
Alex semakin melancarkan aksinya, ia sendiri juga berburu dengan waktu. Jangan sampai aksinya itu di gagalkan oleh putra tampan nya yang masih terlelap dalam tidurnya.
"Mas ummpphh."
Bahkan Alex tidak membiarkan istrinya itu mengeluarkan sepatah kata pun, ia hanya membiarkan istrinya itu mengeluarkan suara ******* yang nantinya akan terdengar indah di pendengarannya. Dangan sedikit kasar ia *****@* bibir pink yang sampai sekarang masih saja menggoda.
Tangannya sudah menelusup di balik piyama Tiara, menyentuh apa saja yang di lewati oleh tangannya. Dan terus merambat naik, hingga sampai di dua bulatan yang sekarang menjadi milik putranya itu.
"Mas ...." Desahnya, menikmati gelayar yang mulai semakin membuat tubuhnya semakin panas. Merasakan cium@n Alex yang sekarang turun ke lehernya, dan sesekali merasakan suaminya menggigit pada lehernya dan semakin turun. Jangan lupakan tangan kekar yang sekarang meremas dua bulatannya meskipun masih terbungkus br@.
Hingga beberapa saat, keduanya kini sama-sama polos. Mata Alex semakin berkabut melihat dengan jelas tubuh istrinya yang polos itu sedikit berisi dengan dada yang juga lebih besar dari sebelumnya. Dan itu terlihat ****.
Tidak menunggu waktu lama, Alex segera melahap sumber asi milik baby El. Mulai dari jilatan hingga menghisapnya dengan keras.
"Ungghh," lenguh Tiara. Awalnya ia yang merasa belum siap, sekarang tubuhnya itu justru menikmati apa yang suaminya lakukan.
Tubuh Tiara semakin mengejang ketika tangan Alex mulai menyentuh pusat intinya. Bahkan tidak hanya menyentuh, ia juga merasakan salah satu jari Alex mulai masuk mengobrak abriknya.
Mulai dari ritme pelan hingga cepat Alex memainkan jarinya, hingga beberapa saat dada Tiara membusung indah ketika mendapatkan pelepasan pertamanya.
"Sayang, sekarang waktunya phyton untuk memasuki rumahnya yang sudah lama tidak ia kunjungi," Alex memposisikan phyton yang siap meluncur.
Sedangkan Tiara masih mengatur nafasnya yang tersengal akibat pelepasannya. Baru saja phyton menyentuh pintu rumahnya.
Oek, oek, oek.
Baby El yang terbangun dengan tangisannya.
"El," pekik Tiara yang langsung saja mendorong tubuh suaminya dari atasnya. Dan segera memakai kaos Alex yang tergeletak di lantai, kemudian menghampiri El yang masih menangis di box bayi. "Oh sayang, apa kamu mimpi buruk! Hmmm?" Tiara yang sudah menggendong El untuk menenangkannya, bahkan ia lupa dengan keberadaan suaminya.
Alex hanya menatap dua orang yang dicintainya itu dengan tidak percaya. Oh ... keadaan macam apa ini? Pikirnya.
"Sayang," panggil Alex, dengan raut wajah yang sedikit memelas.
Tiara seketika menoleh ke arah suaminya.
Deg.
Mata Tiara membulat melihat keadaan suaminya yang masih polos, dan ia baru mengingat keadaan beberapa menit yang lalu. "M-mas," ucapnya gugup.
"Aku harus bagaimana?" tanya-nya frustasi. Bahkan phyton masih dalam keadaan On.
"Ehm," Tiara berdehem untuk melegakan tenggorokannya yang tiba-tiba tercekat. "Tapi, El terbangun." Lirih Tiara tapi masih bisa di dengar oleh Alex.
Karena kenyataanya, bayi tampan itu sudah tidak lagi menangis tapi sekarang matanya justru terang benderang bersiap untuk begadang.
__ADS_1
Alex hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar, dan dengan langkah gontai ia berjalan menuju kamar mandi.
Tiara hanya bisa menatap kepergian suaminya dengan perasaan bersalah, karena harus memutus kegiatan panas mereka di tengah jalan. Tapi harus bagaimana lagi.
*
*
Pagi hari. Setelah semua sudah berangkat untuk melakukan aktivitasnya masing-masing, mansion terasa sepi. Karena hanya ada Mommy, El dan Tiara.
Sedangkan Papa Nathan ikut ke kantor bersama Alex.
"Mom," sapa Tiara pada Mommy yang sedang menikmati suasana pagi bersama El di taman belakang.
"Sayang, kemari lah." Sahut Mommy. "El, sudah tidur." Mommy mengarahkan arah pandangnya pada baby El yang tertidur dengan nyenyak di gendongannya.
"Ya, dia memang suka sekali tidur di pagi hari." Tiara yang menjatuhkan bokongnya duduk di samping Mommy.
Mereka menikmati pagi hari di temani dengan secangkir teh hijau dan beberapa macam biskuit.
"Uhm, sayang. Apa masa nifas mu sudah selesai? Oh pasti sudah ya, kalau di lihat dari usia El." Tanya Mommy tapi yang juga di jawabnya sendiri.
Pipi Tiara seketika merona, karena mengingat kejadian semalam.
Senyum Tiara seketika sirna.
"Kenapa?" tanya Mommy penasaran.
