DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Berdamai Dengan Takdir


__ADS_3

Di lorong rumah sakit Mommy, Papa dan Caca berjalan sedikit tergesa-gesa setelah mendapat kabar insiden yang di alami Alex dan Tiara, padahal mereka baru saja berpisah dalam keadaan yang baik-baik saja.


Saat mereka bertiga sampai di depan ruang IGD terlihat Alex sedang berdiri bersama seorang Dokter.


"Baik Pak kalau begitu saya permisi dulu," pamit Dokter.


"Terima kasih Dokter," ucap Alex.


"Alex di mana Tiara?" tanya Mommy yang terlihat begitu panik.


"Sudah Mom, tenang dulu menantu kita pasti baik-baik saja," ujar Papa seraya merangkul bahu Mommy agar sedikit tenang.


"Iya Om, gimana keadaan Ara?" tanya Caca juga yang tidak melihat keberadaan sahabatnya.


"Tiara ada di dalam Mom, baru saja selesai mendapat penanganan dari Dokter," jelas Alex. "Dan keadaanya baik-baik saja." imbuhnya.


Tidak lama Tiara keluar dari ruang IGD. "Sayang kamu tidak apa-apa kan?" tanya Mommy seraya menghampiri Tiara.


"Iya Ra kamu gak apa-apa kan?" tanya Caca yang juga ikut menghampiri Tiara.


"Mom, Ca," ucap Tiara sembari tersenyum. "Udah gak apa-apa, udah di obati sama Dokter. nih ...." jelasnya sambil memperlihatkan siku tangan kirinya yang di balut perban.


Mata Mommy melotot segera mengarah ke arah Alex. "Katanya tidak apa-apa tadi? Tapi kenapa di perban begini," omelnya seraya menunjuk tangan Tiara.


"Huft," Alex hanya menghembuskan nafasnya pelan, dan memutar bola matanya melihat Mommy nya yang selalu mengomel jika menyangkut Tiara. Padahal tadi dirinya juga sempat merasa khawatir dengan keadaan istrinya.


"Mom, sudah." Ucap Tiara seraya menggenggam tangan Mommy, Tiara takut jika nanti Alex akan marah padanya karena Mommy yang terus mengomeli Alex karena dirinya.


"Ya sudah kalau begitu mari kita pulang, biar Tiara cepat istirahat." Sahut Papa.


"Yah Pa, sebentar Alex akan menebus resep untuk Tiara dulu." Ujarnya.


*


*


Hingga beberapa saat mereka sudah sampai di mansion Alex, dan berada di kamar Alex dan Tiara.


"Sayang kamu harus banyak istirahat biar cepat sembuh," ucap Mommy setelah tadi membantu Tiara berganti baju dan meminum obatnya.

__ADS_1


"Ya Mom," sahut Tiara seraya merebahkan dirinya di ranjang dengan di bantu Caca.


"Mimpi indah sayang," ujar Mommy seraya membelai pucuk kepala Tiara.


Tiara menganggukkan kepalanya, dengan mata yang sedikit sayu mungkin obat yang di minumnya sudah mulai bereaksi.


Alex sedikit tercubit hatinya melihat di mana Mommy nya begitu menyayangi Tiara sedangkan dirinya?


Setelah mereka sudah berada di luar kamar. "Sayang kamu juga istirahat yah, besok kan harus sekolah," ucap Mommy dengan mengusap bahu Caca lembut.


"Ya Mom, kalau begitu Caca mau istirahat dulu." Sahutnya, dan berlalu menuju kamar yang di tempati kemarin.


Sekarang Papa, Mommy dan Alex berada di ruang tengah. "Alex sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Papa dengan menatap serius.


"Ini ulah Hendra Pa, yang beberapa hari lalu Alex pecat karena terbukti menggelapkan uang perusahaan." Jawab Alex.


Flashback On.


Saat Tiara hendak membuka pintu mobil, matanya tidak sengaja melihat mobil hitam yang melaju dengan kecepatan tinggi mengarah ke arah Alex.


Tiara curiga, bagaimana mungkin mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi di tempat parkir, dan benar saja saat mobil itu semakin mendekat tapi masih melaju dengan kecepatan tinggi.


"Om awassss," teriak Tiara yang segera berlari ke arah Alex dengan cepat Tiara merengkuh tubuh Alex untuk menghindari mobil yang hampir saja menabraknya.


Bugh.


Brak.


Mobil hitam tadi menabrak mobil lain yang sedang terparkir.


