DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Mulai Bucin


__ADS_3

Tiara mengerjapkan matanya, saat merasakan panggilan alam yang memanggilnya.


Tiara terkejut saat mengetahui mul*t Alex yang masih menempel di salah satu asetnya, dengan perlahan Tiara menariknya hingga terlepas.


"Kenapa sekarang jadi pakai kaos!" heran Tiara melihat penampilannya yang berubah.


Tiara mengedarkan pandanganya, merasa asing dengan kamar tersebut. "Apa ini masih di kantor?" gumamnya.


Tiara memutuskan untuk pergi ke bathroom yang berada di pojok kamar, setelah selesai Tiara kembali keranjang dan melihat jam di ponselnya.


Ternyata sudah pukul 04.00 Subuh. "Om, bangun sudah pagi, ayo kita pulang," Tiara mencoba membangunkan Alex.


"Hmm." Alex hanya bergumam.


"Om ...!"


Tapi tetap saja Alex susah sekali untuk bangun.


"Om, nanti Tiara sekolah, ayo kita pulang." ucapnya lagi.


Dengan perlahan Alex mengerjapkan matanya, dan yang ia lihat adalah istrinya.


"Sekarang jam berapa?" Tanyanya dengan suara serak khas orang bangun tidur.


"Jam 04.00, ayo kita pulang," ajak Tiara.


Hingga beberapa saat mereka sudah siap untuk pulang.


*


*


"Om kapan Mommy dan Papa kembali?" Tanya Tiara saat di mobil.


Setelah tadi pulang ke mansion, Alex memutuskan untuk mengantarkan Tiara pergi ke sekolah.


"Entahlah, Papa belum kasih kabar," jawab Alex.


Tiara hanya menganggukkan kepalanya.


Hingga beberapa saat mobil Alex sampai di depan sekolah Antar Bangsa. "Om, Tiara masuk dulu." pamitnya seraya mencium punggung tangan Alex.


"Tunggu," serga Alex saat Tiara hendak turun dari mobil.


"Kenapa Om?"


"Jika perlu sesuatu gunakan kartu yang ku beri," ucapnya.


Tiara menaikkan salah satu alisnya. "Maksudnya?"


"Jadi kamu tidak tau? Aku menaruhnya di dompetmu." ujar Alex.


"Benarkah!" Tanya Tiara seraya membuka dompetnya. Ternyata ada blackcard yang terselip di sana.


"Tapi Tiara belum membutuhkannya," ucap Tiara.


"Kalau begitu simpan saja dulu, gunakan jika kamu memerlukannya."


"Uhm ... ya sudah kalau begitu," putus Tiara. Meskipun Tiara menolak pasti Alex juga akan memaksanya.


Tiara turun dari mobil Alex. "Tunggu," teriak Alex saat Tiara hendak masuk ke dalam sekolah.


Tiara mendekat ke arah mobil Alex yang kaca jendela bagian penumpang terbuka. "Ada apa Om?" Tanya Tiara heran saat suaminya memanggilnya kembali.


"Sini," titah Alex.


Tiara menundukkan kepalanya agar bisa menjangkau pandangan Alex.

__ADS_1


Cup.


Alex dengan cepat mencuri kecupan singkat dari bibir Tiara kemudian melajukan mobilnya untuk pergi dari sana.


"Huh," Tiara berdiri mematung masih terkejut dengan tindakan Alex.


"Ya ampun ... kenapa semakin hari semakin mes*m saja dan tidak tahu tempat," gerutu Tiara.


Tiara berjalan menuju kelasnya, tanpa di sadari ada sepasang mata yang melihat adegan romantis Tiara dan Alex.


Orang itu mengepalkan tangan. "Aku yang selalu berusaha untuk mendapatkan mu selama hampir 3 tahun, dan kau lebih memilih orang yang baru saja kau kenal," gumamnya, dan pergi berlalu dari sana.


Sedangkan Tiara mengedarkan pandangannya. "Ternyata semuanya benar-benar berubah dalam sekejap," ucapnya saat tak mendapati Alan yang menunggunya seperti biasa.


*


*


Sore hari saat pulang sekolah Tiara berdiri di depan gerbang sekolah, untuk menunggu Caca yang katanya tadi akan menjemputnya.


Sebelumnya Tiara juga sudah meminta izin pada Alex, dan Alex mengizinkannya.


Tidak lama Honda jazz merah berhenti di depan Tiara.


"Dimana Alan?" Tanya Caca dengan mengedarkan pandanganya mencari keberadaan sang pujaan hati.


"Entahlah, seharian ini aku tidak bertemu dengannya." Jawab Tiara saat sudah masuk ke dalam mobil Caca.


Caca menautkan kedua alisnya. "Tumben?"


"Hmm," jawab Tiara dengan mengdikkan kedua bahunya.