Tiara hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, mana mungkin ia menceritakan kejadian semalam kepada Mommy. Meskipun Mommy orangnya asik, tapi tetap saja itu terlalu pribadi untuk orang lain tau masalah ranjang antara ia dan suaminya.
Tapi kemudian mata Tiara menatap pada El yang terlelap di gendongan Mommy, dan Mommy mengerti tentang itu.
Hingga Mommy kemudian memanggil Ati untuk membawa El.
"Ehm ... sayang Mommy akan mengajarimu sesuatu, agar semuanya lancar jaya." Mommy tersenyum membayangkan idenya akan berhasil.
Sedangkan Tiara menautkan kedua alisnya, karena masih belum paham. Semoga saja ide Mommy tidak aneh-aneh, pikirnya.
Mommy kemudian mengambil ponselnya, dan membuka salah satu aplikasi untuk berbelanja. "Taraaaa ... bagaimana? Apa kamu menyukainya?" Mommy yang menunjukkan beberapa gambar lingerie **** kepada Tiara.
Mata Tiara membulat melihat itu. "Mom, untuk apa?"
"Ck," Mommy berdecak kesal, melihat Tiara yang ternyata belum mengerti. "Sayang, kamu itu harus terlihat ****. Seperti ini contohnya," Mommy mencotohkan pose duduk se **** mungkin kemudian melonggarkan kerah bajunya dan menariknya sedikit turun sehingga membuat bahu putihnya terlihat. Dan tidak lupa ekspresi wajah yang menggoda dengan menggigit bibir bawahnya. "Nah, seperti itu. Apa kamu mengerti?" Mommy yang merapikan pakaiannya kembali.
Beberapa pelayan yang tidak sengaja melihatnya saat bekerja, hanya menggelengkan kepalanya. Melihat Nyonya besar-nya mengajari menantunya yang aneh-aneh menurut mereka.
__ADS_1
Tiara memberikan senyum kaku-nya dan menganggukkan kepala tanda mengerti. Entah ia harus menjawab apa.
"Kalau begitu waktunya belanja," Mommy yang bersemangat. "Masuk, masuk, masuk, masuk." ucapnya dengan jarinya menyentuh pada tulisan 'masukkan dalam keranjang' di layar ponselnya.
"Mom, tidakkah itu terlalu banyak?" Tiara yang melihat Mommy sudah melakukan transaksi untuk beberapa lingerie.
"Sayang, Mommy juga ingin memakainya." Mommy yang tersenyum dengan pipi merona dan mata terpejam, entah membayangkan apa.
"Ya ampun ...." Batin Tiara.
Hingga beberapa saat acara berbelanja online mereka telah usai. "Ingat ya nanti malam kamu harus bisa membuat gempa?" ingat Mommy.
"Gempa?" ulang Tiara.
"Ck," Mommy menepuk keningnya melihat menantunya lama sekali jika di ajak membahas berbau dewasa. "Kamu harus bergoyang sehebat mungkin, kalau bisa mengalahkan getaran gempa."
Tiara yang mendengarnya tiba-tiba merasakan hawa panas. Terbukti dari pipinya yang sekarang terlihat merona.
Malam hari, Tiara mondar mandir di dalam kamar. "Apa aku harus benar-benar memakainya," dengan melihat lingerie yang ada di tangannya. Hasil belanja dengan Mommy yang datang pada siang hari tadi.
Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, dan Alex masih berada di ruang kerja untuk menyelesaikan pekerjaannya yang masih tertunda.
Seperti rencana yang sudah di susun Mommy, malam ini El akan tidur dengan Bu Ati. Setelah Tiara menyiapkan beberapa botol berisi asi nya yang ia simpan di dalam lemari pendingin.
Dengan sedikit pertimbangan, akhirnya Tiara memilih menggunakan lingerie bewarna merah terang yang kontras dengan warna kulitnya yang putih dan itu terlihat ****. "Ya ampun, aku malu sekali." gumamnya, dan segera berlari menuju ke ranjangnya. Menarik selimut hingga sebatas leher, tidak lupa ia hanya menyisakan lampu tidur yang membuat kamar itu remang-remang.
Tidak lama, terdengar pintu terbuka dari luar. Alex menautkan kedua alisnya, tumben sekali kamarnya remang-remang. Pasalnya semenjak kehadiran El, mereka selalu tidur dalam ke adaan terang.
"Sayang," Alex yang mendekat ke arah ranjang. "Apa kamu sakit?" Karena melihat istrinya yang membalut tubuhnya dengan selimut.
Sedangkan Tiara semakin merapatkan matanya terpejam. Sungguh jantungnya berdegup semakin kencang, saat suaminya kini sudah berada di dekatnya.
Alex yang tidak mendapat jawaban dari istrinya seketika menempelkan punggung tangannya ke dahi Tiara. "Tidak panas," gumamnya.
Tapi kemudian ia menangkap gelagat istrinya yang tak biasa, terlihat dari mata yang terpejam rapat dan sesekali berkedut.
*
*
*
...Halo-halo apa kabarnya 😊. Maaf baru up lagi, karena kemarin-kemarin jaga ayah yang harus ngejalani operasi. Dan alhamdulillah sekarang sudah bisa pulang kembali....
...Hayo, siapa yang mau ngerasain gempa-nya Alex sama Tiara? 😉. Jangan lupa untuk dukunganya ya, vote, like dan komen. Terima kasih....
__ADS_1