
Klek.
Pintu terbuka dari luar, Alex dan Tiara yang berada di dalam kamar seketika menoleh ke arah seseorang yang berada si ambang pintu.
Mata Tiara berkaca-kaca melihat kedatangan sosok yang selama ini dia rindukan. "Mommy," ucap Tiara dengan bibir bergetar.
"Sayang," ucap Mommy yang langsung berhambur memeluk Tiara yang berada di ranjang.
Bugh.
Alex bahkan terjatuh karena di dorong Mommy agar menyingkir dari dekat Tiara.
'****,' umpat Alex dalam hati dan segera bangun. Untung piring yang dia bawa tadi sempat ia taruh lebih dahulu di atas nakas.
Tidak lama Papa Nathan juga masuk ke dalam kamar Tiara, yang ternyata bersama Mama Mona.
"Sayang Mommy sangat merindukanmu, tegah sekali kau tidak pernah menghubungi Mommy dan papa!" ucap Mommy di selah-selah tangisnya yang sekarang memeluk Tiara.
"Maafkan Tiara Mom, waktu itu Tiara tidak tau harus berbuat apa," sahut Tiara yang juga ikut menangis di pelukan Mommy.
Mommy melepaskan pelukannya, saat di rasa ada yang mengganjal saat memeluk Tiara.
Mata Mommy melihat ke arah perut Tiara yang membuncit, Mommy seketika menutup mulutnya dengan kedua tangannya. "Astaga sayang, Kamu sakit! Kamu kena busung lapar?" tanya Mommy dengan khawatir.
"Huh." Tiara bingung dengan ucapan Mommy.
"Mommy, Tiara itu sedang mengandung anakku. Cucu Mommy," jelas Alex dengan raut wajah kesal karena mendengar ucapan Mommy tadi, yang mengira Tiara sedang terkena busung lapar.
Mata Mommy seketika membulat mendengar penjelasan Alex. "Benarkah sayang! Mommy sebentar lagi akan mempunyai cucu?" Tanya Mommy dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.
Tiara mengangguk dengan tersenyum. Mommy kembali memeluk Tiara kembali, menyalurkan rasa bahagia yang menghinggapi hatinya.
Papa Nathan juga Mama Mona yang melihat ikut merasakan kebahagiaan yang sama.
Papa menepuk bahu Alex, yang membuatnya menoleh ke arah Papa yang berada di sampingnya. "Ingat Alex, ini adalah kesalahan pertama dan terakhir yang kau buat dengan istrimu," pesan Papa pelan hingga hanya Alex yang bisa mendengarnya.
Alex menganggukkan kepalanya. "Iya Pa," jawab Alex dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
Mama Mona mengedarkan pandanganya mencari sosok anak lelakinya dan Caca. Tapi mereka tidak berada di sana. Padahal Alex mengabarinya kalau Rey sudah berhasil menemukan Caca.
Alex memang mengabari orang tuanya dan mama Mona, kalau mereka sudah menemukan Tiara dan Caca di kota xxx kemarin sesudah Rey menelponnya.
"Alex, di mana Rey! Kenapa dia tidak ada? Caca juga!" tanya Mama Mona.
Mommy seketika melepas pelukannya, saat baru menyadari bahwa dia belum bertemu dengan putri satunya.
Sekarang semua orang sedang mengalihkan pandanganya pada Ale, untuk menunggu jawaban.
Alex menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, pasalnya Alex sendiri juga tidak tahu Rey dan Caca kemana. "Itu --"
"Mommy." Teriakan suara cempreng itu seketika memenuhi kamar tidur Tiara.
Caca dan Rey baru saja tiba di sana, dengan perlahan Caca langsung berhambur memeluk Mommy. Sedangkan Rey menghampiri Mama Mona dengan senyum yang menghiasi di bibirnya.
"Mommy," ucap Caca lagi di pelukan Mommy dengan tangisnya yang mulai keluar.
"Sayang, Mommy sangat merindukanmu," ujar Mommy yang mulai menangis lagi.
"Caca juga sangat merindukan Mommy, sangat-sangat merindukan Mommy," ucap Caca.
