DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Memberi Pelajaran


__ADS_3

Flashback On


Setelah Mommy menelfon Tiara, Mommy terlihat murung. Rasa-rasanya semua yang di inginkan nya musnah seketika.


2 hari setelah percakapan itu, tidak ada lagi senyum ceria di bibir Mommy dan tidak makan dengan teratur.


Seperti pagi ini misalnya Alex dan Papa hanya makan berdua.


"Pa kenapa akhir-akhir ini Mommy tidak ikut makan bersama?" tanya Alex.


Papa kemudian menaikkan pandanganya kepada Alex. "Mommy sedang tidak enak badan, coba kamu bujuk Mommy. Papa sudah membujuknya tapi Mommy tidak mau," jelasnya.


Alex hanya menganggukkan kepalanya. "Ya Pa, nanti Alex coba," sahutnya.


Seminggu berlalu.


Ternyata Mommy masih sama tidak mau keluar dah susah di bujuk, hingga Alex memutuskan untuk mengajaknya berbicara dari hati ke hati.


Alex memutuskan selesai makan malam akan menemui Mommy.


Tok.


Tok.


Tok.


"Masuk!" Terdengar suara Papa dari dalam kamar.


Klek.


Alex membuka pintu kamar Mommy, dan pemandangan yang pertama ia lihat adalah Mommy yang terbaring di kasur dan Papa yang duduk di sebelah Mommy.


Alex berjalan mendekat ke arah Mommy, Papa memilih keluar membiarkan anak dan ibu itu bicara berdua.


"Mom ...." Panggil Alex saat dia sudah duduk di samping Mommy, dan menggenggam tangan mommy.


Mata Mommy yang tadi terpejam sekarang membuka matanya, menatap anaknya yang sekarang duduk di sampingnya. "Alex ...." ucapnya lirih.


Alex merasa iba melihat keadaan Mommy yang sekarang, wanita cantik yang selalu di hatinya itu terlihat pucat dengan bibir yang terlihat kering. Alex tidak mengerti sebenarnya apa yang terjadi atau dia saja yang tidak peka.


"Mom ... sebenarnya apa yang terjadi?" tanyanya.


Tapi Mommy hanya menggeleng. "Tidak ada apa-apa Alex," jawab Mommy.


"Mom jika tidak terjadi apa-apa tidak mungkin Mommy seperti ini!" sahutnya.


Mommy hanya diam dan memandang ke sudut mata Alex, sedetik kemudian air mata Mommy lolos begitu saja dari sudut matanya.


"Alex apakah salah jika Mommy memintamu menikah dengan Tiara? Mommy hanya ingin melihat kamu bahagia dan Mommy merasa Tiara yang bisa melakukanya ...." ujarnya lirih.


Hati Alex seketika mencelos mendengar perkataan Mommy.


"Mom apakah Mommy benar-benar ingin melihat Alex menikah dengan Tiara?" Tanyanya dengan menatap Mommy lekat.

__ADS_1


Mommy menganggukkan kepalanya. "Yah, Mommy sangat ingin melihatmu menikah dengan Tiara tap-tapi." Mommy terisak dalam tangisnya. "Tapi waktu Mommy mengatakannya kepada Tiara, dia bilang tidak bisa melakukanya," sambung Mommy dengan tangis yang semakin pilu.


"****," umpat Alex.


Dengan langkah besar Alex keluar dari kamar Mommy dan keluar dari mension nya membawa mobil kesayangannya.


"Alex."


"Alex."


Teriak Mommy memanggilnya, namun Alex tak lagi mendengarnya. Papa yang mendengar teriakan istrinya sontak langsung menghampiri Mommy. "Ada apa Mom?" tanya Papa dengan khawatir.


"Pa, kita harus menyusul Alex. Mommy takut dia akan menyakiti Tiara sekarang," ucap Mommy dengan menangis. "Telfon juga Riko pa," imbuhnya.


Akhirnya Mommy dan Papa mengejar Alex, Mommy menduga pasti Alex kan pergi ke apartemen Tiara.


