
Saat setelah menghadiri pesta Mommy, Papa, Alex dan Tiara memutuskan untuk pulang. Di dalam perjalanan pulang pun hanya ada keheningan yang menyelimuti di dalam mobil.
Alex dan Tiara yang duduk di belakang juga hanya diam, pikiran mereka berkelana kemana mana, memikirkan tentang apa yang Mommy ucapkan tadi saat di pesta.
Setelah mobil yang mereka tumpangi sampai d apartemen Tiara. "Mom, Pa apa tidak mau mampir dulu?" tawarnya, Tiara tidak menawari Alex pasti akan tau jawaban apa yang akan di berikan.
"Tidak sayang, kami akan pulang saja ini sudah malam. Dan kamu juga harus istirahat," ucap Mommy, setelah itu Tiara turun dari mobil.
"Hati-hati di jalan Mom, Pa," ujarnya. Setelah Tiara melihat mobil yang di tumpangi keluarga Alex pergi, dia memtuskan untuk menghampiri Caca di apartemennya, menceritakan kegundahan hatinya.
Ting tong.
Tidak di buka.
Ting tong.
Belum di buka, akhirnya Tiara memutuskan untuk masuk dengan memasukkan sandi apartemen Caca.
klek.
Pintu terbuka, Tiara melangkahkan kakinya masuk ke dalam apartemen ternyata sepi. Tujuan Tiara sekarang adalah ke kamar Caca.
Klek.
Ternyata Tiara melihat Caca yang sudah tertidur pulas. "Pantas saja tidak ada yang buka pintu ternyata sudah tidur," gerutunya. Tiara memutuskan untuk kembali ke apartemennya saja. Tapi saat akan menutup pintu.
BBrrrooooottttttt
"Ya ampun Caca ... baru juga mau pulang udah di kasih gas beracun." teriaknya. Tapi Caca hanya menggeliat di bawa selimut.
*
*
Di pagi hari, Tiara tidak seperti biasanya saat akan berangkat sekolah. Hari ini dia terlihat lesu karena semalam tidak bisa tidur nyenyak.
"Ara tumben lesu amat! Apa sakit lagi?" tanya Caca sambil menyetir mobil untuk menuju ke sekolah Antar bangsa.
"Nggak, cuma semalam tidak bisa tidur nyenyak saja." jawabnya.
"Oh ...." Caca hanya ber'o'ria.
"Kemarin aku pulang dari pesta teman Mommy, aku mampir ke apartemen kamu. Tapi kamu nya dah tidur," ujarnya.
"Benarkah!" sahut Caca. "Sorry kemarin aku ngantuk banget Ra jadi tidur lebih awal," jelasnya.
"Uhm, aku kemarin sebenarnya mau cerita," ucap Tiara ragu.
"Apa ada masalah?" jawab Caca dengan pertanyaan.
"Mommy kemarin saat di pesta memperkenalkan aku sebagai calon mantunya," curhat Tiara.
Ciiiitttt.
Caca langsung menginjak pedal rem mobilnya, "WHAT ...." Terkejutnya.
__ADS_1
"Ca, bahaya tau." sembur Tiara seraya mendekap dadanya yang berdetak kencang karena kaget.
"Sorry, sorry, aku terkejut Ara, Mommy gak salah Ra?" Dengan masih tak percaya.
"Nggak Ca, aku tuh denger sendiri Mommy bilang kayak gitu." jelasnya dengan lesu.
Setelah itu Caca tersenyum. "Ya udah Ra kamu terima aja, lagian Om juga ganteng kok. Tapi sayang aku nggak suka Om Om," setelah mengatakan itu tergelak kencang.
Tiara ternyata salah curhat dengan Caca, bukanya membantu malah menertawakannya.
*
*
Sedangkan di mension Alex, Mommy dan Papa menikmati sarapan pagi bersama. "Alex, ucapan Mommy kemarin malam serius tentang calon menantu Mommy," ujarnya.
Alex langsung menghentikan kunyahannya dan memandang Mommy dengan menautkan kedua alisnya. "Mom jangan bercanda," sahutnya datar, dan melanjutkan makanya.
Mommy hanya menggeleng. "Tidak Alex, Mom tidak bercanda. Mommy benar-benar serius, bahkan kalau bisa kau segeralah menikah dengan Tiara," ucapnya dengan menatap Alex serius.
"Uhuk, uhuk, uhuk," seketika Alex langsung tersedak makanannya. Mommy yang melihatnya segera memberinya minum. "Ini."
Setelah redah Alex menatap Mommy serius. "Mom ... Tiara itu masih kecil bahkan dia masih sekolah," ujarnya. "Lagi pula Alex tidak mencintainya," imbuhnya.
