
Flashback On
Ruang kerja Alex.
"Riko bagaimana? Apa sudah kau lakukan, apa yang ku perintahkan?" tanya Alex.
"Sudah Tuan," jawab Riko.
"Bagus, kita lihat saja apa yang akan terjadi jika berita itu menyebar." ucapnya dengan seringai.
Tapi baru saja 30 menit Riko memantaunya, tiba-tiba alisnya saling bertautan menatap layar laptop di hadapannya.
"Tuan!" ucapnya ragu.
"Ada apa?" tanya Alex.
"Ini Tuan tiba-tiba beritanya menghilang semua," jelasnya.
Alex juga terkejut dengan apa yang di ucapkan Riko, dengan segera dia mengambil alih laptop di depan Riko dan melihatnya sendiri.
"Bagaimana bisa ini terjadi?" geramnya.
"Sepertinya ada seseorang yang sengaja menghapusnya Tuan," ujar Riko.
"Brengs*k, siapa yang berani bermain-main denganku." ucapnya.
Riko hanya diam mendengar segala umpatan Alex, dengan emosi yang masih ada di dada. Alex keluar dari ruang kerjanya."
Flashback Off.
Tiara yang terkejut dengan kedatangan Alex, tapi malah mendapat tatapan tajam darinya.
Alex berjalan menuju Ranjang yang di tempati Tiara, dengan sigap Tiara berdiri dari duduknya.
"Mau kemana kamu?" Tanya Alex saat melihat Tiara akan pergi. "Kembali," perintahnya.
"Tap-tapi Om," ucapnya gugup.
"Apa kau tidak mengerti ucapan ku?" bentaknya.
"Om kan mau istirahat, biar aku yang tidur di sofa," ujar Tiara.
Alex menaikkan satu alisnya. "Kamu pikir ini cerita di novel, karena terpaksa menikah jadi harus tidur terpisah?" Tanya Alex.
"Bukan begitu Om, Tiara cuma takut akan mengganggu," jelasnya.
Alex menatap tajam Tiara, dengan takut-takut kembali Tiara duduk di ranjang.
Alex yang melihat Tiara sudah kembali ke ranjang, terlintas ide untuk mengerjai Tiara.
Alex duduk di ranjang dengan menyenderkan punggungnya di sandaran ranjang, menselonjorkan kakinya di ranjang. "Pijat," perintahnya.
Tiara yang baru duduk di ranjang seketika menoleh ke arah Alex. "Baik Om," jawabnya takut.
Dengan segera Tiara memposisikan duduknya di kaki Alex, dengan tangan sedikit bergetar Tiara mulai memijit kaki Alex. Maklum saja Tiara belum pernah menyentuh tubuh laki-laki selain hanya berjabat tangan.
Alex hanya tersenyum miring melihat ekspresi Tiara, selama Tiara memijat kakinya Alex tak melepaskan pandanganya dari istrinya itu. Lama Alex memandangnya ternyata Tiara tidak jelek juga pikirnya, huh ....
Alex segera menggelengkan kepalanya dari apa yang terlintas di pikirannya, untuk apa dirinya memuji Tiara.
Hingga hampir satu jam Tiara memijat kaki Alex, tapi Alex belum juga menyuruhnya berhenti. Lelah sudah mendera Tiara, dengan takut Tiara menatap Alex.
Deg.
__ADS_1
Ternyata Alex juga menatapnya, dengan segera Tiara menundukkan pandanganya. "Om apakah masih belum?" tanya Tiara, tapi tangannya masih terus memijit kaki Alex.
Alex tersenyum miring dengan pertanyaan Tiara. "Kenapa apa kau tidak sabar ingin melakukan malam pertama?" Yang di jawab pertanyaan oleh Alex.
"Bukan begitu Om," jawab cepat Tiara dengan panik menggoyangkan kedua telapak tangannya ke kanan dan ke kiri.
"Benarkah?" Tanya Alex dengan menyeringai.
"Akh ...." Pekik Tiara saat dengan cepat Alex menarik tangan kiri Tiara, sehingga membuatnya terjatuh di dada bidang Alex.
Deg.
Deg.
Jantung keduanya berdetak lebih kencang berada di posisi seperti itu.
Alex sendiri yang tadinya hanya ingin mengerjai Tiara nyatanya juga ikut berdebar apalagi merasakan dada Tiara yang menempel pada dadanya tanpa jarak.
Tiara yang sadar posisi yang tidak nyaman antara dirinya dan Alex segera ingin bangkit, tapi Alex malah menahannya dengan memeluknya.
Tiara segera menaikkan pandanganya, seketika pandangan mereka saling terkunci.
"Om lepaskan," pinta Tiara. Tapi Alex hanya diam dan masih memeluknya.
Alex justru masih menelusuri wajah Tiara, dari mata yang bulat dan bening, hidung yang mancung, dan bibir pink yang manis yang pernah dia rasakan 2 hari yang lalu.
Gleg.
Dengan kasar Alex menelan ludahnya, dengan cepat Alex membalikkan posisinya, sehingga kini posisinya Tiara di bawah kungkungan Alex.
"Om ...." pekik Tiara yang kaget tiba-tiba dengan tindakan Alex.
"Kenapa?" tanya Alex datar. Bahkan sekarang Alex mengunci tangan Tiara di atas kepala Tiara.
