
Tiara yang melihat wajah suaminya penuh harap untuk mendapatkan 'Hak' nya hanya bisa menggigigt bibir bawahnya.
Tiara sadar, meskipun Alex tidak memintanya seharusya memang itu kewajibanya untuk melayani suaminya.
Tapi apa yang akan terjadi jika dia sudah memberikanya! Apakah Alex akan pergi meninggalkanya.
Karena di antara mereka belum ada kata cinta.
(padahal mereka sudah saling berdebar jika berdekatan, jadi itu apa namanya 🤔)
Alex yang melihat Istrinya hanya menggigit bibir bawahnya, semakin membuatnya memanas.
Dengan cepat Alex maraup bib*r pink milik Tiara, melum*tnya dengan rakus. Tiara yang mendapat serangan mendadak dari Alex seketika membulatkan matanya, bahkan dirinya belum menjawab.
Alex bahkan memaksa masuk lebih dalam ke mul*t Tiara untuk menjelajah lebih jauh, mengapsen apa saja yang berada di sana.
Seperkian detik Tiara merasakan semakin sedikit pasokan udara yang bisa dia hirup, tetapi Alex masih saja menikmati benda kenyal itu yang di rasanya sangat manis.
"O-om," ucap Tiara di sela-sela cium*an mereka.
Alex yang mendengar panggilan istrinya, seketika menghentikan aksinya, menatap manik mata bulat milik Tiara dengan nafas yang naik turun. Membuat dada Tiara mengikuti tarikan nafasnya.
"Apakah boleh?" Sekali lagi Alex bertanya.
Tiara yang tidak berani menatap mata Alex hanya menundukkan pandanganya, tetapi kemudian Tiara menganggukkan kepalanya.
Rasanya tubuhnya juga ikut memanas, ikut merasakan apa yang di rasakan oleh Alex.
Alex yang mendapat persetujuan dari Istrinya seketika meyerukkan wajahnya pada leher Tiara, memberikan beberapa tanda kepemilikannya.
"Ahh ...." desah*n pertama di loloskan Tiara. Mendengar desah*n Tiara semakin membuat ingin segera merasakan apa yang seharusnya sudah dia lakukakan beberapa hari lalu.
Dengan cepat Alex melepas apa yang menempel pada istrinya.
Tok.
Tok.
Tok.
Terdengar ketukan pintu di kamar mereka.
"O-om, a-da yang mengetuk pintu," ucap Tiara tertahan.
Alex yang masih senang dengan mainan barunya tidak menhiraukanya.
Tetapi suara ketukan itu sudah menjadi gedoran yang semakin keras.
"Om," ucap Tiara.
__ADS_1
"Sudah biarkan saja," jawab Alex yang tidak mau di ganggu. Bahkan sekarang Alex sudah menikmati salah satu aset Istrinya dengan mu***nya, Tiara reflek meremas rambut Alex.
Hampir saja Tiara juga ikut melayang ke langit, tapi lagi-lagi gedoran pintu itu terus menganggunya.
"Om, buka dulu pintunya, siapa tau penting!" serunya.
Dengan kesal Alex melepaskan aksinya, "Shit, siapa yang berani-beraninya mengangguku? akan ku lempar dari atap hotel," gerutunya segerah turun dari ranjang dan berjalan menuju pintu.
Tiara segera memunguti seragamnya yang berserakan di lantai, dan berlari ke kamar mandi.
Klek.
"SIA--" kalimat Alex terhenti saat mengetahui siapa yang dari tadi menganggunya.
"Mom, kenapa Momy dan Papa di sini?" Tanya Alex dengan raut wajah yang tidak suka.
Berbeda dengan Momy, yang tak menjawab pertanyaan Alex, tapi langsung merangsek masuk ke dalam kamar.
"Alex di mana Tiara?" Tanya Momy panik yang tidak melihat Tiara di dalam kamar.
Belum juga Alex menjawab pertanyaan Momy.
Klek.
Pintu kamar mandi terbuka, menampilkan Tiara yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya dan rambut yang tergerai indah untuk menutupi jejak kepemilikan Alex.