Mommy yang mendengar jawaban Alex, raut wajah Mommy seketika berubah sendu. "Alex, Mommy hanya ingin kau menikah dengan Tiara hanya itu saja." Pintanya dengan mata yang berkaca-kaca.
Alex yang melihatnya hanya menghembuskan nafasnya pelan. "Mom ... kita bicarakan ini lain kali ya," dengan menggenggam tangan Mommy. Setelah itu Alex berdiri dari duduknya. "Kalau begitu Alex berangkat kerja dulu," pamitnya dan meninggalkan meja makan.
Mommy yang melihat punggung Alex sudah menghilang di balik pintu langsung mengalihkan pandanganya ke arah papa. "Pa!" panggilnya dengan memelas.
Mommy pun hanya menganggukkan kepalanya.
Alex yang sudah berada di kantor, hanya menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. "Kenapa semua masalah datang silih berganti," gumamnya.
Tok.
Tok.
"Masuk!" Teriak Alex dari dalam.
Klek.
Pintu ruangan Alex terbuka, ternyata asisten Riko.
"Tuan sebentar lagi akan ada meeting, dan nanti setelah makan siang akan ada meeting lagi." lapornya.
Alex hanya memijat pangkal hidungnya. "Riko batalkan semua janji meeting hari ini," perintahnya.
Riko hanya menaikkan satu alisnya, heran melihat bosnya yang masih pagi tapi sudah seperti jemuran belum di setrika.
"Baik Tuan," jawabnya, tapi karena penasaran. "Tapi, kenapa Tuan membatalkan semuanya?"
Alex hanya menatap Riko tajam, membuat nyali Riko ciut seketika. "Maaf Tuan kalau saya lancang," cicitnya. "Kalau begitu saya permisi," pamitnya.
Alex meraup udara sebanyak-banyaknya dan menghembuskan nya kasar. "Riko!" panggilnya.
__ADS_1
Riko yang hampir mencapai pintu pun menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Alex. "Ya Tuan!" sahutnya.
"Mungkin tidak ada salahnya aku bertanya pada Riko," batinnya.
"Riko bagaimana kalau menikah karena di jodohkan?" Ujarnya dengan menatap serius ke arah Riko.
Yang di tanya pun terdiam beberapa saat untuk mencerna ucapan bosnya. "Tumben sekali tanya masalah pribadi," batinnya.
"Ehem ...." Dehem Riko untuk melegakan tenggorokannya sebelum menjawab. "Maaf Tuan saya tidak bisa memberi jawaban karena saya belum mengalaminya, tapi jika itu terjadi pada saya mungkin saya akan mencoba menerimanya karena itu mungkin jalanya," jawab Riko.
Alex hanya diam mendengar jawaban dari Riko.
*
*
Malam telah tiba.
Tiara sedang bersantai di balkon apartemennya, tiba-tiba ponsel yang berada di sampingnya berbunyi saat di lihatnya ternyata panggilan dari Mommy.
"Halo Mom!" Jawab Tiara.
"Sayang apakah Mommy menganggu?" Tanya Mommy.
"Tidak Mom."
"Umh ... sayang tentang perkataan Mommy kemarin di pesta, Mommy harap kamu bisa menerimanya ya," pinta Mommy.
Tiara diam, entah harus mencari alasan apa untuk menolak keinginan Mommy. Tapi Mommy sudah begitu baik padanya.
"Mom, tapi Tiara masih sekolah." Akhirnya kata itulah yang keluar dari mulut Tiara.
"Tidak apa-apa sayang, nanti Mommy yang akan mengurusnya." bujuk Mommy.
"Maaf Mom," kata pendek itulah yang menjadi kata penolak Tiara.
Sedangkan di sebelah sana hanya diam dan.
Tut.
Tut.
Sambungan terputus.
1 minggu kemudian.
Tiara bersantai di ruang tengah apartemennya setelah tadi dirinya dan Caca mengunjungi panti.
Brak.
Pintu apartemen Tiara terbuka dengan kasar, Tiara yang bersandar di kursi terperanjat kaget. Matanya melotot melihat kedatangan Alex yang datang dengan di selimuti amarah, dengan langkah cepat Alex menghampiri Tiara dan mencengkeram rahangnya kuat.
"Akh ...." Rintih Tiara, dengan memegang tangan Alex yang mencengkeramnya berusaha untuk melepasnya tapi nihil tenaganya tidak sebanding dengan Alex.
"BERANINYA KAU HAH ...." Bentaknya dengan nafasnya yang naik turun.
__ADS_1
...----------------...