DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Kepindahan Caca


__ADS_3

Tiara dan Caca segera mendekat ke arah Mommy, ketika suara Mommy melengking memenuhi bandara pagi itu.


Dengan bergantian Mommy memeluk Tiara dan Caca. "Oh ... anak Mommy akhirnya pulang juga," ucapnya dengan tersenyum.


"Maafkan kami yang baru bisa pulang Mom," sahut Tiara. Sedangkan Caca segera menghampiri mertuanya dan juga memeluknya.


"Tidak apa-apa sayang. Anggap saja kalian kemarin sedang liburan," Mommy yang mencoba mengurangi rasa bersalah Tiara.


Ada sedikit senyuman di sudut bibir Tiara setelah mendengar ucapan ibu mertuanya. Sungguh Tiara benar-benar bisa merasakan lagi kasih sayang seorang ibu.


Alex yang tadinya sempat kesal karena melihat aksi Mommy, sekarang tergantikan rasa hangat yang menghinggapi hatinya. Melihat bagaimana interaksi antara ibu dan istrinya.


"Ya sudah ayo kita pulang kalau begitu," seru Papa Nathan. Hingga semua orang kini beralih padanya.


Mommy menghampiri Mama Mona yang juga sedang melepas rindu dengan menantu barunya. "Mon, mampir dulu ya ke mansion!" ucap Mommy.


Sebenarnya tadi sebelum kedatangan putra putrinya. Mama Mona, Mommy dan juga Papa Nathan sempat berbincang. Mama Mona meminta izin untuk membawa Caca tinggal bersamanya sekarang, karena sekarang Caca adalah istri Rey. Meskipun Mommy dan Papa bukan orang tua kandung Caca, tapi Mama Mona tetap menghargai mereka sebagai orang tua angkat Caca.


Mama Mona bisa melihat dari pancaran mata Mommy, terselip kesedihan di sana. Mama Mona juga bisa memahami itu, dan dapat di lihat Mommy benar-benar tulus menyayangi menantunya.


"Iya Jessy, aku akan ikut," sahut Mama Mona, yang membuat senyuman terbit di bibir Mommy.


Akhirnya dua mobil hitam yang berisi dua keluarga itu melaju beriringan untuk menuju mansion.


Di saat mobil yang di kendarai Tomy melaju melewati deretan pedagang kaki lima, mata Tiara tidak sengaja melihat ada penjual sop buah yang menggugah selera makanya. Tiara seketika menelan saliva nya yang tiba-tiba berkumpul.


"Kak Tomy, berhenti sebentar!" ujar Tiara tiba-tiba.


Tomy yang mendengar perintah majikanya, dengan segera menepikan mobilnya di bahu jalan. Begitu pun mobil Mama Mona yang berada di belakang juga ikut menepi.


"Sayang, ada apa?" tanya Mommy heran melihat menantunya yang tiba-tiba memberhentikan mobil.


"Uhm ... Tiara melihat ada pedagang sop buah." Tiara menjeda kalimatnya saat kini semua orang yang berada di dalam mobil itu mengarahkan pandanganya pada dirinya. "Dan Tiara tiba-tiba ingin memakannya Mom," lirih Tiara yang merasa tidak enak. Karena perjalanan mereka jadi terhambat.


"Jadi kamu ingin makan sop buah?" tanya Mommy dengan mengulum senyumnya. Dan Tiara menganggukkan kepalanya dengan cepat.

__ADS_1


Semua orang tersenyum melihat Tiara sekarang. Kehamilannya terkadang membuatnya marah, kadang membuatnya mudah menangis. Mungkin itu juga salah satu perubahan hormon saat hamil.


"Ya sudah, ayo." Ajak Mommy yang ingin memenuhi keinginan menantunya. "Pasti enak, apalagi siang-siang gini," imbuhnya sambil melihat ke arah luar mobil yang terik matahari mulai memanas.


Bibir Tiara melengkung ke atas membentuk senyuman, saat Mommy juga menginginkan sop buah seperti dirinya.


Mama mona, Rey dan Caca segera keluar dari mobil ketika melihat semua penumpang mobil Alex keluar.


"Ada apa Jessy? Apa terjadi sesuatu?" Mama Mona sedikit khawatir.


"Tiara ingin sop buah Mona," jawab Mommy dengan mengedikkan dagunya ke arah penjual sop buah.


