
Pagi hari telah menyapa. Sepasang suami istri itu masih bergulung di bawah selimut dengan keadaan polos. Sejak Alex berhasil mengadopsi Zio sebagai anaknya, ia meminta imbalan kepada istrinya. Apalagi kalau bukan urusan ranjang.
Mata Tiara mengerjap saat sinar matahari masuk lewat sela-sela gorden kamar dan menyilaukan matanya.
"Sudah jam setengah enam pagi," ucapnya ketika ekor matanya terarah pada jam dinding yang berada di kamarnya.
Tiara berniat untuk turun dari ranjang, tapi tangan suaminya justru memeluknya lebih erat.
"Sayang ...." Tiara membelai wajah suaminya yang masih memejamkan mata. "Aku harus bangun, dan kamu juga harus bersiap-siap ke kantor, hmm."
"Sebentar lagi, aku masih mengantuk. Ini kan juga karena kamu. Badanku sakit semua semalam kamu memintanya berkali-kali," gumam Alex yang masih di dengar istrinya.
Mata Tiara membulat mendengar gumaman suaminya. "Mana ada yang seperti itu!" dengus Tiara.
Pasalnya semalam yang mengajak untuk melakukan olah raga ranjang berkali-kali adalah Alex. Dengan alasan sebagai upah tambahan karena sudah mendaftarkan Zio sekolah TK.
Zio memang sudah satu minggu mulai sekolah TK, setelah resmi menjadi anak Alex dan Tiara. Tiara membujuk suaminya untuk sekalian mendaftarkan Zio yang memang sudah seharusnya mulai memasuki bangku sekolah. Dan Alex dengan senang hati menyetujuinya, karena akan mendapat imbalan doble dari istrinya.
Alex segera membuka matanya setelah mendengar dengusan istrinya. Dia tahu istrinya telah merajuk dari nada suaranya. "Sayang, jadi siapa yang mengajak berkali-kali? Aku lupa!!" Goda Alex dengan tersenyum.
"Ck." Tiara hanya berdecak mendengar itu. "Ya sudah kalau begitu, aku mau ke kamar mandi." Tiara menarik diri dari suaminya.
Tapi Alex tidak semudah itu membiarkan istrinya pergi begitu saja.
"Mas," kesal Tiara melihat suaminya yang tak membiarkannya pergi.
"Sayang, jangan gerak-gerak. Nanti phyton bangun lagi." Alex memperingatkan istrinya yang sedari tadi bergerak-gerak dalam pelukannya. Hingga membuat phyton yang memang setiap pagi tegak berdiri semakin meronta-ronta.
"A-apa?" tanya Tiara yang terkadang masih lupa siapa itu si phyton.
"Itu." Alex melirik ke arah bawah tubuhnya yang masih tertutup selimut.
Mata Tiara kembali melotot karena yang di maksud suaminya adalah 'itu'
"Mas, cepat lepaskan. Nanti kamu dan Zio bisa telat," ucap Tiara dengan mimik wajah memelas. Tapi itu justru terlihat menggemaskan di mata Alex.
"Ok," sahut Alex. Sedetik kemudian Alex menyingkap selimut yang menutupi tubuh polos mereka berdua.
__ADS_1
"Mas," pekik Tiara melihat kelakuan suaminya. Meskipun mereka sering dalam keadaan polos, tapi tetap saja Tiara malu jika di lihat suaminya.
Alex tidak menghiraukan ucapan istrinya, dan dengan segera mengangkat tubuh polos istrinya masuk ke dalam kamar mandi seperti keinginan Tiara tadi.
***
Jam setengah tujuh Tiara dan Alex baru keluar dari kamar dan menuju meja makan, di mana semua orang sudah memulai sarapan mereka.
"Mami kok bangun siang?" tanya Zio saat Tiara baru saja duduk di meja makan bersama Alex. Mommy hanya tersenyum mendengar pertanyaan cucunya itu. Mommy tahu apa yang membuat anak dan menantunya itu kesiangan, karena dulu mommy juga pernah mengalami masa itu. Apalagi rambut menantunya yang masih terlihat sedikit basah.
Tiara hanya tersenyum kaku mendengar pertanyaan anaknya itu, apalagi mommy dan papa yang juga sedang melihat ke arahnya. "Uhm ... iya, Mami kesiangan bangunnya." elak Tiara.
Alex hanya tersenyum simpul mendengar jawaban istrinya. Karena yang membuat telat mereka sarapan adalah dirinya yang mengerjai istrinya ketika di kamar mandi, seharusnya acara mandi yang hanya sebentar menjadi lebih lama saat Alex melancarkan aksinya.
