DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Tom And Jerry


__ADS_3

Tiara keluar kamar terlebih dahulu, kakinya berjalan ke arah meja makan. Tiara menautkan kedua alisnya, matanya mengarah ke segala ruangan vila tapi tidak mendapati siapa-siapa.


'Sepi.'


"Kemana semuanya!" Gumam Tiara. "Apa Caca masih tidur!"


Tiara naik kembali ke lantai dua dengan tujuan ke kamar Caca.


Tok.


Tok.


Tok.


Sudah beberapa kali Tiara mengetuk pintu, tapi tidak ada tanda-tanda pintu akan terbuka.


Klek.


Akhirnya Tiara masuk tanpa permisi.


"Ca ...." Panggil Tiara, tapi tidak ada sahutan.


Tiara melihat kasur Caca yang sudah kosong tanpa penghuni.


"Nggak ada! Apa mungkin sudah bangun ya?" Tanya Tiara pada dirinya sendiri.


Tiara akhirnya keluar dari kamar Caca.


"Sayang ...." panggil Alex saat melihat istrinya di depan kamar Caca. "Kamu sedang apa?"


"Oh ... tadi aku mau panggil Caca buat sarapan tapi Caca sudah tidak ada," jawab Tiara, seraya berjalan menghampiri Alex.


"Ya sudah, kita sarapan dulu. Mungkin Caca lagi keliling vila," ujar Alex dengan merangkul bahu Tiara dan berjalan ke arah meja makan.


Saat Alex dan Tiara sedang menikmati sarapan, tiba-tiba Caca datang dengan nafas yang tersengal-sengal dan keringat yang membanjiri seluruh wajah dan tubuhnya.


Caca langsung menyambar gelas yang berisi air putih di meja makan, Alex dan Tiara sama-sama memandang Caca dengan mata tanpa berkedip.


"Ca, kamu habis dari olah raga?" tanya Tiara.


"Bu-bukan olahraga ta-pi, aku di kejar guk guk," jawab Caca dengan nafas yang masih naik turun.


"Kok bisa?" heran Tiara.


Flahback On.


Caca sebenarnya hanya berniat mengelilingi area vila, namun karena pemandangan sekitar vila sangat bagus akhirnya Caca memutuskan untuk jalan-jalan keluar vila.


Caca terus berjalan, sambil menikmati pemandangan sekitar. Hingga tanpa sadar Caca berjalan cukup jauh dari vila Alex.


"Ya ampun nggak terasa kalau udah jauh dari vila," gumamnya dengan menengok arah belakang, jalan yang tadi dilaluinya.


Caca memutuskan kembali ke vila, tapi matanya tidak sengaja melihat seseorang di halaman vila mewah yang ada di hadapannya.


"Kayaknya pernah lihat, tapi di mana?" Caca mencoba mengingat siapa laki-laki itu, tapi Caca tetap tidak mengingatnya.


"Ya sudahlah," gumam Caca, dan berjalan pergi.


Karena Caca yang tidak memperhatikan jalan, akhirnya kaki Caca menginjak batu.


"Ouch," pekik Caca, yang langsung berjongkok memeriksa kakinya.


"Dasar batu tidak tahu diri, nggak punya tata krama. Sudah tau ada orang lewat tapi nggak mau minggir," umpatnya pada batu yang ia pijak.


Karena kesal, batu yang ia pijak langsung Caca tendang.


Pluk.


Guk.


Guk.

__ADS_1


Guk.


Na'as nasib Caca, batu yang ia tendang tadi mengenai anjing yang berjaga di salah satu vila. Apalagi posisi anjing yang tak terikat tali.


Mata Caca membulat saat anjing itu berlari ke arahnya dengan menggonggong.


"Aaaaaaaaa," teriak Caca sambil berlari.


Anjing itu terus saja mengejar Caca yang sedang berlari.


"Tunggu-tunggu, aku ingat sesuatu," ucap Caca dan berhenti berlari.


Caca kemudian berjongkok dan menaruh jari telunjuknya di bibir. "Kata nenek-nenek moyang dulu kalau di kejar anjing harus begini, biar tidak di gigit," Caca bermonolog. Kemudian Caca menengok ke arah belakang.


Mata Caca kembali membulat saat anjing itu masih mengejarnya bahkan semakin dekat. "Aaaaaa," Caca kembali berteriak dan berlari sekencang mungkin.


"Dasar ... nenek-nenek siapa yang menyebar hoax, belum tau rasanya kena bibir netizen!" gerutu Caca yang sambil terus berlari.


Flashback Off.


"Ha ha ha ha, mungkin tuh anjing ngira dia ketemu saudaranya," cibir Alex dan kemudian tergelak kencang. Menertawakan nasib sial yang di alami Caca.


Caca hanya mecebikkan bibirnya, melihat Alex yang begitu bahagia di atas penderitaannya. Sedangkan Tiara hanya menggelengkan kepalanya, melihat suami dan sahabatnya seperti Tom and Jerry.


Tak lama seseorang turun dari tangga, dengan mengenakan sarung yang ia lilitkan pada pinggangnya.


Semua mata yang berada di meja makan seketika mengarah pada orang itu.


"Cih, katanya lagi males, tapi taunya sekarang nongol disini," cibir Alex saat Rey sudah duduk di meja makan.


Rey tidak memperdulikan celotehan Alex terhadapnya. Rey lebih memilih mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan lauk pauk.


