DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Kado Dari Mantan


__ADS_3

Setelah Mommy menyaksikan drama pengantin baru itu. "Sayang nanti jangan lupa ikut sarapan bareng ya," ucapnya.


"Ya Mom," jawab Tiara dengan tersenyum kikuk.


Setelah itu Mommy menuju ke kamar gadis cantik satunya.


Tok.


Tok.


Tok.


"Sayang bangun ... dah pagi," teriak Mommy dari balik pintu, tapi gadis yang berada di dalam kamar hanya semakin menyembunyikan dirinya di balik selimut.


Klek.


Mommy membuka pintu kamar Caca, ternyata hanya kepala Caca yang menyembul dari balik selimut. Mommy menggelengkan kepala melihat kelakuan Caca.


"Sayang, ayo bangun dah pagi." Ucap Mommy, seraya mengelus rambut pirang Caca.


"Uhm, Ara bentar lagi." gumamnya.


Mommy hanya tersenyum melihat itu, dengan telaten Mommy membangunkan Caca, hingga Caca mengerjabkan mata.


Betapa terkejutnya ternyata Mommy yang ada di depannya, sontak Caca langsung terbangun dan mendudukkan dirinya. "Mom," ucapnya dengan muka bantal dan rambut yang berantakan.


"Sayang, ayo bangun terus mandi," ujar Mommy lembut.


"Ya Mom," jawab Caca. "Uhm, Mom apakah tadi tidak ada bom atom yang keluar?" Tanya Caca dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Bom," ucap ulang Mommy.


Caca melihat wajah Mommy yang bingung, dengan begitu Caca tau kalau tadi bom-nya belum sempat meledak. "Syukur," batin nya.


Caca hanya tersenyum kaku pada Mommy. "Uhm, ya udah Mom Caca mau mandi dulu," ucapnya. Dan berlari ke bathroom.


"Sayang nanti baju gantinya di antar Bibi," teriak Mommy.


"Iya," sahut Caca dari dalam bathroom.


Hingga 30 menit berlalu, sekarang semuanya berkumpul di meja makan. Ada Papa, Mommy, Alex, Tiara dan juga Caca.


Bahkan Tiara dan Caca seperti anak kembar, Mommy memberikan baju yang sama untuk mereka. Dress selutut berlengan pendek dengan warna peach, membuat mereka semakin manis.


Mommy menyiapkan nasi goreng ke piring Papa, setelah itu mengambilkan untuk Caca. "Terima kasih Mom," ucap Caca.

__ADS_1


"Sama-sama sayang," balas Mommy. Kemudian Mommy melihat ke arah Tiara dan Alex. "Sayang ambilkan nasi goreng buat suami kamu," ujar Mommy pada Tiara.


"Huh," Tiara masih belum terbiasa dengan status barunya sebagai istri.


"I-ya Mom," ucap Tiara.


Tiara mulai mengambilkan makanan untuk Alex, tapi hanya diam saja, tidak mengucapkan terima kasih atau apapun itu. "Kenapa sifatnya seperti bunglon, kadang kaku, kadang usil dan kadang dingin," batin nya.


Mereka semua makan dalam diam hingga suara Mommy terdengar. "Sayang jangan menunda untuk punya anak ya, Mommy ingin segera punya cucu," ujarnya kepada Tiara dan Alex.


"Uhuk, uhuk, uhuk," sontak saja perkataan Mommy membuat Tiara tersedak, tapi tidak untuk Alex. Alex masih tenang.


Tiara segera meminum air yang berada di depannya untuk meredakan tenggorokannya yang tiba-tiba tercekat.


Tiara hanya memberikan senyuman kaku kepada Mommy, sedangkan Alex tidak berkomentar apapun dan masih melanjutkan makanya dengan tenang.


"Mom," ucap papa seraya menggenggam tangan Mommy. "Biarkan mereka makan dulu," ucapnya.


Mommy hanya menganggukkan kepalanya, kemudian menoleh ke arah Tiara. "Maafkan Mommy sayang," ucapnya.


"Tidak apa-apa Mom," balas Tiara dengan tersenyum.


Hingga tidak lama penjaga mension Alex masuk kedalam ruang makan dengan membawa sebuah kotak paket. "Tuan tadi ada yang mengantarkan paket untuk anda," lapornya kepada Alex, dan menyerahkannya.


"Baiklah, kamu boleh pergi," titahnya. Semua yang berada di meja makan menunggu Alex membuka kotak tersebut, ternyata itu adalah sebuah jam tangan couple. terselip juga sepucuk surat.


