DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Pernikahan


__ADS_3

Setelah Caca dan Tiara melepas pelukannya. "Ara kamu beda, cantik banget," puji Caca.


Tiara mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Caca. "Emangnya hari-hari sebelumnya aku gak cantik?" tanya-nya merajuk.


"Cantik dong sayang," jawab Mommy dengan tersenyum.


Tiara yang mendengar pujian Mommy hanya tersenyum malu, sedangkan Caca hanya terkikik geli.


"Oh ya, Caca nanti kamu nginep sini yah? Biar Tiara ada temennya." ujar Mommy.


Caca mengalihkan pandanganya ke Tiara, dan Tiara menganggukkan kepalanya sebagai jawaban setuju.


"Ya Mom," jawab Caca.


"Yah sudah kalau begitu Mommy keluar dulu nemenin Papa," pamit Mommy.


Tiara dan Caca menganggukkan kepalanya. Setelah kepergian Mommy Caca dan Tiara lebih bebas untuk mengobrol.


"Ra gimana rasanya?" tanya Caca.


"Biasa aja," jawab Tiara padahal dirinya dari tadi tidak bisa duduk tenang menantikan detik-detik ijab qobul.


"Halah, gak usah bohong deh tuh dari mukanya juga udah ketahuan kalau lagi gugup." cibir Caca.


"Oh ya Ra bentar lagi kamu bakalan gak perawan dong!" kelakarnya, setelah itu Caca tergelak kencang.


Mata Tiara melotot mendengar ucapan Caca.


Pletak.


"Ouch ...." Caca mengusap keningnya yang mendapat sentilan dari Tiara. "Sakit Ara," gerutunya.


"Caca kenapa sekarang otak kamu jadi mesum!" sungutnya.


"He, he, he, he." Caca hanya tertawa mendengan omelan Tiara.


*


*


Tidak lama.


Klek.


Pintu kamar terbuka menampilkan seorang perempuan. "Nona acara akan segera di mulai silahkan nona keluar," ujarnya.


"Iya," jawab Tiara, setelah itu perempuan itu pergi dari sana.


"Ca," ucap Tiara gugup.


Caca pun menoleh. "Udah tenang aja ada aku," jawabnya.


Dengan hati-hati Caca menggandeng Tiara keluar menuju tempat ijab qobul dengan di pandu salah satu pengawal Alex.


Saat sudah dekat tempat ijab qobul, Tiara dapat melihat Alex sudah duduk di sana dan orang tuanya yang duduk di kursi belakang Alex.


Alex juga terlihat tampan dengan setelan jas bewarna putih.


Alex yang dari tadi hanya duduk diam menantikan kedatangan Tiara sontak mengangkat kepala saat semua orang berbisik-bisik menyambut kedatangan Tiara.


Alex tertegun melihat penampilan Tiara kali ini, memang sebelumnya Alex sudah pernah melihat tampilan lain dari Tiara yang juga cantik waktu di pesta saat itu.


Tapi kali ini Tiara lebih Cantik, dengan menggunakan kebaya biru muda, dan riasan yang sangat sempurna.


Tiara berjalan mendekat dengan di gandeng oleh Caca dan di dudukkan di samping Alex. Sejenak pandangan mereka bertemu, dan beberapa saat kemudian Tiara mengakhirinya.


"Apakah bisa kita mulai sekarang?" tanya Pak Penghulu.


"Bisa pak," jawab Alex datar.


"Baiklah karena wali dari mempelai wanita tidak ada maka akan saya wakilkan," ucap Pak Penghulu.

__ADS_1


Untuk beberapa saat mereka semua yang menyaksikan acara itu diam sejenak, menantikan pengucapan ijab qobul dari Alex.


Hingga tak lama terdengar teriakkan 'sah' dari saksi, semua bahagia melihat acara sakral itu. Tak terkecuali Mommy, Papa dan Caca, bahkan Caca yang duduk di sebelah Mommy langsung memeluk Mommy.


