DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Lubang Yang Bersertivikat


__ADS_3

Baru saja Leo merasakan sakit akibat gigitan dari Vita, kini ia mendengar gadis itu yang berteriak lagi.


Sial.


Dengan cepat Leo membungkam mulut Vita dengan bibirnya, dan benar dugaannya Vita seketika diam tanpa suara.


Sedangkan di luar mobil, segerombolan orang yang mengejar Leo terlihat mengedarkan pandanganya untuk mencari keberadaan orang yang berani mengganggu ketenangan bosnya. "Kemana perginya dia?" ucap salah satu dari mereka.


Kemudian matanya menatap mobil merah yang berhenti di bahu jalan, setelah di dekati ternyata sepasang kekasih yang sedang memadu kasih. "Lebih baik kita kembali, mungkin dia sudah pergi jauh dari sini." Serunya.


Setelah Leo tidak mendengar suara dari orang-orang yang mengejarnya, dia segera melepaskan bibirnya. Matanya kemudian melihat ke arah jalan yang sekarang memang benar-benar sepi. Dan ia bisa bernafas lega. "Untung saja."


Mata Leo sekarang beralih pada Vita yang masih berada di bawah kungkungan nya. Sudut bibirnya terangkat bagaimana ia melihat Vita sekarang yang hanya diam membeku seperti habis melihat hantu. "Hei, apa itu yang pertama?" tanya Leo dengan senyum mengejek. Ia tau karena melihat ekspresi yang menurutnya sangat menggemaskan itu, padahal tadi ia hanya menempelkan bibirnya saja.


Tapi Vita hanya diam tak menjawab pertanyaan dari Leo, kejadian yang baru saja menimpanya sungguh membuatnya sangat terkejut.


"Baiklah manis, diam-mu akan ku artikan sebagai kau juga menginginkannya." Leo dengan segera mengulanginya lagi, ia tidak peduli meskipun tidak mengenal gadis yang sekarang ia nikmati bibirnya. Bahkan ia sangat menikmati apa yang sedang ia lakukan, *******, menghisap, dan menggigitnya kecil. Hingga ia dapat memperdalam ciumany*.


Sedangkan Vita, matanya berkedip beberapa kali untuk mencerna situasi ini. Yang beberapa saat kemudian kewarasannya mulai kembali lagi setelah tadi traveling, ia segera mendorong Leo yang sekarang tangannya sudah tidak bisa diam. Tapi sayang, ternyata tubuh Leo bahkan tidak bergeser sama sekali.


Vita semakin gelisah, ketika sekarang merasakan tangan Leo sudah tepat berada di salah satu bulatannya.


"Akh ...." Pekik Vita ketika merasakan bibir Leo yang tiba-tiba sekarang sudah berada di lehernya dan menghisapnya dengan kuat, apalagi bersamaan dengan tangannya juga yang meremas salah satu aset miliknya.


Hingga kemudian, ia mendapat ide bagaimana cara agar dapat menyingkirkan Leo.


Dugh."


"Ouch," rintih Leo memegangi benda keramatnya yang baru saja di tendang Vita dengan lututnya. "Apa yang kau lakukan?" Leo yang sudah duduk di kursi samping Vita.


Setelah membenarkan bajunya yang berantakan karena ulah Leo, ia segera menatap tajam ke arah pria yang tidak merasa bersalah itu.


Plak.


Bukanya menjawab, Vita justru memberikan hadiah tamparan. "Cepat keluar !!!" Teriaknya.


Karena melihat Leo hanya diam saja dengan memegangi pipi dan benda keramatnya. Vita segera membuka pintu di samping Leo dan di detik berikutnya.


Bugh.


"Ouch," lagi-lagi Leo merintih karena sekarang panta*nya mencium aspal jalan karena jatuh terduduk.


Vita yang tidak tahan dengan Leo memang langsung mendorong Leo dengan kekuatan penuh. "Aku berdoa, semoga saja tidak akan bertemu denganmu."

__ADS_1


"Dan aku berdoa, semoga saja kita akan bertemu kembali. Dan saat itu akan aku buat kau yang meminta agar aku mencium mu," Leo yang membalas ucapan Vita.


"Sinti*g," umpat Vita yang kemudian pergi meninggalkan Leo di sana.


"Sial." Leo yang baru menyadari kini ia bertelanj*ng dada di pinggir jalan. Karena bajunya yang tertinggal di mobil Vita. Andai saja mobilnya tidak mogok waktu berangkat tadi, mungkin nasibnya tidak seperti ini. Tapi di balik itu semua, ia juga bersyukur karena bisa mencicipi bibir Vita yang terasa manis menurutnya.


Flashback Off.


Ha ha ha ha


Alex tertawa mendengar cerita Leo, karena nasib sial yang di alami oleh sahabatnya itu. "Makanya, itu mulut sama senjata keramat di kondisikan. Jangan asal main nyosor," cibir Alex. Mungkin jika Leo sudah mendapatkan pawangnya, ia akan berhenti bermain wanita. Seperti Rey yang sudah pensiun setelah menemukan pawangnya.


Leo hanya berdecak kesal melihat sahabatnya yang tertawa di atas penderitanya.


