DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Hareudang


__ADS_3

Setelah makan malam di apartemen akhirnya Alex dan Tiara kembali ke mansion, sedangkan Caca akhirnya juga bisa ikut menginap di mansion setelah membujuk Alex tadi meskipun Caca membawa mobilnya sendiri.


"Om terima kasih," ucap Tiara saat berada di dalam mobil bersama Alex.


Alex yang sedang mengemudi menoleh sejenak ke arah Tiara kemudian fokus kembali ke arah jalan. "Untuk apa?" Tanya Alex.


"Mengizinkan Caca untuk ikut," jawab Tiara.


"Hm," jawab Alex.


Hingga beberapa saat mereka memasuki gerbang mension dengan mobil yang beriringan.


Mommy yang belum tidur akhirnya menyambut kedatangan mereka. "Sayang," ucapannya dan memeluk menantunya yang baru masuk mansion. Kemudian matanya mengarah ke pada Caca yang berada di belakang.


"Sayang kamu juga kesini?" Tanya Mommy.


"Ya Mom," jawab Caca dan kemudian memeluk Mommy. "Bolehkan Caca nginep di sini lagi?" Tanya Caca seraya melepas pelukan.


"Boleh dong sayang," jawab Mommy dengan mencubit gemas pipi Caca yang tembem, kemudian mengarahkan pandanganya pada Alex. "Alex, kamu tidak makan?" Tanya Mommy.


"Alex tadi sudah makan Mom di apartemen Tiara," jawabnya seraya menoleh ke arah istrinya. "Ya sudah Alex mau ke kamar dulu," pamitnya dan melenggang pergi.


Tiara yang melihat suaminya pergi juga ikut menyusul. "Mom Tiara mau ke kamar juga," pamitnya.


"Iya sayang, kamu istirahat temani suami kamu," ucap Mommy, yang di angguki Tiara.


Setelah Tiara pergi kini hanya tinggal mommy dan Caca. "Mom, Om Nathan mana kok nggak kelihatan?" Tanya Caca yang tadi mengedarkan pandangannya dan tidak menemukan.


"Sayang, panggil saja Papa seperti Tiara," ujar Mommy. "Papa sudah di kamar istirahat, ya sudah kamu juga istirahat," ucap Mommy.


Caca yang mendengar bahwa dirinya juga boleh memanggil 'Papa' langsung memeluk Mommy. "Terima kasih Mom, sudah kasih Caca keluarga baru," ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Sayang, kamu juga seperti anak Mommy," ujarnya, seraya mengelus punggung Caca yang masih memeluknya.


Setelah itu Caca melepas pelukannya, masih dengan air mata yang terbendung.


Mommy mengusap pipi Caca. "Ya sudah ayo Mommy antar ke kamar," ajaknya.


Sedangkan di kamar pengantin baru, Alex dan Tiara sudah merebahkan diri di kamar setelah tadi membersikan diri.


Di tengah-tengah mereka masih ada guling yang menjadi pembatas, Tiara masih belum siap jika Alex meminta 'Hak' nya. Apalagi statusnya sekarang masih siswi pelajar, bagaimana kalau nanti hamil apa kata teman-temanya nanti.


"Tiara," ucap Alex memulai pembicaraan.


Tiara hanya mengarahkan pandanganya pada Alex sebagai jawaban, Alex juga melakukan hal yang sama.

__ADS_1


"Terima kasih untuk kemarin," ucapnya, karena sadar Alex bahkan belum mengucapkan terima kasih untuk apa yang di lakukan Tiara untuknya.


"Tidak apa-apa Om," jawab Tiara yang tahu maksud arah pembicaraan Alex.


"Uhm, ya sudah kalau begitu tidurlah besok kamu harus sekolah," ujar Alex, Alex tidak tau harus mengatakan apalagi sejujurnya dia sendiri juga masih canggung.


"I-iya, selamat malam Om," Ucap Tiara, yang segera memejamkan mata. Sebenarnya Tiara susah untuk tidur sebelum Alex yang tidur duluan.


Melihat Tiara sudah memejamkan mata, Alex hanya bisa memandang wajah istri yang tidur di sampingnya itu, tapi entah kenapa Alex mencondongkan tubuhnya ke arah Tiara dan.


Cup.


Alex mengecup kening istrinya, Tiara yang belum benar-benar tidur seketika membuka matanya saat ada sesuatu yang menempel di keningnya.


"Om," ucap Tiara saat Alex melepaskan kecupannya, bahakan mata mereka saling mengunci dengan jarak yang begitu dekat.


"Bisakah, kita berhubungan lebih baik lagi dan--" Alex menjeda kalimatnya seraya menatap mata istrinya yang sekarang juga menatapnya. "Maaf," akhirnya kalimat itulah yang keluar dari mulut Alex.


