DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Hamil


__ADS_3

Tiara dan Alex sudah berada dalam ruangan yang di dominasi dengan warna putih,dan bau obat yang begitu menyengat. Beberapa saat lalu Caca sudah di pindahkan ke ruang rawat, dan sekarang hanya menunggunya untuk siuman.


Tiara dengan raut wajah yang sedikit khawatir duduk di kursi sebelah ranjang Caca berbaring.


"Sayang, duduklah di sini. Kalau kamu terus duduk di situ, nanti punggungmu akan sakit," ujar Alex dengan menepuk sebelah tempatnya duduk. Alex memang duduk di sofa yang memang lumayan besar bahkan bisa di buatnya untuk tidur.


Tiara segera mengalihkan perhatiannya pada suaminya yang berada di belakangnya. "Iya, nanti kalau Uncle sudah tiba aku akan pindah," tolak Tiara.


Alex hanya menghembuskan nafasnya pelan, dia lupa jika istrinya yang sekarang keras kepala.


Klek.


Pintu ruang rawat Caca terbuka dari luar. Sontak membuat perhatian Tiara dan Alex beralih pada Rey dan Mama Mona yang baru masuk.


Sepasang suami istri itu heran melihat penampilan Rey yang sangat berantakan, bahkan seperti habis di serang sekelompok ayam betina yang telah mengganggu anaknya.


Tiara segera berpindah tempat duduk, membiarkan Rey untuk melihat keadaan Caca. "Tante, apa kata Dokter! Tidak ada yang serius kan?" tanya Tiara kepada Mama Mona.


Mama Mona menghembuskan nafasnya pelan sebelum menjawab pertanyaan Tiara. "Tidak apa-apa, Nak. Untung cepat di bawa kemari,"jawab Mama Mona. Kemudian menatap Rey dengan tajam, karena kesal dengan kelakuan Rey saat di ruang Dokter tadi.


Rey yang tahu jika dirinya di tatap tajam oleh mamanya segera mengalihkan pandanganya pada istrinya yang masih terlelap.


Ruangan Dokter beberapa saat lalu. Setelah Rey menjawab pertanyaan Dokter, Dokter hanya menganggukkan kepalanya. Dugaannya tepat seperti sebelumnya, dan mencocokkan dengan hasil pemeriksaan Caca.


"Ehm ... begini ya Pak, kalau di lihat dari usia istri bapak, dia sangat terlalu mudah untuk hamil --"


"A-apa, hamil?!" sela Rey dengan terkejut mengetahui istrinya dalam kondisi hamil. Begitupun Mama Mona yang juga terkejut mengetahui menantunya hamil.


Dokter cantik itu menautkan kedua alisnya melihat reaksi Rey. "Apa anda belum mengetahuinya?"


Rey dengan cepat menggelengkan kepalanya.


"Jadi istri bapak sedang hamil sekarang, dan usia kandungannya di perkirakan masih dua minggu. Dan yang mengakibatkan istri bapak tadi kesakitan, itu bisa di sebabkan waktu bapak melakukan hubungan suami istri, bapak melakukanya sedikit kasar." jelas Dokter.


Mata Rey membola sempurna. "Padahal saya tadi masih melakukanya setengah ronde, Dokter." cetus Rey.


Bugh.


Rey mengusap lengannya ketika Mama Mona tiba-tiba memukulnya.


"Kenapa, Ma? Tapi benar, Rey masih melakukanya setengah ronde. Bahkan biasanya bisa sampai tiga atau empat ronde, dan itu tidak apa-apa. Rey ini laki-laki perkasa, Ma." racau Rey.


Dokter dan perawat yang berada di sana seketika merakan telinga dan pipinya memanas mendengar ucapan Rey.

__ADS_1


Mama Mona yang sudah tidak tahan melihat kelakuan anaknya segera menjambak rambut Rey, sungguh kesal sekali mendengar ucapan anaknya yang tidak tahu malu itu.


"Ma ... ampun, Ma!" teriak Rey saat merasakan rambutnya akan rontok semua ketika Mama Mona menjambaknya.


***


Sekarang Rey dengan penuh cinta menggenggam tangan Caca untuk menunggu istrinya tersadar.


Tiara sendiri sungguh merasa bahagia mendengar berita ini, setelah tadi Mama Mona memberitahunya.


Tidak lama, Rey merasakan pergerakan dari jari istrinya yang berada di genggamannya. "Sayang, kamu sudah sadar?" tanya Rey yang segera berdiri dari duduknya untuk lebih dekat dengan Caca.


Caca mengerjabkan matanya dengan perlahan, ketika cahaya mulai menyilaukan matanya. Semua orang yang berada di sana seketika mendekat ke arah ranjang Caca saat mendengar ucapan Rey.