"Loh, Uncle Rey kapan datang kesini?" bisik Tiara pada Alex yang berada di samping-nya.


"Sudah, biarkan saja. Dia sedang berjuang demi cinta," Alex yang juga ikut berbisik. Tapi dengan jahil-nya Alex kemudian sedikit menggigit telinga Tiara.


"Ouch, Mas ...." Pekik Tiara yang kemudian mencubit roti sobek Alex. "Geli, tau nggak," rajuk-nya.


Sedangkan Rey dan Caca yang baru memulai sarapannya, harus terhenti karena drama pasutri itu.


"Ehm, bisa nggak nanti aja di lanjutin di kamar," cibir Rey.


"Semalem gue udah tempur sama Tiara sampai jam tiga pagi," sahut Alex.


"Uhuk uhuk uhuk," Caca seketika tersedak mendengar ucapan Alex yang terlalu wow menurutnya.


"Mas," sahut Tiara, yang sekarang pipinya mulai terasa panas.


"Apa?" tanya Alex tanpa tau malu.


Rey hanya menggelengkan kepalanya, sejak menikah sahabatnya itu sudah banyak berubah.


***


Siang hari.


"Ra nanti malam kita bakar-bakar yuk! Jagung sama sosis enak kayaknya," ucap Caca, sambil menelan air liur-nya saat membayangkan sosis bakar masuk ke dalam mulutnya. Nyezzzzz.


"Boleh," sahut Tiara yang juga menyetujui. "Tapi tunggu dulu, di kulkas ada apa nggak ya?" Tiara kemudian berjalan ke arah dapur, dan membuka lemari pendingin.


"Yah ... kosong Ca!" ucapnya kecewa.


Caca yang berada di belakang Tiara juga ikut mengintip ke arah kulkas, yang memang tidak ada barang yang mereka perlukan. "Ra kita ke pasar yuk, sekalian jalan-jalan!"


Tiara sejenak berpikir. "Ok deh, aku pamit dulu sama Mas Alex kalau begitu," jawabnya kemudian.


Tiara menghampiri Alex dan Rey yang bersantai di halaman belakang vila. "Mas, aku sama Caca mau pergi dulu ya!"


"Kemana?"


"Cuma jalan-jalan, dan juga mau beli jagung sama sosis."

__ADS_1


"Kamu tau tempat-nya? Aku antar ya!"


"Nggak usah Mas, aku jalan kaki sama Caca. Nanti aku tanya Pak Diman tempatnya di mana."


"Ya sudah kalau begitu, hati-hati dan jangan lama-lama."


"Iya," Tiara kemudian mencium punggung tangan Alex dan berlalu dari sana.


"Tiara istri idaman ya," cetus Rey. Rey yang sedari tadi memperhatikan interaksi Alex dan Tiara.


Alex seketika menatap Rey dengan tajam. "Jaga mata lo Rey."


***


"Ayo Ca," ajak Tiara yang tadi sempat bertanya pada Pak Diman. Di mana Tiara dapat mendapat barang yang dia inginkan.


"Ayo."


Tiara segera berangkat ke tempat yang tadi di arahkan oleh Pak Diman.


Hingga beberapa saat Tiara dan Caca sudah selesai mencari barang yang mereka cari. Tiara membawa satu kantong kresek jagung dan Caca juga membawa satu kantong kresek sosis.


Sesekali Caca mengarahkan pandanganya ke segala arah, takut-takut anjing yang tadi pagi mengejarnya datang tiba-tiba.


Saat langkah Tiara dan Caca yang hampir sampai vila, tiba-tiba ada mobil hitam yang menghadangnya.


Seorang laki-laki tampan turun dari mobil itu dan menghampiri Tiara dan Caca.


"Hei kita ketemu lagi," ucapnya dengan tersenyum.


Sedangkan Tiara hanya menatapnya dengan bingung.


"Apa kau tidak mengingatku?" Tanya laki-laki itu, yang melihat raut wajah kedua gadis itu kebingungan.


Tiara menggeleng, sedangkan Caca mendekat ke arah Tiara. "Dia yang tadi pagi aku maksud," bisik nya.


"Supermarket," ucap lelaki itu.


Tiara menautkan kedua alisnya, otaknya mencoba menggali memori. Hingga beberapa saat dia menemukan potongan memori itu.


"Oh ... Tuan yang waktu itu di supermarket!"


"Iya."


"Pantas saja sepertinya aku pernah melihatnya," gumam Caca yang juga sudah mengingat.


"Sedang apa kau di sini?" tanya laki laki itu.


"Hanya sekedar berlibur Tuan," jawab Tiara.


"Jangan panggil Tuan, panggil saja Andrian," sahutnya. Andrian mengulurkan tangannya. "Siapa namamu?"


"Saya --"


"Jangan dekati dia," ucap Alex yang tiba-tiba datang, dengan sedikit menarik tubuh Tiara agar tidak terlalu dekat dengan Andrian.


Begitu pun Rey yang juga segera menarik tubuh Caca.


Tiara dan Caca merasa aneh dengan sikap kedua laki-laki itu.


"Oh ... rupanya ada kau juga di sini," ucap Andrian dengan tersenyum sinis.


Sedangkan Alex hanya menatapnya dengan tajam.


*


*


Di tempat lain Bella menatap dua foto seorang gadis. "Sebenarnya siapa mereka!"


...----------------...

__ADS_1


...Jangan lupa vote, like dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu. Aminnn 😊...


__ADS_2