"Waktu itu Caca sangat marah Mom, melihat Om Alex membuat Tiara menangis. Bahkan waktu itu Caca ingin sekali Caca mencekik leher Om Alex sampai lidahnya keluar, dan kemudian aku tarik lidahnya, terus aku cincang untuk pakan ikan piranha. Agar tidak lagi mengucapkan kata-kata yang pedas dari mulutnya. sayang, waktu itu Uncle Rey menghentikan ku. Makanya aku juga marah dengan uncle Rey," jelas Caca sambil melirik ke arah Rey.
Mommy yang mendengar penuturan Caca hanya tersenyum, karena putrinya ini selalu mengucapkan apa yang mengganjal di hatinya.
Alex yang mendengarkan ucapan Caca reflek menutupi mulutnya dengan kedua tangannya. "Hei ... anak nakal, kau berani padaku," sembur Alex.
Tubuh Caca seketika menegang mendengar suara yang di kenali nya. Tubuh Caca dengan perlahan memutar ke arah sumber suara, dan matanya melebar saat mengetahui Alex sedang berdiri di sana bersama papa Nathan. Caca juga terkejut saat mengetahui mama Mona yang sekarang menjadi mertuanya juga berada di sana.
Caca langsung menoleh kembali ke arah mommy. "Mom, sejak kapan Om Alex ada di sini? Padahal tadi tidak ada?" Tanya Caca dengan berbisik.
Seketika tawa Mommy pecah mendengar pertanyaan Caca. "Sayang dari pertama kamu datang, sudah ada di sini," jawab Mommy setelah tawanya reda.
"Benarkah?" Tanya Caca terkejut.
Mommy menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Semua orang di sana tertawa melihat kelakuan Caca, kecuali Alex.
__ADS_1
Caca kemudian tersenyum kaku pada Alex, yang sekarang menatapnya dengan tajam.
Mata Mommy tidak sengaja melihat leher Caca yang putih ada beberapa tanda merah. "Sayang apa kamu sedang terkena cacar air?" tanya mommy seraya menyingkap rambut Caca yang tergerai.
Bahkan tanda merah itu memenuhi leher Caca. Meskipun sudah memakai jaket Rey yang kebesaran di tubuhnya untuk menutupi, tapi tetap saja masih ada yang terlihat.
"Mom, itu cacar air yang di buat Rey," celetuk Alex dengan tersenyum miring.
Hingga semua pasang mata melihat ke arah Rey dan Caca bergantian.
Caca hanya bisa menundukkan wajahnya menahan malu, sedangkan Rey henya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
***
Sekarang semua orang duduk di ruang tamu. Dengan Caca dan juga Rey yang duduk di hadapan mereka.
"Jadi ini sebenarnya ada apa?" Tanya Papa Nathan lebih dulu.
"Uhm ... sebenarnya kami sudah menikah," jawab Rey pelan.
"Apa," teriak Mommy, Papa dan Mama Mona bersamaan. Sedangkan Tiara dan Alex hanya diam menunggu kelanjutan penjelasan dari dua tersangka itu.
"Kok bisa Rey? Kenapa kamu tidak memberitahu mama terlebih dahulu!" terdengar suara Mama Mona yang sedikit kecewa. Meskipun bersyukur putranya sudah menikahi gadis pujaan hatinya.
"Semuanya mendadak Ma. Rey takut kalau Caca akan pergi lagi, makanya Rey mengikat Caca dengan ikatan pernikahan dadakan walaupun masih secara agama," jelas Rey.
Caca lagi-lagi hanya bisa menundukkan kepalanya, tidak tahu alasan apa yang akan dia ucapkan.
"Sayang, apa kamu juga menginginkan pernikahan ini?" Tanya Mommy yang melihat Caca sedari tadi diam saja.
Caca mengangkat pandanganya yang sekarang semua orang sedang menatapnya. "Caca ... Caca --" ucapan Caca terhenti saat Rey menggenggam tangannya. Caca seketika menoleh ke arah Rey yang berada di sampingnya.
"Kami berdua melakukanya atas dasar suka," ujar Rey. "Bahkan kami sudah melakukan malam pert*ma di hotel tempatku menginap. Dan kami melakukanya berulang-ulang karena Caca juga menikmatinya," jelas Rey dengan tersenyum lebar.
Sedangkan semua orang yang mendengar penjelasan Rey hanya bisa menganga dengan mulut terbuka lebar.
Caca hanya bisa menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
__ADS_1
...----------------...
...Jangan lupa vote, like dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu. Aminn 😊🙏...