
Pagi hari mereka seperti biasa sarapan bersama, bedanya sekarang Tiara dan Caca tidak memakai seragam sekolah, karena mereka memasuki masa liburan setelah UN.
Tapi pagi ini justru Mommy dan Papa yang terlihat rapi.
"Anak-anak, Mommy dan Papa hari ini mau ke Bogor. Mungkin untuk beberapa hari," ujar Mommy setelah mereka menyelesaikan sarapannya.
"Kenapa tiba-tiba Mom?" tanya Alex.
"Kita hanya merindukan rumah," sahut Papa.
"Sayang, apa kalian mau ikut?" Tanya Mommy pada Tiara dan Caca.
"Tidak, Tiara akan tetap di sini," sela Alex.
Sedangkan Mommy hanya menatap Alex dengan jengah, Mommy tau yamg di inginkan Alex.
Mommy mengalihkan pandanganya pada Caca. "Kamu bagai mana sayang! Mau ikut?" Tanya Mommy.
Caca menggelengkan kepalanya. "Tidak Mom, jawab Caca," dengan tersenyum.
Sebenarnya Caca ingin sekali untuk ikut bersama Mommy dan Papa, tapi dia kasihan dengan Tiara, nanti Tiara akan sendirian di mansion waktu di tinggal Alex ke kantor.
"Ya sudah kalau begitu," ujar Mommy yang segera bangun dari duduknya di ikuti oleh Papa.
"Kalian baik-baik ya ... di rumah," pesan Mommy seraya mengusap lembut kepala kedua putrinya.
"Alex jaga mereka berdua," pesan Papa pada Alex.
"Iya Pa," sahut Alex.
***
Siang hari Alex dan Riko terlihat keluar dari restoran, setelah melakukan meeting dengan Client.
Tapi, baru saja Alex keluar dari pintu restoran. Alex tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang.
Bruk.
Untung di antara mereka tidak ada yang terjatuh.
"Tuan, anda tidak apa-apa?" Tanya Riko yang berada di belakang Alex.
"Tidak apa-apa," sahut Alex.
Alex mengarahkan pandanganya pada seseorang yang menabraknya, hingga pandangan mereka bertemu.
Seketika rahang Alex mengencang.
"Wohoho, aku tidak menyangka akan bertemu dengan Tuan Alex Pratama di sini," ucap seseorang itu yang ternyata. Andrian.
Alex hanya diam dan tidak berniat untuk membalasnya. Ketika Alex akan beranjak pergi, tiba-tiba langkahnya terhenti saat mendengar ucapan Andrian.
"Di mana gadis cantik itu," ucap Andrian dengan mengedarkan pandanganya. "Apa kau sudah bosan, jika kau sudah tidak membutuhkannya aku siap untuk menampungnya," imbuh Andrian.
Alex seketika mencengkeram kerah baju Andrian. "Jaga bicaramu Andrian," bentak Alex.
Riko seketika menghentikan Alex sebelum terjadi baku hantam. "Tuan, tenanglah. Dia hanya memancing emosi anda saja," ujar Riko.
Alex segera menghempaskan cengkeramannya, hingga membuat Andrian mundur beberapa langkah.
Andrian hanya tersenyum sinis. "Jika kamu tidak bisa menjaga apa yang kamu miliki, aku bisa menggantikannya," cetus Andrian.
Alex rasanya sungguh tidak tahan, ingin sekali dia menghadiahi Andrian bogem mentah.
Tapi Riko segera menarik Alex untuk segera ke dalam mobil.
"****," umpat Alex saat berada di dalam mobil yang sedang melaju. "Seharusnya kau tidak menghentikan ku," sembur Alex pada Riko. Tapi Riko tidak berniat untuk menjawab, karena Alex sedang emosi. Jadi apapun yang akan di katakan Riko pasti akan tetap salah.
Hingga sampai di perusahaan, Alex masih saja tetap emosi. Hingga Sheryl sendiri sedikit takut saat melihat Alex masuk ke dalam ruangannya.
Sheryl berniat bertanya pada Riko, saat baru saja keluar dari ruangan Alex.
