
Radak anget-anget dikit ya ... jadi di baca malem-malem aje 😀.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mama Mona yang terbangun di pagi hari karena panggilan alam, sedikit terkejut karena tidak mendapati dua gadis yang semalam tidur bersamanya. "Di mana mereka! Apakah mereka sudah bangun? Tapi ini masih jam setengah lima," ucap Mama Mona setelah melirik jam dinding yang berada di kamar Tiara.
Mama Mona akhirnya memutuskan pergi ke kamar mandi, melanjutkan tujuan-nya tadi
Hingga beberapa saat Mama Mona selesai dari urusan kamar mandi, dan berjalan keluar kamar Tiara untuk menuju dapur siapa tahu dua gadis itu sedang memasak.
"Kok sepi!" Heran Mama Mona ketika sampai di dapur ternyata tidak ada siapa-siapa.
"Ada apa Mona?" tanya Mommy Jessy yang baru saja berada di dapur. Mommy heran melihat Mama Mona seperti mencari sesuatu.
Mama Mona seketika menoleh ke arah Mommy yang sedang berada di ambang pintu. "Aku mencari Tiara dan Caca, soalnya mereka tidak ada di kamar," jelas Mama Mona.
"Mungkin mereka sedang jalan-jalan di sekitar sini, apalagi Tiara kan sedang hamil, itu bagus untuknya," sahut Mommy.
Mama Mona menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Mommy.
***
Hingga jam sudah menunjukkan pukul enam pagi Tiara dan Caca masih tidak terlihat di rumah itu. Mommy yang tadi-nya tidak khawatir, sekarang menjadi khawatir seperti Mama Mona.
"Jessy kenapa mereka berdua belum pulang?" ucap Mama Mona yang mulai panik.
"Iya, mereka kemana ya?" Mommy yang bertanya balik.
"Lebih baik aku telfon mereka saja," ujar Mama Mona yang kemudian berjalan ke arah kamar Tiara untuk mengambil ponselnya. Begitupun Mommy yang mengekor Mama Mona dari belakang.
Mama Mona mengotak atik ponselnya untuk mencari nama Caca, hingga kemudian menempelkan benda pipih itu ke daun telinganya saat memulai panggilan.
Tapi Mama Mona dan Mommy terkejut ketika mendengar dering ponsel Caca yang berada di atas nakas. "Mona, ponsel mereka berdua masih ada di sini," ujar Mommy ketika melihat ponsel Tiara juga tergeletak di atas nakas.
"Bagai mana ini Jessy?" tanya Mama Mona.
"Jangan-jangan mereka di culik?" Mommy yang mulai berasumsi sendiri, yang membuat Mama Mona ikut-ikutan berfikir ke arah sana.
"Kalau begitu, aku akan memberitahu Alex." Mommy yang langsung berlari menuju kamar Alex. Bahkan tanpa mengetuk, Mommy langsung masuk begitu saja.
Brak.
"ALEX, ISTRIMU HILANG DI CULIK ORANG !!!" teriak Mommy.
Dua orang yang berada di kamar Alex seketika menoleh ke arah Mommy dengan terkejut.
"Loh!" Mommy terkejut ternyata bukan Rey yang berada di dalam kamar bersama Alex, melainkan Tiara.
__ADS_1
"Mommy mengganggu," gerutu Alex dengan menatap sebal pada Mommy. Sedangkan Tiara hanya tersenyum kaku.
"Loh Tiara ada di sini!" ucap Mama Mona yang baru datang.
"Ada apa ini?" tanya Papa Nathan yang mendengar keributan, hingga mengusik tidurnya.
"Tadi Tiara dan Caca nggak ada, tapi sekarang Tiara sudah ketemu. Tinggal Caca yang belum ketemu," jelas Mama Mona.
"Oh ... Caca di --" ucapan Papa Nathan terhenti karena kedatangan seseorang.
"Loh kenapa semua berkumpul di sini?" tanya Caca yang baru datang bersama Rey.
Sontak semua mata tertuju pada mereka. "Kalian ini sebenarnya dari mana? Mama sama Jessy panik melihat kalian tidak ada tadi," ujar Mama Mona yang sedikit kesal dengan kelakuan ke empat anak muda di depannya yang hilang tiba-tiba.
Caca hanya tersenyum kaku dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sedangkan Rey mulai dari masuk rumah tadi raut wajahnya sudah di tekuk.
Flashback On.
Di kamar hotel dengan penerangan lampu yang tamaram. Rey berhasil membawa istrinya yang tidur terlelap kembali ke kamar hotel di mana tempat mereka menghabiskan malam pertama.
Rey memandang wajah ayu Caca yang blesteran Korea-Indonesia. Meskipun sudah berpindah tempat tidur, nyatanya Caca masih juga tidak menyadarinya.