Flashback Off


Alex yang masih di selimuti oleh amarah dia tidak peduli dengan rintihan kesakitan Tiara. bahkan dia semakin mengencangkan cengkeramannya.


"Berani sekali kau menyakiti Mommy," ucapnya.


Tiara menggeleng. "Om Tiara tidak mengerti apa yang Om katakan." jawab Tiara dengan suara bergetar menahan takut dan sakit.


Alex hanya tersenyum miring mendengar penuturan Tiara. "Kau menolak keinginan Mommy, berani skali kau menolak ku, bahkan wanita di luar sana banyak yang dengan senang hati menyerahkan dirinya untuk jadi penghangat ranjang ku," ujar Alex.


"Om bukan maksud Tiara menyakiti hati Mommy," ucapnya.


Alex menghempaskan cengkeramannya dengan keras hingga Tiara terjerembab ke lantai. Setelah itu Alex berjongkok di hadapan Tiara. "Penuhi ucapan Mommy dan menikahlah denganku," ujar Alex dengan menatap Tiara tajam.


Alex yang geram dengan jawaban Tiara semakin memicu amarah yang ada dalam dirinya. "BERANI SEKALI KAU, HAH!" bentaknya. "Jika kau tidak mau aku akan menghancurkan semua yang ada di dekatmu, termasuk sahabat tersayang mu dan panti asuhan itu," ancamnya dengan menyeringai.


Mata Tiara membulat seketika. "Ja-jangan Om," ucap Tiara di iringi dengan tangisnya. "Tap-tapi Tiara juga tidak akh--" ucapan Tiara terpotong karena Alex langsung mencengkeram lengannya.


"Jadi nyalimu sangat besar!" ucapnya dengan tersenyum miring. "Baiklah akan ku beri sedikit pelajaran agar kau tau bahwa kata-kataku tidak pernah main-main."


Alex dengan kasar menarik lengan Tiara dan menghempaskan nya di sofa. Bahkan sekarang Alex mengungkung Tiara di bawah tubuhnya, alarm di otak Tiara seakan berbunyi. Tiara bukan gadis bodoh yang tidak tahu apa yang akan di lakukan Alex.


"Om jangan hiks, hiks, hiks," teriak Tiara dengan kedua tangannya menopang dada Alex.


Alex seakan menulikan pendengarannya tentang penolakan Tiara, pandangan Alex sekarang tertuju pada bibir pink Tiara yang menggoda. Dengan cepat Alex mendaratkan bibirnya di bibir Tiara, Alex bahkan ******* bibir Tiara dengan kasar.


Tiara yang meronta ronta ingin melepaskan diri dari Alex justru membangkitkan hasrat Alex, Tiara yang mencoba menghindari ciuman Alex, tapi langsung di tahan Alex dengan tangan Alex yang menahan tengkuknya. Dan tangan satunya digunakan untuk menarik tangan Tiara ke atas dan mencekalnya.


Tiara hanya bisa menangis mendapat perlakuan dari Alex seperti itu, bahkan ciuman Alex sekarang turun menyusuri rahang Tiara.


"Akh ... sakit om," pekik Tiara saat Alex menghisap leher mulus Tiara dengan kuat, bahkan sedikit menggigitnya hingga meninggalkan bekas keunguan tanda kepemilikannya.


Di luar apartemen Tiara, Caca baru saja keluar dari unitnya berniat untuk tidur bersama Tiara karena tiba-tiba ia teringan dengan film hantu yang di tonton nya tadi.


Tapi langkahnya terhenti saat melihat Mommy dan 2 orang laki-laki di sampingnya juga akan memasuki apartemen Tiara.


"Mom!" sapa nya, langkah Mommy terhenti dan memandang Caca. "Sayang!" sapa nya dan memeluk Caca.

__ADS_1


"Mommy mau kemana?" tanya Caca penasaran.


"Uhm, Mommy mau ke apartemen Tiara," ucapnya.


