DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Setengah Tegak Berdiri


__ADS_3

"Uncle!" Ucap Caca terkejut.


Caca heran melihat Rey yang pagi-pagi sudah berada di fila, padahal dirinya juga tidak memberitahunya.


Setelah turun dari mobil, Rey berjalan menghampiri Caca yang berada di ambang pintu.


"Hai," sapa Rey.


"Uncle kenapa bisa berada di sini?"


"Oh ... gue hanya sedang butuh liburan," elaknya dengan tersenyum kaku.


Sedangkan Caca hanya memicingkan matanya menatap Rey untuk mencari kebenaran.


Flasback On


Rey dengan langkah gontai masuk ke dalam rumah, rasanya tubuh Rey benar-benar remuk.


Hari ini pekerjaan Rey di pabrik sangat padat, pesanan pada pabrik makanan-nya sedang meningkat pesat. Apalagi jika di akhir bulan seperti ini harus mengecek beberapa laporan dari cabang pabrik lainya.


Saat sudah berada di kamar, Rey melempar ponsel, dompet di atas ranjang. Dan melepas jam mahal yang melingkar di pergelangan tangannya kemudian dia taruh di atas nakas.


Rey memutuskan untuk segera membersihkan diri di kamar mandi. "Hhaa ...." Rey menghembuskan nafasnya saat air mengguyur tubuhnya.


Hingga lima belas menit kemudian, Rey keluar dari kamar mandi setelah menyelesaikan acara mandi-nya.


Rey hanya mengenakan bokser dan berjalan ke arah ranjang, setelah itu merebahkan dirinya. Rey menggapai ponsel yang beberapa saat lalu berdering, menandakan pesan masuk.


💌 Gue mau ke **vi**la, apa lo nggak mau nyusul?


Ternyata pesan dari Alex.


"Ck, malem-malem ke vila. Kurang kerjaan," gerutu Rey.


Rey segera membalas pesan Alex, mengatakan kalau dirinya malas untuk pergi. Setelah membalas pesan Alex, Rey segera menaruh ponselnya di atas nakas dan merebahkan tubuhnya. Tidak butuh waktu lama sudah terdengar dengkuran halus.


Pukul 03.30 Rey menggeliat dalam tidurnya, matanya mengerjab beberapa kali, tenggorokannya tiba-tiba terasa kering.


Ekor matanya melirik gelas yang berada di atas nakas.


'Kosong'


"Hhahh ...." Rey menghembuskan nafasnya kasar. Dengan malas Rey beranjak dari ranjang dengan tujuan ke dapur untuk mengambil air minum dalam lemari pendingin.


Hingga beberapa saat Rey kembali ke kamar dengan sebotol air putih dingin di tangannya, saat meletakkan botol mata Rey melirik ke arah ponsel yang lampu notifikasinya menyala bewarna hijau, menandakan ada pesan masuk.


Tangannya segera menggapai benda pipih itu dan membuka pesan-nya, untuk beberapa saat matanya mengerjap saat memastikan pesan yang sudah ia buka.


Pesan gambar dari Alex.


Hingga akhirnya mata-nya membulat saat tau siapa yang berda di dalam foto itu.

__ADS_1


Foto Caca yang di gendong Tomy, terlihat foto itu di ambil Alex dari arah belakang. Karena hanya terlihat punggung kekar Tomy dan kepala Caca yang menempel pada dada bidangnya.


"****," umpat Rey.


Dengan cepat Rey mengambil kaos oblongnya dan mengambil dompet, setelah itu menuju mobil yang terparkir di garasi.


"Pak, kalau Mama tanya saya, bilang saja saya liburan dengan Alex," pesan Rey pada scurity rumah-nya. Setelah itu mobil Rey dengan cepat melaju pergi.


Scurity itu hanya menganggukkan kepalanya, setelah kepergian Rey. "Mana ada liburan jam segini! Ada-ada saja anak muda jaman sekarang," ucap scurity seraya melihat jam dinding yang berada di pos satpam.


Flashback Off.


"Uncle, apa uncle tidak kedinginan?" tanya Caca, dengan menggeser tubuhnya ke samping agar Rey masuk ke dalam vila.


Caca sendiri mendekap dirinya karena udara masih terasa begitu dingin. Bahkan saat berbicara akan keluar seperti asap putih dari mulut-nya.


"Tentu saja dingin," ucap Rey dengan melangkahkan kakinya masuk ke dalam vila. Rey sendiri juga mendekap dirinya sendiri, Rey juga heran, biasanya saat dia berkunjung ke fila Alex biasanya tak sedingin ini.


"Kalau Uncle merasa kedinginan, kenapa Uncle tidak memakai celana?" Tanya Caca.


"Huh ...." Rey segera membalikkan dirinya menghadap Caca yang berada di belakangnya. "Apa!"


"Kenapa Uncle tidak memakai celana!" ulang Caca.


Seketika Rey mengarahkan pada bagian bawahnya, dan matanya melotot sempurna saat menyadari dirinya hanya memakai bokser semalam dan kaos oblong.


"****, pantas saja sangat dingin. Bahkan di dalam sana agak semeriwing," gerutunya. Bahkan melihat ular sawah-nya setengah tegah berdiri.


