DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Elvaro Putra Pratama


__ADS_3

Tiara sudah dua jam tertidur pasca operasi. Mungkin rasa lelahnya yang membuatnya tertidur dengan lelap. Melupakan sejenak tragedi yang hampir saja membuatnya gila beberapa saat lalu.


Hingga beberapa saat ia mengerjabkan mata, dan samar-samar ia mendengar suara seseorang yang memanggilnya.


"Sayang, kamu sudah bangun?" Alex yang sedari tadi dengan setia duduk di samping ranjang istrinya berbaring. Setelah tersadar dari pingsannya, yang ia ingat adalah keadaan istrinya. Bahkan ia belum melihat kembali kedua putranya.


Setelah Tiara mendapat kesadaran sepenuhnya, baru ia tahu siapa yang sedari tadi memanggilnya. Alex.


"Mas," lirih Tiara. Dan pandanganya pun juga menangkap keberadaan Mommy di sisi lain ranjangnya.


***


Kini ruang rawat Tiara sudah penuh dengan semua anggota keluarga. Tiara sendiri sudah merasakan keadaanya lebih baik, meskipun terkadang ia merasakan sedikit nyeri di bagian jahitan bekas operasinya.


Semuanya dalam keadaan gembira, apalagi Rey yang sedari tadi tidak berhenti meledek Alex yang pingsan setelah mendampingi Tiara melahirkan.


"Tiara, apa kau tahu? Alex bahkan pingsan setelah keluar dari ruang operasi," adunya dengan tertawa puas.


"Hei, kau belum pernah mengalaminya. Aku doakan saja kau akan mengalami yang lebih parah dariku," sumpah serapah Alex berikan pada Rey.


"Sudah, sudah, sudah. Kalian ini sudah menjadi ayah dan calon ayah, kenapa masih saja bertengkar." Mommy yang menengahi.


Hingga kedua pria dewasa itu akhirnya terdiam.


Sedangkan Tiara menoleh pada Caca yang sekarang duduk di kursi roda dekat dengan ranjangnya. "Ca, kenapa kamu juga masuk rumah sakit?" heran Tiara yang juga melihat sahabatnya duduk di kursi roda dan jarum infus yang tertancap di tangan Caca.


"Kapan-kapan saja akan aku jelaskan," sahut Caca pelan dengan mengedipkan matanya. Ia sendiri beruntung kerena semuanya tidak ada yang mempertanyakan bagaimana waktu itu ia bisa melacak lokasi Tiara di culik. Pasti semuanya akan menanyakan hingga ke akar-akarnya.


"Mami, kenapa adik Zio belum juga datang kesini?" Zio yang sedari tadi tidak sabar menanti kedatangan adik barunya. Zio yang kala itu tidak sadarkan diri cukup lama, karena ia terlalu banyak menghirup bius yang di berikan oleh Karin.


"Mungkin sebentar lagi, sayang." Sahut Tiara.


Benar saja, tak lama perawat datang dengan mendorong box bayi yang terdapat putra Alex dan Tiara. "Bu, waktunya memberikan asi pada putra ibu." Kemudian perawat memberikan bayi tampan itu pada Tiara. "Keadaan putra ibu semuanya baik-baik saja," jelas perawat itu. Karena sebelumnya juga sudah di lakukan pemeriksaan dan hasilnya, sehat. Setelahnya perawat itu pergi dari sana.


"Adik Zio, adik Zio." teriak Zio. Kemudian merentangkan tangannya pada Alex agar mau menggendongnya.


Semua orang yang berada di sana memuji bagaimana tampan nya bayi mungil itu, perpaduan dari Maminya yang cantik dan Daddy nya yang tampan.


Bayi tampan itu terlihat mengusap-usapkan mulutnya pada dada Tiara, mungkin ia sudah merasa lapar. "Sayang, sepertinya ia mau asi." Mommy yang melihatnya.


Dengan cepat Tiara membuka kancing bajunya untuk segera memberikan asi.


"Stop," sergah Alex.


Semua orang seketika mengarahkan pandanganya padanya. Tidak terkecuali Tiara yang baru membuka dua kancing atasnya.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Mommy.


Alex hanya diam, tapi pandanganya kemudian tertuju pada Papa Nathan dan Rey.


Papa Nathan yang paham kemudian berdiri dari duduknya. "Baiklah, baiklah Papa akan keluar." ujarnya, kemudian menoleh ke arah Rey yang masih setia berada di sana. "Rey, kamu juga."


"Ck," Rey hanya berdecak kesal melihat kelakuan sahabatnya itu. Tapi ia akhirnya juga mengikuti Papa Nathan.


Mommy menggelengkan kepala melihat anaknya yang terlalu berlebihan, dan itu mengingatkannya dengan seseorang. Suaminya.


"Pa !" panggil Alex ketika Papa Nathan di ambang pintu. "Zio sekalian." Kemudian memberikan Zio kepada Papa Nathan. "Adik mau minum asi dulu, nanti kalau sudah selesai Zio masuk lagi." Alex yang memberikan pengertian pada putranya.


Dengan berat hati Zio juga ikut dengan Papa Nathan keluar.