"Zio, Mami telat bangun karena semalam mengajak Daddy begadang." Celetuk Alex yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari istrinya.
Zio yang tadi sudah melanjutkan sarapannya, seketika menghentikannya. Kemudian menatap ke arah Mami-nya. "Kenapa Mami ajak Daddy begadang?"
Tiara langsung mengalihkan pandanganya pada Zio yang menantikan jawabannya. Tiara hanya tersenyum melihat Zio, karena belum tau harus menjawab apa.
"Benar, Mi? Kenapa Zio tidak di ajak main juga!!" Pria kecil yang tampan itu sekarang sedang cemberut, karena tidak di ajak bermain oleh Tiara.
"Sayang, nanti kita akan bermain jika kamu sudah pulang sekolah, Ok." bujuk Tiara.
Raut wajah tadi yang cemberut, tiba-tiba menjadi cerah secerah mentari. "Benarkah!"
"Tentu," jawab Tiara. "Ya sudah, kamu sudah selesai sarapan kan! Ayo kita berangkat sekolah, nanti kamu telat." ajak Tiara, sebelum Zio semakin banyak bertanya.
Zio menganggukkan kepalanya. "Ayo, Mi." Zio segera mengakhiri sarapan dan mengambil tas sekolahnya yang tadi sudah di siapkan mommy. Karena tadi pagi mommy tidak melihat menantunya itu bangun pagi seperti biasanya, jadi mommy yang membantu Zio bersiap untuk sekolah.
"Mas, aku antar Zio ke sekolah ya." Pamit Tiara pada suaminya.
"Aku tidak pernah kamu antar?" Sikap Zio yang mulai menular pada Alex.
Tiara hanya menatap suaminya jengah, mulai hari pertama Tiara mengantar Zio sekolah. Selalu saja suaminya itu iri. "Baiklah, baiklah. Nanti sepulang Zio sekolah aku akan ke kantor."
Alex tersenyum mendengar itu. Tiara segera mencium punggung tangan suaminya, mommy juga papa. Begitupun yang di lakukan Zio sebelum dirinya berangkat sekolah.
__ADS_1
Tiara dan Zio segera berjalan menuju mobil yang sudah di siapkan oleh Tomy.
Di mobil yang melaju ke arah sekolah, Zio tak henti-hentinya berceloteh. Menanyakan apa saja yang di lihatnya di jalan, dan Tiara dengan sabar menjawab pertanyaan anaknya. Masih ingat di benak Tiara saat dirinya dan Alex mengatakan pada Zio, kalau sekarang mereka berdua adalah orang tuanya. Zio sangat senang mendengar itu, apalagi Alex menyuruh Zio untuk memanggil mereka Mami dan Daddy. Alex sendiri perlahan-lahan sudah menganggap Zio sebagai anaknya sendiri, apalagi Zio adalah anak yang penurut.
Tidak lama mobil yang di kemudikan Tomy sudah masuk dalam halaman sekolah yang sudah di penuhi beberapa anak seumuran dengan Zio.
Tiara menggandeng tangan Zio berjalan menuju kelas. "Sayang, belajar yang rajin ya!" ucap Tiara ketika mereka sudah tiba di ambang pintu.
"Iya, Mih." sahut Zio, kemudian mencium punggung tangan Tiara dan berjalan masuk kedalam kelas.
"Aunty," sapa gadis kecil saat Tiara akan berbalik untuk menuju mobilnya. Gadis yang cantik dengan rambut yang di kuncir dua.
"Hai sayang." Tiara mengusap lembut kepala gadis itu yang tersenyum padanya. Ziva.
"Apa Zio sudah berangkat, Aunty?"
"Sudah, barusaja masuk." jawab Tiara dengan mengarahkan pandanganya pada Zio yang baru duduk di bangkunya.
"Kalau begitu Ziva masuk dulu, Aunty." pamit Ziva dengan mencium punggung tangan Tiara dan segera masuk ke dalam kelas yang sama dengan Zio.
Tiara melanjutkan langkahnya menuju mobil. "Kak Tomy, kita ke rumah Tante Mona ya. Soalnya nanti sepulang sekolah Zio, aku mau ke kantor Mas Alex," tutur Tiara saat sudah berada di dalam mobil.
"Ya, Nona." Tomy segera melajukan mobilnya ke arah rumah yang di tempati Caca sekarang.
Ternyata dari kejauhan ada mobil hitam yang mengawasi aktivitas Tiara dan Zio.
Bersambung ....
*
*
*
...SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI BAGI YANG MERAYAKANNYA. MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN....
...JANGAN LUPA VOTE. LIKE DAN KOMEN. SEMOGA SEHAT SELALU. AMINN...
__ADS_1