DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU

DENDAMKU BERUBAH JADI CINTA SEIRING WAKTU
Mengenali


__ADS_3

Bugh ....


Satu pukulan keras mendarat di pipi Toni. Pukulan yang tak lain dari Alex. Ia harus menerima amarah dari tuanya ketika ia gagal dalam menjalankan tugasnya.


"Kenapa kau tidak becus," Alex yang geram dengan mencengkeram erat kerah baju Toni. Ingin sekali ia melampiaskan kekesalannya pada anak buahnya itu. "Cepat retas semua CCTV yang berada di dekat sini," perintahnya dengan menghempaskan tubuh Toni hingga mundur beberapa langkah.


"Baik, Tuan." Dengan segera Toni melaksanakan perintah.


"Arrrggggghhh." Alex frustasi merasakan keadaanya sekarang karena terlambat untuk menyelamatkan istri dan anaknya. Ia datang di mana mobil yang di kendarai Tomy ringsek di bagian depan karena menabrak pohon yang cukup besar. Tapi yang lebih menyesakkan, ia tak mendapati satupun penghuni mobil itu.


Sekarang Alex hanya bisa menerka-nerka dengan keadaan anak dan istrinya.


Bagaimana keadaan mereka sekarang?


Apakah mereka baik-baik saja?


Apakah mereka terluka?


Bagaimana dengan bayi yang di kandung istriku?


Pikiran negatif mulai menyerangnya. Entah motif apa mereka mengincar keluarganya. Mungkinkah ini ulah saingan bisnisnya? Atau seseorang yang memang tidak suka dengan keluarganya? Alex sendiri masih belum mengetahuinya.


***


Malam hari di Mansion Alex seperti orang yang tidak waras, dengan penampilan acak-acakan dan jangan lupakan amarahnya yang masih meluap-luap. Dan yang menerimanya tentu saja Riko dan Toni. "Bagaimana bisa, kau belum menemukan keberadaan mereka?" bentaknya pada dua orang laki-laki yang hanya bisa menundukkan kepalanya.


"Maaf Tuan, sepertinya mereka sudah merencanakannya dengan matang. Karena semua rekaman CCTV sudah terhapus," jelas Riko.


"Aku tidak mau tau, bagaimana pun caranya kalian harus menemukanya." Bentak Alex, kemudian keluar dari ruang kerjanya.


Riko dan Toni hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Baru saja Alex menuruni tangga, ia mendengar suara Mommy yang memanggilnya.


"Alex." Mommy yang tergesa menghampiri anak lelakinya itu, setelah tadi Tito sempat menceritakan Alex yang mengamuk karena mencari keberadaan Tiara dan Zio yang entah kemana.


"Mom," sahut Alex pelan dengan mata sendunya.


Mommy seketika berhambur memeluk anaknya yang sekarang terlihat rapuh. Dengan menepuk pelan punggung yang sekarang sedikit bergetar di pelukannya. "Tenanglah, kita pasti akan menemukanya." Mommy yang mencoba menguatkan, meskipun di dalam hatinya juga sedang merasa gelisah memikirkan keadaan menantu dan cucunya.


Setelah lebih baik, mereka bertiga sekarang sedang di ruang keluarga. Alex menceritakan bagaimana istri dan anaknya menghilang. Bahkan Tomy juga ikut menghilang.

__ADS_1


***


Hingga beberapa saat Caca datang dengan panik, setelah tadi Mommy menghubunginya. Menceritakan hilangnya Tiara dan Zio. Ia tak habis pikir tentang kejadian ini, padahal tadi pagi ia dan sahabatnya itu masih bersama di sekolah Zio. Tetapi, sekarang mereka hilang bak di telan bumi.


"Mommy," panggil Caca yang kemudian duduk di sebelah Mommy. "Apa sudah ada kabar?" tanya Caca khawatir.


Mommy menggelengkan kepala. "Belum sayang, kami masih belum mendapatkan informasi apapun." Mommy yang menjawab dengan lesu.


"Lex, bagaimana ini bisa terjadi?" Rey yang baru tiba.


"Entahlah, gue juga masih bingung." Lagi-lagi Alex mengeraskan rahangnya, amarah yang tadi hilang kini datang kembali.


"Apa kamu punya musuh?" tanya Papa tiba-tiba.


Seketika semua mata mengarahkan pandanganya pada Alex, untuk menanti jawabannya.


"Setahu Alex, Alex tidak punya musuh Pa. Tapi, entah jika saingan bisnis yang menggunakan cara licik seperti ini." Alex mengusap wajahnya kasar.


Semuanya terdiam setelah mendengar jawaban dari Alex dengan pikiran masing-masing. Mereka mencoba menerka siapa dalang di balik ini semua.


"Uncle, tolong ambilkan laptop di mobil." Pinta Caca tiba-tiba. Tadi ia dan Rey datang ke mansion dengan mobil baru-nya yang baru di belikan Rey satu minggu yang lalu. Caca meminta ganti mobil yang ia tinggalkan dulu di tempat kaburnya ia dan Tiara. Kebetulan tiga hari yang lalu Caca masih menyimpan laptop miliknya yang sama dengan Tiara di mobil sebagai jaga-jaga.


