
Sabtu malam.
"Uncle, semuanya sudah beres kan?" Tanya Caca.
"Hm ...." Rey mengangguk dengan memasukkan semua barang belanjaan ke dalam bagasi mobil.
Caca dan Rey berencana untuk datang ke Panti Asuhan. Setelah Caca bercerita kepada Bunda Dilla, kalau Tiara sudah menikah.
Caca sempat berkunjung ke panti Minggu kemarin sendiri, karena Caca tahu kalau Tiara sekarang sudah mempunyai suami tidak sebebas dulu.
Setelah Caca bercerita kepada Bunda Dilla, Bunda berniat ingin mengadakan syukuran kecil-kecilan untuk Tiara. Karena Tiara juga bagian dari panti, dan Caca menyanggupinya.
"Mampir ke rumah dulu ya, pamit sama Mama," ucap Rey yang di setujui Caca.
Tidak beberapa lama mobil yang di kendarai Rey sudah sampai di halaman rumahnya. "Ayo, masuk." ajak Rey yang melihat Caca diam saja.
"Iya," sahut Caca dan berjalan mengikuti Rey.
Di dalam rumah, Mama Mona senang menyambut kedatangan Caca. "Sayang, kamu gak bilang kalau mau datang?" Tanya Mama.
Sedangkan Rey pergi ke kamarnya untuk mengambil beberapa baju ganti.
Caca mendekati Mama dan mencium punggung tangannya.
"Maaf Tante, sebenarnya Caca sama Uncle mau pamit pergi ke Panti Asuhan," ujarnya.
"Panti Asuhan?" heran Mama.
"Itu ... dulu Caca sering berkunjung ke Panti Asuhan bersama teman Caca, dan sekarang di sana akan di adakan syukuran kecil-kecilan. Caca mau bantu-bantu di sana," jelasnya.
"Ma ... Caca ini temen bininya Alex, dan di panti mau buat syukuran untuk Alex sama bininya," sahut Rey setelah keluar dari kamar.
"Oh ... jadi Caca temen istrinya Alex!" Yang di angguki Caca dengan tersenyum.
Mama Mona memang mengenal keluarga Alex, karena Alex, Rey, dan Leo sudah berteman sejak lama.
"Ya sudah, kalau begitu kalian hati-hati," pesan Mama.
"Iya."
Jawab mereka bersamaan.
"Uncle, jika nanti mengantuk bilang saja. Biar Caca yang gantiin," ujar Caca saat di dalam mobil yang melaju menuju panti. Dan Rey yang mengemudikan.
"Ck." Rey hanya berdecak. "Jaraknya deket Sipit ...." ucapnya.
Caca hanya tersenyum, karena Caca sudah memberitahu lokasi panti pada Rey.
"Apa besok, Tante Jessy dan Om Nathan juga akan ikut?" tanya Rey.
"Iya, tapi katanya Mommy dan Papa berangkat pagi. Biar Tiara tidak curiga," jawab Caca.
"O." sahut Rey.
Hingga tak beberapa lama, mobil yang di kendarai Rey dan Caca sampai di panti.
"Bunda ...." Ucap Caca saat melihat Bunda Dilla keluar panti untuk menyambutnya.
Caca segera keluar dari mobil dan berhambur memeluk Bunda, "Bunda sehat?" Tanya caca seraya melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Iya." Tapi perhatian bunda teralihkan oleh Rey yang baru turun dari mobil serta menurunkan barang belanjaannya. "Siapa dia, Nak?" Tanya Bunda pada Caca.
"Dia--"
"Saya calon tunangannya Caca," sela Rey dan menggapai tangan Bunda dan mencium punggung tangannya.
Mata Caca melotot mendengar pengakuan Rey. Dan Rey juga melakukan hal yang sama pada Caca.
Bunda mengarahkan pandanganya pada Caca. "Apa benar, Nak?"
Caca kemudian hanya mengangguk dan tersenyum kaku. Sedangkan Rey menyunggingkan bibirnya.
"Wah ... sebentar lagi kamu juga akan menyusul Tiara," ucap Bunda bahagia.
Dan lagi-lagi Caca hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Ya sudah kalau begitu, ayo masuk. Kalian istirahat dulu," ajak Bunda pada Caca dan Rey.
*
*
Pagi Telah menyapa, hari ini Caca bagun pagi karena ikut membantu memasak. Padahal biasanya yang memasak untuknya adalah Tiara.
Rey juga ikut membantu, lebih tepatnya hanya melihat Bunda dan yang lainya memasak.
Pandangan Rey tak luput mengikuti pergerakan Caca ke sana kemari, hingga Rey terkejut melihat Caca yang tiba-tiba menangis.
