
Beberapa hari berlalu, Caca memutuskan hanya diam tidak ingin mengatakan apa yang terjadi waktu di apartemen. Caca yang hanya mendengar saja rasanya sangat malu, apalagi Tiara yang melakukanya.
Hari ini adalah hari Jum'at malam, Tiara dan Alex sedang bersantai di balkon kamar setelah tadi menikmati makan malam bersama.
"Mas, besok kita berangkat jam berapa?" Tanya Tiara. Kemarin Tiara sudah memberitahu Alex jika Tiara dan Caca ingin pergi piknik, dan Alex juga menyetujuinya.
"Mm ... bagaiman kalau malam ini!" Ucap Alex tiba-tiba. Yang membuat mata Tiara membulat seketika.
"Mas ... jangan bercanda, kalau berangkat sekarang, masih belum sempat siap-siap," ujar Tiara.
"Sayang, apa kau lupa suami mu ini," sahut Alex yang mulai mode sombong.
Tiara hanya memutar bola matanya malas, jika suaminya sudah begini.
"Tunggu sebentar," ucap Alex.
Tiara dapat melihat Alex mengotak-atik ponselnya dan melakukan panggilan pada seseorang.
"Ya sudah ayo," ajak Alex setelah mengakhiri panggilannya, beranjak dari duduknya dan menarik tangan Tiara.
Tiara hanya mengikuti Alex. "Mas, aku panggil Caca dulu," saat sudah di luar kamar. Tiara segera berjalan ke kamar Caca.
Tok.
Tok.
Tok.
Klek.
"Ada apa Ara?" tanya Caca.
"Kita berangkat sekarang."
"Kemana?"
"Piknik."
"Kok, dadakan sih! Aku belum packing!"
"Kata Mas Alex ... nggak usah, udah di siapin semuanya di sana," ujar Tiara.
"Emang kita jadinya pergi kemana?"
Tiara menepuk keningnya. "Aku lupa Ca! Tidak tanya."
Caca hanya mencebikkan bibirnya.
"Y sudah, ayo ...." Tiara yang segera menarik tangan Caca.
Saat Tiara kembali ke kamar-nya, ternyata Alex sudah tidak berada di sana. Akhirnya Tiara dan Caca memutuskan untuk segera keluar.
"Sayang ... kalian mau kemana?" tanya Mommy yang melihat dua anak perempuannya seperti akan pergi.
Tiara dan Caca segera menghentikan langkahnya, mengarahkan pandanganya pada Mommy dan Papa yang sedang berada di ruang tv.
Tiara dan Caca berjalan menghampiri Mommy. "Mau keluar Mom, piknik," ujar Tiara.
Mommy menautkan kedua alisnya. "Malam-malam?"
Tiara dan Caca kompak menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Alex juga ikut?" Sela Papa.
"Iya Pa," sahut Tiara.
"Ya sudah kalian hati-hati perginya," ujar Papa.
"Iya Pa," sahut Tiara dan Caca kompak.
Meraka berdua segera berpamitan kepada Mommy dan Papa. Setelah itu mereka menuju keluar mansion, ternyata Alex sudah berada di samping mobil.
"Ayo," teriak Alex. Yang kemudian masuk ke dalam mobil.
Semuanya sudah berada di dalam mobil, dengan posisi Alex dan Tiara yang duduk di kursi penumpang belakang. Sedangkan Caca lebih memilih duduk di samping Tomy yang mengemudi.
"Mas kita akan kemana?" Tanya Tiara.
"Piknik."
Tiara hanya mendengus mendengar jawaban Alex. Sedangkan Alex tersenyum melihat istrinya yang sebal kepadanya.
Alex dengan segera merangkul pundak Tiara, dan membawanya masuk dalam pelukannya. "Kita akan ke Fila puncak."
"Apa Mas sudah menyewa-nya?" Tanya Tiara yang sekarang juga membalas pelukannya. Dengan melingkarkan tangannya pada pinggang Alex, dan wajahnya yang bersandar di dada bidang Alex.
Sekarang giliran Alex yang mendengus mendengar pertanyaan Tiara. "Apa aku ini miskin? Jadi harus menyewa?" ucap Alex yang nada suaranya sedikit kesal. "Tentu saja fila itu milikku."
Tiara segera menengadahkan kepalanya, hingga kini dapat menatap wajah Alex. "Terima kasih," ucap Tiara dengan mata berbinar dan senyum yang terukir di bibir-nya.
Alex melihat istrinya yang seperti itu rasanya sungguh menggemaskan, rasa kesal tadi yang sempat menghinggapinya sirna seketika.
Alex segera menundukkan wajah-nya, hingga kedua bibir itu bertemu.
Satu kecupan singkat Alex berikan pada Tiara.
Tiara terkejut apa yang di lakukan suaminya, apalagi ini di mobil yang ada Tomy juga Caca. Rasanya pipi Tiara sekarang memerah, dengan cepat Tiara membenamkan wajahnya pada dada bidang Alex.
