DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Salah Paham


__ADS_3

Alex yang sedang meeting di Restoran, tidak tahu jika ponselnya berdering sedari tadi karena mode silent.


Hingga jam 14.00 meeting baru selesai, Alex menautkan kedua alisnya saat melihat riwayat panggilan nomer tidak dikenal dan juga chat.


Ketika Alex membuka pesan tersebut, ada senyuman yang tersungging di bibirnya. Istri kecilnya memberi tahu kalau dirinya akan pergi ke Cafe bersama sahabatnya.


Riko hanya heran melihat Bosnya yang tersenyum sendiri dengan menatap layar ponselnya.


Alex memutuskan untuk menghubungi Tiara, tetapi tidak ada jawaban dari seberang sana. "Kenapa Tiara tidak mengangkatnya?" Gumam Alex.


Alex memutuskan untuk menghubungi Tomy.


Tut.


Tut.


Tut.


"Tomy, apakah Tiara sudah sampai di Cafe?"


"..."


"Di Cafe mana?"


"..."


"Apa teman perempuannya sudah datang?"


"..."


Alex menautkan kedua alisnya, mendengarkan jawaban yang di berikan Tomy. "Bukanya tadi katanya bersama Caca, kenapa sekarang bersama teman laki-laki," batin Alex.


Dengan sedikit emosi Alex mematikan sambungan yang masih tersambung secara sepihak.


"Riko, kembalilah ke perusahaan, saya masih ada urusan," titahnya. Alex langsung melenggang pergi sebelum Riko memberikan jawabannya.


Alex mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh. (kalau mobilnya di bawa Alex berarti Riko pulang pake Taxi dong 😟)


Tidak butuh lama Alex sudah sampai di Cafe di mana Istrinya berada. Tomy yang menyadarinya dengan segera menghampiri Alex. "Tuan." Ucapnya.


"Di mana Istriku?" tanyanya dingin.


"Di dalam Tuan ber--" Belum juga Tomy selesai menjawab Alex sudah meninggalkannya.


Dengan langkah lebar Alex masuk ke dalam Cafe dan mencari keberadaan Tiara, Alex mengedarkan pandanganya hingga matanya menangkap sosok yang di carinya.


Alex segera mendekat ke arah Istrinya, matanya hanya tertuju pada Tiara.


Sedangkan Caca yang melihat ekspresi tegang Tiara saat menatap Rey, dengan cepat memori otaknya berputar. Sekarang dirinya baru ingat kalau Rey adalah salah satu tamu undangan di pernikahannya.

__ADS_1


"Bukanya Lo is--" dengan cepat Caca membungkam mulut Rey.


"Om," ucap Tiara.


Sedangkan yang lain yang mendengarkan ucapan Tiara seketika menoleh ke arah pandangan Tiara.


Alex masih diam dengan menatap Istrinya dengan tajam, entah kenapa ada perasaan marah melihat Istrinya. Mungkin Alex merasa Tiara sudah membohonginya.


"Ayo kita pulang," ajak Alex dingin.


Tiara yang masih tertegun hanya diam dan tidak merespon apapun, Alex dengan segera menggapai tangan Istrinya dan membawanya keluar dari Cafe.


"Ara," panggil Caca dan ingin mengejar sahabatnya, tapi Rey segera mencekal tangannya.


Sontak Caca seketika menoleh pada Rey, "Uncle Ara--"


"Sudah biarkan meraka menyelesaikan urusan rumah tangga mereka," selah Rey. "Ayo kalau begitu kita pulang juga," ajaknya dan menggenggam tangan Caca untuk berjalan ke luar Cafe.


Bahkan Caca lupa untuk berpamitan pada Alan, sedangkan Alan hanya diam menyaksikan drama yang berlangsung di depannya. Dirinya masih tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang di maksud 'Rumah Tangga' tadi masih terngiang di kepalanya.


*


*


Di dalam mobil Alex dan Tiara hanya diam, aura dingin Alex yang membuat suasana semakin mencekam.


Alex menyuruh Tomy kembali ke mansion, sedangkan Alex akan kembali bersama dengan Tiara.


Tiara bingung kemana Alex akan membawanya, tetapi mulutnya takut untuk bertanya.


Hingga beberapa saat mobil Alex berhenti di salah satu Hotel milik Pratama Group.


