DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Vita vs Leo


__ADS_3

Alex dan Tiara saling pandang melihat interaksi Leo dan Vita. Apa mereka sudah saling kenal? Tapi Vita baru saja sampai di Jakarta kemarin.


Setelah melihat Baby El yang ada di gendongannya sudah terlelap, dengan perlahan Alex menaruhnya ke dalam box bayi. Kemudian mendekat ke arah mereka. "Apa kalian sudah saling kenal?" tanya Alex pada Leo dan Vita.


"Iya."


"Tidak."


Jawab mereka kompak tapi tak sama.


Alex hanya menautkan kedua alisnya melihat dua manusia yang sepertinya tidak akur itu.


Flashback On.


Vita yang mendengar kabar kelahiran Tiara, tentu saja ia ikut bahagia. Meskipun ia tidak tahu awal insiden yang menyebabkan Tiara melahirkan lebih cepat dari hpl.


Dengan segera Vita segera menyelesaikan pembukuan cafe. "Lebih baik aku cepat menyelesaikan pekerjaan ini, agar besok bisa pergi untuk menengok Mbak Tiara," gumamnya.


Vita sudah menyusun rencananya sebaik mungkin. Dan besok pagi ia akan berangkat membawa mobil Caca yang dulu di tinggalkan. Karena sekarang Vita sudah bisa mengendarai mobil, hasil les-nya mengemudi beberapa bulan yang lalu.


Meskipun ia tak begitu hafal jalan menuju Jakarta, setidaknya dengan bantuan gps ia akan sampai di sana. Pikirnya.


Malam hari sepulang dari cafe, Vita mulai mengepak semua baju yang akan ia bawa besok. Tak lupa ia juga memberitahukan kabar kepada Tiara, kalau kemungkinan besok sore ia akan tiba di Jakarta. Dan ternyata Tiara mengirimi alamat serta password apartemennya, untuk Vita beristirahat selama di Jakarta.


Vita sendiri kemungkinan di Jakarta hanya dua hari satu malam di sana. Ia tidak mungkin mengambil libur kuliah terlalu lama, mengingat kurang satu tahun lagi ia akan lulus.


***


Pagi hari di cafe.


"Ck, kenapa aku bisa lupa." Decaknya kesal merutuki kebodohannya. Vita lupa jika pagi ini akan datang stok bahan cafe yang ia pesan dua hari yang lalu.

__ADS_1


Vita akhirnya harus menunda keberangkatannya, karena mau tidak mau ia sendiri yang harus mengecek bahan-bahan itu. Bukanya ia tidak percaya pada karyawan lainya, tapi menurutnya dia akan tenang jika melihatnya sendiri. Karena ia tidak mau membuat Tiara kecewa yang sudah memberikan kepercayaan.


Hingga hampir siang, Vita baru selesai mengecek semuanya. Tapi lagi-lagi ia menghembuskan nafas kasar, melihat cafenya yang begitu ramai menjelang makan siang itu. Dan seperti biasanya ia akan terjun langsung untuk membantu yang lainya. "Kalau begini, kemungkinan nanti sore baru bisa berangkat."


Sore menjelang malam itupun tiba, akhirnya Vita baru bisa berangkat. Tetapi, karena jam yang bersamaan dengan pulangnya pekerja kantor, maka terjebak lah ia dengan kemacetan di jalan. "Ya ampun, jika begini pasti akan sampai tengah malam." Gerutunya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 00.30 dini hari, dan Vita masih berada di jalan. Meskipun jarak apartemen sudah dekat tapi rasa haus di tenggorokannya sudah tidak bisa di bendung nya. Karena keberangkatannya yang terburu-buru ia lupa membawa air dan cemilan.


"Apa di dekat sini ada supermarket 24 jam ya?" Dengan memperlambat laju jalan mobilnya, Vita mengarahkan pandanganya pada sekitar jalan yang ia lalui. "Oh, itu di sana." Vita yang baru menemukanya.


Saat di salam supermarket yang tadinya hanya ingin membeli minum, merambah ke lainya ketika pandanganya tertuju pada snack berukuran besar. Dan tidak itu saja Vita juga membeli beberapa buah dan juga mie instan. Meskipun sekarang gajinya lumayan cukup besar, tapi tetap saja ia tidak suka membuang-buang uang hanya untuk menikmati makanan mahal. Karena dalam kamusnya, yang penting makanan itu masih bisa di makan dan dapat mengenyangkan perutnya.


Setelah melakukan pembayaran Vita bergegas menuju mobilnya dan menaruh belanjaannya di jok belakang.