Berbeda dengan Alex yang hanya biasa-biasa saja.
Di kursi depan, tentu saja Tomy dan Caca mengetahui semuanya melalui kaca spion tengah. Bahkan mereka kedua juga ikut gugup.
"Ehm," entah kenapa tenggorokan Caca tiba-tiba terasa kering.
***
Hingga beberapa jam, mobil yang di kendarai Tomy sudah memasuki halaman fila yang begitu mewah.
"Selamat datang Aden," sambut lelaki paruh baya. Ketika Alex dan Tiara turun dari mobil.
Alex hanya menganggukkan kepalanya, sedangkan Tiara memberikan senyuman manis-nya.
"Apa semua sudah di siapkan?" Tanya Alex.
"Sudah, Den."
Alex menoleh pada Tiara yang berada di sampingnya. "Ini Pak Diman, orang yang menjaga fila ini. Nanti juga ada istrinya yang akan membantu," jelas Alex. Dan Tiara mengangguk mengerti.
"Pak Diman, ini istri saya," Alex memperkenalkannya.
Saat Tiara akan mengulurkan tangannya, dengan cepat Alex menahannya. "Pak Diman, tidak suka salaman dengan perempuan," ucap Alex.
"Oh ...."
__ADS_1
Pak Diman hanya tersenyum melihat kelakuan majikanya, sudah tau bagaimana sifat Alex.
Pak Diman segera masuk ke dalam fila untuk memberitahu istrinya, kalau majikanya sudah tiba.
"Mas, Caca bagaimana?" Tiara melihat Caca yang sedang tertidur pulas di mobil.
"Sudah, biarkan saja, nanti Tomy yang akan mengurusnya," ucap Alex.
"Tomy, gendong Caca dan bawa dia ke kamar lantai dua no dua dari kanan," perintah Alex pada Tomy yan berdiri di samping mobil.
"Baik Tuan," Tomy dengan hati-hati menggendong Caca dan berjalan masuk ke dalam fila.
Sedangkan Alex dan Tiara juga berjalan ke arah kamar yang biasa di tempati Alex.
Meskipun kamar-nya tidak sebesar di mansion, tapi sangat nyaman untuk di tempati. Hawa dingin yang mulai mendera juga mulai terasa.
Tiara berjalan ke arah balkon, dan berdiri di pagar pembatas. Tangannya mendekap tubuhnya saat angin menerpa, melihat lampu yang berkelap-kelip menghiasi pemandangan di depan sana.
Alex menghampiri Tiara dengan membawa selimut, Mendekap istrinya dari belakang. Hingga selimut itu juga menutupi tubuh Tiara.
"Apa kau suka?" Tanya Alex.
"Hmm ...." Tiara menganggukkan kepalanya dengan mata yang masih menatap pemandangan.
Alex semakin mengeratkan pelukannya. "Apa kau tidak ingin bulan madu?" Tanya Alex tiba-tiba.
Pipi Tiara seketika merona. "Mas, kita setiap hari sudah bulan madu," cicitnya.
Alex hanya menyunggingkan senyum mendengarnya. Memang Alex tidak pernah libur meminta hak-nya tiap malam, kecuali jika tamu Tiara yang datang tanpa di undang hadir.
"Bagai mana jika sekarang kita melakukan bulan madu kecil-kecilan," ucap Alex dengan penuh semangat.
"Mas kita kan lagi piknik, libur sehari ya?" Ucapnya memelas.
"Apa kau tidak tau pepatah, menyelam sambil minum air?"
"Itu namanya tenggelam," sahut Tiara dengan mengulum bibirnya menahan senyum.
"Ck, kau itu menghancurkan suasana. Tapi aku tidak peduli ada pepatah atau tidak, yang penting ayo kita mulai," dengan segera Alex menggendong Tiara dan membawanya masuk ke dalam kamar. Dengan segera Alex melancarkan aksinya, hingga hawa dingin malam itu tidak lagi mereka rasakan karena berubah menjadi panas.
*
*
Pagi hari Caca terbangun lebih dulu, dan bingung mendapati dirinya yang sudah berada di kamar yang asing menurutnya.
"Apa ini sudah sampai fila?" Gumam-nya.
Hingga beberapa saat Caca menepuk keningnya saat mengingat dirinya semalam tertidur saat dalam perjalanan.
Caca turun dari ranjang, kakinya melangkah menuju pintu kamar. Caca mengedarkan pandanganya saat tidak mendapati siapapun di fila pagi itu.
Caca kemudian berniat untuk keluar dari fila, melihat pemandangan sekitar. Meskipun sekarang dirinya masih berantakan.
Klek.
Mata Caca membulat setelah melihat apa yang ada di depannya sekarang.
...----------------...
Jangan lupa bagi like nya biar aku semangat up-nya. Dan tinggalkan jejak komentar biar aku tahu kalian itu sayang sama karya aku 😊. Terima kasih, semoga sehat selalu. Aminn 🙏
__ADS_1