Momy yang melihat menantunya keluar dari kamar mandi segerah berhambur memeluknya. "Sayang kamu tidak apa-apa kan?" Tanya Momy dengan panik seraya melepas pelukanya.
Tiara bingung dengan apa yang di tanyakan oleh Momy. "Mom Tiara tidak kenapa-kenapa, memang sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Tiara.
"Mom kira ka--" ucapan Momy terhenti saat matanya melihat beberapa tanda merah di leher Tiara.
Momy segerah menutup mulutnya dengan kedua tanganya. "Ya ampun aku gagal dapat Cucu!" Ucapnya dengan mengarahkan pandanganya pada Papa.
Papa hanya menggelengkan kepalanya dan membuang nafasnya kasar melihat kelakuan Istrinya.
Flashback On
"Pah, Momy minggu depan dapat giliran untuk jadi tuan rumah di acara arisan Momy," ujarnya.
Papa yag tadinya fokus membaca koran segerah meletakkanya di atas meja. "Terus rencana Momy bagaimana?" Tanya Papa.
"Bagaimana kalau di taruh salah satu Hotel kita saja, Pah?" Usul Momy.
"Terserah Momy saja," jawab Papa. "Lagi pula kalau di taruh di mension nanti takutnya anak-anak tidak nyaman Mom," imbuhnya.
Momy menganggukkan kepalanya menyetujui pemikiran Papa.
Dengan segera Momy beranjak dari duduknya, "Ayo Pah sekarang saja kita ke Hotel-nya," ajaknya semangat.
__ADS_1
"Mom bagaimana kalau nanti malam saja kita
kesana, sekalian kita menginap di sana," ucap Papa dengan senyuman penuh arti.
Momy yang mendengarnya mendengus kesal, tau apa yang ada dalam otak suaminya.
"Tidak Pah, ayo sekarang saja," rengeknya seperti anak kecil.
Sekarang ganti giliran Papa yang mendengus kesal. "Ya sudah kalau begitu," ucapnya dengan berat hati menyetujui keinginan Momy.
*
*
Beberapa saat kemudian mobil Momy dan Papa sampai di pealataran hotel, setelah turun dari mobil mata Momy tidak sengaja melihat Alex yang sedikit menyeret Tiara masuk ke dalam hotel .
"Pah bukanya itu Alex dan Tiara?" Beri tahunya pada Papa yang juga baru turun dari mobil.
Mata Papa kemudian mengikuti arah yang di ucapkan Momy. "Iya Mom," jawab Papa.
"Pah kelihatanya Alex sedang marah dengan Tiara," ujar Momy khawatir.
"Tidak mungkin Mom, mungkin Alex hanya ingin menikmati waktu berdua dengan Istrinya," sangkal Papa.
"Nggak Pah, Alex sepertinya sedang marah," tandasnya. Dan segerah menggandeng tangan Papah untuk mengikuti Alex dan Tiara.
Flashback Off
Momy mengarahkan pandanganya pada Alex, terlihat Alex sedang menatapnya dengan kesal.
"Maaf Momy sepertinya datang di waktu yang tidak tepat," ucapnya dengan tersenyum kaku.
"Ayo Pah kalau begitu kita pulang saja," ajak Momy dan segera menggandeng tangan Papa dan mengajaknya keluar dari kamar hotel.
Brak.
Bahkan Momy menutupnya dengan keras.
Sedangkan di dalam kamar Tiara merasa canggung dengan Alex setelah kejadian tadi.
"Kalau begitu tunggulah, aku akan membersihkan diri setelah itu kita pulang," ucapnya setelah hasratnya yang tiba-tiba hilang gara-gara kedatangan Momy.
"Ba-baiklah," jawab Tiara.
Setelah Alex berada di dalam kamar. "Gara-gara Momy, phyton gagal masuk Goa," gerutunya dengan menatap arah phyton yang nasibnya menyedihkan.
...----------------...
Jangan lupa vote, like dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu. Aminnn
__ADS_1