Dengan cepat Rey menghampiri Caca. "Lo kenapa?" tanya Rey khawatir.
Caca seketika menghadapkan wajahnya yang sudah berderai air mata pada Rey. "Uncle, perih." Jawab Caca.
Caca mengangkat kedua tangannya, di mana tangan kiri memegang bawang merah dan tangan kanan memegang pisau. "Bawangnya jahat banget Uncle," ucap Caca.
Pletak.
"Ouch, sakit Uncle." gerutu Caca.
"Gue kira lo kenapa! Nyatanya cuma ngupas bawang," cibir Rey.
Bunda yang sedari tadi melihat perdebatan mereka hanya menggelengkan kepala. "Ca, wajah kamu di bilas pakai air saja. Biar matanya tidak perih," ujar Bunda.
Dengan cepat Caca menuju wastafel dan membilasnya dengan di bantu Rey. "Sini gue bantu keringkan," ucap Rey setelah tadi di beri handuk kecil oleh Bunda.
Caca seketika mendongak untuk memperlihatkan wajahnya pada Rey, yang menjulang tinggi di hadapannya.
Rey yang mengelap wajah Caca, sesekali menatap lebih dalam pada wajah cantik Caca. "Ternyata kalau lo di lihat dari dekat cantik juga," batin Rey.
"Uncle, apa masih belum?" Tanya Caca yang membuyarkan lamunan Rey.
"S-sudah," jawab Rey.
"Terima kasih," ucap Caca.
" Hmm."
Jam sudah menunjukkan pukul 09.00.
Sebuah mobil mewah memasuki halaman panti, Caca segera keluar untuk menyambutnya.
__ADS_1
"Mommy ...." Teriak Caca saat Mommy Jessy baru turun dari mobil.
Seketika Caca berlari dan berhambur memeluknya.
"Sayang," balas Mommy yang juga memeluknya.
"Pah ...." Caca menghampiri Papa Nathan dan mencium punggung tangannya. Papa juga mengusap kepala Caca.
"Ayo Mom, Pa masuk." Ajaknya.
Setelah masuk kedalam panti, Caca mengenalkan Bunda pada Mommy. "Bunda Dilla, ini Mommy Jessy dan ini Papa Nathan mertuanya Tiara."
Bunda Dilla menyambut hangat kepada keduanya. "Selamat datang Bu, Pak." Seraya menjabat tangan Mommy dan Papa.
"Iya, terimakasih Bu sudah mau menyiapkan acara syukuran untuk Tiara dan suaminya," ucap Mommy.
"Tiara dan Caca sudah seperti keluarga di panti ini, Bu." Jelas Bunda Dilla.
Mommy sangat bahagia melihat menantunya banyak orang-orang yang menyayanginya.
"Loh, Rey kamu juga di sini?" tanya Mommy yang terkejut Rey tiba-tiba hadir di sana.
"Loh, inikan calon tunangannya Caca, Bu." sahut Bunda.
Mommy dan Papa sama-sama terkejut mendengar penuturan Bunda, "Bener?" Tanya Papa pada Rey dan Caca.
Sedangkan keduanya hanya tersenyum menampilkan deretan giginya yang putih.
Mommy dan Papa hanya menggelengkan kepala melihat tingkah keduanya.
*
*
"Sayang, apa rencana kita akan berhasil?" tanya Mommy pada Caca.
"Tenang saja Mom, Tiara pasti akan datang kemari. Karena minggu kemari Tiara sudah absen gak kesini," jelas Caca.
Caca merencanakan ini dengan Mommy, setelah Bunda Dilla meminta untuk membuat syukuran. Jadi Caca berencana untuk sekalian membuat kejutan untuk Tiara. Begitupun Caca yang juga sudah memberi tahu pada Alex.
Ting.
Pesan masuk pada ponsel Mommy, mata Mommy membulat. Ternyata pesan itu dari Alex, yang mengatakan bahwa Tiara ingin berkunjung ke panti.
"Kamu benar sayang," ucap Mommy dengan memperlihatkan pesan dari Alex pada Caca.
Hingga beberapa saat semua makanan sudah tersaji dan tertata rapi di atas meja, dan ruang tengah panti yang sudah di dekor oleh Rey dan Papa yang di bantu anak-anak panti.
Terdengar suara deru mobil yang memasuki halaman panti, Caca mengintip dari balik jendela. Dan dapat di lihat, Tiara dan Alex yang datang.
"Pengantin barunya sudah datang," menginterupsi semua orang.
Hingga semuanya sudah berkumpul menyambut Tiara dan Alex.
Klek.
"Surprise, Selamat Menempuh Hidup Baru," teriak semuanya.
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu. Aminnnn.