DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Goshting


__ADS_3

Alex sedang berhadapan dangan Riko sekarang, Alex melanjutkan rasa kesalnya terhadap Riko.


Meskipun tadi dirinya sudah mendapat penawar dari istrinya yang sekarang terlelap di kamar, rasanya belum puas jika Alex belum menyalurkan rasa kesalnya.


"Kenapa kau tidak bilang jika yang menangani kerja sama itu adalah Bella!" Bentak Alex.


Riko hanya mengulum bibirnya kuat-kuat, dia sadar bahwa dirinya yang bersalah. Karena Riko pikir yang menangani kerjasama itu adalah pak Baskara langsung, tapi nyatanya dugaannya salah.


"Maafkan saya Tuan, karena waktu awal pengajuan kerja sama, pak Baskara sendiri yang melakukan," jelas Riko.


Alex memang pernah mengatakan, bahwa urusan pribadi takkan pernah di sangkut pautkan dengan pekerjaan.


Tapi nyatanya saat dia menghadapinya sekarang, rasanya sangat sulit jika tidak mengingat masa lalunya dengan Bella.


Alex hanya menghembuskan nafasnya kasar. "Ya sudah, tapi ini untuk pertama dan terakhir kali perusahaan kita berkerja sama dengan Baskara Group," ucap Alex.


"Baik tuan," jawab Riko.


"Ya sudah kau boleh pergi," usir Alex.


"Baik Tuan, saya permisi," pamit Riko.


Sepeninggal Riko, Alex menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi kebesarannya.


Pikirannya mengingat kembali bagaimana dulu dia pernah merajut asmara bersama Bella, wanita yang sempat sangat dia cintai.


Tapi sayang cinta yang di miliki Bella tak sebesar seperti Alex, Bella menggunakan tolak ukur cintanya dengan harta.


Hingga cinta Bella kemudian bercabang ke Andrian, salah satu rival Alex. Yang menurut Bella, Andrian akan bisa lebih membahagiakannya.


Tapi entah kenapa sekarang Bella tiba-tiba hadir kembali, tapi bukan rasa cinta yang hadir kembali di diri Alex. Melainkan rasa benci yang sedikit timbul kembali.


Tanpa di sadari, Tiara sudah berada di ambang pintu kamar. Tiara dapat melihat kalau suaminya, pikirannya sedang melayang jauh.


Dengan langkah perlahan Tiara menghampiri suaminya. "Mas ...." Panggil Tiara, dengan dengan menepuk lembut bahu Alex.


Hal itu sontak saja membuat Alex terjingkat, dan menoleh ke arah Tiara yang berada di sampingnya dengan penampilan segar seperti habis mandi.


"Kau sudah bangun!"


Tiara menganggukkan kepalanya. "Apa ada masalah di perusahaan?" tanya Tiara.


Alex segera mendudukkan Tiara pada pangkuannya, dan melingkarkan tanganya pada pinggang Tiara yang ramping. Hingga tautan tangan itu bertemu.


"Hanya sedikit ... aku pasti bisa mengatasinya," ucap Alex seraya menyenderkan kepalanya pada bahu Tiara.


"Hmm," Tiara mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Ya sudah Mas ... ayo kita pulang, sudah malam." Tiara dapat melihat langit di luar sana sudah menjadi gelap, lewat dinding kaca raksasa ruangan Alex.


Alex juga melihat jam yang melingkar di tanganya sudah menujukkan pukul enam malam.

__ADS_1


"Tunggulah sebentar, aku masih ingin berdua denganmu," ucap Alex yang sudah mulai mode manja on.


*


*


Di mansion, Caca sedang duduk dengan Rey di halaman belakang mansion. Setelah tadi Rey menunggunya.


"Sipit ... rencana pertunangan lo sama gue tetap berlangsung kan, setelah kejadian kemarin." Rey menanyakan lagi kepada Caca, karena pertunangan mereka terjadi karena ada sebuah kesepakantan. Dan sekarang kesepakatan itu sedikit berubah, karena Caca yang sudah tidak ingin kembali dengan Alan.


"Iya Uncle, seperti pertama rencana kita. Saat Uncle sudah menemukan wanita yang Uncle cintai, maka pertunangan kita akan berakhir. Dan juga sebaliknya jika Caca yang menemukan lebih dahulu maka pertunangan juga akan berakhir," ujar Caca.


Rey seketika mengepalkan tanganya, merasa tidak suka dengan kata-kata yang di ucapkan Caca. Padahal dia sadar, kalau dirinya dulu yang membuat kesepakatan itu.


"Sayang ... ayo makan malam," panggil Mommy.


"Iya Mom," sahut Caca.


"Ayo Uncle," ajak Caca seraya berdiri dari duduknya.


Tapi Rey hanya bergeming, hingga kemudian Caca menghentikan niatnya masuk ke dalam mansion saat merasakan tanganya di cekal oleh Rey.


Caca menoleh pada Rey. "Ada apa Uncle?"


