
Pagi hari Tiara sudah bersiap untuk pergi ke sekolah, rasa kesal terhadap suaminya masih dia rasakan. Saat semalam Alex mengatakan 'hanya sebentar' waktu meminta jatah kepada Tiara, nyatanya jam tiga dini hari baru Alex melepaskannya.
Bahkan di wajah Tiara sekarang terlihat jelas lingkaran hitam di bawah matanya.
"Tiara, tolong pasangkan dasi ku!" Pinta Alex.
"Sebentar Mas," jawabnya. Tiara fokus menutupi tanda kepemilikan Alex di lehernya dengan foundetion.
Alex menghampiri Tiara dan memeluknya dari belakang. "Kenapa harus di tutupi! Lebih bagus kalau ada hiasannya."
Tiara mendengus mendengar ucapan suaminya. "Mas akan bahaya kalau di lihat teman-teman di sekolah."
"Katanya kau sudah tidak keberatan, jika teman sekolahmu mengetahui kau sudah menikah!" ujar Alex seraya melepaskan pelukannya, entah kenapa hatinya sedikit kesal dengan jawaban Tiara.
Tiara seketika membalikkan badannya menghadap Alex. "Iya Mas, tapi caranya bukan memperlihatkan maha karya kamu gini."
Alex seketika menyunggingkan senyumnya.
"Oh ya Mas, nanti gimana kabar Alan kalau di sekolah?" Tiara tiba-tiba teringat kejadian beberapa hari lalu itu.
"Tenang saja Riko sudah mengurusnya." Alex mengambil foundetion yang berada di tangan Tiara dan menggantinya deng dasi. "Pakaikan!"
Tiara hanya menganggukkan kepalanya mendengar jawaban Alex, tangannya segera memakaikan dasi dengan terampil.
Tidak membutuhkan waktu lama Tiara sudah selesai. "Sudah."
Alex mendengus. "kenapa cepat sekali kau memakaikannya?" Gerutu Alex.
Tiara menaikkan satu alisnya, tidak mengerti apa yang di maksud suaminya.
Tok.
Tok.
"Sayang ... cepat sarapan nanti kamu terlambat sekolahnya." Teriak Mommy dari luar pintu. Mommy Tahu Alex dan Tiara berada di mansion karena pak Tito yang memberitahunya tadi pagi.
"Ya, Mom," sahut Tiara. Kemudian sudah tidak terdengar lagi suara Mommy.
"Lihatlah, sekarang hanya kau yang di ingat Mommy," cibir Alex.
Tiara hanya menghela nafasnya pelan, kenapa suaminya tiba-tiba saja menjadi uring-uringan.
"Mas, ayo kita sarapan," ajaknya lembut. Tapi Alex tidak menjawabnya.
"Mas ...." Ucapnya lagi, bahkan Tiara sekarang memeluk suaminya, berharap mood-nya kembali.
Ada sedikit senyuman yang terbit di bibir Alex, tapi Tiara tidak mengetahuinya. "Ya sudah kalau begitu kita sarapan, tapi aku mau menu pembukanya dulu," ujarnya.
"Huh."
Dengan cepat Alex melahap bibir istrinya, bahkan Tiara sendiri terkejut dengan apa yang di lakukan Alex.
__ADS_1
Hingga beberapa saat ciuman panas mereka selesai. "Ya sudah ayo kita sarapan nanti Mommy akan menunggu," ucap Alex sumringah.
Tiara hanya mendengus kesal, sekarang giliran dirinya yang harus merapikan penampilannya kembali. Karena berantakan oleh ulah suaminya.
***
"Ya ampun sayang kenapa kamu jadi panda," ucap Mommy saat melihat tampilan Tiara di meja makan.
"Uhm ... Tiara hanya tidak bisa tidur Mom, mungkin karena kepikiran Caca," ucapnya dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Sedangkan Alex hanya menyunggingkan senyum mendengar penjelasan Tiara, padahal dia tau betul siapa penyebab Tiara susah tidur.
"Ya sudah, nanti Mommy juga akan ke rumah sakit lagi, dan katanya Tante Mona juga akan ke sana." Jelas Mommy.
"Ya sudah, nanti Tiara akan ke sana sepulang sekolah." ucap Tiara.
*
*
"Nanti Tomy yang akan menjemput," ucap Alex saat mobil yang dikendarainya sudah sampai di depan gerbang Antar Bangsa.
"Iya," sahut Tiara dan segera menggapai tangan Alex untuk dia cium sebelum keluar dari mobil.