__ADS_1
"Pak Riko Bos ke --"
"Jangan banyak bertanya," sergah Riko dan berlalu dari sana.
Sheryl hanya mencebikkan bibirnya. "Bos sama asisten sama-sama edan," gerutu Sheryl.
*
*
Sore menjelang.
Alex tadi mengabari Tiara kalau dirinya akan lembur di kantor.
Tiara hanya menghembuskan nafasnya kasar, karena di mansion sendirian. Sedangkan Caca tadi di jemput oleh Rey karena Mama Mona ingin bertemu Caca, untuk membahas pertunangan mereka yang sudah di rencanakan sebelumnya.
Tiara berniat untuk pergi ke kantor Alex dan membawakan makanan untuknya.
Tiara menuju dapur untuk memasak sesuatu, yang akan ia bawa ke kantor.
"Nona, anda sedang apa?" Tanya Pak Tito.
"Hanya ingin memasak nasi goreng saja Pak," sahut Tiara dan segera menyiapkan bahan-bahanya.
"Tapi Nona, anda bisa menyuruh pelayan yang lainya," ujar Pak Tito.
"Tidak Pak, Tiara hanya ingin memasak sendiri. Lebih baik Pak Tito istirahat saja, kalau Pak Tito terus berada di sini, masakan Tiara akan semakin lama selesainya," ucap Tiara.
"Baik Nona," dengan berat hati, Pak Tito pergi dari sana.
Tiara dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya mulai memasak nasi goreng.
***
"Sayang jadi bagaimana kelanjutan pertunangan kalian?" Tanya Mama Mona pada Caca yang duduk bersebelahan dengan Rey di depan-nya.
"Uhm ... terserah tante saja," sahut Caca dengan tersenyum manis, sambil terus meremas jari tangannya yang berada di pangkuannya.
Deg.
Entah kenapa ada yang berdesir di hati Caca. Tapi Caca segera menghilangkan sesuatu rasa itu, Caca hanya ingin menjaga hatinya agar tidak merasakan sakit lagi.
"Ya, sudah ... kalau begitu menunggu kamu selesai wisuda saja, bagaimana?" Tanya Mama Mona.
Caca seketika mengarahkan pandangnya kepada Mama Mona. "Boleh ... tante," sahut Caca.
"Iya, Rey juga setuju Ma!" Sahut Rey dengan antusias.
Mama Mona hanya tersenyum melihat tingkah Rey, tapi memang semenjak Rey dekat dengan Caca, sudah ada sedikit perubahan yang lebih baik.
Rey yang dulu senang bergonta ganti pacar, dan jarang pulang ke rumah. Mama Mona sendiri sampai pusing jika melihat tingkah laku Rey yang seperti itu.
Setelah pembahasan pertunangan dengan Mama Mona selesai, Rey mengajak Caca untuk bersantai di balkon kamarnya yang terdapat taman kecil.
Meskipun rumah Rey hanya dua lantai, tapi untuk bagian kamar lumayan luas apalagi balkon kamar sang bisa di jadikan taman mini.
"Sipit ... gue mau cerita sesuatu sama lo," ucap Rey memulai pembicaranya.
Caca hanya mengarahkan pandanganya pada Rey yang duduk di sampingnya.
"Dulu gue bukan laki-laki baik, gue sering gonta ganti pacar," ujar Rey yang mulai jujur tentang masa lalunya.
Caca seketika menautkan kedua alisnya.
"Bahkan gue, juga pernah tidur sama mereka," sambung Rey dengan memejamkan mata. Rey sangat takut melihat reaksi Caca.
Seketika Caca mengepalkan tangannya, ada sesuatu yang menghantam dadanya. Tapi apa hak-nya untuk marah dengan masa lalu Rey, bahkan di antara mereka tidak ada status apapun.
"Tapi gue sudah lama berubah, dan itu semenjak gue ketemu sama lo," ujar Rey.
"Uncle, kenapa Uncle cerita semua ini pada Caca?" Akhirnya Caca membuka suara.
__ADS_1
"Karena, gue ingin pertunangan ini tidak akan pernah berakhir. Gue pernah bilang kan, kalau gue sudah menemukan seseorang yang gue pilih, maka pertunangan ini berakhir. Dan sekarang orang yang gue temukan adalah lo," jelas Rey.