"Ck, lo anak kecil, belum waktunya tau. Nanti sawan," ucap Rey. Dan berlalu pergi untuk menuju ke kamar Alex.


Caca hanya mencebikkan bibirnya. "Dasar sinting," umpat Caca.


Caca melanjutkan niatnya untuk jalan-jalan mengelilingi area vila.


Tok.


Tok.


Tok.


Rey sudah beberapa kali mengetuk pada pintu kamar yang biasa di tempati Alex, tapi belum ada tanda-tanda pintu itu di buka oleh penghuninya.


"Ck, jam segini masih aja molor," gerutunya. Rey memutuskan untuk menemui Pak Diman saja, di rumah kecil belakang fila.


Pak Diman memang tidak tidur di dalam vila, karena vila hanya khusus untuk majikanya saja. Tapi Pak diman juga di sediakan tempat tinggal di belakang vila yang masih satu kawasan.


***


"Mas ... ada yang ketuk pintu," ucap Tiara dengan suara serak khas orang bangun tidur, bahkan matanya masih terpejam. Tiara sendiri rasanya juga enggan untuk bangun, Tiara masih nyaman bergulung di bawah selimut dan semakin menyusupkan tubuh polos-nya pada pelukan hangat Alex yang juga sama-sama polos. Percintaan mereka berakhir pada jam tiga pagi, setelah Tiara merengek bahwa tubuh-nya benar-benar lelah.


"Sudah biarkan saja," ucap Alex yang lebih memilih melanjutkan tidur-nya dengan memeluk Tiara.

__ADS_1


Mungkin hanya Alex yang memikirkan bahwa ini bulan madu kecil-kecilan, bukan piknik.


***


Matahari sudah mulai sedikit meninggi, tapi udara masih tetap saja dingin.


Jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, bahkan sarapan sudah tersaji tertata rapi di atas meja makan. Istri Pak Diman sudah selesai memasak sejak tadi, tapi penghuni fila belum ada yang berkumpul di meja makan.


Hanya Tomy yang sarapan dengan Pak Diman di rumahnya.


Sedangkan Rey kembali ke salah satu kamar untuk melanjutkan tidurnya, setelah tadi hanya mendapatkan sarung dari Pak Diman. Tentu hanya itu saja yang ia dapatkan, karena bentuk badan mereka yang jauh berbeda.


Dan Caca entah kemana gadis itu.


Di dalam kamar, Tiara baru saja menyelesaikan acara mandi-nya. "Mas, kamu nggak mandi?" Tanya Tiara, yang melihat suaminya masih berada di atas ranjang dengan memainkan ponsel di tangannya.


Alex segera menaruh ponsel-nya, dan berjalan menghampiri Tiara yang membuka lemari untuk memilih baju yang kemarin di siapkan oleh istri Pak Diman. "Mandikan aku," rengek Alex, dengan memeluk Tiara dari belakang.


Tiara hanya menghembuskan nafasnya pelan melihat kelakuan Alex, jika dia menuruti apa yang Alex mau. Tiara yakin bukan hanya Alex yang akan mandi, tapi juga dirinya yang juga mandi kembali.


"Mas ... kamu mandi sendiri, sudah aku siapkan airnya tadi," ucap Tiara seraya melepaskan pelukan Alex. "Aku mau ganti baju," ujar Tiara setelah menemukan baju.


"Ck," Alex hanya berdecak kesal, kemudian berjalan ke arah kamar mandi. Sedangkan Tiara tidak ambil pusing, dan segera mengganti baju-nya. Karena perutnya sudah berdemo minta di isi.


***


Di mansion seperti biasa Mommy dan Papa setelah sarapan, menikmati waktu bersantai di taman belakang mansion.


"Pah sepi ... nggak ada anak-anak!" Keluh Mommy.


"Besok anak-anak pasti sudah kembali Mom."


Mommy menyeruput teh hijau yang kini sudah hangat-hangat kukuh, hingga sebuah ide muncul di pikirannya.


"Pah, kita main tok-tok yuk!" Ajak Mommy semangat.


"Tapi Mom --"


"Ck, cepat Pa ..." Segera Mommy beranjak dari duduknya, dan menarik tangan Papa agar ikut berdiri.


Mommy mengotak-atik ponselnya, dan membuka aplikasi tok-tok. Mommy menyandarkan ponsel pada vas bunga kecil yang berada di atas meja, hingga kamera tepat menangkap keberadaan Mommy.


Saat musik sudah terdengar Mommy memiringkan badannya ke kiri, dan mencondongkan bok*ngnya ke kanan. Kaki kanan yang sedikit berjinjit, tangan Mommy menyilang. Kemudian dengan semangat menggoyangkan pinggulnya.


Papa yang di belakang-nya seketika merasa khawatir pada Mommy. "Mom, pelan-pelan nanti kalau onderdilnya rusak, tidak di jual di Ah*s.


Tapi Mommy tidak memperdulikannya, dan terus saja bergoyang.


...----------------...


...Jangan lupa vote, like dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu. Aminnn....

__ADS_1


__ADS_2