"Huft ... gagal dong ketemu pangeran ku," gerutu Caca.


Tiara hanya memutar bola matanya malas.


Setelah itu mobil Caca melaju ke tempat apartemen mereka, tanpa di sadari ada mobil hitam yang mengikuti mereka.


"Ca, aku mau bersih-bersih apartemenku dulu ya," saat sudah di depan pintu apartemen Tiara.


"Ok, Ra nanti kamu masak di apartemenku ya kemarin aku baru belanja." ucapnya dengan cengiranya.


"Ya, nanti aku akan ke situ kalau sudah selesai beres-beres." ucapnya dengan malas.


Setelah itu mereka menuju apartemen masing-masing, dan itu tak luput dari seseorang yang mengikutinya sedari tadi. "Ternyata ada banyak hal yang kamu sembunyikan."


"Huft ...." Tiara membuang nafasnya kasar saat tak terasa sudah 1.5 jam membersihkan apartemen yang sekarang jarang di tempati.


Drrt.


Drrt.


Ponsel Tiara berdering, dengan cepat Tiara mengambil ponselnya yang berada di atas sofa.


Sudut bibir Tiara terangkat membentuk senyuman saat tau kalau suaminya yang menghubungi.


"Halo Om!" Saat panggilan telfon sudah tersambung.


"Tiara, nanti pulang jam berapa?"


"Apa nanti Om akan lembur lagi," yang di jawab Tiara dengan pertanyaan.


"*Iya, tapi mungkin tidak selarut seperti kem*arin. Kenapa?"


"Uhm ... nanti Caca memintaku untuk memasak, apa Om mau sekalian makan bersama?" tanya Tiara.


"Hei, enak saja anak nakal itu menyuruhmu memasak."

__ADS_1


"Tidak apa-apa Om hanya kali ini saja," ucap Tiara.


"Ya sudah kalau begitu nanti aku akan ikut makan malam, mungkin nanti jam 19.00 aku sudah pulang."


"Baiklah kalau begitu," sahut Tiara.


"Ya sudah kalau begitu ... aku merindukanmu."


Blush.


Seketika pipi Tiara merona mendengarkan ucapan suaminya.


Hening.


"Kenapa kau tidak menjawabnya! Apa kau tidak merindukanku?" Alex yang mulai merajuk.


"A-aku ju-juga merindukan O-Om," sahut Tiara dan segera mengakhiri panggilannya.


"Ya ampun kenapa jantungku jadi berdetak lebih cepat," gumam Tiara dengan kedua tangan menggenggam ponselnya yang berada di dada.


Sedangkan di seberang sana Alex juga merasakan hal yang sama. Riko yang berada di depan Alex hanya memerhatikan Bosnya dengan heran.


"Kenapa Bos sejak menikah jadi rada'-rada'," batin nya.


Riko tadi memang datang waktu Alex sedang menelfon Tiara, hingga Alex menyuruhnya menunggu sebentar.


"Riko apa pekerjaanku masih banyak?" Tanya Alex yang kembali datar, dan melihat jam tangan mahal yang melingkar di pergelangan tangannya. Menunjukkan pukul 16.30.


"Tinggal sedikit lagi Tuan," jawab Riko seraya menaruh berkas yang berisi laporan di meja Alex untuk di tanda tangani.


"Baiklah kalau begitu, kau boleh keluar." titahnya dengan mata yang masih fokus pada berkas yang di bolak-balik nya.


"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi undur diri dulu." Pamit Riko dan keluar dari ruang kerja Alex.


*


*


"Sudah jam 18.30," gumam Alex.


Alex memutuskan pulang untuk makan malam bersama Istri dan sahabatnya, Alex menyuruh Riko dan Sheryl untuk mengerjakan pekerjaannya yang belum selesai.


(Bos mah bebas 😊)


Hingga 19.15 Alex baru sampai di apartemen, Alex langsung menuju ke apartemen Caca seperti apa yang di katakan pada Tiara tadi sore.


Ting.


Tong.


Klex.


Ternyata Tiara yang membukakan pintu untuk Alex.


Tiara menyambut kedatangan Alex dengan senyuman manisnya, dan menggapai tangan Alex untuk ia cium.


Alex pun juga dengan cepat menarik pinggang Tiara dengan kedua tangannya, hingga tidak ada jarak di antara mereka.


Cup.


Dengan cepat Alex menghadiahi kecupan si kening Tiara.


"Cieeeeee yang udah mulai bucin." ejek seseorang yang melihat adegan Alex dan Tiara.


Alex seketika mengarahkan pandanganya pada sumber suara, dan matanya melotot horor saat tau siapa itu.


"Rey ...." teriak Alex.

__ADS_1


...----------------...


Jangan lupa vote,like dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu. Aminnnnn.


__ADS_2