Rey tersenyum melihat istrinya, membayangkan dulu waktu pertama kali bertemu dengannya. Tidak ada terlintas sedikitpun bahwa hatinya akan di labuhkan pada Caca.
"Lo emang cantik, tapi gue heran! Kenapa gue bisa jatuh cinta sama lo!" ucap Rey pada Caca yang sedang tertidur. "Padahal kita dulu sering berantem," imbuhnya dengan sudut bibir yang tertarik ke atas membentuk senyuman.
"Sekarang lo harus di hukum," ujar Rey dengan seringai di wajahnya.
Perlahan Rey mulai membuka kancing piyama Caca yang bergambar hello kity. Perlahan tapi pasti piyama itu sudah teronggok di lantai, menyisakan dalaman bewarna pink muda membuatnya semakin menggemaskan.
Meskipun Rey sudah pernah merasakannya sekali, tapi tetap saja itu sungguh menggoda imannya untuk cepat mencicipinya.
Dengan perlahan Rey mulai mengulum salah satu bulatan yang sekarang menjadi favoritnya, dan tangan satunya yang meremas gemas bulatan satunya.
"Ungh ...." Caca melenguh dalam tidurnya. Rey yang mendengar semakin membuatnya panas.
Caca dengan perlahan mulai mengerjabkan matanya, ketika merasakan sentuhan di bagian dua bulatan-nya yang begitu sensitive.
"U-uncle," ucap Caca terkejut melihat suaminya yang sudah menempel pada dadanya.
"Ap ummh --"
Bahkan Rey tidak membiarkan Caca untuk mengeluarkan sepatah katapun dari bibir pink-nya yang sekarang sedang ia nikmati.
Caca berusaha mendorong tubuh Rey yang sekarang sedang menghimpitnya. Tapi itu semua percuma karena Rey tidak akan membiarkan-nya.
Hingga beberapa saat Rey melepas cium*nya saat pasokan udara yang ia rasakan semakin menipis.
__ADS_1
Rey segera melepas kemeja yang ia kenakan, rasanya Rey sudah tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Apalagi ular sawa yang sudah on.
Tapi ketika Rey membuka kancing kemejanya untuk yang terakhir, tiba-tiba suara Caca menghentikannya. "U-uncle, malam ini kita tidak bisa melakukanya," ucapnya lirih, dengan nafas yang sedikit memburu dan segera memalingkan wajahnya.
Rey menatap lekat wajah Caca yang sekarang tidak berani menatapnya. "Kenapa?"
"Karena ... a-ku sedang berhalangan," cicit Caca. Karena Caca sendiri baru mengetahuinya sebelum tidur.
Mata Rey seketika membulat mendengar ucapan istrinya yang seperti bom atom yang bisa meruntuhkan apa saja. Rey sebagai mantan playboy yang sudah insyaf tentu saja tahu apa yang di maksud Caca. Tapi, kenapa waktunya sekarang! Kenapa tidak bisa di undur saja setelah Rey selesai melakukanya.
Wajah Rey seketika berubah kusut, seperti pekerja yang tidak mendapat thr 😁. "B-bagai mana bisa? Padahal kemarin dia belum datang!" Rey yang mulai meracau tidak jelas.
Caca yang mendengar celotehan Rey seketika menatap wajah suaminya yang terdiam terpaku. "Memangnya tanggal gajian pegawai yang keluar setiap tanggal muda," ketus Caca, dan segera membalut tubuhnya yang setengah tel*njang dengan seprei. Caca kesal mendengar ucapan suaminya yang tidak masuk akal.
Rey segera berguling ke samping Caca. Rasanya perjuangan-nya yang seperti jamesbon harus gagal sia-sia karena tamu laknat yang tidak di undang itu.
Rey melihat ke arah ular sawa yang siap menunggu komando, tapi harus berhenti di tengah jalan. "Sungguh malang sekali nasibmu malam ini."
Mungkin kalau tugu lainya di bom akan runtuh seketika. Tapi kalau tugu Rey?
Akhirnya malam yang penuh drama harus terlewati dengan ular sawa yang harus ikut menjalankan puasa.
Flashback Off.
Sekarang mereka semua sedang menikmati sarapan bersama, setelah kekacauan yang terjadi pagi hari ini.
Ting.
Tong.
Suara bel rumah Tiara berbunyi, memecah keheningan di meja makan.
"Biar aku saja yang buka," sergah Alex ketika melihat Tiara akan berdiri dari duduknya.
"Hm," sahut Tiara, dan mendudukkan dirinya kembali.
Alex berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa yang bertamu pagi-pagi seperti ini.
Klek.
Seketika pandangan Alex menajam seketika saat tahu siapa yang datang.
...----------------...
JANGAN LUPA SAHUR 😀
Jangan lupa vote, like dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu. Aminnn 😊
__ADS_1