"Pak Tito," teriaknya kepada kepala pelayan. "Ya Tuan," sahut Pak Tito yang datang dengan tergopoh karena teriakkan Alex.


"Buang," perintah Alex dengan memberikan kotak yang berisikan jam tangan. Meskipun Alex sudah tidak menaruh dendam pada Andien dan Anton tapi tetap saja masih sedikit tersimpan kekesalan di hati Alex.


Sebenarnya Mommy yang mengirimkan undangan kepada Andien dengan menyuruh Riko, karena Mommy berharap Alex dan Andien bisa berdamai.


"Baik Tuan," ucap Pak Tito, seraya membawa kotak itu ke belakang untuk membuangnya.


"Sayang kenapa di buang?" Tanya Mommy.


"Tidak penting," jawabnya datar.


Suasana di meja makan tiba-tiba menjadi tegang.


*


*


Di taman belakang mension Mommy, Tiara, dan Caca sedang menikmati suasana pagi itu, sedangkan Papa dan Alex ada di ruangan kerja sedang membalas perkembangan perusahaan.

__ADS_1


"Sayang setelah ini kamu mau tinggal di mana?" Tanya Mommy, karena Mommy tidak akan memaksakan Tiara untuk tinggal.


"Uhm ... Tiara terserah Om saja," jawab Tiara, karena Tiara sendiri masih ingat ucapan Alex yang harus mengikuti perintah Alex.


Caca hanya mendengarkan percakapan Tiara dan Mommy, hingga suatu ide muncul di kepalanya. "Emm, bagaimana kalau kita jalan-jalan ke mall? Pasti seru kalau rame-rame," ucapnya semangat.


"Boleh," sahut Mommy.


Tiara melihat jam tangan yang melingkar di tangannya. "Tapi ini masih terlalu pagi Ca, gimana kalau nanti jam 10.00." Usul Tiara.


"Ok," jawab Caca.


Mommy bahagia di kelilingi 2 gadis cantik, serasa lebih bewarna. Karena jarang sekali Alex bisa di ajak mengobrol seperti ini apalagi di ajak jalan-jalan.


Jam 10.30, Mall


Di sinilah sekarang mereka, di pusat perbelanjaan. Tiara yang menggandeng tangan kiri Mommy, dan Caca menggandeng tangan kanan Mommy. Sedangkan Alex dan Papa berjalan di belakangnya.


Mommy mengajak 2 gadis itu di sebuah toko yang khusus menyediakan pakaian wanita, awalnya memang Caca yang mengajak. Tapi sekarang malah Mommy yang sepertinya antusias, Mommy memilih beberapa baju untuk Caca dan Tiara. Mommy merasa seperti dapat mainan baru apalagi Caca dan Tiara yang tidak menolak keinginan Mommy.


Saat Tiara sedang mencoba pakainya di kamar ganti, Mommy membisikkan sesuatu kepada Caca. Caca hanya tertawa cekikikan.


Sedangkan di ujung Ruangan tempat Alex dan Papa menunggu. "Alex, rasanya sudah lama Papa tidak melihat Mommy yang sebahagia itu," ucapnya dengan mata yang tertuju ke arah istrinya.


Sedangkan Alex yang sedari tadi hanya memainkan ponselnya, segera menaikkan pandanganya ke arah Mommy.


Memang benar Mommy nya sekarang terlihat lebih bahagia dengan kehadiran istrinya dan Caca.


"Iya Pa," jawabnya kemudian.


Setelah berjam-jam mereka habiskan untuk mengelilingi Mall, akhirnya mereka memutuskan pulang setelah makan malam di restoran.


"Alex kamu pulang bersama istri kamu saja, Mommy tadi sudah menghubungi Pak Maman untuk menjemput. Mommy mau mengantarkan pulang Caca ke apartemennya," ujar Mommy.


"Loh, mobil kamu kan masih di mension Ca," ucap Tiara.


"Oh, itu aku tinggal saja Ra, aku capek soalnya," sahutnya dengan tersenyum kaku, padahal Caca dan Mommy memang sengaja agar Alex dan Tiara pulang bersama.


Kemudian mereka berpisah, saat Alex dan Tiara berjalan menuju ke parkiran dari jauh terlihat mobil hitam yang siap menancapkan gas.


Alex berdiri di sisi pintu mobil di bagian pengemudi sedangkan Tiara akan membuka pintu mobil di bagian penumpang, sesaat mata Tiara tidak sengaja melihat mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi ke arah Alex.


"Om awaaaaasssss," teriak Tiara.


Brak.

__ADS_1


...----------------...


Jangan lupa Vote, like, dan komen. Semoga sehat selalu, aminnn.🤗


__ADS_2