
Saat pagi hari tiba Tiara sudah bersiap-siap untuk pulang di temani Mommy Jessy, karena keadaanya yang sudah membaik dan di izinkan Dokter untuk pulang.
Semalam memang Mommy Jessy yang menjaganya karena Tiara menyuruh Caca pulang, karena Caca harus sekolah. Tiara sendiri beruntung mengenal Mommy Jessy, baru pertama kenal tapi Mommy Jessy begitu baik padanya. Berbeda sekali dengan anaknya.
Kalau Alex tentu saja dia lebih memilih pulang, dari pada menunggu Tiara yang di anggapnya tidak penting.
"Mom, Tiara bisa pulang sendiri dengan naik taksi, semalam Mommy sudah menjaga Tiara. Nanti Mommy bisa kelelahan." ucap Tiara.
Mommy yang bersiap menenteng tas langsung menoleh ke arah Tiara. "Tidak apa-apa sayang, Mommy senang melakukanya," jawab Mommy sambil tersenyum.
*
*
Caca sedang berada di sekolah Antar Bangsa berencana untuk memberi tahu Guru Tiara, bahwa Tiara tidak masuk sekolah karena sakit. Tapi baru memasuki gerbang Caca sudah ada yang memanggilnya.
Saat Caca mengedarkan pandangannya, Caca mengetahui bahwa yang memanggilnya adalah Alan. saat Alan mendekat. "Hai Ca ...." sapa Alan dengan tersenyum tampan.
Caca yang tadinya berniat menemui guru Tiara langsung buyar seketika. "Hai Alan ...." balasnya dengan tersenyum ceria secerah mentari.
Alan celingukan saat melihat hanya Caca sendirian. "Di mana Tiara? Kok tidak kelihatan!" tanya Alan.
"Uhm ... Tiara hari ini tidak masuk sekolah karena sakit, kemarin dia habis masuk rumah sakit tapi pagi ini dia sudah boleh pulang." jawab Caca semangat panjang kali lebar.
Sedangkan Alan yang mendengarkan penjelasan Caca langsung khawatir dengan keadaan Tiara. "Kapan Tiara masuk rumah sakit? Bukankah kemarin dia masih masuk sekolah? Tiara sakit apa!" tanya-nya beruntun.
Caca yang mendengar pertanyaan Alan beruntun menjadi gugup seketika, Caca bingung harus menjawab yang mana. Di saat gugup datang, seketika sesuatu yang bergejolak pun ikut hadir. Sekuat tenaga Caca menahannya, karena bisa malu dia saat Alan mengetahui bom atom nya meledak sekarang.
"Oh, itu-itu Tiara tidak sakit apa-apa hanya saja dia sedang kelelahan." jawab Caca terbata. Caca merasakan gejolak perutnya semakin hebat.
Alan yang mendengar penjelasan dari Caca bahwa Tiara baik-baik saja langsung merasa lega, tapi sekarang dia heran melihat keringat yang membanjiri kening Caca. "Ca, apa kamu sakit? Kenapa kamu tiba-tiba berkeringat!" tanya Alan.
__ADS_1
Caca langsung kelabakan mendengar pertanyaan Alan. "Oh, ini!" Caca mengusap keningnya yang berkeringat dengan tangannya. "Ini, karena aku hanya ingin buang air kecil." elaknya dengan tersenyum kaku.
"Oh ...." Jawab Alan. "Jika kamu ingin pergi ke toilet, lurus saja nanti belok kanan. Toiletnya ada di situ." beritahu Alan kepada Caca dengan menunjuk arah dengan jari telunjuknya.
"Iya baiklah, aku akan pergi ke toilet sekarang. Bye ...." pamit Caca kepada Alan seraya melambaikan tangannya dan segera lari dari sana, rasanya sudah tidak bisa lagi menahan bom atom-nya.
"Bye ...." balas Alan juga. Alan heran melihat kelakuan Caca yang suka sekali berlari.
Saat Caca sudah sampai di toilet perempuan, segera dia masuk kedalam salah satu bilik.
Brrooootttt tuuuuttttttt
Caca melepaskan bom atom yang sejak tadi di tahannya, raut wajah Caca langsung berubah lega. Tapi tidak untuk penghuni bilik sebelahnya.
"Huek, huek, huek." Suara seorang siswi yang muntah sesaat setelah Caca membuang bom atom nya.
"Anj*rrr," umpat siswi itu. "Whoiii ... siapa yang pagi-pagi buang gas beracun nih?" teriak gadis itu dari dalam bilik toiletnya.
