
Pagi telah menyapa. Seperti rencana sebelumnya, mereka akan berangkat pagi ini.
Di dalam rumah Tiara dan Caca kembali memeriksa barang mereka kembali, takut-takut ada yang tertinggal.
"Sudah, siap semua?" Alex yang menghampiri Tiara.
Tiara yang sedang memeriksa koper langsung menoleh ke arah Alex yang berada di belakangnya. "Hm ... sudah semua," jawab Tiara.
"Seharusnya kamu tidak perlu membawanya, di Jakarta kamu bisa membelinya lagi. Dan lagi pula rumah ini masih bisa kita tempati saat datang kemari," ujar Alex.
"Mas ... aku hanya membawa beberapa baju dan sedikit barang saja," sahut Tiara. Memang kenyataanya begitu, bahkan Tiara hanya memerlukan koper kecil untuk membawa barang-barangnya.
Tiara berencana menyuruh Vita menempati rumahnya, dari pada di biarkan kosong. Lagi pula dari pada Vita mengeluarkan uang untuk membayar kos, lebih baik menempati rumah Tiara yang secara cuma-cuma.
"Ya sudah kalau begitu, ayo kita berangkat sekarang. Di luar sepertinya pegawai kamu sudah datang," seru Alex yang tadi sempat mendengar bel rumah Tiara berbunyi.
"Hm, ayo." Tiara segera meraih kopernya untuk dia bawah. Tapi Alex lebih dulu mencegahnya. "Biar aku saja," sergah Alex. Dan langsung mengambil alih koper yang sudah di tangan Tiara.
Di luar rumah ternyata benar seperti dugaan Alex. Vita sudah tiba lima menit yang lalu menggunakan taksi online, dan sekarang duduk di teras sembari menunggu penghuni rumah keluar.
"Sudah lama Kak Vita?" tanya Tiara yang baru keluar dari dalam rumah.
"Belum Mbak Tiara, barusan." jawab Vita seraya bangun dari duduknya.
Tidak lama Caca dan Rey juga keluar dari dalam rumah. "Ayo !!" ajak Caca. Kemudian matanya mengarah pada Vita. "Kak Vita bisa nyetir mobil nggak?"
"Uhm ... tidak bisa Mbak Caca," jawab Vita dengan tersenyum kaku.
Seketika Caca menepuk keningnya. "Aku lupa, seharusnya aku bertanya dulu kemarin," gumam Caca.
"Kalau begitu, kita naik taksi online saja," ujar Tiara yang sudah mengotak atik mobilnya untuk memesan taksi.
Caca juga melakukan hal yang sama dengan Tiara, mengotak atik ponselnya untuk memesan taksi. Tidak mungkin semua masuk dalam satu mobil, akan berdesak-desakan nantinya. Tadinya Caca berharap Vita yang akan mengantar dengan mobilnya, tapi ternyata Vita tidak bisa mengemudi.
"Mas, Mommy sudah tau kalau kita akan pulang hari ini?" tanya Tiara saat berada di dalam taksi. Tiara dan Alex berada satu mobil. Sedangkan Rey dan Caca juga Vita di taksi satu-nya.
"Hm ... pagi-pagi tadi aku sudah mengabari Mommy kalau kita akan pulang hari ini.
Tiara menganggukkan kepalanya mendengar jawaban suaminya.
Hingga beberapa saat taksi yang mereka tumpangi sudah sampai di bandara.
__ADS_1
"Kak Vita titip cafe sama rumah ya!!" ucap Tiara dengan menggenggam tangan Vita.
"Iya Mbak Tiara, saya akan menjaga amanah dari Mbak Tiara dan juga Mbak Caca," sahut Vita yang juga mengarahkan pandanganya pada Caca.
"Yah sudah, kalau begitu kita berangkat dulu," pamit Caca.
Tiara dan Caca bergantian memeluk Vita, setelah itu bersiap untuk penerbangan mereka.
Setelah Tiara dan Caca juga para suaminya sudah tidak terlihat, Vita memutuskan langsung menuju cafe. Memulai hari barunya sesuai keinginan Tiara dan Caca yang memberinya tanggung jawab untuk mengelola cafe selama pemiliknya tidak ada.
Di dalam pesawat Tiara duduk dengan Alex. Sedangkan Caca dan Rey duduk di kursi belakang mereka.
"Oh ya, sebenarnya ada sesuatu yang masih membuatku penasaran," ujar Rey tiba-tiba pada Caca.
Caca yang berada di sampingnya seketika menoleh. "Apa?"
"Bagaimana bisa kalian tiba-tiba mempunyai usaha cafe?" tanya Rey. Sebenarnya Rey sudah ingin menanyakan ini dari kemarin-kemari tapi selalu saja lupa.