Setelah sadar apa yang baru saja terjadi, Alex segera bangun dari atas tubuh Tiara dan membantu istrinya bangun. "Kamu tidak apa-apa?" Tanya Alex dengan memegang kedua lengan Tiara.


"Ssshh," Tiara mendesis saat merasakan siku pada tangan kirinya sedikit nyeri.


Dengan segera Alex memeriksa tangan Tiara , dan benar saja sikunya sudah mengeluarkan darah segar. Tangan yang tadi di gunakan Tiara untuk mendekap kepala Alex saat terjatuh agar tidak terbentur lantai.


"Siala*n," umpat Alex yang segera melangkah menuju ke arah mobil hitam dan memeriksa siapa pengemudi yang berani ingin mencelakainya, dan beberapa orang pun sudah berkerumun untuk melihat kejadian setelah mendengar benturan keras tadi.


Matanya melotot saat tahu siapa orangnya, "Hendraaa ...." Ucapnya geram dan segera mengeluarkan Hendra dari dalam mobil. Alex mencengkeram kerah baju Hendra dan.

__ADS_1


Bugh.


Alex menghadiahkan bogem mentah ke wajah Hendra yang sebelumnya sudah berdarah karena benturan di dalam mobil tadi, tapi Alex tidak perduli itu.


"Beraninya kau, hahhhh ...." Teriak Alex.


Hendra sendiri sudah tak mampu melawan kemarahan dari Alex.


"Tuan sudah, biar saja orang ini di urus oleh scurity untuk di serahkan ke kantor polisi. Tuan ajak saja adiknya ke rumah sakit," sahut salah satu orang yang menyaksikan kejadian tersebut.


"Adik," gumam Alex. Lalu matanya melihat sosok Tiara yang sedang menempelkan tubuhnya pada body mobil. Segera Alex melepaskan Hendra dan berlalu menghampiri istrinya.


Dengan cepat Alex merengkuh tubuh Tiara untuk masuk dalam pelukannya, Alex dapat merasakan tubuh kecil istrinya bergetar hebat.


Tiara hanya diam merasakan pelukan hangat dari suaminya, mulutnya seakan terkunci bayangan maut yang baru saja hampir merenggut nyawanya dan suaminya masih berkelebat di pikirannya.


Hingga beberapa saat kemudian Alex melepaskan pelukannya. "Kita ke rumah sakit sekarang," ujarnya.


Tiara hanya menggelengkan kepalanya. "Kita pulang saja Om ...." Ucapnya lirih.


"Tidak, kita ke rumah sakit sekarang baru kita pulang," Tegas Alex.


Saat perjalan ke rumah sakit, Alex menghubungi Riko untuk mengurus masalah Hendra di kantor polisi, kemudian menghubungi Papa dan menceritakan kejadian yang baru di alaminya.


Flashback Off


"Hahhh," Papa hanya menghela nafasnya panjang setelah mendengar penuturan dari Alex.


"Untung kalian berdua tidak apa-apa," ucap Mommy, yang bersyukur anak dan menantunya lolos dari maut.


"Ya Mom, Alex sendiri tidak menyangka kalau dia akan melakukan hal seperti itu. Padahal setahu Alex polisi akan menangkap Hendra sehari setelah pemecatannya, ternyata dia bersembunyi," jelasnya.


"Ya sudah beristirahatlah, temani istrimu." Ucap Papa.


"Baiklah Pa, Mom Alex ke kamar dulu." Pamitnya.


Papa dan Mommy hanya menganggukkan kepalanya.


Di dalam kamar setelah membersikan diri dan berganti baju Alex merebahkan dirinya secara perlahan di sebelah Tiara, takut jika dirinya akan membangunkan istrinya yang sedang terlelap.

__ADS_1


Di tatapnya wajah ayu yang polos tanpa make up itu, menyelipkan beberapa helai rambut ke belakang telinganya yang mengusik tidurnya.


"Apakah aku telah salah menilai mu selama ini karena di butakan rasa kecewaku? Kau bahkan menerima sikap buruk ku. Bahkan kau tak pernah membalas perlakuan buruk ku padamu, semua orang begitu menyayangimu. Tapi aku, aku tidak pernah bisa melihat kebaikanmu. Kau bahkan rela membahayakan nyawamu demi menolongku, ya Allah jika ini adalah jalan yang memang seharusnya ku lalui. Maka buatlah aku berdamai dengan takdirku," batin Alex, dan mencium kening Tiara kemudian menyusulnya ke alam mimpi.


__ADS_2