Caca melanjutkan perjalanannya ke sekolah tempatnya, setelah tadi dia sempat menemui guru Tiara.
*
*
Di lain tempat Mommy Jessy sudah kembali ke mension Alex setelah tadi mengantarkan pulang Tiara ke apartemennya.
Saat Mommy akan menuju kamar yang ada di mension Alex, Mommy melihat Alex yang sedang sarapan sendiri di meja makan. Mommy langsung ikut bergabung.
Alex yang melihat Mommy duduk di pinggirnya hanya tersenyum miring. "Apakah Mommy sudah selesai mengurus anak angkat Mommy?" cibirnya.
Mommy yang mendengar sindiran Alex hanya tersenyum penuh arti. "Bagus juga ide kamu sayang, bagaimana kalau Mommy angkat Tiara menjadi anak Mommy? Tiara juga gadis yang manis," ucap Mommy dengan senyuman yang manis.
__ADS_1
Alex yang mendengar matanya langsung melotot. "Mom, Alex tidak mau adik. Lagi pula Mommy baru mengenalnya, mana bisa Mommy mengambil keputusan seperti itu!" sahut Alex.
"Kenapa tidak bisa, Mommy sudah merasakan nyaman dengan Tiara. Papa juga pasti setuju," ujarnya. Alex yang mendengar ucapan Mommy-nya hanya memutar bola matanya malas.
Saat Mommy menyebut Papanya Alex baru sadar mulai kemarin Mommy-nya hanya di temani supirnya di Jakarta. "Mom, kenapa Mommy tiba-tiba datang kesini? Dan kenapa Papa tidak ikut datang kesini?" tanya Alex penuh selidik.
Mommy yang mendengar pertanyaan Alex langsung tersedak makanannya. "Uhm, Papa sedang pergi bersama teman-temanya, karena Mommy merasa kesepian makanya Mommy datang kemari." elaknya.
Alis Alex terangkat sebelah mendengar jawaban dari Mommy-nya, pasalnya Mommy biasanya akan ikut kemanapun Papanya pergi. Tapi sekarang Mommy memilih untuk datang ke mansion-nya.
"Benarkah?" tanya Alex yang merasa jawaban Mommy kurang meyakinkan.
"Benar," jawab Mommy dengan meyakinkan. "Makanya kalau tidak mau melihat Mommy kesepian segeralah menikah biar Mommy di temani menantu Mommy," ucapnya dengan tersenyum.
"Uhuk, uhuk." Sekarang giliran Alex yang tersedak ludahnya sendiri mendengar ucapan Mommy. "Mommy tidak bisakah jangan membahas itu!"
Mommy yang masih pura-pura tidak tau apa-apa ingin meneruskan pertanyaannya. "Bukankah kamu sedang menjalin hubungan dengan Andien? Kenapa tidak segera kamu nikahi saja?" tanya Mommy polos.
"Kami sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi." jawabnya datar. "Dan dia juga sudah menikah," imbuhnya.
Mommy hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban mengerti. Mommy kemudian menggenggam tangan anaknya itu, Mommy tau di balik sikap datar yang di tunjukkan Alex hanya sekedar untuk menutupi rasa kecewa yang ada di hatinya.
"Sayang Mommy tau kamu pasti kecewa dengan semua ini, tapi mungkin ini semua yang terbaik untuk kalian berdua. Dan mungkin memang Andien bukanlah jodoh kamu, Mommy harap kamu bisa ikhlas menerima semua ini. Dan kamu juga bisa menemukan pengganti Andien, Mommy juga berharap kamu segera melupakannya bagai manapun Mommy juga tau bagaimana jika rumah tangga-nya di ganggu oleh orang lain." Nasehat Mommy, karena Mommy berharap Alex tidak akan melakukan hal yang buruk dengan rumah tangga Andien.
Alex hanya diam mendengar perkataan Mommy, setelah itu. "Mom, Alex berangkat kerja dulu," pamitnya, dan mencium pipi Mommy.
Mommy yang melihat punggung Alex menjauh dari pandanganya, hanya menghela nafas pelan. Semoga apa yang di takutkan tidak terjadi.
Di apartemen Tiara hanya berbaring di kamar dan memandangi plafon di kamarnya. DI saat ngantuk sudah datang mendera dan hampir saja memejamkan matanya, tiba-tiba ponsel yang ada di sebelahnya berbunyi menandakan ada pesan masuk. Sontak saja matanya membulat sempurna saat membaca pesan tersebut.
...----------------...
__ADS_1
...Jangan lupa vote, like dan komen. semoga sehat selalu. Amiiin....