Saat pandanganya mulai bersahabat dengan cahaya, sosok pertama yang Caca lihat adalah suaminya yang sekarang sedang tersenyum ke arahnya. "Uncle," lirih Caca.


"Sayang ...." Rey segera mencium kening istrinya menyalurkan rasa bahagianya. "Sayang, Dokter bilang kita akan segera menjadi orang tua," tutur Rey dengan mata yang berkaca-kaca. Tangannya terulur mengelus perut Caca yang masih rata.


Caca yang mendengarnya juga terkejut, dirinya tidak menyangka jika akan menjadi orang tua secepat ini. "A-aku akan punya anak, Uncle?" Caca yang juga mengusap perutnya.


Rey menganggukkan kepalanya, kemudian berhambur memeluk istrinya. "Iya, kita akan punya anak," ujar Rey di sela-sela pelukannya.


Semua orang terharu melihat adegan pasutri itu, hingga akhirnya terhenti saat apa yang di lakukan Caca.


Huek....


"Huh." Rey segera mencium ke arah tubuhnya sendiri, dan tidak bau seperti yang di katakan istrinya. "Tidak bau, sayang !!!"


"Tapi, aku mual mencium bau Uncle," ucap Caca dengan tangan yang mengapit hidungnya.


"Sayang, mungkin ini karena efek kehamilan. Makanya kamu jadi mual jika mencium bau suami kamu," tutur Mama Mona yang lebih pengalaman pada menantunya.


"Ma ... mana ada yang seperti itu!" protes Rey yang tidak terima.


"Ada, tuh ... buktinya istri kamu," sahut Mama Mona dengan tersenyum.


Alex dan Tiara tersenyum melihat Rey yang begitu frustasi.


"Sayang, itu tidak benarkan!" Rey mencoba memastikan kembali pada istrinya.


Dan Caca kembali merasakan mual, saat Rey yang mencoba mendekat padanya.


"Udah, lo mulai sekarang puasa dulu," ejek Alex dengan berbisik. Kemudian menarik Rey agar keluar dari ruang Caca.

__ADS_1


*


*


"Tante ...." teriak Zio dari dalam mansion ketika Tiara baru saja turun dari mobil. Alex mengajak istrinya pulang saat hari mulai sore.


Tiara segera merentangkan kedua tangannya untuk menyambut kedatangan si kecil Zio. "Kenapa Tante lama sekali !!" Rajuk Zio di pelukan Tiara. Zio sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Tiara.


Tiara tersenyum melihat celotehan Zio yang sebentar lagi akan menjadi anaknya itu. "Maaf ya ...." ucapnya lembut dengan mengusap kepala Zio.


Alex yang sudah turun dari mobil, segera menghampiri zio dan istrinya. "Hei, dia milikku," ucap Alex dengan menatap tajam ke arah Zio.


Zio segera memeluk kaki Tiara saat melihat Alex yang melihatnya dengan tajam.


Plak.


"Ouch," Alex mengusap belakang kepalanya saat mommy yang keluar dari mansion tiba-tiba memukul kepalanya. "Mommy," protes Alex yang tidak terima.


"Kenapa kamu membuat Zio takut," Mommy yang kesal dengan kelakuan anaknya.


Alex mendengus kesal melihat itu, apa salah jika apa yang menjadi miliknya tidak boleh sampai orang menyentuhnya, termasuk Zio. Pikirnya.


Sekarang mereka semua sudah duduk di ruang keluarga. "Sayang, bagaimana keadaan Caca?" tanya Mommy tidak sabar.


"Ternyata Caca hamil, Mom." ucap Tiara dengan tersenyum.


"Benarkah!!" Mommy yang masih tidak percaya.


Tiara dengan segera menganggukkan kepalanya.


"Pah, kita akan punya cucu lagi." Mommy yang bahagia mendengar berita, langsung memeluk Papa Nathan yang duduk si sebelahnya.


"Ehm," Alex berdehem untuk menyadarkan kelakuan mommy-nya yang sekarang masih belum melepaskan pelukannya.


Mommy yang sadar dengan kode anaknya, langsung melepas pelukannya.


"Uhm ... Mommy, Caca waktu di rumah sakit tadi mual waktu Uncle Rey mendekatinya. Kata Tante Mona, itu efek kehamilan. Apa bisa seperti itu?" Tiara yang menceritakan keanehan sikap Caca.


"Oh ... isooookk," jawab Mommy.


"Huh."


...----------------...

__ADS_1


...Maaf ya kemarin tidak up, karena ada masalah sedikit. Jadi otaknya ikut mampet 😁....


...Jangan lupa Vote, like dan komen. Terima kasih yang masih setia menunggu ceritaku, semoga sehat selalu. Aminn....


__ADS_2