Tubuh Caca rasanya tiba-tiba menjadi kaku setelah mendengar penjelasan Rey.
"Gue mohon," ucap Rey memelas.
Caca sendiri dapat melihat kesungguhan di mata Rey. "U-uncle beri Caca waktu," lirih Caca.
***
Tiara dengan senyuman di wajahnya membawa kotak bekal yang berisi nasi goreng buatannya menuju kantor Alex.
"Nona kita sudah sampai," ujar Tomy. Saat mobil yang dikendarainya sudah berhenti di depan Pratama Group.
"Oh iya, kalau begitu Kak Tomy pulang saja setelah ini. Tidak usah menunggu," ucap Tiara sebelum turun dari mobil.
Tiara melangkah masuk kedalam perusahan Alex, dan semua orang menunduk hormat padanya. Tiara hanya membalasnya dengan senyum manis.
Saat akan sampai di ruangan Alex, Sheryl segera berdiri dan menunduk hormat.
"Nyonya, Tuan ada di dalam," lapor Sheryl sebelum Tiara bertanya.
"Terima kasih," ucap Tiara.
Setelah itu Tiara memutuskan untuk masuk ke dalam ruang kerja Alex.
Klek.
Tiara dengan perlahan berjalan masuk, mengedarkan pandanganya tapi tidak menemui sosok suaminya.
Setelah Tiara menutup kembali pintu ruangan Alex, tujuannya sekarang adalah kamar istirahatnya.
Tiara menaruh kotak bekal-nya di atas meja, dan berjalan menuju kamar.
Klek.
Di dalam kamar hanya ada penerangan yang temaram, Tiara dapat melihat suaminya terlelap dengan menaruh lengan kirinya menutup matanya.
Tiara berjalan masuk ke dalam kamar dan duduk di tepi ranjang. "Apakah dia sangat kelelahan hingga tertidur lelap," gumam Tiara dengan menatap wajah Alex.
Tiara menyentuh wajah Alex, membelainya dengan perlahan. "Mas ...." Panggil Tiara.
Mata Alex mengerjap perlahan. "Engh ...." Alex menggeliat meregangkan tubuhnya.
Matanya mengerjap beberapa kali saat melihat istrinya yang berada di sampingnya dengan tersenyum manis. "Sayang ...." Ucapnya dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Iya ... apa Mas sudah makan? Aku bawakan makanan dari mansion," ujar Tiara.
Alex dengan segera menarik tangan Tiara, hingga terjatuh di atas tubuh-nya. "Bolehkah jika aku memakan-mu saja?"
"Ish," Tiara memukul pelan dada bidang Alex. "Ayo cepat bangun, aku tadi sudah memasak," seru Tiara.
"Benarkah?"
"Iya," sahut Tiara.
Alex dan Tiara akhirnya berjalan keluar kamar, menuju di mana kotak bekal berada.
Tiara menata dua kotak itu di atas meja, satu untuk-nya dan satu untuk Alex. Nasi goreng dengan ayam crispy.
Alex menautkan kedua alisnya, saat melihat isi kotak makanya berbeda dengan Tiara. "Sayang, kenapa berbeda nasi gorengnya?" Tanya Alex.
"Oh aku tadi tiba-tiba ingin memakan bawang goreng, saat bibi menggoreng bawang di mansion. Jadi aku taburkan saja bawang gorengnya di nasi goreng, tapi cuma nasi goreng ku saja. Aku takut Mas tidak suka," jelas Tiara. Yang mulai dengan lahap memakan nasi goreng buatannya sendiri tanpa menunggu Alex.
Alex hanya sedikit heran melihat selera makan istrinya yang akhir-akhir ini di luar dari biasanya. Dan sekarang istrinya yang memakan nasih goreng dengan campuran bawang goreng yang cukup banyak.
...----------------...
SETELAH INI GELOMBANGNYA NAIK SATU TINGKAT. DI TUNGGU YA .... 😁
Jangan lupa vote, like dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu. Aminnn 😊
__ADS_1