
Malam telah tiba, tapi pengunjung di cafe Tiara masih saja ramai. Apalagi di tambah dua pekerja lelaki tampan dadakan. Siapa lagi kalau bukan Alex dan Rey.
Dua suami tampan itu terpaksa membantu di cafe Tiara karena istri mereka tidak mau untuk di ajak pulang.
"Ra, kamu lihat nggak sih! Sejak suami kita ikut membantu cafe kita semakin ramai," ujar Caca pada Tiara yang duduk di sebelahnya.
Tiara dan Caca mengawasi suami mereka bekerja dari balik meja kasir. Alex dan Rey tidak membiarkan istri mereka untuk bekerja.
"Hm," sahut Tiara yang juga memperhatikan suaminya.
"Tapi aku kok kayak nggak rela ya!" ucap Caca dengan mimik wajah sedikit sendu.
Tiara seketika menoleh ke arah Caca dengan perasaan bingung. "Kenapa?"
"Kamu nggak lihat, sejak suami kita bantu di cafe pelanggan yang datang semuanya perempuan," jelas Caca dengan mengarahkan pandanganya ke semua pengunjung cafe.
Tiara juga melakukan hal yang sama. Ternyata benar sembilan puluh persen dari mereka ternyata perempuan muda. Apalagi beberapa dari mereka ada yang mencuri-curi foto suami mereka.
Raut wajah Tiara langsung berubah cemberut. Entah kenapa, sungguh hatinya tidak rela jika para perempuan itu mengambil foto suaminya.
"Ca, kita pulang aja," cetus Tiara.
Caca menautkan kedua alisnya mendengar ucapan Tiara. Tadi tidak mau pulang, dan sekarang tiba-tiba ingin pulang. Apa Tiara juga merasakan apa yang dia rasakan.
"Kenapa?" tanya Tiara yang melihat Caca sedang menatapnya.
Caca buru-buru menggelengkan kepalanya. "Tidak, ya sudah ayo pulang."
"Sebentar aku mau ke Kak Vita dulu," ujar Tiara dan beranjak dari duduknya untuk menghampiri Vita.
Sedangkan Caca pergi untuk menemui suaminya. "Uncle, ayo kita pulang," ucap Caca datar tanpa melihat ke arah Rey.
Rey yang setelah mengantarkan makanan pengunjung tiba-tiba heran melihat Caca yang ingin pulang. Karena tadi dirinya sudah mengajaknya pulang tapi tidak mau. "Kenapa tiba-tiba! Bukanya tadi tidak mau?"
Caca seketika menatapnya tajam. "Kenapa? Tidak boleh! Ah ... atau jangan-jangan Uncle yang kesenengan di sini karena bisa tebar pesona dengan perempuan di sini," cetus Caca.
Ada senyuman terbit di bibir Rey. Baru kali ini dia melihat istrinya yang cemburu dengannya. Padahal tadi saat membantu di cafe, Rey tidak ada niatan seperti itu. "Apa istriku sedang cemburu?" goda Rey dengan tersenyum simpul.
"Mm-mana ada yang seperti itu," elak Caca dan segera membuang muka.
Rey semakin gemas melihat istrinya yang tidak mau mengakuinya jika sedang cemburu.
"Oke, kalau begitu ayo kita pulang," ujar Rey. Dengan merangkul bahu Caca mereka berdua segera keluar dari cafe. Bahkan Caca lupa dengan Tiara yang mengajaknya pulang.
Sedangkan dari kejauhan Alex juga melihat Rey dan Caca yang berjalan keluar dari cafe.
"Sial*n, gue di tinggal Rey," umpat Alex. Tapi kemudian matanya menangkap sosok Tiara yang baru keluar dari arah dapur. Kelihatanya Tiara sedang mencari seseorang.
"Cari Caca?" Alex yang menghampiri Tiara.
"Hm," sahut Tiara, dengan pandanganya terus mencari keberadaan Caca.
"Rey dan Caca sudah pulang barusan," ujar Alex.
"Huh." Tiara segera menoleh ke arah Alex. "Kok Caca nggak bilang! Padahal aku yang ajak pulang," gerutu Tiara.
__ADS_1
"Bukanya tadi nggak mau pulang?" tanya Alex merasa heran.
"Karena aku nggak mau Mas di lihat perempuan lain jika terlalu lama di sini," cetus Tiara. Hingga beberapa saat Tiara menutup mulutnya saat tersadar apa yang dia ucapkan.
Alex yang mendengar seketika menyunggingkan senyumnya. "Apa istriku ini merasa tak rela, jika suami tampan nya ini di lihat banyak perempuan?"
Tiara segera membulatkan matanya mendengar pertanyaan Alex. " Mana ada istri yang rela suaminya jadi tontonan perempuan lain! Pasti itu istri gil*." batin Tiara.
Tiara hanya mencebikkan bibirnya, tak berniat menjawab pertanyaan suaminya.
Alex yang melihat istrinya diam saja semakin membenarkan dugaannya. "Apalagi aku adalah suami yang tampan seperti model, pintar dan juga kaya." Alex yang mulai kenarsisanya.