"Untuk apa?" tanya Rey heran. Karena di saat genting seperti ini istrinya malah meminta laptop.


Akhirnya Rey memilih menuruti kemauan istrinya. Daripada nanti malam ia di suruh tidur sendiri, bisa runyam urusannya.


"Ini," Rey menyodorkan apa yang di inginkan Caca.


Caca segera membuka laptopnya. Ia mengingat tadi pagi Tiara masih mengenakan kalung liontin yang mereka dulu beli dengan motif yang sama. Bedanya Tiara memasang gps di dalam kalung miliknya dan milik Caca.


Caca dengan serius melacak keberadaan Tiara. Mungkin Caca tidak sehebat Tiara yang bisa memecahkan masalah besar, tapi setidaknya Caca masih mampu jika hanya melacak gps dan meretas CCTV. Itu juga semuanya tak luput dari campur tangan Tiara yang mengajarinya.


"Sayang apa yang mau kamu lakukan?" heran Mommy.


"Hanya mencoba Mom," sahut Caca dengan mata yang masih serius menatap layar laptopnya yang sudah mulai menampilkan banyak code.


Hingga beberapa saat, Caca mulai mengusap perutnya yang mulai terasa sedikit tidak nyaman. Tapi ia tetap fokus dengan apa yang ia kerjakan, berharap sahabatnya itu segera di temukan.


30 menit kemudian.


"Ketemu," ucap Caca. Semua orang segera mendekat ke arah Caca. Caca bisa mengembalikan rekaman CCTV yang telah di hapus. "Ada dua mobil hitam yang mengikuti Tiara," jelasnya sambil menunjuk layar laptopnya yang menampilkan rekaman CCTV itu.

__ADS_1


"Stop," selah Alex, saat mengenali salah satu dari mereka ketika mereka turun dari mobil, sesaat setelah menabrak mobil Tiara dari belakang. Caca langsung menjeda rekaman itu.


"Aku mengenali perempuan itu," Alex yang mengingat pernah bertemu di supermarket beberapa bulan lalu sebelum tujuh bulanan istrinya di selenggarakan.


Caca kemudian memperbesar bagian wajah wanita itu. "Apa Om mengenalnya?"


Alex menggelengkan kepalanya. "Tidak, tapi aku pernah bertemu dengannya. Bahkan dia sempat mengobrol dengan Tiara."


"Apa mungkin kejadian ini sudah di rencanakan dari lama?" selah Rey.


Tapi semua tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan Rey.


Caca kemudian kembali mengotak atik laptopnya. Keningnya mulai di banjiri keringat dingin. Selang beberapa saat. "Lokasi Tiara, Di jl. xxx kota xxx No. 6." saat ia berhasil menemukan lokasi Tiara. Tapi sesaat kemudian ia mencengkeram kuat tangan Rey yang berada di sampingnya. Dengan keringat yang semakin membanjiri kening dan tubuhnya. Tangan satunya ia gunakan untuk memegang perutnya yang semakin terasa mengencang dan nyeri.


"Sayang kamu kenapa?" Rey yang panik melihat wajah istrinya sudah berubah pucat.


Sedetik kemudian Caca hanya bisa menyandarkan kepalanya pada lengan Rey. Pandanganya berubah menjadi buram, hingga kemudian menggelap.


Semua orang di ruangan keluarga itu akhirnya menjadi panik melihat Caca yang pingsan, namun juga sedikit lega dengan informasi yang di berikan Caca.


"Rey, cepat bawa istri kamu ke rumah sakit!!" seru Papa, karena melihat Rey yang hanya panik melihat Caca pingsan tapi tidak melakukan apapun.


Akhirnya Mommy ikut Rey yang membawa Caca ke rumah sakit. Sedangkan Papa ikut Alex menuju lokasi Tiara berada, bersama Riko dan Toni.


*


*


*


...Selamat malam....


...Emmm ... sebelum ada yang tanya "Kenapa Riko dan Toni kok gak bisa nyelesai'in tugasnya? Padahal kan biasanya di novel-novel lain sekertarisnya itu lebih unggul dari pada bosnya."...


...Nah, aku kasih penjelasanya ya !!!...


...Karena aku sudah setting peranya itu memang gitu, dan peranya udah di bagi gimana mestinya. Jadi setiap author itu mempunyai alur halu-nya sendiri-sendiri....


...Soalnya aku pernah baca komentar di novel author lain, yang selalu di bandingin "Thor kenapa sih kok gak kayak di novel sebelah? Sekertarisnya lebih pinter gitu!!"...


...Namanya juga authornya beda kepala, pasti dunia halunya juga beda....

__ADS_1


...Sekian ya penjelasan dari aku, terima kasih. Jangan lupa vote, like dan komen. Semoga sehat selalu, aminnn....


__ADS_2