Tiara hanya tersenyum kaku ketika Mama Mona sekarang menatapnya. "Wah ... pasti baby-nya ingin yang dingin-dingin," goda Mama Mona.


Semua orang akhirnya duduk di bangku yang sudah tersedia di sana. Mereka sesekali bersenda gurau sembari menunggu pesanan sop buah mereka siap.


Hingga tak lama penjual sop buah yang seumuran dengan Papa Nathan itu membawa beberapa mangkok sop buah dengan berbagai macam jenis isian yang menggugah selera. Penjual itu harus sampai balik dua kali untuk mengantarkan tujuh mangkok sop buah.


"Silahkan," ucap penjual itu.


"Wah !!!" seru Tiara dan Caca bersamaan. Ternyata bukan hanya Tiara yang senang mendapat apa yang ia inginkan, tapi Caca juga ikut senang mendapatkan makanan yang sudah lama tak ia cicipi.


Semua orang di sana tersenyum melihat kedua gadis remaja yang sudah berstatus istri itu bahagia hanya dengan mendapatkan semangkuk sop buah. Hal yang sangat sederhana.


Karena mereka menikmati makanan manis dan dingin itu dengan bersenda gurau, tak terasa sudah hampir satu jam mereka di sana.


"Wah Jessy sudah hampir sore, kelihatanya aku tidak bisa mampir," ucap Mama Mona.


Wajah Mommy yang tadinya ceria, sekarang tiba-tiba menjadi sendu. Apalagi kalau bukan karena sebentar lagi akan berpisah dengan putrinya.


"Jessy ... kita masih tinggal satu kota, dan itu pun tidak terlalu jauh." Mama Mona yang mengerti hati Jessy.


Papa Nathan yang berada di sampingnya seketika menggenggam tangannya. "Mommy, kita masih bisa sering ketemu dengan Caca." Papa yang berusaha memberi pengertian.


Sedangkan Caca merasa bingung dengan obrolan para orang tua itu. "Mommy sebenarnya ada apa?" tanya Caca.

__ADS_1


"Sayang, mulai hari ini kamu tinggal bersama suami kamu," jawab Mommy dengan mata berkaca-kaca.


Deg.


Hati Caca seperti ada sesuatu yang tak rela meninggalkan Mommy dan Papa, juga sahabatnya.


"Sayang, kamu sudah menikah. Jadi kamu harus ikut dengan suami kamu," jelas Mommy, agar Caca tidak salah faham.


Mata Caca akhirnya juga ikut berkaca-kaca. Rey yang berada di sebelahnya juga langsung merangkul bahu Caca agar masuk ke dalam pelukannya.


Mommy segera berdiri dan menghampiri Caca yang mulai menangis di pelukan suaminya. "Sayang, kamu ikut dengan suami kamu bukan berarti kita tidak akan bertemu," ucap Mommy seraya mengelus punggung Caca yang semakin bergetar oleh tangisnya.


Rey sebenarnya sangat senang karena Caca akan tinggal bersamanya, tapi dirinya juga sedih saat istrinya menangis seperti ini.


Caca segera melepas pelukannya pada Rey dan beralih memeluk Mommy. "Mom, Caca akan tetap jadi anak Mommy dan Papa kan?" tanya Caca di sela-sela tangisnya.


"Tentu," sahut Mommy. "Sampai kapanpun, kamu anak Mommy dan Papa," ujar Mommy yang sekarang juga ikut menangis.


Suasana yang tadinya ceria sekarang tiba-tiba menjadi mendung. Melihat Caca dan Mommy yang seperti itu. Tak terkecuali Tiara yang juga ikut menangis.


"Hei, jangan menangis. Nanti baby-nya juga ikut sedih," ucap Alex seraya mengelus punggung istrinya.


Tiara menoleh ke arah Alex. "Aku hanya masih belum terbiasa Mas, jika harus tinggal terpisah dengan Caca."


"Iya, nanti kita akan sering main ke rumah Rey," Alex yang mencoba menenangkan.


"Hm ..."


Tiara akhirnya juga harus ikhlas melepas kepindahan Caca untuk mengikuti Rey yang sekarang menjadi suaminya.


...----------------...


Maaf akhir-akhir ini up-nya sering ngaret, karena kerjaan di dunia nyata yang cukup menyita.


Jangan lupa vote, like dan komen. Terima kasih semoga sehat selalu. Amin 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2