Tiara diam mencerna setiap kata-kata yang keluar dari mulut Alex. "Om sudah tidak ada yang perlu di maafkan, semuanya sudah berlalu," jawab Tiara yang segera membuang pandanganya ke arah lain, entah kenapa dalam posisi seperti ini membuat jantungnya seperti habis lomba lari maraton.


Sudut bibir Alex sedikit terangkat keatas nyaris tak terlihat setelah mendengar jawaban istrinya.


Alex menyelipkan beberapa helai rambut Tiara di belakang telinga, Tiara yang kaget dengan kelakuan Alex sontak mengarahkan pandanganya pada Alex.


Alex menyusuri wajah istrinya dengan pandanganya, dari mata hidung hingga berhenti di bibir yang bewarna pink.


Entah kenapa Tiara segera memejamkan matanya, sedangkan Alex yang melihat istrinya memejamkan mata bagaikan lampu hijau untuk Alex.


Dengan cepat Alex membuang guling yang menjadi pembatas mereka dan mengungkungnya, Alex menempelkan bibirnya ke bibir Tiara. Bahkan memangutnya dengan lembut, Alex merasakan Tiara hanya diam dan tidak membalas cium*nya.


Dengan sedikit menggigit bibir bawah Tiara, Alex dapat menjelajah lebih jauh mul*t Tiara. Suasana yang tadinya canggung sekarang hilang seketika.


Saat Tiara sadar dengan tangan Alex yang berusaha melepas kancing piyamanya, segera Tiara mecekal tangan Alex.


"Om," ucap Tiara saat pangutanya terlepas. "Ma-maaf Tiara belum siap," cicitnya dengan menundukkan pandanganya tidak berani menatap wajah suaminya.


Alex menatap wajah istrinya, tangannya meraih dagu Tiara untuk menghadapkan pandanganya. Setelah tatapan mereka bertemu. "Tidak apa-apa, aku tidak akan memaksa," ujarnya tersenyum dan segera merebahkan kembali tubuhnya di samping Tiara.


"Sudahlah, sekarang kita tidur," ucap Alex, dengan hati-hati Alex memeluk tubuh Tiara agar tidak mengenai tangannya yang sakit untuk masuk dalam pelukannya.


Tiara hanya menurut dengan apa yang di lakukan suaminya, dengan menempelkan wajahnya pada dada bidang Alex yang terasa nyaman.


*


*

__ADS_1


Pagi hari Mommy sudah melihat Caca yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya keluar dari kamar. "Sayang kamu dah bangun, baru saja Mommy mau bangunin kamu," ujar Mommy.


Caca hanya nyengir kuda memperlihatkan deretan gigihnya yang putih.


"Kalau begitu Mommy mau panggil Tiara dan Om Alex dulu untuk sarapan, kamu kemeja makan saja duluan," ucap Mommy.


"Ya, Mom," jawab Caca.


Sedangkan di kamar pengantin. Tiara sudah siap untuk keluar dari kamar dan membawa tas sekolahnya, baru saja Tiara membuka pintu kamarnya tapi suara Alex menghentikannya.


"Tiara, pakaikan aku dasi." Pintanya dengan menyodorkan dasi yang berada di tangannya.


Tiara hanya mengangkat sebelah alisnya, merasa aneh biasanya suaminya memakainya sendiri. Tapi Tiara tetap berjalan mendekati Alex dan menaruh kembali tas sekolahnya.


"Tapi Tiara tidak bisa Om," ucap Tiara saat dasi itu sudah berada di tangannya.


"Belum di coba," ucap Alex. "Aku akan mengajarimu nanti," imbuhnya dengan tersenyum penuh arti.


Saat Tiara akan memasangkan dasi pada Alex yang berada di depannya yang menjulang tinggi. "Om tidak sampai," ucap Tiara.


Alex membungkukkan sedikit tubuhnya. "Apakah seperti ini?" Tanya Alex.


"Hm," jawab Tiara dan segera mengalungkan tangannya untuk memasang dasi.


Sesaat Tiara masih sibuk memasang dasi, tapi Alex malah fokus memperhatikan bibir Tiara yang sesekali mengerucut karena salah memasang dasinya.


Dengan gemas Alex menarik pinggang Tiara yang ramping hingga merapat di tubuhnya tanpa celah.


"Om," pekik Tiara saat kaget dengan apa yang di lakukan suaminya.


Alex segera menundukkan wajahnya agar bisa menggapai bibir istrinya, baru saja akan mendarat sempurna tapi.


"Tiara," panggil Mommy yang langsung masuk karena pintu kamar sudah terbuka.


Tiara yang kaget segera menjauhkan tubuhnya dengan Alex.


"Ups, sorry," ucap Mommy, segera Mommy berbalik dan berjalan keluar dengan bernyanyi.


Hareudang, hareudang, hareudang.


Fanas, fanas, fanas.


Syelalu, syelalu, syelalu.


Fanas dan hareudang.

__ADS_1


...----------------...


Jangan lupa vote, like dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu. Aminnn.


__ADS_2