
Ternyata ucapan Alex kemarin yang ingin meminta pulang, benar-benar ia laksanakan. Alex meminta Dokter untuk membiarkannya pulang karena dirinya sudah baik-baik saja.
Dan Rey juga melakukan hal yang sama, Rey meminta Dokter untuk mengizinkannya pulang karena sudah baikan.
"Mas aku di sini saja yah sementara, untuk menemani Caca," pinta Tiara. Alex sudah bersiap-siap pulang, tapi Tiara rasanya enggan meninggalkan Caca sendiri di rumah sakit.
Alex mengarahkan pandanganya pada Tiara. "Tapi kamu harus pulang dulu, kamu juga perlu istirahat. Nanti kamu bisa kesini lagi," sergah Alex.
Tiara menggelengkan kepalanya. "Aku nggak capek Mas."
"Benarkah?" Tanya Alex dengan tersenyum penuh arti.
Tiara menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Klek.
"Loh ... kamu udah boleh pulang!" Tanya Mommy yang baru saja masuk.
Tiara segera menghampiri mertuanya untuk mencium punggung tangannya. "Tadi Dokter sudah mengizinkan pulang Mom," jawab Tiara.
"Oh ... ini bagaimana?" Mommy menunjukkan paper bag yang penuh dengan makanan.
"Uhm ... bagaimana kalau kita makan bersama saja Mom di ruangan Caca," ujar Tiara.
"Boleh, ide yang bagus."
Mereka bertiga berjalan beriringan menuju ruangan Caca.
"Loh, kamu juga pulang Rey? Kamu juga di sini Leo?" Tanya Mommy, saat melihat Rey yang sudah rapi dan Leo yang keluar dari kamar Rey.
Leo kemarin memutuskan menginap untuk menemani Rey. Dan sudah membawa baju untuknya.
"Iya Tante," sahut Rey. Sedangkan Leo hanya tersenyum memamerkan giginya yang putih.
"Apa kalian sudah makan?" Tanya Mommy.
"Belum," jawab mereka berdua kompak.
"Ya sudah, ayo kalau begitu kita makan bersama di kamar Caca," ajak Mommy.
Klek.
"Sayang, gimana kabar kamu?" Tanya Mommy saat masuk ke ruang Caca. Seraya meletakkan paper bag nya di atas meja.
"Sedikit lebih baik Mom," jawab Caca.
Caca terlihat lebih segar setelah tadi perawat membantu membersihkan dirinya. Semuanya masuk ke dalam ruangan Caca. Karena ruangannya cukup besar, jadi bisa menampung semuanya.
"Mom, Caca hanya bisa memakan makanan rumah sakit," ucapnya sedikit sendu. Saat melihat Mommy berniat mengambilkan makanan untuknya.
Dokter tadi pagi yang memeriksanya, memang memberi pesan agar Caca tidak boleh memakan makanan luar. Karena baru selesai operasi.
Mommy seketika menoleh ke arahnya. "Maaf, Mommy tidak tahu."
Mommy segera menghampiri Caca dan mengusap kepalanya lembut. "Ya sudah, kalau begitu ... biar Mommy saja yang suapi, ok."
Segera Mommy mengambil makanan dari rumah sakit yang berada di atas nakas.
__ADS_1
"Ok," sahut Caca sumringah.
Semua akhirnya menikmati makan bersama.
"Mom, Papa tidak ikut kesini." Tanya Tiara di sela-sela makanya.
Mommy segera menoleh ke arah Tiara. "Tadi Papa ke perusahaan untuk menggantikan suamimu, selama Alex tidak ke kantor," sahut Mommy.
Tiara menganggukkan kepalanya.
Alex dan Tiara sudah menyelesaikan sarapannya, tinggal Rey, Leo dan Caca yang di suapi Mommy.
Tok.
Tok.
"Masuk," Teriak Alex dari dalam.
Riko masuk keruangan, setelah tadi dirinya pulang sebentar untuk membersihkan diri.
"Tuan, Tomy dan Bayu sudah keluar dari rumah sakit," lapor Riko. Tadi Tomy sempat menelponnya untuk memberi tahu. Karena ponsel Alex yang tidak bisa di hubungi.
"Ya sudah, suruh Bayu kesini."
"Baik, Tuan."
Setelah itu Riko berlalu dari sana.
"Mas, Bayu siapa?" tanya Tiara.
"Uhuk, uhuk, uhuk." Belum sempat Alex menjawab Rey dan Leo tersedak bersamaan, terkejut Tiara memanggil Alex dengan sebutan 'Mas'.
Rey dan Leo hanya menggelengkan kepalanya.
"Bayu ... salah satu pegawai," jawab Alex menoleh ke arah Tiara.
