihat suaminya yang kini tersenyum penuh arti. "Maksudku a-aku bukan begitu," jelasnya dengan gugup.


"Sayang, justru aku menyukainya jika kamu memiliki inisiatif seperti ini. Dan aku dengan senang hati akan mengabulkannya," Alex yang dengan segera beranjak dan mengungkung kembali tubuh istrinya.


"M-mas, tapi aku masih lelah." Tiara yang mencoba bernegosiasi. Jujur memang tubuhnya masih lelah, keringatnya saja baru mengering. Dan kini suaminya itu ingin memulainya kembali.


"Tenanglah, biar aku saja yang bekerja dan kamu yang menikmatinya."


"Engh," lenguh Tiara saat Alex yang tiba-tiba memasukinya begitu saja. Dan di detik berikutnya mereka mengulangi kembali untuk menikmati malam panas mereka.


***


Pagi hari El sudah tampan dan rapi, begitupun dengan Zio yang bersiap untuk memulai sarapan.


"Mom, di mana anak-anak?" tanya Papa Nathan yang belum mengetahui rencana Mommy. Dan sekarang di meja makan tidak ada Tiara dan Alex.


"Oh... mereka, mungkin masih tidur." Mommy yang menjawabnya seraya mengambilkan makanan untuk Zio.


"Tumben!" heran Papa. Karena menantunya itu tidak pernah bangun kesiangan.


"Mungkin karena --"


"Selamat pagi," sela Alex dan langsung duduk di samping Zio. Tidak lupa memberikan satu kecupan untuk El yang berada di gendongan pengasuhnya.

__ADS_1


Pagi ini Alex terlihat segar, tetapi tidak seperti biasanya. Karena pagi ini ia memakai pakaian santai tidak memakai jas yang biasa ia kenakan saat bekerja.


"Apa kamu tidak pergi ke kantor, lalu di mana istri kamu?" tanya Papa.


"Oh, itu... Tiara masih tidur Pa." Alex yang tersenyum kaku.


"Apa kalian bercocok tanam sampai pagi?" sahut Mommy.


Terang saja semua mata di meja makan segera mengarah ke Mommy yang masih belum menyadari pertanyaannya.


"Apa ada yang salah?" Mommy yang heran melihat pandangan mata mereka.


"Apa Daddy dan Mami sedang menanam pohon?" Zio yang ikut penasaran.


Mata Alex seketika menatap tajam ke arah Mommy, bisa-bisanya Mommy bertanya hal seperti itu di depan Zio.


Padahal memang benar apa yang di tanyakan Mommy. Alex mengajak Tiara menikmati malam panas mereka hingga jam empat subuh. Dan akhirnya istrinya itu benar-benar kelelahan hingga tidak menyadari jika pagi sudah tiba.


"Iya, Daddy dan Mami menanam bunga kemarin malam." jawab Alex.


"Kenapa malam-malam Dad?"


"Zio, habiskan sarapan mu. Nanti kamu terlambat sekolah," Papa yang menginterupsi. Jika di biarkan terus menerus cucunya itu akan menanyakan hal yang membuatnya penasaran.


"Baik Opa," Zio kemudian melanjutkan sarapannya. Sedangkan Mommy hanya tersenyum ketika Papa Nathan menatapnya.


***


Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi, tapi wanita cantik itu masih nyaman dengan tidurnya.


Tak lama kemudian ia menggeliat, merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku dan tubuhnya yang terasa remuk.


Matanya mengerjap hingga tertuju pada jam yang menempel di dinding kamar nya. "Ya ampun aku kesiangan." Pekiknya, kemudian berlari ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri.


Hingga beberapa saat Tiara sudah rapi, dan berniat untuk menemui El.


Klek.


"Kamu sudah bangun?" Alex datang dengan membawa nampan yang berisi makanan. "Sarapan lah dulu."


Tiara segera mendekat dan mendudukkan dirinya di sebelah suaminya. "Tapi aku belum melihat El."