"Zio masih kecil, Alex." tegur Mommy.


"Tetap saja, Mom. Dia juga laki-laki," Alex yang tidak mau mengalah.


Mommy akhirnya hanya menghembuskan nafasnya kasar, melihat anaknya yang keras kepala itu.


Tiara akhirnya memberikan asi kepada bayi tampan itu yang sedari tadi terus mencari keberadaan sumber asi nya. Ketika menemukan apa yang ia cari, bayi tampan itu seketika melahapnya dengan rakus. Mungkin ia benar-benar lapar.


Terlihat Alex susah payah menelan saliva nya melihat itu. "Kenapa dia rakus sekali," ucapnya. "Seperti diriku," imbuhnya yang hanya bisa ia ucapkan dalam hati.


"Mungkin dia menuruni sifat mu," cetus Mommy.


Sedangkan pipi Tiara sudah merona mendengar ucapan ibu mertuanya, tapi tidak ada yang salah dengan ucapan Mommy. Karena memang benar, suaminya dulu memang rakus dengan ke dua bulatannya itu yang sekarang sedang di nikmati putranya.


"Oh ya, apa kalian sudah menyiapkan namanya?" Mommy yang lupa menanyakannya. "Kalau belum, Mommy ingin mengusulkan nama. Misalnya, Jerremy Slamet Pratama. Thomas Purnomo Pratama, Samuel Seger Pratama dan --"


"Stop Mom," sergah Alex sedikit kesal. "Alex sudah mempunyai nama sendiri untuk anak Alex. Elvaro Putra Pratama."


"Benarkah!!!" Mommy yang sedikit lesu. "Padahal, Mommy sudah memilihkan nama terbaik." Jelasnya.


Caca yang masih berada di sana, sebenarnya sedikit kasihan melihat raut wajah Mommy yang sedih. Tapi ia juga sekuat tenaga mengulum bibirnya, karena mendengar nama yang di sebutkan Mommy terdengar lucu bagi Caca.


*


*


*


Sudah tiga hari Tiara berada di rumah sakit, dan keadaanya juga semakin membaik. Rasa nyeri yang sempat ia rasakan pada jahitan operasinya juga sudah tidak ia rasakan.


Tiara juga meminta pada Dokter, agar Baby El di tempatkan satu ruangan dengannya. Perkembangan Baby El juga semakin sehat, terlihat dari pipinya yang semakin tembem.

__ADS_1


Alex sendiri juga harus mengambil cuti untuk sementara waktu, karena ia ingin menemani istrinya selama berada di rumah sakit. Beruntung Riko dan dan Sheryl dapat menangani urusan kantor.


Di ruangan Tiara sekarang bahkan seperti taman bunga dadakan. Bagaimana tidak, semua kerabat dan relasi dari Alex berdatangan silih berganti untuk mengucapkan selamat atas kelahiran Baby El.


Untung Alex menyewa satu deret ruangan VVIP untuk menaruh hadiah dan keperluan Tiara dan Baby El.


"Mas, kamu tidur saja." Tiara sedikit kasihan melihat lingkar hitam pada mata Alex. Suaminya itu benar-benar berubah menjadi suami siaga. Di saat Baby El terbangun ketika Tiara tidur, maka ia yang akan menemani Baby El.


"Sebentar lagi," sahutnya dengan masih betah menggendong Baby El.


Klek.


Pintu ruangan rawat Tiara terbuka dari luar. Menampilkan sosok wanita cantik.


"Kak Vita," panggil Tiara.


Vita tersenyum melihat pemilik Cafe yang dia kelola saat ini senang melihat kehadirannya. Kemudian berjalan mendekat ke arah Tiara. "Selamat, Pak Alex, Mbak Tiara atas kelahiran putranya." ucapnya tulus.


Tiara memang memberikan kabar tentang kelahiran putranya dua hari yang lalu, dan ia tidak menyangka Vita akan datang secepat ini. "Terima kasih. Kak Vita, kapan sampai Jakarta?"


"Kema --"


Klek.


Pintu ruangan Tiara terbuka kembali, dan saat ini menampilkan sosok pria tampan. Leo.


"Selamat, Nyonya Alex." Leo yang begitu saja mendekat ke ranjang Tiara dan meletakkan satu keranjang buah.


"Terima kasih," sahut Tiara dengan tersenyum.


Alex hanya memutar bola matanya jengah melihat sahabatnya itu.


Mata Leo kemudian baru menyadari keberadaan Vita yang berdiri di samping Tiara. "Hai, manis." Leo yang tersenyum menyeringai.


Sedangkan Vita hanya menatapnya dengan sebal.


*


*


*


...Maaf ya lama gak up, tiba-tiba aja pikirannya down. Lagi ada beberapa masalah sama keluarga yang bikin aku sakit hati banget 😭....


...Siapa yang mau kisah Leo dan Vita? Cz rencananya mau aku selipkan sambil nunggu Caca lahiran. Silahkan komen ya .......

__ADS_1


...Jangan lupa like, vote dan juga hadiahnya 😁. Terima kasih 🙏...


__ADS_2