"Ayo kalau begitu sekalian saja bareng Caca." ajaknya dan menggandeng Mommy berjalan ke arah apartemen Tiara.


Saat Caca di depan pintu. "Kok pintunya terbuka!" ucapnya. Caca heran dengan keadaan pintu yang terbuka sedikit. Tidak biasanya Tiara ceroboh seperti ini pikirnya.


Mereka berempat langsung masuk dengan perasaan khawatir, saat mereka sudah berada di dalam betapa kagetnya mereka dengan di suguhkan pemandangan.


"ALEX ...." Mommy.


"Ya ampun!" Caca menutup matanya dengan kedua tangannya.


Teriak Mommy dan Caca bersamaan.


Alex yang sedang mencumbu Tiara seketika terkejut dan bangun dari atas tubuh Tiara, begitupun Tiara yang langsung berdiri dan merapikan keadaanya yang berantakan karena ulah Alex. Mereka terkejut 8 pasang mata menatap mereka, belum juga Alex mengatakan apa-apa tapi.


Brukkk.


Mommy pingsan, untung Papa dan Caca sigap menangkapnya. "Riko cepat kita ke rumah sakit," ujarnya.


"Baik tuan," Riko yang ada di belakangnya pun langsung bergegas menyiapkan mobil.


Papa mengalihkan pandangan ke arah Alex dan Tiara. "Kalian juga ikut," perintahnya.


Setelah itu Papa menggendong Mommy untuk menuju mobil yang di siapkan Riko, Caca juga menggandeng Tiara mengikuti langka Papa dari belakang.


Sebenarnya Caca penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi, tapi ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya.


Mereka berenam menaiki 1 mobil yang sama, setelah beberapa saat mereka sampai di rumah sakit dan Mommy langsung mendapatkan penanganan di IGD.


Papa, Tiara, Caca, Alex dan Riko menunggu di luar ruangan IGD, hingga beberapa saat Dokter keluar dari ruangan IGD sontak semua orang langsung menghampiri. "Dokter bagaimana keadaan istri saya?" tanya Papa.


Dokter itu tersenyum ke arah mereka. "Nyonya tidak apa-apa Pak, hanya saja Nyoya sedikit shock dan kurang nutrisi. Beberapa hari Nyonya akan di rawat di sini untuk mendapat perawatan," jelasnya.


Semuanya yang mendengar penjelasan dari Dokter merasa lega. "Terima kasih Dok," ucap Papa. Dokter itu mengangguk. "Kalau begitu saya permisi dulu Pak," pamitnya.


Setelah Mommy di pindahkan ke ruang rawat VVIP, semuanya berkumpul di dalam untuk menunggu sadar.


Hingga beberapa saat Mommy mengerjapkan matanya menyesuaikan pandanganya, menatap sekeliling hingga Mommy menyadari bahwa dirinya sekarang ada di rumah sakit. "Tiara ...." panggilnya lirih.


Semua yang berada di situ seketika mendekat ke arah Mommy, Papa yang tau istrinya yang mencari Tiara langsung mempersilahkan Tiara duduk di samping Mommy


"Sayang ...." ucapnya lirih, Mommy bisa melihat tanda kepemilikan anaknya di leher Tiara. Mommy hanya menghela nafasnya pelan.


Tiara menggenggam tangan Mommy. "Mom ...." ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca. entah mengapa melihat Mommy terbaring lemah seperti ini seketika muncul rasa bersalah di hatinya.


"Sayang jika kamu tidak mau menikah dengan Alex tidak apa-apa, Mommy tidak akan memaksa." ujar Mommy yang juga dengan mata berkaca-kaca.


"Aku-aku-aku." Tiara tergagap.


...----------------...

__ADS_1


Untuk Andien dan Anton maaf ya akan jarang muncul, insya allah akan di buatkan saja ceritanya sendiri.


Jangan lupa vote, like dan komen. Semoga sehat selalu. Aminn .


__ADS_2