Tiara hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat suaminya yang menertawakan nasib Leo.


Sedangkan Vita, sudah jangan di tanya lagi. Pipinya sudah semerah tomat yang teramat matang. Selain malu, tentu saja Vita masih merasa kesal dengan tindakan Leo tadi malam. Dan sekarang, ia hanya bisa menundukkan kepalanya.


Klek.


Pintu terbuka dari luar, yang ternyata Caca dan Rey. Hari ini Caca sudah di perbolehkan pulang karena sudah membaik, tapi sebelum itu ia ingin melihat baby El.


"Kak Vita," Caca yang terkejut dengan kehadiran Vita di ruang rawat Tiara. Ia segera berhambur memeluk Vita yang sudah di anggapnya kakak sendiri. "Kapan datang? Kok nggak ngabari?"


Mereka akhirnya terlibat dalam obrolan ringan, dan tidak lupa juga Alex yang menceritakan musibah yang di alami Leo pada Rey. Ternyata reaksi Rey juga sama dengan Alex yang menertawakan nasib sial sahabatnya itu.


"Makanya, Lo cepat cari bini. Biar dapat lubang yang bersertifikat," olok Rey.


"Uncle, dulu Uncle yang memaksa untuk menikah," sahut Caca. Ia ingat bagaimana Rey yang tiba-tiba menemukanya dan langsung menikahinya.


"Itu karena aku tidak mau kehilanganmu, sayang. Aku cukup sesak merasakan rindu berbulan bulan, apa kamu tau? Ada yang mengatakan, kalau menahan rindu itu berat." Rey yang memasang wajah memelas.


Blush.


Seketika wajah Caca memerah mendengar ungkapan dari suaminya itu. Meskipun pernikahannya terkesan tanpa rencana, tapi kini suaminya itu benar-benar bisa membahagiakannya.


"Idih ... sok puitis." Alex yang memutar bola matanya jengah melihat Rey yang merayu Caca.


"Lo dulu juga gitu Lex," Rey yang tidak terima sahabatnya itu mencibirnya.


Alex seketika terdiam, mengingat ia juga sama. Kemudian ia mengalihkan pandanganya pada Tiara yang sekarang sedang tersenyum padanya. "Sayang, waktu itu aku benar- benar merindukanmu dan anak kita."


Tiara menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

__ADS_1


"Ceh ... kalian berdua bucin," cibir Leo.


Klek.


"Holla ...." Mommy yang baru saja datang. "Loh kalian semua berkumpul di sini !!" Kemudian matanya tertuju pada Vita. "Siapa gadis manis ini?" tanya Mommy.


Sedangkan Vita segera mencium punggung tangan Mommy. "Saya Vita, Nyonya. Pegawai cafe Mbak Tiara."


Mommy hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban mengerti. Kemudian ia menatap para ketiga pria tampan di sana. "Kalian tadi sedang membicarakan apa, kelihatanya sangat seru?" tanya Mommy seraya berjalan ke arah box bayi untuk melihat Baby El yang masih terlelap.


Rey dengan semangat juga menceritakan apa yang di dengar dari Alex tadi. Sedangkan Leo hanya bisa menggelengkan kepala melihat sahabatnya yang senang sekali menceritakan aibnya.


"Benarkah !!!" Kemudian Mommy menatap Vita. "Sayang, kamu tidak di makan oleh Leo kan?" Mommy yang tahu bagaimana kelakuan Leo yang sudah di anggapnya anak itu.


"Huh," Vita terkejut mendengar pertanyaan Mommy.


"Tadi Rey juga sudah mengatakan kalau memang lebih baik memiliki lubang pribadi."


Mommy bisa menebak jika Vita belum menikah, melihat raut wajahnya yang memerah mendengar obrolan vulgar mereka. Tapi yang di katakan Rey ada benarnya juga, jika sudah menikah Leo tidak akan jajan sembarangan di luar sana. "Benar, apa yang di katakan Rey, Leo."


Mata Leo membulat, melihat Mommy sekarang yang ikut-ikutan kedua sahabatnya itu.


"Apalagi kalau mendapatkan perawan, bbeehhh ... nikmatnya bikin nagih." cetus Rey.


"Uncle, waktu itu rasanya sangat sakit." sahut Caca.


"Tapi waktu itu kamu menikmatinya sayang, bahkan waktu ber ronde-ronde."


"Itu karena Uncle, yang memaksa."


"Stop." sergah Mommy mendengar percakapan suami istri yang sepertinya mulai lepas kendali itu


"Tapi benar Mom, apa yang di katakan Rey." Alex yang tiba-tiba menimpali. Karena ia juga merasakannya waktu itu.


"Angel wes," gumam Mommy.


Sedangkan Tiara dan Vita mulai mengipaskan tangannya ke wajah mereka karena mulai merasakan hawa panas yang tiba-tiba datang.


*


*


*

__ADS_1


...Maaf ya beberapa hari gak up karena orang tua lagi sakit jadi gak sempet buat nulisnya, karena harus bolak-balik ke rumah sakit. Terima kasih yang masih mau nunggu cerita ini 🙏😊...


__ADS_2