DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Akhir Ujian


__ADS_3

Dua minggu telah berlalu, hari ini adalah hari terakhir Tiara mengikuti ujian nasional.


(Maaf ya jika jarak antara try out sama UN ada kesalahan)


"Hari ini hari terakhir kamu UN kan sayang?" Tanya Mommy di sela-sela sarapan.


Pertanyaan Mommy di tujukan pada Tiara dan Caca duduk bersebelahan.


Tiara dan Caca kompak mengangguk. "Ya Mom."


"Kalian rencana mau kuliah di mana?" tanya Mommy lagi.


"Masih belum kepikiran Mom!" jawab Caca seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Sedangkan Tiara hanya diam, dirinya lupa membicarakan soal ini dengan suaminya.


"Kalau kamu sayang?" tanya Mommy pada Tiara yang hanya diam.


Tiara baru saja akan menjawabnya, tapi Alex lebih dulu mendahuluinya.


"Tiara akan menunda kuliah Mom, kami ingin segera memiliki anak," sela Alex.


Alex memang sudah memikirkannya, karena ingin segera mempunyai anak.


Mata Tiara membulat mendengar jawaban suaminya, Tiara tidak menyangka bahwa Alex benar-benar ingin segera memiliki anak. Meskipun itu tidak salah, karena mereka memang sudah menikah. Sedangkan Tiara sampai se-dikasihnya saja.


"Apa benar sayang?" tanya Mommy memastikan.


Tiara menganggukkan kepalanya. "Iya Mom," jawabnya dengan tersenyum.


Mommy bernafas lega setelah mendengar jawaban Tiara, karena meskipun Mommy ingin segera punya cucu, tapi Mommy juga tidak mau membatasi keinginan Tiara untuk mengejar cita-cita.


"Nak, kalaupun kamu ingin hamil dan kuliah juga tidak apa-apa," ujar Papa Nathan. Papa juga sepemikiran dengan Mommy yang tidak mau mengekang menantunya.


Tiara tersenyum mendengar ucapan Papa mertuanya yang juga begitu menyayanginya. "Tiara akan cuti saja dulu, Pa. Masih bisa di lanjutkan tahun berikutnya," jawab Tiara.


"Ya sudah jika itu keputusan kamu," ujar Papa.


Bibir Alex sedikit terangkat mendengar jawaban Tiara, sebelumnya Alex sedikit takut jika Tiara tidak setuju dengan keputusannya.


Semua akhirnya menyelesaikan sarapannya.


"Oh ... ya, nanti Mommy jemput ya! Ayo kita jalan-jalan. Sudah lama kita tidak pergi bersama," ucap Mommy saat melihat Tiara dan Caca akan berangkat sekolah.


"Ya, Mom," jawab Tiara dan Caca kompak.


Mommy tersenyum, ternyata kedua putrinya mau di ajak untuk jalan-jalan.


Tiara dan Caca menggapai tangan Mommy dan Papa untuk mereka cium punggung tangannya.


"Hati-hati sayang," pesan Mommy.


Tiara dan Caca hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Alex masih mengantarkan Tiara ke sekolah karena Bayu masih belum kembali.


Alex sendiri tidak berniat untuk mencari pengganti Bayu, karena dirinya sendiri tidak keberatan mengantarkan istrinya ke sekolah.


Beberapa saat mobil yang di kendarai Alex sampai, di depan gerbang sekolah antar bangsa. "Mas, aku masuk dulu yah," pamit Tiara dan berniat menggapai tangan Alex untuk dia cium. Tapi Alex justru menggenggam tangannya.

__ADS_1


Tiara menautkan kedua alisnya, saat Alex menggenggam tangannya dan menatapnya dalam.


"Sayang, kamu tidak keberatan kan dengan keputusanku tadi?" Tanya Alex kemudian.


Tiara tau apa yang di maksud Alex. "Tidak Mas, kuliah masih bisa di kejar tahun depan," jawab Tiara dengan tersenyum manis.


"Terima kasih," ucap Alex, dan segera memeluk Tiara.


"Semoga dia segera berada di sini," ucap Alex setelah melepaskan pelukannya, dan mengelus perut rata Tiara dengan tangannya.


"Semoga Mas," sahut Tiara.


Tiara akhirnya masuk ke dalam sekolah setelah tadi, Alex memaksanya memberikan satu kecupan.


Hari ini adalah hari terakhir Tiara berjuang, menentukan kelulusan sebagai siswi SMA, setelah hampir tiga tahun menempuh pendidikan.


Meskipun sudah di pastikan, Tiara akan lulus. Karena Tiara adalah salah satu murid yang berprestasi.


***


Siang hari, semua murid kelas tiga sudah berhamburan keluar dari kelas. Raut wajah mereka ada yang lega sudah melawati UN, ada juga yang masih tegang karena masih harus menunggu untuk pengumuman.