"Jangan begini," ucap Tiara gusar.
"Tap--" ucapan Tiara terhenti saat merasakan nafas Alex yang menerpa kulit wajahnya.
Wajah Alex semakin mendekat ke wajah Tiara, hingga.
Cup.
Alex menempelkan bibirnya ke bibir Tiara, Alex perlahan mulai mencecap bibir Tiara yang di rasakan sangat manis. Tidak seperti sebelumnya yang di lakukan dengan kasar.
Mata Tiara membulat dengan tindakan tiba-tiba yang di lakukan Alex, Tiara ingin menghindar tapi Alex tidak membiarkannya.
Alex yang merasa Tiara tidak membalas cium*nya, segera menggigit bibir bawah Tiara. Seketika Tiara reflek membuka bibirnya, kesempatan itu di gunakan Alex untuk memasukkan lidahnya kedalam mul*t Tiara untuk menjelajah lebih dalam.
Tiara seketika menutup matanya saat mendapat serangan dari Alex, hingga beberapa saat Alex melepas pangutannya saat merasakan Tiara yang menahan nafasnya.
Alex menatap wajah Tiara yang masih memejamkan matanya dengan nafas yang naik turun.
"Kenapa kamu tidak bernafas apa segitunya kamu menikmatinya!" ejeknya.
Tiara seketika membuka matanya dan hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Oh, apakah kamu mau lagi?" tanya Alex dengan tersenyum miring.
Mata Tiara membulat mendengar pertanyaan Alex.
"Apa kamu tahu semua yang ada pada dirimu adalah milikku sekarang," ucapnya dan menyusuri wajah Tiara dengan telunjuknya. "Mata, hidung, bibir, leher dan--" Alex menggantung kata-katanya. Tapi pandangan matanya mengarahkan ke dada Tiara hingga ke bagian bawah tubuh Tiara.
"Om ...." Teriak Tiara yang sekarang di rasa Alex sudah mulai mesum, dengan sekuat tenaga Tiara melepaskan diri dari Alex, kalau tidak ini akan bahaya pikir Tiara.
__ADS_1
Saat di rasa cekalan pada tangannya mulai mengendur, Tiara segera mendorong tubuh Alex yang berada di atasnya. Hingga membuat Alex terbaring di sampingnya.
Tiara segera lari ke bathroom dan menguncinya. "Ya ampun lama-lama bahaya juga," ucapnya sambil tangannya memegang dadanya.
Alex yang masih berada di tempat tidur hanya tersenyum melihat kelakuan Tiara, menurutnya sangat menggemaskan. Lalu mengarahkan pandangannya ke arah bawah di balik celana tidurnya. "Phyton kenapa kau bangun, padahal hanya menciumnya saja," gumamnya.
Setelah itu Alex memejamkan matanya, siapa tau Phyton juga bisa ikut tidur.
Hingga 1 jam berlalu.
Klek.
Tiara membuka pintu kamar mandi dengan perlahan dan mengintip di balik pintu, ternyata Tiara melihat Alex yang sudah tertidur pulas.
Dengan perlahan Tiara melangkah menuju ranjang dan berbaring dengan hati-hati. Tiara menaruh guling di tengah-tangah sebagai pembatas, dan tidur dengan membelakangi Alex.
*
*
Pagi hari saat Tiara akan bangun Tidur, merasa ada sesuatu yang berat di perutnya. Tiara mencoba menyentuh apa yang ada di perutnya, ternyata tangan kokoh seseorang. Sontak itu membuat kesadaran Tiara berkumpul seketika.
"Aaahh ...." Jerit Tiara, yang lalu memukuli pemilik tangan itu tanpa melihatnya.
"Pergi, pergi," teriak Tiara.
Tok.
Tok.
Tok.
Tiara segera berlari ke arah pintu dan membukanya.
Klek.
"Loh, Mommy!" Ucapnya terkejut.
"Sayang, iya ini Mommy. Kenapa kamu teriak?" tanya Mommy.
"Mommy kok ada di sini!" Tiara bingung. "Dan itu tadi ada orang di kamar Tiara," jelasnya.
Mommy hanya tersenyum mendengar penuturan Tiara. "Sayang, apa kamu lupa? Kamu sekarang itu sudah menikah. Dan yang ada di kamar kamu itu ya, suami kamu," ucap Mommy.
"Huh ...." Tiara masih mengingatnya kembali, tapi tiba- tiba.
Grep.
Alex yang berjalan dari belakang menghampiri dan merangkul pinggangnya yang ramping dari samping. "Sayang ... kenapa kamu sangat berisik sekali pagi-pagi, apa kau tidak lelah!" Ucapnya. Dan menatap Tiara dengan senyuman manis tapi menyimpan sejuta makna.
"Huh ...." Tiara masih merasa aneh dengan sikap Alex yang aneh menurutnya, dan masih di kejutkan lagi dengan tindakan Alex selanjutnya.
Cup.
Alex mengecup pipinya di depan Mommy, setelah itu dia berjalan ke kamar mandi.
Blush
Seketika merona pipi Tiara.
"Aaaaaaaa ... aku malu," batin Tiara.
Sedangkan Mommy hanya tersenyum melihat perubahan Alex.
__ADS_1
...----------------...
Jangan lupa vote, like, dan komen. Semoga sehat selalu. Aminnn.