"Tunggu," sergah Alex.
Seketika Tiara mengurungkan niatnya turun dari mobil. Tiara menoleh ke arah Alex. "kenap --"
Cup.
Tiara menggelengkan kepalanya, melihat kelakuan suaminya.
Tiara melangkahkan kakinya masuk ke halaman sekolah, setelah mobil Alex melaju menuju perusahaan.
Dan benar saja telinga Tiara mendengar kasak-kusuk dari teman-temanya.
"Hei apa kau dengar Alan tiba-tiba pindah sekolah."
"Iya sayang sekali padahal sebentar lagi ujian nasional."
"Iya, katanya ada yang bilang. Alan ikut orang tuanya yang pindak ke luar negeri."
"Jadi berita ini yang tersebar tentang Alan," gumam Tiara. Tiara hanya menghembuskan nafasnya lega, dari pada jika semua orang tahu masalah yang sebenarnya. Maka akan banyak orang yang terseret dalam masalah ini.
***
Di perusahaan Alex datang dengan wajah yang terlihat begitu bahagia, bahkan pegawainya juga heran. Karena Alex biasa akan bertampang datar dan dingin.
"Tuan, jadwal hari ini tidak ada meeting di luar." Lapor Riko seperti biasanya, saat tau Alex sudah sampai di ruangannya.
"Ok," jawab Alex singkat.
__ADS_1
Riko hanya menautkan kedua alisnya, merasa heran dengan sikap bos-nya yang seperti bunglon.
"Kenapa aku jadi merinding begini, melihat sikap bos yang seperti ini." batin Riko dengan mengusap tengkuknya.
*
*
Beberapa hari berlalu.
Hari ini adalah hari Sabtu, bertepatan Caca sudah boleh di perbolehkan pulang dengan catatan harus menggunakan kursi roda.
"Sayang kamu pulang ke mansion ya?" Pinta Mommy.
Di sana sudah berkumpul semua mulai dari Alex, Tiara, Papa Nathan, Mama Mona, Rey dan Juga Bayu.
"Jessy bagai mana jika Caca pulang ke rumahku saja!" Sahut Mama Mona.
"Uhm ... bagaimana kita tanyakan saja pada Caca?" Sela Papa.
Seketika Mommy Jessy dan Mama Mona mengarahkan pandanganya ke arah Caca. Caca yang di tatap hanya tersenyum kaku.
Caca bingung harus memilih yang mana, karena sejujurnya Caca merasa tidak enak karena harus menyusahkan orang lain dengan keadaanya yang sekarang.
Tapi lebih tidak nyaman lagi bagi Caca kalau harus tinggal seatap bersama Rey, yang sudah berani menciumnya.
"Uhm ... Caca ingin tinggal di mansion saja, di sana juga ada Tiara," ucapnya lirih. Kemudian mengarahkan pandanganya pada Mama Mona. "Maaf tante," Caca yang merasa tidak enak.
Mama Mona tersenyum dan mengusap kepalanya lembut. "Tidak apa-apa sayang."
Sedangkan Rey tiba-tiba raut wajahnya berubah sedikit kesal.
"Ya sudah kalau begitu ayo kita pulang sekarang," ajak Mommy.
Bayu segera mendekatkan kursi roda yang ia bawa mendekat ke arah Caca. "Silahkan Nona."
Caca hanya diam, pasalnya dia masih belum bisa bergerak. Caca baru bisa duduk dan itupun hanya sebentar.
"Aku tidak bisa turun," jawab Caca.
Saat Bayu akan membantu Caca, dengan sengaja Rey langsung menggendong dan mendudukkannya di kursi roda.
Semua yang berada di sana hanya tersenyum melihat kelakuan Rey. Sedangkan Alex yang tahu sebenarnya hubungan antara Rey dan Caca hanya tersenyum simpul. Rasa-rasanya temennya itu sudah mengalami yang namanya cemburu, padahal saat itu Rey dengan yakin mengatakan tidak akan jatuh cinta dengan Caca.
Tidak beberapa lama tiga mobil beriringan memasuki halaman mansion.
Dan seperti sebelumnya, Rey dengan cepat menggendong Caca dari dalam mobil dan mendudukkannya di kursi roda.
Dengan perlahan Tiara mendorong kursi roda Caca masuk kedalam mansion, baru saja pintu terbuka. Caca sudah di suguhkan pemandangan yang mengejutkan.
"Surprise."
__ADS_1
...----------------...
Jangan lupa vote, like dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu. Aminn .