"Oh ...."
*
*
Setelah kedatangan Bayu di rumah sakit, Alex menugaskannya untuk menjaga Caca. Meskipun di sana sudah ada Mommy yang menemani Caca. Dan juga Rey yang juga tidak mau pulang.
Alex tetap pada keinginannya untuk mengajak Tiara pulang, sore hari Tiara baru boleh kembali lagi oleh Alex untuk menemani Caca.
"Riko, kita ke apartemen sebentar." Perintah Alex.
"Baik, Tuan." Sahut Riko yang sedang mengemudi. Mereka bertiga sekarang sedang dalam perjalanan pulang.
Tidak butuh waktu lama, mereka sampai di apartemen. "Kamu masuk dulu, nanti aku menyusul. Aku ada perlu sebentar dengan Riko," ujar Alex saat berada di depan pintu apartemen Tiara.
"Hmm, ya sudah kalau begitu," sahut Tiara dan segera masuk ke dalam apartemennya. Sedangkan Alex dan Riko menuju ke apartemen Caca.
Saat Alex masuk ke dalam apartemen Caca, Alex melihat orang tua Alan dalam keadaan berantakan dengan memakai baju yang sama di pakainya dua hari yang lalu. Riko memang memerintahkan anak buahnya menjaga orang tua Alan agar tidak kabur.
"Bagaimana?" tanya Alex yang sudah duduk di sofa dengan melipat kedua tangannya di dada.
__ADS_1
"Tuan tolong maafkan kami," mohon Setyo dan Cecilia, dengan bersimpuh di hadapan Alex.
"Cih, kau pikir kesalahan anakmu bisa di maafkan? Bahkan dia hampir saja menghilangkan nyawa seseorang," teriak Alex yang mulai meradang.
"Tuan, ini semua salah kami yang tidak bisa mendidik putra kami," ujar Cecilia. " Andai saja kami tidak sibuk bekerja putra kami tidak akan begini, Alan sudah berubah hampir tiga tahun ini. Tapi seminggu ini dia berubah jadi dirinya yang dulu," jelasnya.
"Seminggu yang lalu? Bukankah Tiara juga bercerita kalau Alan mengetahui dirinya menikah seminggu yang lalu. Berarti!!! " Batin Alex. Dengan geram Alex berdiri dari duduknya. "Berarti dia sudah merencanakan ini seminggu yang lalu."
"Riko ...." Panggil Alex
"Ya, Tuan."
"Jangan pernah biarkan si brengs*k itu keluar penjara, dan buang mereka ke tempat terpencil. Hancurkan juga usahanya." Perintah Alex dengan menatap tajam Setyo dan Cecilia. Kemudian Alex melenggang pergi, tidak menghiraukan teriakkan orang tua Alan yang memohon ampun.
*
*
Pukul 18.30 WIB.
Malam hari Tiara ternyata Tiara baru bisa kembali ke rumah sakit, itu saja dirinya harus merengek kepada Alex dan ada timbal baliknya.
Klek.
"Mom, Pa" ucap Tiara saat memasuki kamar Caca. Dan segera mencium punggung tangan keduanya.
"Ca, gimana? Sudah enakan." tanya Tiara.
"Hm ... lumayan, tapi masih terasa nyeri."
"Ini ... aku tadi mampir beli buah," seraya meletakkan paper bag yang berisi beberapa buah-buahan.
"Mommy ... kalau Mommy capek, Mommy istirahat saja di mension. Biar Tiara yang nemenin Caca di sini," ujar Tiara.
"Mungkin sebentar lagi Mommy pulang," sahutnya.
Tiara berjalan ke arah suaminya yang duduk di sofa bersama Papa.
"Sayang ... hati-hati," ucap Mommy yang melihat Tiara tiba-tiba akan terjatuh.
"Iya Mom," sahut Tiara.
Tiara dengan pelan mendudukkan dirinya di sebelah Alex.
"Sayang ... apa kamu sakit? Kenapa wajah kamu sedikit pucat!" Tanya Mommy khawatir.
"Tidak Mom," jawab Tiara dengan tersenyum kaku.
Mommy melihat Tiara dan Alex sedikit heran. Pasalnya dari tadi masuk ke ruang rawat Caca, Alex tampak segar dan tapi Tiara terlihat lesu sedikit pucat, seperti bunga yang layu tidak tersiram air.
Caca juga mengamati sahabatnya yang terlihat pucat, bukankah tadi Tiara sudah istirahat seharian di mension.
...----------------...
Hayo ada apakah dengan Tiara dan Alex?
Silahkan mengira-ngira mencari jawaban 😊.
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu. Aminnn.