Seketika Tiara merasakan tegang di sekujur tubuhnya. "Kenapa perasaanku jadi tidak enak!" batin nya.


Alex segera turun dari mobil dan membuka pintu mobil di bagian penumpang. "Turun," ucapnya.


Dengan perasaan takut Tiara turun dari mobil, Alex kembali mencekal tangan Tiara dan membawanya masuk kedalam Hotel.


Semua staf yang bekerja merasa terkejut dengan kedatangan pemilik Hotel yang datang tiba-tiba tanpa konfirmasi, segerah semua staf menundukkan kepalanya memberi hormat kepada Alex yang memasuki Hotel.


Tapi Alex hanya diam dan terus membawa Istrinya di mana kamar khusus miliknya.


Saat sudah sampai di dalam kamar dan menguncinya Alex segera menghempaskan cekalanya membuat Tiara mundur beberapa langkah.


"Kenapa kau berbohong kepadaku?" Tanya Alex dingin.


Tiara hanya menautkan kedua alisnya, dia masih tidak mengerti apa yang di maksud Alex.


"Bo-bohong tentang apa Om," yang di jawab Tiara dengan pertanyaan.

__ADS_1


Alex semakin geram mendengar apa yang di ucapkan oleh Tiara, dengan perlahan Alex mendekat ke arah Tiara dengan tatapan tajamnya.


"Benarkah kau tidak tau apa yang aku maksud?" Ucap Alex dengan senyum miringnya.


Tiara yang melihat itu hanya merasakan takut yang datang kembali setelah beberapa hari lalu mulai menghilang.


Tiara hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dan kakinya yang terus berjalan mundur mengikuti langkah Alex yang semakin dekat dengannya.


"Apa kau ingin aku beri tau?" Ujar Alex.


"I-iya," jawab Tiara.


Alex semakin mengikis jarak antara dirinya dan Tiara. "Kenapa kau bilang ingin bertemu Caca? Padahal nyatanya di sana kau dengan teman laki-lakimu, hmm!" Jelasnya.


Tiara yang mendengar perkataan Alex segera memutar otaknya, dan menemukan kesalahannya dan kesalahpahaman.


"Ma-maaf Om, aku tadi memang berencana hanya berdua. Tapi Alan tiba-tiba ingin ikut setelah aku mengabari Om dan lupa memberi kabar kembali," jelasnya.


"Oh jadi namanya Alan," Alex mengatakannya dengan nada yang tidak suka.


Tiara hanya menelan saliva nya dengan susah payah, rasanya tenggorokannya menjadi kering kerontang.


"Ta-tapi tadi Caca juga berada di sana dengan salah satu teman Om yang waktu itu hadir di pernikahan," Tiara mencoba menjelaskan.


Alis Alex terangkat sebelah, "Benarkah?" Ucapnya sedikit terkejut.


Alex memang tidak menyadari kehadiran Caca dan Rey, karena Alex hanya fokus kepada Tiara dan Alan yang duduk di sampingnya.


Karena Tiara yang terus berjalan mundur, tidak menyadari bahwa kakinya menabrak ranjang yang berada di belakangnya.


Bugh.


Seketika tubuh Tiara terjerembab kebelakang dan terjatuh ke ranjang dengan posisi terlentang, bahkan seragam sekolah yang di pakainya tersingkap sebagian ke atas memperlihatkan perut rampingnya yang putih mulus.


Gleg.


Alex yang tadi mencoba mengingat keberadaan Caca dan Rey seketika buyar setelah melihat pemandangan indah di depannya, dengan susah payah Alex menelan saliva nya.


Tiara yang mencoba bangun untuk mencari kacamatanya yang entah jatuh kemana saat dia terjerembab tadi, tiba-tiba dikagetkan oleh Alex yang sudah mengungkung tubuhnya dan menekan kedua bahunya agar tidak bisa terbangun.


"Om," ucap Tiara yang kaget dengan tindakan Alex.


Alex merasakan hawa panas mulai bangkit dalam dirinya.


"Apakah aku boleh jika mengambil 'Hak' ku sekarang?" tanya Alex dengan pandangan yang mulai mengabut.


"A-a-ku," ucap Tiara terbata


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komen. kalau mau ngasih hadiah juga gak apa-apa 😍, terima kasih semoga sehat selalu. Aminnnn.


__ADS_2