Tiara berjalan keluar ke arah gerbang, mata Tiara dapat melihat Tomy yang sudah berdiri di samping mobil.


"Silahkan Nona," Tomy membukakan pintu belakang mobil, mempersilahkan Tiara masuk kedalam mobil.


"Terima kasih Kak," sahut Tiara seraya masuk ke dalam mobil.


"Mom," ucap Tiara dan menggapai tangan Mommy untuk dia cium.


"Bagaimana ujinya?" Tanya Mommy, seraya membelai rambut panjang Tiara.


"Berjalan dengan lancar Mom," jawab Tiara dengan tersenyum. Ada raut kelegaan di wajah Tiara, meskipun belum mengetahui hasilnya.


Tiara tersenyum mendengar ucapan Mommy.


Tomy mengendarai mobil-nya menuju sekolah Dharma Bhakti, sekolah Caca.


Beberapa saat mobil itu berhenti di depan gerbang sekolah, terlihat Caca yang sudah berdiri di sana dengan satu cup es jeruk di tangannya.


Caca segera masuk kedalam mobil bagian kursi depan, karena tahu pasti di belakang sudah ada Mommy dan Tiara.


Sebelum masuk mobil, Caca membuang es jeruk yang hanya tinggal es batu-nya saja.


"Mom," panggil Caca seraya menggapai tangan Mommy untuk dia cium.


"Haus sayang?" Tanya Mommy yang tadi melihat Caca menghabiskan satu cup es jeruk.


Caca hanya nyengir kuda. "Panas Mom," sahut Caca.


Mommy dan Tiara hanya menggelengkan kepala.


"Tomy kita pergi ke mall," perintah Mommy.


"Baik, Nyonya." Tomy segera melajukan mobil-nya ke salah satu mall.


"Mom, tapi Tiara dan Caca masih pakai seragam sekolah," ujar Tiara.


Caca juga mengangguki ucapan Tiara.

__ADS_1


"Tenang sayang, Mommy sudah menyiapkan sesuatu," ucap Mommy seraya mengeluarkan dua hoodie bewarna soft pink. Mommy memberikannya kepada Tiara dan Caca.


"Wah ... Mommy memang the best," ucap Caca, yang langsung memakai hoodie-nya. Begitupun Tiara melakukan hal yang sama.


*


*


Kini tiga wanita dua generasi itu sudah memasuki salah satu mall terbesar di kota itu.


Caca menggandeng tangan kiri Mommy, sedangkan Tiara menggandeng tangan kanan Mommy. Tomy berjalan di belakang tiga wanita cantik itu.


"Mom, kita akan kemana dulu?" Tanya Caca.


"Bagaimana, kalau kita ke toko baju?" Saran Mommy.


"Boleh," sahut Caca.


"Uhm ... apa boleh jika kita makan saja dulu?" Tanya Tiara.


Mommy dan Caca langsung menoleh ke arah Tiara, sedangkan Tiara hanya tersenyum kaku.


"Ya sudah, kalau begitu kita makan saja dulu," ujar Mommy.


Akhirnya mereka ber empat menuju area food court, dan memesan beberapa makanan.


Mommy, Tiara dan Caca duduk di satu meja. Sedangkan Tomy memilih duduk terpisah.


"Sayang kalian tadi pesan apa?" tanya Mommy.


"Bakso sama es jeruk, Mom," jawab Caca.


"Mie ayam sama jus lemon, Mom," jawab Tiara.


"Mommy sendiri pesan apa?" tanya Tiara.


"Soto daging, Mommy sudah lama tidak makan itu," ujar Mommy.


Sedangkan Tomy entahlah dia pesan apa.


Tidak lama beberapa pelayan membawa pesanan mereka. "Silahkan di nikmati," ucap pelayan saat pesanan ke tiga wanita itu sudah tertata rapi di meja.


"Terima kasih," ucap ketiga wanita itu ke pada pelayan.


Mereka akhirnya memakan makanan pesanan mereka dengan lahap tanpa ada yang berbicara, karena terlalu menikmati.


Saat mereka sudah menghabiskan makanannya, tiba-tiba ada seseorang wanita berpakaian **** menghampiri meja mereka.


Bella.


"Hai Tante, sudah lama tidak bertemu," sapa nya dengan senyum lebar.


Sontak saja tiga pasang mata itu seketika tertuju pada Bella yang berdiri di samping Mommy.


Mommy sempat tertegun melihat kedatangan Bella. "Oh ... iya," jawab Mommy seadanya.


Mommy sendiri tidak suka dengan Bella, karena apa yang dulu di perbuatanya pada Alex.


"Lapo aku ketemu demit iki nang kene," ( kenapa aku bisa bertemu demit ini di sini ) gumam Mommy yang masih bisa di dengar oleh tiga wanita itu. tapi sayangnya mereka tidak tahu apa yang Mommy ucapkan.

__ADS_1


...----------------...


...Jangan lupa vote, like dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu. Aminnn 😊...


__ADS_2