"Ternyata jalanan sudah sangat sepi," Vita yang baru menyadari. Sejujurnya dia juga sedikit takut, jika tiba-tiba saja ada hantu yang muncul di hadapannya.


Ketika Vita baru melajukan mobilnya beberapa meter dari area supermarket, tiba-tiba ada seseorang yang mencegat mobilnya. Vita yang terkejut seketika mengerem mobilnya.


Terlihat seorang laki-laki tampan yang terlihat panik, laki-laki itu kemudian menggedor kaca mobil Vita agar di bukakan pintu mobil.


"Terima kasih, Nona." ucap pria itu yang tidak lain adalah Leo. Setelah itu Leo segera melepas baju yang ia pakai, yang membuat mata Vita membulat.


"Hei, apa yang anda lakukan??" Vita yang terlihat terkejut. Ia juga sudah berpikiran buruk tentang Leo. Rasanya ia menyesal sudah membantu.


Padahal Leo melepas bajunya, agar orang-orang yang mengejarnya tidak mengenalinya. Ini semua gara-gara sifatnya yang tidak bisa melihat perempuan cantik menganggur. Saat di klub malam beberapa saat lalu, mata Leo yang tidak sengaja melihat perempuan berpakaian **** seketika menghampirinya dan menggodanya. Nasib baik masih menghampiri Leo, karena wanita itu menanggapi rayuannya. Di saat ia sedang bercumb*, tiba-tiba saja ada segerombolan orang yang mendatanginya.


"Brengs*k, beraninya kau menyentuh milikku." Seorang pria berperawakan sangar itu segera menarik wanita yang tadi bersama Leo. Dan beberapa orang laki-laki yang bertampang sama di belakangnya menatap Leo tajam.


"Aku adalah penguasa di daerah ini, dan kau berani mengusik ketenangan ku." ucapnya dengan seringai.


Leo hanya menelan saliva nya susah payah, kalau dia bertarung satu lawan satu kemungkinan dia akan menang. Tapi, kalau keroyokan di pastikan dirinya akan kalah. Apalagi dirinya hanya sendirian, karena sahabat lucnut-nya sudah bertaubat setelah menikah. Dan di pikirannya sekarang, ia hanya mengandalkan jurus yang paling ampuh. Yaitu jurus seribu langkah.

__ADS_1


Sedetik kemudian Leo berlari secepat mungkin keluar dari klub, tapi ternyata pria-pria itu tidak membiarkan Leo pergi begitu saja. Segerombolan orang itu terus mengejar Leo.


Hingga akhirnya Leo melihat mobil yang melintas dan seketika ia hentikan, yang ternyata mobil Vita.


"Nona tenanglah, saya melepaskannya agar mereka tidak mengenali saya." jelas Leo sambil melihat keadaan sekitar.


"Mana ada yang seperti itu? Cepat pakai kembali pakaian anda, atau saya akan teriak." Ancam Vita yang tidak percaya begitu saja.


"Nona, tenanglah atau mereka akan kemari. Sekarang cepat jalankan saja mobilnya," Leo yang masih tidak mau memakai bajunya.


"Baik kalau begitu, saya akan berteriak. Tolong ... tolong ...."


"Ck." Leo berdecak kesal. Nyatanya perempuan di depannya ini juga sedikit menyebalkan. Tapi kemudian matanya membulat saat melihat orang-orang yang mengejarnya mulai terlihat.


"Nona, tenanglah." Leo yang kesal melihat Vita sedari tadi berteriak meminta tolong. Karena Vita yang tidak mau mendengarnya, dengan cepat Leo mendekati Vita dan mendorongnya. Hingga kini Leo berada di atas tubuh Vita yang setengah berbaring di kursi pengemudinya, setelah Leo menurunkan saudaranya.


Mata Vita membulat, melihat tindakan Leo. "A-ap-pa yang anda lakukan??" Vita seketika gugup melihat jarak Leo yang begitu dekat dengannya. "Kalau anda tidak segera menyingkir, saya akan berteriak rampok." Ancam Vita.


"Ram ummpphh."


Dengan cepat Leo membekap mulut Vita dengan tangannya. Ternyata gadis ini sangat keras kepala, pikirnya.


Tapi, Vita sediri tidak kehilangan akal. Dan segera menggigit tangan Leo yang membekapnya.


"Ouch." Saat Leo merasakan tangannya di gigit oleh Vita. Yang kemudian melepaskan tangannya.


"Ramp ummpphh --"


*


*

__ADS_1


*


...Selamat hari minggu 😊. Jangan lupa vote, like dan komennya. Kalau boleh juga di kasih kopi, biar gak ngantuk 😁....


__ADS_2