Tubuh Caca seketika menegang saat mendengar pertanyaan suaminya. Caca terdiam sebentar untuk memikirkan jawaban apa yang akan dia berikan.
Bahkan bukan hanya Caca saja yang terkejut. Tiara sendiri juga mengalaminya, karena tadi dirinya sempat mendengar pertanyaan Rey pada Caca. Tiara berharap semoga saja Caca dapat mempunyai jawaban yang tepat.
"Oh, seperti itu!" Rey yang sepertinya percaya pada jawaban istrinya.
Lagi-lagi Caca menganggukkan kepalanya.
Tiara ikut menghembuskan nafasnya lega mendengar jawaban Caca dan Rey yang sudah tidak bertanya lagi.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Alex yang melihat Tiara hanya diam saja dan sedikit gusar.
Tiara mengarahkan pandanganya pada Alex, dan menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa Mas, hanya saja baby-nya sedari tadi tidak mau diam," elak Tiara seraya mengelus perut buncitnya.
"Benarkah?" Alex yang penasaran juga menyentuh perut istrinya. Tapi Alex menautkan kedua alisnya saat tangannya tidak merasakan gerakan dari anaknya. "Dia tidak bergerak," ucap Alex yang sedikit kecewa dengan posisi tangan yang masih menempel pada perut Tiara.
"Mungkin dia sudah capek," sahut Tiara dengan senyum yang dia paksakan.
"Hm ... apa bisa begitu!" Alex menatap Tiara yang sekarang sedang menatapnya. Tiara menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Alex kemudian menyandarkan punggungnya kembali pada kursinya. Tangan kirinya menarik kepala Tiara agar bersandar di bahunya. "Istirahatlah, kita akan melakukan penerbangan dua jam," ujar Alex.
Tiara menuruti apa yang Alex katakan, dengan perlahan memejamkan matanya.
__ADS_1
***
Di tempat lain Mommy sedang sibuk mempersiapkan keperluan untuk menyambut kedatangan anak-anak-nya.
Semenjak Alex memberikan kabar kepulangan mereka, senyum selalu menghiasi bibir Mommy. Tidak ada kata-kata untuk menggambarkan rasa bahagianya.
"Mom, untuk apa ini semua?" tanya Papa Nathan yang baru menghampiri Mommy di ruang tengah, dengan beberapa barang yang berserakan.
"Tentu saja untuk menyambut mereka, Pah," sahut Mommy yang masih sibuk memilih barang apa yang harus ia bawah.
"Ini berlebihan, Mom." Papa yang kurang setuju dengan ide istrinya.
Wanita paruh baya yang masih cantik di usianya itu berdecak pinggang, saat suaminya tidak sejalan dengan kemauan nya. "Ck, ini itu penyambutan spesial, Pa. Jadi harus berkesan."
Papa hanya menghembuskan nafasnya kasar saat istrinya sudah dengan keinginannya. Maka Papa hanya bisa menuruti apa yang di inginkan istri tercintanya itu.
*
*
Papa dan Mommy sudah berada di bandara. Mereka datang lebih awal dari waktu yang sudah di katakan Alex. Dan Mama Mona juga berada di sana untuk menyambut kedatangan anak dan menantunya.
Hingga sepuluh menit kemudian, pesawat yang di tumpangi empat anak muda itu sudah mendarat dengan selamat di bandara.
Tiara dan Alex berjalan beriringan dengan koper yang berada di tangan Alex. Sedangkan Caca berjalan beriringan dengan suaminya.
Tiara mengedarkan pandangannya untuk mencari mertua kesayangannya. Tadi kata suaminya mertuanya itu akan menjemput mereka.
Hingga di detik berikutnya Mata Tiara tertuju pada wanita paruh baya yang sedang membawa kertas berukuran besar yang bertuliskan 'selamat datang tersayang ku' dan tangan juga menggenggam pompoms.
"Mas, apa itu Mommy?" tanya Tiara sedikit ragu pada suaminya.
Alex segera mengarahkan pandanganya pada apa yang Tiara lihat. Dan matanya membulat saat tahu itu adalah Mommy yang sedang berteriak kehebohan. "Astaga."
Mommy yang sudah melihat keberadaan mereka segera memberikan kertasnya pada Papa Nathan. Dan Mommy bersiap dengan yel-yelnya. "Ye ye ye ye mereka datang." Mommy yang terus bergoyang. "Tiaraaaaaa, Cacaaaa," teriak Mommy memanggil mereka.
"Mom, hati-hati nanti encok," ujar Papa Nathan yang khawatir.
...----------------...
...Jangan lupa vote, like dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu. Aminn....
__ADS_1