Setelah memanjatkan doa. "Silahkan Nona Tiara mencium tangan Tuan Alex yang sekarang sudah sah menjadi suami, dan Tuan Alex silahkan mencium kening Nona Tiara yang sekarang sah menjadi istri," ucap Pak Penghulu.


Mata Tiara membulat saat di suruh Penghulu, rasanya sangat malu sekali melakukanya di depan banyak orang seperti ini. Meskipun mereka pernah bercium*n.


Dengan tangan gemetar Tiara menggapai tangan Alex, Alex hanya tersenyum miring melihat ekspresi Tiara. Setelah Tiara kini giliran Alex yang akan mencium kening Tiara, tapi sebelum Alex melakukanya. "Kenapa kamu tegang sekali padahal aku hanya akan mencium kening mu, apa kamu lupa! Kamu sekarang adalah milikku seutuhnya jadi aku berhak melakukan apapun." bisik nya dengan tatapan menyeringai.


Tiara yang mendengar bisikan Alex sontak mengangkat wajahnya yang tadinya menunduk hingga


CUP.


Ciuman alex yang tadinya di kening malah mendarat di bibir Tiara, Tiara yang terkejut pun langsung menjauhkan wajahnya.


"Waaahhhhh ...." Semua orang di sana berteriak histeris melihat keromantisan pengantin baru itu.


Tiara rasanya ingin berlari dari sana dan bersembunyi, yang di pikiran Tiara saat ini hanya satu kata 'Malu'. Berbeda dengan Alex yang biasa-biasa saja.


Acara di teruskan dengan resepsi, karena Alex hanya mengundang beberapa kolega bisnis dan petinggi perusahaan.


Mommy dan Papa menghampiri Alex dan untuk memberi selamat, sangking bahagianya sampai Mommy. "Alex mulai saiki ojok nggarai Tiara nangis, iku podo karo awakmu yo nggawe Mommy nangis." (Alex mulai sekarang jangan buat Tiara nangis, itu sama saja kamu membuat Mommy nangis) pesan Mommy.


Alex hanya mendengus. "Mom sudah Alex bilang jangan bicara Bahasa Jawa, Alex gak ngerti," gerutunya.


"Maaf Mommy sangking bahagianya," ucapnya dengan tersenyum lebar. Papa yang berada di sampingnya juga hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya.


"Alex jaga baik-baik istri kamu," pesan Papa.


"Ya pa," jawab Alex.


"Selamat ya sayang," ucap Mommy seraya memeluk Tiara.


"Terima kasih Mom," ucap Tiara yang juga membalas pelukannya.


Papa juga melakukan hal yang sama seperti apa yang di lakukan istrinya, hingga kini tiba giliran Caca.


"Om jangan buat Ara menangis ya!" pesannya.


Caca kesal dengan ekspresi yang di tunjukkan Alex. "Dasar Om Om, masih beruntung dapat daun muda. Gak ingat apa udah tua," gerutunya pelan, tapi Alex masih bisa mendengarnya.


Alex langsung menatapnya tajam, tapi Caca tak memperdulikannya dan langsung memeluk Tiara.


"Ara selamat ya, aku sekarang bakal kesepian dong!" ucapnya dengan mata berkaca-kaca.


Tiara yang mendengarnya juga ikut terharu, Tiara menggelengkan kepalanya. "Kita tetep bisa bersama kok," ujarnya.


Setelah Caca memberikan selamat kini giliran seseorang tamu yang di undang Alex khusus untuk Tiara, ."Selamat Tuan Alex," ucapnya dengan menjabat tangan Alex.


Alex hanya menganggukkan kepalanya, saat orang itu ke Tiara. "Selamat Tiara," ucapnya.


Mata Tiara langsung membulat seketika. "I-iya Pak Irwan," jawab Tiara dengan gugup. Pak Irwan adalah kepala sekolah antar bangsa.


Setelah kepergian pak Irwan Tiara langsung menatap Alex, dia yakin pasti ini ulahnya.


"Apa!" tanya Alex dengan senyuman menyeringai.


Tiara merasa kesal dengan sikap Alex. "Bagaimana kalau teman-temanya sekolah tau kalau aku sudah menikah," batin nya.