Rey mengangkat pandanganya pada Caca yang sekarang berdiri di hadapanya. "Apa tidak bisa kesepakatan itu berakhir," ucap Rey kemudian.


Caca hanya diam mencerna kata-kata Rey. "Maksudnya?"


Caca hanya diam membeku mendengar ucapan Rey. "Uncle, apa Uncle tidak salah bicara?"


Rey hanya menggelengkan kepalanya, dan menatap dalam pada mata Caca. "Entah apa yang gue rasakan, tapi gue ngerasa ada yang beda di dalam sini," ucap Rey dengan meletakkan tangan-nya ke arah dadah-nya.


Mata Caca berkaca-kaca mendengar penuturan Rey. "Maaf Uncle, Caca tidak bisa," ucap Caca seraya melepas tangan Rey yang menggenggamnya dan berlari masuk ke dalam mansion.


Rey hanya melihat punggung Caca yang sudah menghilang di balik pintu.


Caca sendiri menyandarkan punggungnya di balik pintu dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya. Caca sendiri juga tidak tahu, Caca sendiri juga merasakan sakit pada hatinya dengan ucapanya sendiri. Tapi Caca bisa apa, Caca hanya ingin menjaga hatinya dari rasa kecewa. Masih teringat jelas rasa sakit yang di berikan Alan untuknya.


***


Di lain tempat seorang wanita telah menatap sebuah foto seorang laki-laki.


"Ternyata kau sudah sangat berubah, kau jauh lebih tampan," ucap wanita itu dengan senyum yang menghiasi bibirnya.


Bella memandang foto Alex yang terlihat sangat tampan, apalagi dengan terbalut jas mahalnya.


Bella mengingat kembali dengan masalalunya di mana ia tega meninggakan Alex, dan lebih memilih Andrian. Diamana Andrian dulu lebih kaya. Bella berfikir Andrian akan bisa membuatnya bahagia dengan memberinya apa yang dia mau.


"Ternyata kamu sudah berubah, padahal baru beberapa tahun kita tidak bertemu. Melihatmu begini aku semakin tertarik untuk mendapatkanmu kembali bahkan aku tidak peduli jika kamu sudah menikah," ucapnya dengan tersenyum penuh makna.


Bella mengotak atik ponsel-nya, setelah itu menempelkan benda pipih itu di daun telinganya.

__ADS_1


"Cepat cari tahu tentang semua yang berhubungan tentang Alex Pratama! Aku tidak mau sampai terlewat satu pun," ucap Bella, saat sambungan telfon tersambung.


("")


"Aku tidak mau menunggu lama."


Tut.


Ada seringai yang terlihat di wajah Bella.


"Alex tunggu saja, kau akan kembali lagi padaku. Aku penasaran wanita seperti apa yang mampu menaklukan mu."


***


Pagi telah datang, sudah waktunya untuk semua kembali beraktifitas.


Di mansion Mommy sibuk memanggil semua anggota keluarganya untuk menikmati sarapan bersama sebelum melakukan aktifitas masing-masing.


Hingga beberapa saat semuanya sudah berkumpul di meja makan, bersiap untuk makan bersama.


Seperti biasa Mommy akan melayani Papa Nathan terlebih dahulu, kemudian Caca yang sudah seperti putrinya sendiri. Begitupun Tiara yang juga melayani Alex.


Di sela-sela acara makan Mommy sedari tadi memperhatikan wajah Caca yang tidak seperti biasa, terlihat lesu mulai dari semalam seelah obrolannya dengan Rey.


"Caca sayang kamu kenapa?" Tanya Mommy.


Sontak semua mata yang berada di sana tertuju padanya.


"Ti-dak apa-apa Mom," sontak Caca tiba-tiba merasa kikuk.


"Sayang apa kamu ada masalah dengan Rey?" Mommy yang mulai kepo.


Caca menggelengkan kepalanya, sedangkan yang lainya mendengarkan seraya memakan sarapan pagi mereka.


"Hubungan itu pasti ada pasang surutnya." Mommy yang mulai dengan jalan pikirannya sendiri.


"Caca dan Uncle tidak apa-apa Mom," sangkal Caca.


"Menjalani hubungan itu jangan seperti cicak yang tiba-tiba memutuskan ekornya, kan bisa di bicarakan baik-baik." Mommy yang mulai meracau.


Semua orang seketika menghentikan acara makannya, entah kenapa rasanya perut mereka tiba-tiba terasa penuh.


"Kalau zaman anak-anak sekarang menyebutnya itu ... ghosting, kalau nggak salah," ucapnya dengan melanjutkan makanya.


Hingga beberapa saat Mommy baru menyadari kalau di meja makan sedikit hening, Mommy seketika mengangkat pandanganya. Dan semua sedang menatapnya.


"Kanapa? Apa ada yang salah?"


"Mom." Teriak mereka bersama.


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu. Aminnnn 😊


__ADS_2