Tiara hanya memutar bola matanya jengah, jika suaminya sudah seperti ini. "Ya sudah ayo pulang, baby-nya ingin segera pulang." Tiara yang menggunakan baby-nya sebagai alasan.
Alex semakin tersenyum lebar mendengarnya. "Bukan karena Mami-nya yang sedang jealous?"
"Tidak," elak Tiara. Tapi Alex tetap saja tersenyum mengejek padanya.
"Ya sudah kalau Mas tidak mau, Aku pulang sendiri," ketus Tiara.
Alex dengan segera mencekal tangan Tiara yang sudah akan beranjak. "Siapa bilang tidak mau?"
"Mas." Tiara yang terkejut karena Alex yang tiba -tiba saja menggendongnya.
"Biarkan semua orang tahu, jika Alex Pratama adalah suami Tiara Mahira Putri seorang," ujar Alex dengan menatap lekat Tiara yang berada di gendongannya. Dan segera melangkah keluar dari cafe.
Tiara yang mendengar ucapan romantis suaminya, seketika membuat pipinya merona. Tiara hanya mampu menyembunyikan wajah merahnya di dada bidang Alex.
Sedangkan semua pengunjung yang melihat adegan romantis pasutri itu, tiba-tiba terlihat raut wajah kecewa. Karena lelaki tampan yang sedari tadi mereka kagumi ternyata sudah mempunyai wanita lain, apalagi wanita itu dengan perut membuncit.
"Yah ... suami orang."
"Wih ... calon hot daddy."
"Daku sudah terlanjur terpesona."
Begitulah kasak-kusuk para perempuan itu.
***
Di rumah semuanya sudah berkumpul di ruang tengah.
"Rey, Mama besok akan kembali ke Jakarta," ujar Mama Mona. "Mama mau menggantikan kamu sementara, sekalian Dino juga akan kembali," imbuhnya.
Caca yang duduk di samping Rey, tiba-tiba menegang. Caca merasa bersalah karena dirinya yang masih mau belum kembali ke Jakarta, Rey jadi menunggunya dan meninggalkan pekerjaannya.
Tiara juga merasakan hal yang sama dengan Caca. Meskipun di perusahaan sudah ada Riko dan Sheryl, tapi tetap saja Alex adalah pimpinannya.
"Terserah Mama saja," sahut Rey.
"Sayang, kalau kalian berdua masih betah di sini tidak apa-apa. Kami tidak akan memaksa kalian untuk cepat-cepat kembali, yang terpenting kalian masih mau untuk kembali ke Jakarta,"ujar Mommy. Mommy yang menyadari raut wajah kedua putrinya menjadi sendu, setelah mendengar ucapan Mama Mona.
Tiara dan Caca seketika memberikan senyuman, meskipun itu sedikit di paksakan.
"Iya kami tidak akan memaksa kalian," sahut Papa yang juga berusaha menenangkan perasaan kedua anak perempuanya.
__ADS_1
"Iya Pah," ucap Tiara dan Caca bersamaan.
Alex menggenggam tangan Tiara, untuk menyalurkan rasa hangat. "Aku akan tetap menunggu," ucap Alex berbisik pada Tiara.
Tiara juga dapat melihat kesungguhan di mata suaminya. Sehingga membuat senyuman terbit di bibir Tiara.
"Ya sudah kalau begitu bagaimana sekarang kita karaokean saja, tadi Mommy sempat beli dvd waktu pulang dari cafe," ujar Mommy mencoba mencairkan suasana.
Mereka semua menyetujui apa yang Mommy katakan.
"Ya sudah, Mommy ambil kasetnya dulu." Mommy beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah kamarnya.
Tak lama Mommy sudah kembali dengan kaset dvd yang berada di tanganya.
"Lagu apa Mom?" Caca yang penasaran.
"Pokoknya keren," sahut Mommy yang sedang memasang kaset lagu-nya ke dvd.
Hingga beberapa saat Mommy sudah berdiri di depan semua orang dengan mic yang berada di tanganya.
"Are you ready?" tanya Mommy.
"Ready," teriak semuanya.
"We start now the music," ucap Mommy dengan mengedipkan sebelah matanya.
Semua orang tersenyum melihat kelakuan Mommy.
🎶
"Mas, opo aku iki isih kurang ayu?"
"Opo kurang seksi tho mas?"
"Selama kenalan rayuanmu manis tenan."
"Memuji diriku rasanya terbang ke awan."
"Lupa daratan akhirnya kita pacaran."
"Merasa cocok kemudian kita lamaran."
"Setelah menikah kabeh jadi berubah."
"Mas ku yang dulu saiki ko ke yang polah sabeni metu."
"Hatiku risau karena jarang di jamah."
"Mas, opo aku iki isih kurang ayu?"
"Opo kurang seksi tho mas?"
^^^Soima pancawati-kurang sexy^^^
"Huh," semua hanya menganga melihat Mommy
__ADS_1
...----------------...
Jangan lupa vote, like dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu. Aminn 😊🙏