__ADS_1


"El sudah tidur, dan sekarang bersama Mommy. " Alex segera menyendokkan nasi beserta lauk untuk ia suap kan.


"Mas, aku bisa makan sendiri." Tiara mencoba mengambil alih makanan itu tapi Alex tidak membiarkannya.


"Aku ingin menyuapi mu," tegasnya. Dan akhirnya Alex lah pemenangnya. Hingga makanan di piring habis tak tersisa. "Nah, setelah ini kamu akan kuat jika kita berolahraga di atas ranjang." Alex tersenyum penuh arti.


Mata Tiara mendengar penuturan suaminya. Apa Alex tidak merasakan capek seperti yang di alaminya hingga sekarang? Sungguh luar biasa suaminya itu jika urusan ranjang.


Alex segera meletakkan nampan yang berisi piring kotor itu di atas meja kecil samping sofa. "Ayo kita mulai, mumpung El sedang tidur dan Zio belum pulang sekolah." ujarnya dan langsung mendorong tubuh Tiara hingga berbaring. "Kita coba di sofa, mungkin akan lebih seru."


"Tapi, ummpphh." Belum sempat Tiara menolak, bibirnya sudah di bungkam oleh Alex dengan ciuman panas.


Tangan Alex dengan lincah sudah melucuti pakaian yang Tiara kenakan, hingga hanya menyisakan dalaman bewarna senada. "Kamu semakin ****, sayang." Mata Alex yang menelusuri tubuh indah di hadapannya. Sedangkan Tiara yang tadinya menolak sekarang sudah mulai terbawa arus yang di ciptakan oleh suaminya. Apalagi sekarang pipinya merona mendengar pujian dari suaminya, dan itu semakin membuat Alex tidak tahan untuk segera menerkamnya.


Dengan melanjutkan ciuman panasnya, tangan Alex menarik penutup dua bulatan itu ke bawah tanpa melepaskan pengaitnya. Sehingga membuat bulatan itu semakin menantang, apalagi nip*le pink itu sekarang sudah mengeras. Menandakan sangat empunya sudah terbakar gairah.


Mulut Alex dengan rakus melahapnya dengan bergantian.


"Ahh," satu ******* keluar dari mulut Tiara. Rasanya sungguh pandai suaminya itu membuat suara desahannya keluar begitu saja.


Tangan Alex pun tak tinggal diam, salah satu tangannya meremas salah satu bulatan itu. Dan satunya menyelinap di antara kedua paha Tiara.


"Akh," Tiara tersentak saat merasakan dua jari kekar suaminya masuk begitu saja ke dalam intinya. Mengobrak abrik di dalam sana tanpa peduli pemiliknya yang tersiksa kaan kenikmatan itu.


Hingga beberapa saat, Alex menyudahi permainan tangannya. Karena ia tak mau terlalu lama hanya dengan pemanasan, bisa-bisa pangeran kecilnya akan terbangun dan memberhentikan permainannya di tengah jalan.


Secepat kilat Alex melepaskan pakaiannya dan melepas kain penutup inti Tiara. "Sayang, kita coba sensasi baru." Alex membalikkan tubuh Tiara dan membungkukkannya hingga tangan Tiara bertumpu pada kursi.


"Ahh," mata Tiara terpejam merasakan suaminya dengan tiba-tiba memasukinya dari dari belakang. Rasanya sungguh luar biasa, dan Tiara merasa benda itu masuk cukup dalam.


Hentakan demi hentakan Alex berikan, bahkan tangannya dengan gemas mempermainkan dua bulatan yang menggantung indah.


Di menit berikutnya, Alex sudah merasakan phyton terhimpit dinding lembab itu semakin rapat. Hingga memacunya lebih cepat.


Di detik berikutnya, Alex menghentak dengan keras dan dalam. Saat ia dan Tiara sudah mencapai pelepasan, kemudian.


Hening.


...----------------...


Jangan lupa berikan dukungannya ya, vote, like dan komen. Terima kasih ☺.

__ADS_1


__ADS_2