Tak lama dua orang lelaki tampan mendekati Alex dan Tiara.


"Wohoho, selamat Alex sekarang lo dah laku." kelakar Rey.


"Iya pasti sekarang tidur ada yang nina bobok," sambung Leo sambil melirik Tiara, setelah itu mereka berdua tergelak bersama.


Sedangkan Tiara hanya menundukkan wajahnya yang rasanya sudah memerah menahan malu mendengar obrolan para pria itu.


"Apaan beg*," ucap Alex yang menanggapi ke dua temanya itu.


"Jangan marah bro, tenang aja ntar malem dapat jatah," ujar Leo.

__ADS_1


"Udah sana," usir Alex yang jengah dengan ucapan mereka.


"Selamat ya cantik," goda Rey dan Leo pada Tiara.


Tiara hanya menganggukkan kepala dan tersenyum menanggapi.


*


*


*


Malam hari pesta telah usai Tiara pun sudah membersihkan diri dan memakai pakaian yang di berikan Mommy tadi, sekarang dirinya berada di dalam kamar Alex sendirian. Entahlah kemana suaminya itu pergi.


Saat Tiara membuka ponsel untuk untuk berselancar di dunia maya, matanya membulat sempurna melihat berita pernikahannya dengan Alex yang di unggah 30 menit yang lalu.


"Astaga," ucapnya. "Sudah ku duga pasti akan terjadi," gumamnya.


Tiara sudah memprediksi hal ini bagaimanapun Alex adalah pengusaha muda yang sukses.


Dengan cepat Tiara lari keluar kamar untuk mencari Caca, tapi bingung Caca di kamar yang mana. Hingga Tiara melihat pelayan yang lewat. "Bik, apa Bibi tau kamar teman saya menginap?" tanya Tiara.


Bibi itu pun segera membungkukkan punggungnya. "Di kamar paling pojok. Nona." jawabnya dengan mengarahkan telunjuknya ke tempat Caca.


"Terima kasih Bik," ucap Tiara, dan berlalu dari sana.


Brak.


Tiara langsung membuka pintu kamar Caca tanpa mengetuk karena panik. "Ca," panggilnya.


Caca yang baru merebahkan diri di kasur seketika bangun kembali. "Kok kesini?" tanya Caca.


Tapi Tiara tidak menjawab. "Mana laptop aku?"


Caca hanya bingung melihat sikap Tiara yang aneh tapi juga menunjukkan di mana laptop itu. "Di laci," jawabnya.


Tiara dengan segera mengambil laptop itu memangku di atas pahanya saat Tiara mendaratkan bokongnya di ranjang, dan mengotak atiknya. Hingga tulisan-tulisan kecil bermunculan.


Caca yang ada di sampingnya masih bingung padahal tidak ada kerjaan sampingannya. "Kenapa sih Ra?" tanya-nya penasaran.


"Berita nikah aku muncul di internet," jawab Tiara, tapi tetap fokus pada laptop.


"Loh kok bisa, katanya kan gak pakai gitu-gitu?" tanya Caca kaget.


"Entah lah," jawab Tiara.


Hingga 1 jam berlalu.


"Ok, dah beres." ucap Tiara dan menyimpan kembali ke dalam laci, kemudian Tiara merebahkan tubuhnya.


"Eh, mau ngapain?" tanya Caca.


"Tidur," jawab Tiara.


"Nggak, sana balik ke kamar Om," ujar Caca dan menarik tangan Tiara hingga keluar dari kamarnya.


Tiara hanya mendengus melihat kelakuan Caca, dengan langkah berat Tiara kembali ke kamarnya.


Tidak lama.


Klek.


Alex masuk dengan wajah yang kusut.


"****," umpatnya, saat tau Tiara menatapnya. "Apa?" Dengan tatapan tajamnya.


...----------------...


...kunjungi juga...


...facebook auraaurora...

__ADS_1


...iG auraaurora...


...jangan lupa vote, like dan komen. terima kasih semoga sehat selalu. Aminn....


__ADS_2